Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 58 Akhir Pekan yang Mengejutkan


__ADS_3

" Arrrrrggggh.. brengsek kau Akram. Tunggu saja pembalasanku! Aku tidak ingin hancur sendirian." Gumam tuan William dengan rahang yang mengeras.


Ia pun mengeluarkan handphone dari sakunya, kemudian menelepon seseorang.


" Hahahaha, tunggu saja kejutan dari ku!" Teriak tuan William yang telah menyusun sebuah rencana untuk membalas kehancurannya.


" Bagaimana perasaanmu?" Tanya Akram saat mereka duduk di pantai sambil menantikan matahari tenggelam.


" Haaa, rasanya tidak pernah selega ini tuan! Terima kasih!" Ucap Freya memandang indahnya matahari yang perlahan - lahan kembali menuju ke peristirahatannya.


" Baguslah? Aku tidak ingin pekerjaan rumahmu menjadi terganggu karena masalah pribadimu." Ujar Akram berkilah tidak ingin mengakui perasaannya.


" Kalau masalah itu, anda jangan khawatir tuan! Freya sudah bekerja selama lima tahun selalu mengutamakan tanggung jawab dan mengesampingkan egonya. Yah, bisa dibilang saya itu cukup profesional tuan!" Ucap Freya membanggakan dirinya.


" Ckk, percaya dirimu cukup tinggi rupanya!" Seru Akram.


" Harus dong tuan, seorang pekerja itu di wajibkan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi agar mampu bersaing dengan lawan bisnisnya." Ucap Freya mantap.


" Ya ya, boleh lah untuk personalmu mendapatkan nilai 6,5!"


" Ih, kok cuma 6,5 sih! Ah,, anda ternyata selain pelit bicara juga pelit dalam memberi penilaian." Cibir Freya.


" Penilaian ku seratus persen bersifat objektif lho!" Bela Akram.


" Ehmmmm, ya lah anda memang tak ada obat!" Pasrah Freya malas berdebat dengan Akram.


" Hahahaahahaaa....!" Gelak tawa Akram pecah melihat wajah Freya yang cemberut.


" Ish apaan sih! Bisa - bisanya dia tertawa dalam situasi seperti ini." Gumam Freya.


" Hei, aku masih dengar!" Seru Akram.


" Dengar apa? Saya tidak ngomong apa - apa tuh!" Elak Freya.


" Ah terserah anda saja tuan!" Cebik Freya kesal.


" Pufttt...."


" Ckk..."


Freya menyudahi perdebatan mereka dengan menutup mulutnya dan pandangannya fokus beralih ke hamparan pemandangan yang ada di depannya.


Dengan memamerkan guratan cahaya matahari berwarna merah kekuningan, berpadu dengan birunya langit dan lautan. Sebuah kenikmatan yang sangat memanjakan mata dan tidak bisa dilewatkan begitu saja bagi para pecandu senja.


" Haaaahhhh." Hempas Freya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Indah sekali. Ehm, andai hidup ini bisa berganti shift seperti pergantian antara matahari dengan bulan. Pasti menyenangkan ada waktu sejenak untuk melepas kepenatan yang menyelimuti hati." Gumam Freya dengan tatapan jauh ke depan.

__ADS_1


" Baiklah, ayo kita pulang! Besok istirahatlah dengan baik." Titah Akram.


" Ehm, tapi saya ingin meminta izin untuk ke panti." Ucap Freya meminta izin.


" Terserah kau saja! Asal aku tidak mengeluh saja nantinya!" Cebik Akram.


" Terima kasih tuan!" Ucap Freya tersenyum yang selalu sukses membuat jantung Akram tidak tenang.


Untuk mencegah jantungnya semakin tidak beres, Akram beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan pantai yang sudah mulai terlihat gelap.


" Eh, tuan tunggu...!" Teriak Freya langsung mengejar langkah Akram yang sudah beberapa langkah di depan.


" Ckkkk, dasar tukang tidur! Bisa - bisanya kau terlelap begini!" Ucap Akram melihat Freya sudah terlelap. Sepanjang perjalanan pulang tanpa di sadari oleh Freya, ia sudah menuju ke alam mimpi. Entah karena tubuhnya merasa nyaman atau tubuhnya yang sangat lelah.


" Awas saja kalau kau sembarangan tertidur di depan pria lain!" Ancam Akram berbicara sendiri dan menggendong tubuh Freya menuju apartemen.


" Ehmmmmm..." Tubuh Freya menggeliat saat dirinya di letakkan di ranjang.


" Ckkk..." Cebik Akram


" Ada apa?" Tanya Akram yang masih mengenakan piyamanya saat Dafi berkunjung di saat matahari mulai menampakkan dirinya.


" Maaf telah mengganggu kenyamanan anda tuan! Ini hal yang darurat tuan!" Jelas Dafa sambil menunjukkan tablet yang ia pegang.


Selesai membaca sebuah artikel yang sempat beredar di dunia maya, ekspresi wajah Akram berubah menjadi seperti udang di rebus.


