
Suasana ballroom terlihat sangat mewah dan megah, acara resepsi pernikahan putri dari Presedir HVZ Group berlangsung sangat meriah, dekorasi pelaminan yang begitu elegan dengan warna biru wardah yang gemerlap membuat suasana semakin indah. Terlihat sepasang pengantin dengan senyum yang terkembang di wajahnya menjadikan mereka ratu dan raja.
Sang pengantin dengan senang hati menyambut ucapan selamat dari para tamu yang silih berganti menyapa mereka.
Namun saat sepasang tamu berjalan memasuki ballroom yang menghampiri sang pengantin, membuat para tamu tidak berkedip untuk memandang kecantikan wanita yang sedang berjalan dengan menggandeng tangan pasangannya.
Merasa menjadi pusat perhatian, Freya tetap berjalan penuh percaya diri untuk menutupi kegugupan.
“ Tenanglah! Jangan gugup.” Ucap Darren mengelus tangan Freya agar ia merasa tenang.
“ Ehm..kau tenang saja.” Ucap Freya tegas.
“ Kenapa mereka melihatku seperti ini sih! Bikin tidak nyaman saja.” Gumam Freya.
“ Itu karena kau terlihat sangat cantik malam ini wajar saja mereka tak berkedip saat memandangmu.” Bisik Darren dengan sebuah senyuman yang melihat mereka seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.
Para tamu pun saling berbisik – bisik saat Freya dan Darren melewati mereka.
Sesampai di hadapan singgasana pengantin, Freya menghirup nafasnya dalam dan mengeluarkannya perlahan.
“ Selamat pak Gio atas pernikahan anda dengan nona Agni. Semoga pernikahan kalian selalu bahagia tanpa saling menyakiti.” Ucap Freya dengan tulus meskipun tersirat sebuah kelukaan yang yang ada di hatinya seraya memberikan sebuah kado yang dibalut dengan kotak berwarna biru.
“ Selamat pak Gio, atas pernikahan kalian.” sambung Darren menjabat tangan Gio selaku kepala tim dalam divisi pemasaran perusahaan.
“ Ah, kalian curang kenapa tidak menunggu kami sih!” cebik Arsy kesal telah di tinggal oleh Freya.
“ Selamat pak Gio. Sekarang tidak bisa cuci mata lagi deh.” Sambung Arsy.
Kemudian di susul oleh Cakra menjabat tangan pak Gio.
“ Terima kasih! semoga kalian segera menyusul.” Ucap Gio sambil melirik Freya yang menundukkan kepalanya.
Sementara Agni memperhatikan pandangan Gio yang tertuju ke Freya. Ia merasa ada yang menjanggal dengan tatapan Gio.
“ Terima kasih! kalian sudah hadir. Kalian nikmatilah acaranya.” Sambung Agni.
“ Baik nona!” ucap Arsy dan Freya bersamaan yang meninggalkan sang pengantin yang terlihat serasi.
Meskipun Freya berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit yang masih tersisa di hatinya melihat mantan kekasihnya yang selama lima tahun ini telah mengisi hari – harinya telah bersanding di pelaminan dengan wanita lain tetap membuat hatinya terasa lemah.
“ Aku ke toilet sebentar!” pamit Freya berusaha mencegah airmatanya agar tidak terjatuh di hadapan teman – temannya.
__ADS_1
“ Ehm,, cepatlah agar kita dapat menikmati pestanya.” Pesan Arsy.
Mereka bertiga pun berbaur dengan rekan – rekan sekantor yang berada dari divisi lain.
“ Hiks...hikss...hikss,...kenapa masih sakit banget sih hati ini. Dasar kau lemah Frey!” rutuk Freya yang melihat pantulan wajahnya yang menyedihkan di cermin toilet.
Dengan menengadahkan wajahnya agar air matanya tidak terjatuh, ia pun berusaha sekuat mungkin bertahan.
Beberapa kali menarik nafas sedalam – dalamnya dan membuangnya dengan perlahan – lahan membuat Freya sedikit bisa mengendalikan dirinya.
“ Ah,,aku tidak bisa masuk ke dalam lagi, akan sia – sia usaha ku ini jika aku melihatnya.” Gumam Freya sebelum keluar dari toilet.
Ia pun memutuskan meninggalkan ballroom hotel, dengan cepat ia pun mengirim pesan kepada Arsy bahwa ia akan pulang duluan karena tidak enak badan.
Saat berjalan di lobi, handphone Freya terus berdering. Dengan cepat ia pun menggeser ke atas tombol hijau.
“ Beb, kau baik - baik saja? Aku benar – benar minta maaf tidak dapat menemani ke dalam. ” Ujar Diandra dari seberang.
