
Krieeeekkkk pintu kamar terbuka dan muncullah sosok pria yang memiliki tubuh sempurna dan tegap memasuki kamar hotel. Ia pun melihat sesosok tubuh yang masih berbalut gaun pengantin sedang terbaring di ranjang king size. Tanpa membuang waktu ia langsung membangunkan wanita tersebut dengan menggoyang – goyangkan bahunya.
“ Hei! Bangunlah mau sampai kapan kau tertidur dengan gaun ini hahh...” seru pria tersebut dengan suara yang cukup keras.
“ Ayo cepat bangun! Kau bisa mengacaukan hari ini.” Imbuhnya.
Merasa ada yang menyentuh tubuhnya, Freya langsung terjaga dan langsung dengan posisi duduk. Sambil mata yang masih mengerjap, Freya mengucek – ngucek matanya untuk mengumpulkan seluruh nyawanya.
“ Ah Tuan! Maafkan saya. Saya ketiduran.” Ucap Freya merasa malu sudah kepergok sedang tidur.
“ Bersiap – siap lah, satu jam lagi acara akan dimulai.” Ingatnya sambil meninggalkan Freya yang masih mematung di atas ranjangnya.
“ Baik Tuan!” balas Freya.
“ ya Allah kenapa mimpi itu muncul lagi. Ah sudah tiga kali dalam satu minggu ini mimpi itu selalu muncul.” Imbuhnya.
“ Ah sudah lah peristiwa itu sudah berlalu 15 tahun yang lalu. Sekarang waktunya menyelesaikan akting drama ini. Ayo semangat Freya, nanti malam kau balas lelahmu di ranjang empuk ini.” Ucap Freya menyemangati dirinya sambil bergerak menuju kamar mandi.
“ Selamat siang nyonya!” sapa Seorang pelayan wanita yang ketika Freya keluar dari kamar mandi.
“ Astaghfirullahalazim, kau mengagetkan saja. Untung jantungku sudah terikat dengan kabel kawat yang kuat kalau tidak bisa copot ini jantung. Sudah berapa lama kau berdiri di sana?” tanya Freya
“ Maafkan saya nyonya jika sudah mengagetkanmu.” Ucap pelayan tersebut dengan rasa penyesalan.
“ Sudah lah tidak apa – apa, aku hanya bercanda tadi. Ohya siapa namamu? Kenapa beda orang dengan yang tadi pagi?” tanya Freya.
“Nama saya Kelly Nyonya! Saya akan membantu nyonya untuk bersiap – siap.” Ucap Pelayan tersebut yang bernama Kelly sambil membantu Freya memakai gaun pengantin untuk acara resepsi.
Freya sangat cantik dan anggun seperti seorang putri dalam dongeng ketika gaun pengantin sudah melekat di tubuhnya.
Gaun panjang yang berwarna gold yang dilapisi beberapa mutiara di bagian dada dengan rambut yang di tata sedemikian rupa membuat wajah Freya semakin mengeluarkan aura kecantikannya yang sesungguhnya.
Selesai di rias, Freya bersama pelayan wanita muda tersebut keluar kamar menuju gedung resepsi di hotel yang sama yang terletak di lantai 17.
Desain interior resepsi pernikahan Freya dengan Akram sangat menakjubkan dan lebih mewah serta elegan di banding pada saat akad tadi pagi.
Semua para tamu sudah memenuhi kursi yang sudah tersedia di dalam ruangan. Acara resepsi bersifat tertutup dari awak media. Meskipun Akram merupakan sosok pengusaha yang sangat di takuti di dunia bisnis ia tidak mau berita pernikahannya tersebar luas. Biarlah hanya orang – orang tertentu yang mengetahuinya.
Para tamu merupakan dari kalangan artis, model, para pejabat dan rekan – rekan bisnis Akram maupun dari rekan bisnis Tuan Ghazalan.
Freya berjalan pelan memasuki ruangan melalui karpet merah yang menuju ke panggung pelaminan. Di atas sudah ada Akram yang sedang menunggu.
Dengan rasa gugup yang tiada terkira, Freya berusaha berjalan seanggun mungkin berjalan menuju pelaminan agar ia tidak mempermalukan dirinya maupun Akram.
Tidak dapat dipungkiri, Akram benar – benar terkesima melihat kecantikan Freya yang terpancar sangat jelas. Pandangannya tak lepas dari wajah Freya. Namun karena egonya yang tinggi Akram berusaha menepis semuanya.
Begitu pun para tamu undangan sangat mengagumi kecantikan dari Nyonya Akram yang sudah resmi menjadi isterinya. Mereka berbisik – bisik mengatakan bahwa mereka merupakan pasangan yang sangat serasi.
Sesampainya di pelaminan, Freya melihat Akram berdiri mematung melihat ke arahnya. Merasa di perhatikan tidak seperti biasanya membuat Freya tersenyum.
“ Cih dasar lelaki sombong, sebelumnya kau begitu dingin dan kasar padaku. Sekarang kau terkesima juga kan melihat kecantikan Freya yang sesungguhnya. Emang semua lelaki sama semua.” Gumam Freya mengutuk Akram.
“ Permisi tuan, bolehkah aku berdiri di sampingmu?” bisik Freya sambil melambaikan tangannya di depan wajah Akram.
