Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 36 Menemukan Titik Terang


__ADS_3

" Anda baik - baik saja tuan?" tanya Daffi asisten Akram sedikit khawatir melihat wajah tuannya yang terlihat pucat.


" Ah,,iyaaaa! kau selidiki wanita yang ada di dalam foto itu!" titah Akram sambil menyerahkan sebuah foto yang ia pegang kepada asistennya.


" Baik tuan!" ucap Daffi menerima foto dari tuannya. Setelah melihat foto tersebut wajahnya pun tak kalah terkejut saat melihat sebuah liontin yang sudah melingkar di leher gadis kecil tersebut.


" Tuan? bukankah ini liontin milik tuan besar?" tanya Daffi terkejut melihat sebuah liontin yang begitu ia kenal telah melingkar di leher seorang gadis cilik.


" Ya, liontin itu pemberian dariku kepada gadis kecil tersebut yang telah menyelamatkan nyawaku saat terjadi kebakaran di panti 15 tahun yang lalu. Liontin tersebut sebagai tanda terima kasihku dan suatu saat aku akan mencarinya kembali." Jelas Akram mengenang kembali peristiwa 15 tahun silam.


Mengerti akan keganjalan di hati tuannya yang ia dampingi selama 10 tahun membuat Daffi tahu apa yang harus ia lakukan.


" Baik tuan! serahkan kepada saya!" ucap Daffi.


" Ehm, terima kasih!" ucap Akram melanjutkan langkahnya yang di anggukkan oleh Daffi.


Di sebuah kamar yang mendominasi warna hitam maskulin, terlihat sesosok pria sedang duduk di balkon kamarnya dengan memegang sebuah foto yang sudah terlihat usang. Foto yang ia simpan saat pertama kali bertemu dengan Cleona.


" Ah, sebenarnya siapa kau sebenarnya?" gumam pria tersebut yang tak lain adalah Akram.


Setelah ia berhasil menemukan Cleona calon tunangan yang sempat kabur menjelang hari pernikahan mereka.


" Aaahh....." hela Akram panjang.


Drtttt...drttt...drrtttt....lamunan Akram buyar karena handphone yang ada di meja bergetar panjang.


Meskipun tangannya malas untuk meraihnya dengan terpaksa ia melihat nama yang tertera di layar.


" Ehm, ada apa?" tanya Akram dingin.


" Saya sudah di depan pintu tuan. Maaf jika saya mengganggu tapi ini sangat penting!" ucap Dafi di seberang.


" Ehm baiklah aku akan turun." balas Akram memutuskan panggilannya.


" Masuklah! kita bicara di ruang kerja." ajak Akram setelah membukakan pintu untuk Dafi.

__ADS_1


" Baik tuan!" ucap Dafi berjalan mengikuti tuannya.


" Eh,,itu kan tuan Dafi, ada apa dia kemari selarut ini?" gumam Freya melihat Dafi berjalan mengikuti Akram menuju ruang kerjanya.


" Ah, sudahlah mungkin masalah pekerjaan! memang pasangan yang serasi kalau sudah menyangkut pekerjaan. Sama - sama gila kerja." sambungnya melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Saat Freya hendak keluar dari dapur, langkahnya terhenti saat melihat Akram membuka pintu untuk seseorang yang ternyata adalah asistennya.


Dari balik dinding, Freya memperhatikan interaksi antara keduanya yang begitu terlihat sangat serius.


" Kau yakin dengan informasi yang kau dapat? jadi selama ini dia telah berbohong?" ujar Akram dengan suara yang tegas tetapi terdengar seperti menahan emosi.


" Saya yakin tuan! karena saya juga sudah mengumpulkan bukti - bukti yang juga menjurus kepada pihak yang bersangkutan." Ujar Dafi dengan yakin atas penyelidikannya selama ini.


" Lalu siapa wanita itu?" tanya Akram penasaran.


" Assalamualaikum!Halo Freya! apa kau sudah tidur?" tanya bunda Sifa melalui via telepon.


" Walaikumsalam! Iya bun, Freya belum tidur kok." ucap Freya kembali ke kamarnya.


" Ah tidak masalah bun, malah Freya senang bunda memberi tahu keadaan Ezra. Alhamdulillah! syukurlah bun. Ezra sudah melewati masa kritisnya. Besok pulang dari kantor aku dan Darren akan ke rumah sakit." ucap Freya.


" Baiklah! istirahatlah. Assalamualaikum!" ucap bunda Sifa mengakhiri panggilan telepon.


" Iya bun. Walaikumsalam!" balas Freya.


