Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 33 Target yang Sama


__ADS_3

Drtttt....drttt....saat sedang asyik menonton drama favoritnya di situ pula lah handphone Freya bergetar panjang.


" Ish,,,,siapa sih ganggu orang nonton aja sih!" Gumam Freya kesal.


" Ehmmm, Ngapai sih jam segini nelpon."


" Ehm, ada apa?" Tanya Freya ketus.


"..........."


" Benarkah? kau di mana ?" tanya Freya terlonjak dari duduknya.


"..........."


" Ok. Baiklah. Aku akan ke sana!". Ucap Freya langsung memutuskan panggilan secara sepihak. Tanpa berpikir panjang ia hanya menyambar sweter dan dompet tanpa mengganti piyama tidurnya yang berwarna biru bermotifkan tokoh animasi yang memiliki sebuah kantong ajaib.


Dengan tergesa - gesa, ia pun langsung keluar dari kamar tanpa mengingat untuk meminta izin dari Akram.


Dengan langkah seribu dengan kecepatan tinggi, Freya berlari menuruni tangga. Saat melewati ruang tamu, ia berpapasan dengan Akram yang baru keluar dari ruang kerjanya berjalan menuju tangga.


" Eh,, Awas tuaaannnn!" teriak Freya namun sudah terlambat.


" Eh..."


Bruukkkkkkk, tanpa sempat mengerem larinya, akhirnya Freya menabrak tubuh Akram yang masih berada di bawah tangga. Mendapat serangan secara tiba - tiba tubuh Akram tidak dapat menjaga keseimbangan yang menyebabkan tubuhnya juga ikut terjatuh bersamaan dengan tubuh Freya yang berada tepat di atas tubuhnya.


" Auwww.." keluh mereka bersamaan.


Wajah mereka saling berhadapan dengan jarak yang beberapa centi saja. Mata Freya melebar sempurna saat melihat wajah Akram yang tepat di hadapan wajahnya . Seperkian detik pandangan mereka saling beradu. Terdengar cukup jelas suara detak jantung mereka yang cukup keras.


Tubuh Freya seakan membatu di atas tubuh Akram yang sulit untuk di gerakkan.


" Kau begitu menikmati tubuhku?" ucap Akram yang menghentakkan kesadaran Freya.


Spontan Freya menarik tubuhnya dari tubuh Akram.


" Ah..maaf tuan. Maafkan saya!" Ujar Freya menundukkan kepalanya berkali - kali.


" Ck....dasar ceroboh." cebik Akram sambil memegangi pinggangnya.


" Sekali lagi maafkan atas kelancangan saya tuan!" ucap Freya merasa khawatir jika melanggar isi kontrak.


Sontak Freya langsung teringat akan janjinya.

__ADS_1


" Sekali lagi saya minta maaf tuan! saya harus pergi menemui seseorang! " ucap Freya dengan mengambil langkah seribu meninggalkan Akram yang masih mematung di posisinya.


Ceklek,,brakkk....tanpa di sadari Freya yang di akibatkan terburu - buru membuatnya membuka dan menutup pintu dengan keras.


" Ckkk...dasar! ceroboh sekali. Siapa yang ingin ia temui malam - malam begini dengan berpakaian seperti itu?" Gumam Akram sedikit kesal.


Entah mengapa, ia langsung mengejar Freya dan ingin mengetahui siapa yang ingin ia temui. Dengan diam - diam tanpa sepengetahuan Freya, Akram pun mengikutinya dari belakang.


Drttt...drttt....tiba - tiba langkahnya terhenti dengan bergetarnya handphone yang ada di saku celananya. Melihat nama si penelepon yang tertera dengan jelas di layar, membuat Akram langsung menggeser tombol hijau.


" Ehm... ada apa?" tanya Akram dingin seperti biasanya.


"..........."


" Baiklah! tunggu aku di sana. Jangan sampai kau kehilangannya." ucap Akram memutuskan panggilan setelah mendapat sebuah informasi dari asistennya.


Tanpa menghiraukan penampilannya, ia pun langsung menyambar kunci mobilnya dan bergegas pergi menuju ke lokasi yang telah di kirim oleh asistennya melalui aplikasi hijau.


" Ya Allah, semoga benar dan aku bisa bertemu dengannya." harap Freya sambil berdoa di dalam hati sepanjang perjalanan menuju lokasi yang telah ia dapat dari sahabatnya.


Seseorang di lokasi tempat janjian juga sudah merasa khawatir dan takut akan kehilangan target yang akan mereka temui.


" Ah kenapa lama sekali sih!" omel pria tersebut yang tak lain adalah Darren sambil berjalan mondar - mandir.