Seketika Akram tersadar akan lambaian tangan Freya, ia pun memasang wajah datarnya kembali agar tidak ketahuan telah mencuri pandang mengagumi wajah Freya.
__ADS_1
“ Ah sadarlah Akram, kau harus menjaga hati ini untuk Cleona. Pengantin mu yang sesungguhnya.” Ucap Akram dalam hati berusaha menepis rasa yang tanpa ia sadari ada sedikit sengatan listrik di hatinya kala melihat Freya dari jarak yang sangat dekat.
Melihat ekspresi Akram yang berbeda, membuat sebuah ide Freya untuk mengerjai Akram.
“ Ehm ehm, anda baik – baik saja Tuan? Kenapa wajah anda terlihat gugup?” tanya Freya sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Akram.
“ Kau....jauhkan wajahmu dari wajahku.” Ucap Akram yang kembali menjaga jarak dari Freya. Ia tidak ingin Freya melihat wajahnya yang juga terlihat gugup.
“ Ah maafkan saya tuan!” ucap Freya kembali ke posisinya seperti semula.
Acara terus berlangsung dengan lancar dan hikmat, semua para tamu memberikan ucapan selamat kepada Akram dan isterinya.
“ Selamat ya sayang! Sekarang Mama merasa sudah tenang, akhirnya jagoan mama sudah ada yang menemani.” Ambillah cuti agar kalian bisa pergi bulan madu dan segera memberi mama cucu yang banyak.” Ucap nyonya Aksara mamanya Akram
Blush, mendengar ucapan wanita yang ada di depannya membuat wajah Freya merona, meskipun hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Sementara Akram hanya menanggapinya biasa saja.
“ Ish kau ini, masih tetap saja irit bicara, awas saja kalau kau sampai bucin sama isterimu.” Kesal mamanya Akram.
“ Baik – baik lah kau jaga isterimu Akram. Jangan pernah kau menyakitinya.” Nasehat tuan Ghazalan Papanya Akram.
Mendengar ucapan dari kedua orangtua Akram yang tulus, membuat Freya tersentuh. Semoga kelak ia mendapat mertua seperti orangtua Akram.
Meskipun Freya pengantin pengganti, namun tidak di sadari oleh tamu yang hadir kalau pengantim Akram bukanlah tunangannya selama ini yang mereka dengar.
Ya, mereka semua hanya mendengar Akram memiliki tunangan selama dua tahun tanpa mengetahui sosok sang tunangan yang sesungguhnya.
Mereka menganggap, Freya lah tunangan Akram selama ini yang akhirnya menjadi isterinya.
Freya sudah tidak dapat menahan tubuhnya. Kakinya terasa kesemutan karena sudah empat jam ia dan Akram berdiri menyambut dan menyapa para tamu yang memberikan ucapan selamat.
“ Tuan! Masih berapa lama lagi kita berdiri seperti ini?” tanya Freya.
__ADS_1
“ Kau lelah?” tanya Akram dingin
“ Benar tuan!” jawab Freya sambil menggerak – gerakkan kakinya mencari perhatian agar Akram dapat luluh melihat wajah Freya yang memelas.
Namun, melihat wajah Akram yang tanpa ekspresi apalagi tidak ada tanda – tanda rasa empati kepada Freya.
“ Huft, sia – sia saja tadi bertanya dengan wajah yang menyedihkan. Memang pria berhati es.” Gumam Freya pelan namun masih bisa di dengar oleh Akram.
“ Berhentilah mengeluh, selesaikan saja tugasmu dengan baik.” Cetus Akram tanpa memperdulikan Freya.
“ Baiklah!” pasrah Freya sambil menampilkan senyum palsunya semanis mungkin.
“ Selamat tuan Akram atas pernikahan anda. Semoga pernikahan ini membawa kebahagiaan dalam hidup anda.” Ucap salah seorang rekan bisnis Akram yang berusia hampir setengah abad sambil mengulurkan tangannya ke depan.
“ Terima kasih tuan Jonathan!” ucap Akram membalas uluran tuan Jonathan.
Hari semakin larut, satu persatu para tamu meninggalkan ruangan resepsi. Hanya keluarga Akram dan asistennya yang masih tinggal.
“ Huft, Alhamdulillah akhirnya selesai juga acara hari ini.” Ucap Freya lega sambil menjatuhkan bokongnya di kursi pelaminan.
“ Jagalah sikapmu.” Tegur Akram melihat tingkah Freya seperti anak kecil.
Dengan wajah yang bersungut Freya mengikuti perintah dari Akram.
“ Baiklah sayang, kalian pergilah beristirahat. Pasti kalian sangat lelah.” Ucap nyonya Aksara memberikan perintah kepada anak dan menantunya.
“ Dan kau Freya, jangan terlalu capek ya!” ucap nyonya Aksara sambil memeluk Freya.
“ Iya terima kasih nyonya...” ucap Freya.
“ Kok nyonya sih, panggil mama dong.” Kata nyonyan Aksara.
“ Maaf Ma!” kata Freya harus membiasakan dirinya beradaptasi dengan keluarga Ghazalan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik tanpa ketahuan.
__ADS_1