
Terdengar suara alarm panjang yang terus berbunyi, dengan meraba – raba di sekitar ranjang Freya berusaha mencari handphone untuk mematikan alarm.
Hooaaammm, dengan rasa malas Freya mematikan alarm di handphonenya. Dengan wajah yang masih berantakan, Freya berusaha membuka matanya yang enggan untuk bekerjasama. Dengan sedikit paksaan, Freya menggerakkan tubuhnya agar bisa terlepas dari ranjang yang selembut kapas.
“ Ya Allah...kenapa aku bisa berada di ranjang ini?” gumam Freya tersentak setelah menyadari keberadaan dirinya. Ia pun langsung meraba – raba tubuhnya yang sudah berganti pakaian tidur.
“ Apa yang sebenarnya terjadi, bukankah aku masih berendam?” ucap Freya mengernyitkan alisnya berusaha mengingat kembali memorinya.
“ Kau sudah bangun? Dasar ceroboh.” Ujar seorang pria yang tak lain adalah Akram.
“ Tuan....? maafkan saya!” ucap Freya spontan beranjak dari ranjang langsung berdiri menundukkan kepalanya.
“ Kalau ingin bunuh diri jangan di kamar ini.”
“ Siapa juga yang mau bunuh diri sih, gak banget deh mengakhiri hidupku yang berharga ini.” Cetus Freya.
“ Baguslah kalau kau sadar.”
“ Tapi Tuan? Baju ini...?”
“ Kau jangan khawatir, pelayan wanita yang memakaikan baju itu. Bisa – bisa nya kau tertidur saat berendam. Sekarang bersiaplah!” titah Akram.
“ Baik Tuan. Dasar kau Freya.” Rutuk Frey pada dirinya sendiri.
Selama satu jam bersiap, Akram meninggalkan hotel tempat di adakannya acara resepsi pernikahannya dengan sang mempelai wanita pengganti Freya.
“ Masuklah! Mulai sekarang kau akan tinggal di apartemenku.” Titah Akram setelah ia duduk di kursi belakang mobil.
Dengan tergesa – gesa Freya langsung masuk dan duduk di samping Akram. Sepanjang perjalanan suasana terasa hening dan canggung. Freya melirik ke arah Akram yang sedang fokus pada notepad yang ada di tangannya.
Melihat suasana yang begitu membosankan, Freya pun mengambil handphonenya dari tas slempang yang ia kenakan.
Dengan cepat jarinya berselancar di dunia maya, tak lupa ia memeriksa akun sosial medianya. Begitu banyak panggilan tak terjawab dan chat yang masuk dari sahabatnya.
[ Hei! Kau masih hidupkan? Kenapa kau tidak membalas dan mengangkat teleponku sih! Kalau mau mati bilang – bilang juga dong!]
Tulis sebuah chat dari sahabatnya yang bernama Deandra.
“ Huft, dasar anak ini mau ikutan mati juga ya.” Dengus Freya kesal.
[ Maaf! Baru membalas chatmu. Kau tenang saja, aku masih hidup kok! aku juga tidak mau mati sendirian tau. Nanti akan aku ajak kau untuk menemaniku.]
Balas Freya dengan kesal terlihat dari menekan jarinya di layar handphonenya dengan kuat.
[ Hahhahahahahaha, syukurlah kau masih waras! Apa kau butuh bahu ku hah?]
[ Tidak, terima kasih! aku ingin sendiri dulu. Kau jangan khawatir kewarasanku masih terjaga kok!]
[ Ok. Kalau butuh sesuatu langsung hubungi aku ya! Aku akan segera meluncur.]
[ Iya. Terima kasih!]
[ Ehm]
Dengan senyuman yang terukir di wajahnya, Freya merasa beruntung masih ada seseorang yang begitu perhatian di saat ia sedang terpuruk.
__ADS_1
Melihat Freya yang tersenyum sendiri sambil melihat layar handphonenya, Akram menghentikan gerakan jarinya dan melirik ke arah Freya yang tengah asyik sendiri.
Tanpa menghiraukan keberadaan Akram di sampingnya, Freya terus memainkan handphonenya dan melihat Anstagram miliknya. Ia ingin merubah dan menghapus semua kenangannya dengan Geo.
“ Selamat tinggal Geo, mulai sekarang aku akan hidup dari awal lagi dan melanjutkan hidupku yang sangat berharga ini.” Ucap Freya dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
“ Semangat Freya!” teriak Freya spontan.