" Mereka sudah selesai belum ya! jadi penasaran selama aku tinggal di sini belum pernah tuan Dafi membahas masalah pekerjaan sampai datang selarut ini. Ah apa memang sebelumnya mereka melanjutkannya di rumah! benar - benar gila kerja! Eh...ngapai aku kepo gini sih! dasar kau Frey." rutuk Freya sambil memukul - mukul kepalanya sendiri.


***


Di sebuah kamar yang berukuran sedang dengan nuansa berwarna hijau muda terlihat seorang gadis berjalan mondar - mandir. Dengan menggigit ibu jarinya ia mengoceh tidak jelas.


" Bagaimana ini? apa Akram sudah mengetahui sesuatu? mengapa mereka bisa datang secara bersamaan gitu sih!" Gumam Cleona dengan wajah yang terlihat mengkhawatirkan sesuatu.


" Ah .... kenapa jadi begini sih! mempunyai orangtua angkat tidak berguna malah hidupku menjadi kacau. Jika tuan William tidak mengalami kebangkrutan aku tidak akan mengikuti permainan gilanya. Aahhhh bikin frustasi saja." imbuhnya.

__ADS_1


Ya Cleona sengaja menghilang dari hidup Akram dan membatalkan pernikahannya begitu saja bukan tanpa sebab. Mama angkatnya yang sedang terbaring lemah lah yang menjadikan penyebabnya. Setelah meredupnya karir Cleona di dunia hiburan membuatnya mengikuti penawaran yang di berikan oleh papa angkatnya tuan William. Papa nya akan membiayai seluruh pengobatan mamanya asalkan ia dapat mendekati Akram untuk mendapatkan suntikan dana dari perusahaan yang di pimpinnya untuk menutupi keuangan perusahaan papanya.


Namun, setelah ia berhasil mendapatkannya dan memulihkan kestabilan perusahaan papa angkatnya, tuan William pun perlahan tidak meneruskan biaya pengobatan mamanya yang sudah melanggar kesepakatan. Untuk membalas kecurangan tuan William, Cleona pun memutuskan hubungannya dengan Akram begitu saja dan menghilang dari hidupnya.


Tidak di sangka, dalam waktu yang dekat Akram pria yang di kenal sangat dingin dan cuek tersebut dapat menemukannya dengan mudah. Di tambah kedua sahabatnya saat di panti juga berhasil menemukan alamat tempat tinggalnya.


Drrtt....sebuah notifikasi pesan melalui aplikasi warna hijau, membuat Cleona terkejut akan isi pesan tersebut, dengan nama pengirim yang tertera begitu jelas membuat Cleona sedikit takut.


[ Besok pukul 13.00 di kafe Catham. Jangan sampai terlambat apalagi tidak datang. Berusaha sekeras apapun kau menyembunyikan dirimu tetap akan ku temui.]


" Ah, benar - benar nekad. Apa dia akan murka kepadaku." ucap Cleona merasa sedikit takut akan ancaman Akram.


Sampai ia sudah memahami watak Akram yang sudah menjalin hubungan selama 1,5 tahun belakangan ini.


" Apa Akram akan memberiku pelajaran? karena


ia sudah mengetahui sesuatu. Baiklah! apapun yang terjadi akan aku hadapi." imbuhnya.


Dengan meminum segelas susu sebelum mengantarkannya ke alam mimpi.


[ Baiklah!]


Balas Cleona singkat karena ia pasrah dengan apa yang akan terjadi besok.


Dengan langkah yang ragu, Cleona menuntun kakinya melangkah masuk ke dalam kafe, dengan di iringi degub jantung yang begitu cepat membuat ia berkali - kali menghirup nafas dalam - dalam. Sambil merapikan pakaian yang ia kenakan dengan balutan dress berwarna hijau muda dan sepatu high heel yang menambah keanggunannya.


Ia melirik arloji di tangannya masih menunjuk ke angka 12.35, ia sengaja mempercepat kehadirannya agar dapat mengontrol dirinya.


Setelah mendapatkan meja yang sedikit jauh dari meja yang lain, Cleona mendudukkan bokongnya di salah satu kursi yang masih kosong.


Sambil menunggu, ia pun memesan sebuah jus jeruk dan cake untuk menemaninya.


Belum habis makanan milik Cleona, dari arah belakang terdengar suara yang begitu tegas dan dingin dari milik seorang pria yang tidak asing di telinganya.


" Ingatanmu sudah kembali?" tanya Akram yang sengaja datang 10 menit lebih cepat dari jadwal perjanjian mereka..

__ADS_1


Mendengar suara tersebut membuat Cleona terperanjat dari duduknya saat melihat sosok pria dengan setelan jas hitam yang sudah lama ia rindukan.


__ADS_2