“ Aku baik – baik saja honey! Kau tahu saat aku berjalan dengan Darren kami malah menjadi pusat perhatian, semua pandangan tertuju ke arahku. Entah apa yang mereka lihat dari kami, itu membuatku sedikit tidak nyaman.”
“ Benarkah? Hahahahhaa, rencanaku berhasil beb! Lalu bagaimana reaksi mantanmu apa kah sama?”
“ Kau salah beb, itu berarti dia juga terpesona akan kecantikanmu. Kau tahu aku sengaja membuat kau malam ini bersinar agar mengalahkan pengantin wanitanya. Dan itu telah berhasil bukan?”
“ Benarkah, pantas saja mereka seperti itu. Ah kenapa aku tidak menyadarinya sih. Tapi berkat rencanamu aku sedikit puas sih melihat wajahnya yang seperti ada penyesalan begitu. terima kasih honey.”
“ It’s ok beb. Gimana besok kita keluar sekalian mentraktir Darren.”
“ Ehm, boleh! Besok akan ku kabari jadwalnya honey. Ohya ngomong – ngomong kau sekarang di mana?”
“ Ah, itu....aku sekarang sedang di luar karena ada telepon yang penting tadi. Sekali lagi aku benar – benar minta maaf sayang!”
“ Iya kau jangan khawatir honey. Yah meskipun hatiku ini tidak bisa di ajak bekerjasama tapi aku berusaha untuk kuat kok.”
“ Beb, kau jangan membuatku khawatir, sekarang aku akan menjemputmu.”
“ Tidak perlu, kau selesaikan saja urusanmu. Aku juga ingin pulang lebih awal kok.”
“ Kau yakin? Kalau kau butuh bantuanku segeralah telepon aku. Aku akan ada untukmu.”
“ Iya ya, aku sangat terharu. Sudah ya, taksiku sudah datang. Dah honey.”
__ADS_1
Freya memutuskan panggilan Diandra. Ia pun melihat arloji di lengannya yang menunjukkan pukul 19.30.
“ Ah, masih jam segini. Jumat malam ini kemana enaknya ya! Mau pulang kok malas.” Gumam Freya.
Ia pun memutuskan meninggalkan hotel, namun saat kakinya melangkah sebuah tangan kekar menarik lengannya dengan kuat dan membawanya ke sebuah tempat yang sunyi.
“ Hei, lepaskan tanganku!” teriak Freya berusaha melepaskan genggaman tangan pria tersebut.
Bruk..pria tersebut pun menghempaskan tangan Freya dengan kasar. Yang membuat Freya tersulut emosi setelah melihat jelas wajah yang menarik tangannya dengan kasar.
“ Kau....! apa mau mu haah...” teriak Freya dengan wajah yang memerah.
Grebb.. dengan spontan, pria tersebut langsung mendekap tubuh Freya ke dalam pelukannya seakan – akan tidak ingin melepaskannya lagi. Mendapat serangan yang tiba – tiba membuat Freya tidak bisa melawan, ia hanya meronta – ronta agar bisa terlepas dari cengkeraman pria tersebut.
“ Lepaskan aku brengsek.” Teriak Freya meronta.
“ Lima menit saja! Ku mohon!” ucap pria tersebut dengan suara yang parau.
Mendengar suara yang sangat ia rindukan membuat pertahanan airmata Freya tidak terbendung lagi. Ia pun menumpahkan semua air matanya dalam pelukan pria tersebut. Namun Freya tetap harus menjaga kewarasannya agar ia tidak terlena dan terlihat lemah di hadapannya.
“ Maaf kan aku Frey! Aku benar – benar minta maaf.” Ucap pria tersebut yang tak lain adalah Gio.
Freya berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Gio. Dengan sedikit pukulan yang mengenai ************ Gio, Freya berhasil lepas.
“ Auwww...” teriak Gio sambil mengepit kedua kakinya.
“ Itu belum seberapa brengsek! Ternyata ini alasanmu mengakhiri hubungan kita. Haaahh...kau benar – benar brengsek, dasar pecundang!” teriak Freya dengan menggebu.
“ Maafkan aku Frey! Aku benar – benar menyesal.”
“ Haah menyesal, menyesal karena kita bertemu terlebih dahulu. Sekarang aku mengerti! Semoga kau bahagia dengan karirmu. Dan kau jagalah batu lompatanmu itu dengan baik! Hubungan kita benar – benar sudah berakhir.” ujar Freya sambil berlalu meninggalkan Gio.
“ Ah satu lagi, aku kasihan dengan isterimu yang memiliki suami tetapi masih mengejar wanita lain.” Sambungnya.
Saat Freya akan melangkah, dengan cepat Gio menarik tangan Freya.
“ Tunggu Frey!”
“ Lepaskan!” teriak Freya namun genggaman Gio semakin kencang.
“ Lepaskan tanganmu darinya?” teriak seorang pria dengan tegas.
__ADS_1