“ Berisik!” ujar Akram dengan tatapan yang tajam.
“ Ups... maaf tuan!” ucap Freya menahan malu.
Dengan mengatupkan bibirnya, Freya melanjutkan aktivitasnya dan memeriksa grup chat perusahaannya.
\[ Wah! Ternyata selama ini pacarnya pak Geo yang ia sembunyikan adalah nona Agni Pramudya putri tunggal dari presedir HVZ Group ini.\]
\[ Iya benar! ini merupakan kabar yang tidak terduga akhirnya pak Geo mempublikasikan kekasihnya ke umum dengan berita pernikahannya\]
\[ Wah irinya! Bisa mendapatkan hati pak Geo yang sangat tampan di Divisi kita ini ya\]
\[ Mari kita patah hati berjamaah\]
\[ Dan jangan lupa! Kita juga harus
\[ Ckckckck.... emangnya kita di undang apa\]
\[ Hei! Jelas di undang dong! Secara kita ini kan termasuk keluarga dalam HVZ Group ini.\]
\[ Ok lah! Selamat malam semua dan happy week end guys\]
\[ By...by\]
“ Huft! Sudah ramai rupanya!” gumam Freya menyandarkan punggungnya dengan mata yang terpejam.
Melihat wajah Freya yang terlihat sedih, tanpa di sadari Akram telah membuat hatinya terasa nyeri.
__ADS_1
Nyuttt,,,, Akram memegangi dadanya yang tiba – tiba terasa sakit yang begitu mendalam saat melihat wajah Freya.
Mobil berhenti di salah satu basement apartemen mewah yang terdapat di pusat kota.
“ Mau sampai kapan kau tertidur begitu?” ketus Akram setelah ia keluar dari mobil.
Mendengar omelan Akram yang terdengar sangat tajam, membuat Freya tersadar dari lamunannya.
“ Ah iya! Maaf tuan, saya akan segera turun.” Ujar Freya gugup.
Melihat area apartemen yang begitu mewah, membuat Freya mengagumi desain yang sangat elegan sepanjang perjalanannya menuju apartemen milik Akram. Terlebih ia semakin heran, apartemen ini berbeda dengan apartemen pertama kali ia datangi.
“ Beda lagi ya! Ini terlihat lebih mewah lagi. Sebenarnya ada berapa banyak sih tempat tinggalnya. Dasar orang kaya, yang di koleksi tidak kaleng – kaleng.” Gumam Freya berdecak kagum melihat sosok yang ada di depannya.
Bip bip bip.... Akram menekan kata sandi pada pintu apartemennya. Lantai granit di ruangan dan interior kayu di dapur menunjukkan kemewahan yang memiliki tiga lantai dengan tiga kamar tidur serta memiliki kolam pribadi ruang keluarga dan di atas rooftop.
“ Masya Allah! Ruangan ini begitu mewah dan sangat luas.” Ucap Freya mengagumi keindahan desain interior apartemen ini.
Tersadar dengan aksinya, Freya menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan berusaha bersikap tenang agar tidak terlihat seperti orang udik.
Dengan gaya jalan yang sok elegan, Freya memasuki ruang tamu dan berhenti sambil menunggu perintah dari tuannya.
“ Kamarmu ada di lantai dua sebelah timur! Untuk berjaga – jaga, kamarmu dan kamarku terletak bersebelahan agar akting kita tidak terbongkar. Kemasilah barang – barangmu mulai sekarang kau tinggal di sini sampai waktu yang telah di tentukan!” jelas Akram berlalu begitu saja meninggalkan Freya sendirian yang masih mematung.
Nyut....Freya memegangi dada kirinya yang terasa nyeri dengan perkataan Akram.
“ Kenapa rasanya sakit ya! Hidup di apartemen mewah ini tetapi hati terasa hampa.” Gumam Freya.
Dengan langkah gontai dan menarik koper pakaian, Freya bergegas menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.
__ADS_1
“ Ah, ternyata kamarku dan kamarnya saling berhadapan. Baiklah mulai sekarang wilayah timur ini adalah zona Freya. Mari laksanakan misi ini dengan sukses Freya. Yeay semangat!” ucap Freya menyemangati dirinya yang langsung masuk ke dalam kamarnya.