" Maaf Darren, sudah membuat mu menunggu lama." teriak Freya mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


" Iya ya, maafkan aku! sekarang ayo kita temui dia. Ingin sekali ku beri pelajaran jika bertemu dengannya. Enak saja pergi begitu saja saat aku sedang koma di rumah sakit sendirian." ucap Freya kesal dengan peristiwa 15 tahun yang lalu.


" Jika kau ingin bertemu dengannya kau harus dapat menahan dirimu agar tidak berbuat yang ceroboh. Dulu dengan sekarang itu berbeda jadi jangan kau samakan dirinya saat masih gadis kecil yang berusia 11 tahun dengan dirinya yang sekarang." ucap Darren menasehati Freya.


" Iya baiklah! aku janji akan menjaga sikapku. Tapi kalau aku khilaf tolong kau ingatkan ya! heheheheh!" ucap Freya dengan di iringi dengan sebuah cengiran.


" Ck dasar kau! Ayo kita pergi." ajak Darren.


" Ayo." balas Freya dengan semangat empat lima nya berjalan mendahului langkah Darren.


Namun baru beberapa langkah, ia pun berhenti dan menoleh ke belakang sambil memasang wajah mode imutnya.


" Kau duluan saja, aku tidak tahu alamatnya." cengir Freya dengan menahan egonya.


" Ck..." cebik Darren menyentil dahinya hingga menimbulkan tato berwarna merah.


" Auw...sakit tahu, kenapa suka sekali sih menyentil dahi princess yang imut ini sama saja dengannya." omel Freya mengusap - usap dahinya yang terasa sakit.

__ADS_1


" Kau bilang apa? siapa dia hah...?" ucap Darren berang.


" Eh....tidakkk siapa - siapa. Gio ya Gio saat itu dia juga sering menyentil dahiku. Jadi aku langsung teringat dengannya." kilah Freya mencari alasan agar dapat meyakinkan Darren. Ia baru tersadar akan ucapannya yang asal ceplos begitu saja.


" Kau yakin?" tanya Darren menelisik wajah Freya dengan seksama.


" Iya...kau pikir aku berbohong?" ucap Freya berusaha mempertahankan alasannya.


" Sudahlah! hanya kau yang tahu bohong atau tidak." cebik Darren kesal langsung jalan mendahului Freya.


" Eh tunggu! main tinggal saja!" oceh Freya.


" Dasar siput!"


" Awas kau ya."


Mereka berjalan menuju lantai 12 tepatnya menghampiri kamar apartemen yang terlihat sangat sederhana yang terletak di pinggir kota.


Tepat di kamar nomor 2198, Darren mengetuk pintu secara perlahan. Sambil menunggu pintu terbuka, hati Freya merasa was - was seperti apakah sosok sahabat kecilnya dengan wajah dewasanya?


Setelah menit ke lima mereke menunggu akhirnya pintu di buka oleh seseorang. Seorang wanita muda yang terlihat sangat cantik dengan tubuh tingginya, wajah dan tubuh yang terawat dengan seksama. Membuatnya jauh lebih muda di banding dengan usianya yang sudah beranjak 26 tahun.


Ceklek, " Maaf..anda mencari sia...." ucapan wanita pemilik dari kamar apartemen tersebut langsung terkejut dengan bola mata yang membulat sempurna.


Begitu juga dengan Freya dan Darren tidak kalah terkejutnya dengan ekspresi si pemilik kamar apartemen.


" Kalian...?"


" Dara....?"


ucap mereka bersamaan setelah posisi mereka saling berhadapan dan melihat dengan jelas wajah yang selama 15 tahun tidak pernah bertemu.


" Benar kau Dara??" tanya Freya masih tidak percaya akan sosok yang ada di hadapannya.


Dengan spontan, wanita tersebut berniat untuk menutup pintu namun dengan cepat Darren menahannya.


" Kalian salah orang!" kilah wanita tersebut.


" Kau jangan berbohong! mau sampai kapan kau akan bersembunyi terus." ucap Darren.


" Maaf! aku tidak mengerti apa maksud kalian." Ujar wanita yang memiliki rambut hitam lurus sebahu.


" Ck,,,dasar kau payah!"

__ADS_1


" Cleona....?" panggil seorang pria dengan suara khasnya yang spontan membuat perdebatan mereka bertiga terhenti.


Mendengar seseorang memanggil, dengan serentak mereka menoleh ke asal suara tersebut. Setelah melihat dengan jelas wajah dari pemilik suara tersebut membuat mereka bertiga membulatkan mata dengan sempurna.


__ADS_2