" Masih saya selidiki tuan! Tapi saya masih menduga hanya ada dua orang yang mengetahui tunangan anda yang sesungguhnya." Jelas Dafi mengemukakan pendapatnya.


" Siapa?" Tanya Akram.


" Bagaimana keadaanmu Dara? Kau sudah makan?" Tanya Darren saat berkunjung ke apartemen Cleona.


" Ck...apa kau banyak memiliki waktu senggang! Hanya orang yang pengangguran saja yang jam segini bertamu ke rumah orang lain." Cebik Cleona.


" Ya kau benar! Hari ini aku memang banyak memiliki waktu senggang dan pengangguran." Ucap Darren menyelonong masuk ke dalam dan meletakkan bungkusan makanan di atas meja.


" Ck. Dasar kau ini! Seenaknya saja masuk ke rumah orang!"


" Ah, cerewet! Cepat siapkan makanannya, aku sudah lapar." Titah Darren.


" Ehm.....baiklah!"


" Kau sering menemui ku sendirian, bagaimana kabarnya Freya? Aku dengar kalian satu divisi." Tanya Cleona di sela - sela makan mereka.


" Dia sangat sibuk! Sejak Ezra operasi dia banyak mengambil kerja paruh waktu untuk membantu biaya operasi dan perawatannya. Haaah terkadang aku merasa tidak berguna jika bersanding dengannya?" Ucap Darren.


" Ya kau benar! Dari kecil dia memang sudah seperti itu. Selalu memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri." Sambung Cleona membenarkan ucapan Darren.

__ADS_1


Entah mengapa, terbesit di hatinya yang paling dalam rasa bersalah telah membohongi sahabatnya. Mungkin jika ia jujur, saat ini Freya lah yang menjadi isteri dari pria yang telah di selamatkan oleh Freya sendiri. Dan selama dua tahun dia telah berperan menggantikan posisi Freya di hati Akram.


" Huftttt..." Hembus Cleona panjang.


" Apa mungkin Akram memaafkan aku! Hingga saat ini dia sama sekali tidak menghubungi atau pun menemuiku? Jika ia marah! Tentunya dia juga akan menghancurkan hidupku seperti tuan William." Ucap nya dalam hati.


" Kau ada masalah dengan nya?" Tanya Darren menyelidik.


" Tidak. Mungkin aku masih canggung saja karena aku tidak berpamitan padanya. Ya wajar saja kalau dia marah padaku." Jelas Cleona berkilah. Ia masih menyembunyikan masalah yang ia hadapi kepada Darren dan Freya bahwa selama ini dia telah berbohong dan mengaku sebagai anak kecil yang telah menyelamatkan seorang anak laki - laki dari keluarga donatur yang cukup di segani.


" Baiklah, kalau kau tidak mau bicara. Jika kau sudah siap cerita lah padaku. Dan jika Freya memiliki waktu senggang aku akan mengajak dia untuk menemui di lain waktu." Ucap Darren.


" Ehmmmm....." Dehem Cleona menerawang jauh ke depan sambil menyendokkan makanan ke mulutnya.


" Haaah, ternyata dia masih ingin bermain denganku rupanya." Gumam Akram setelah membaca sebuah artikel yang sempat mengudara di dunia maya.


" Apa anda ingin menghapus semua ini untuk selamanya? Artikel ini baru beberapa jam di publikasikan. Jadi belum sampai tersebar luas." Ucap Dafi yang juga baru mengetahui artikel yang menyinggung tuannya.


" Kau bereskan rumor ini dan cari buktinya. Aku akan mengunjunginya secara langsung." Titah Akram.


" Baik tuan! Maaf sudah mengganggu akhir pekan anda." Pamit Dafi.


" Ckkk, ternyata kau belum puas akan hadiah dariku rupanya." Gumam Akram.


Drtttttt....drtttt....drtttt.......


Suara handphone yang bergetar panjang membuat alam mimpi Freya terusik. Dengan meraba - raba handphonenya, ia pun langsung menggeser tombol hijau tanpa melihat di layar.


" Hei dasar pemalas!! Jam segini kau masih bermimpi haaah.." teriak seorang wanita dari seberang.


" Ckk. Berisik banget sih!" Jawab Freya santai.


" Haa, kau masih bisa tenang ya! Kau lihat artikel hari ini? Aku yakin wanita itu adalah dirimu! Jelaskan padaku!" Ucap wanita tersebut.


" Memangnya ada apa sih honey? Kenapa kau seperti kebakaran uang saja sih!" Tanya Freya.


" Ckkk, dasar anak ini ya! Buka matamu! Kenapa kau bisa terlibat skandal dengan tuan Akram Mazhar Ghazalan sang CEO dari perusahaan ternama dan terbesar?" Tanya wanita tersebut yang merupakan orang satu - satunya yang berani berteriak kepada Freya.


" Apa? Skandal? Maksudmu apa honey?" Kejut Freya langsung terduduk saat mendengar nama Akram.


" Kau bukalah, artikel yang ku kirim. Lalu kau berhutang penjelasan padaku!"


Tuuut...tuuuttt....panggilan langsung di matikan begitu saja.


" Haah ,dasar! Pagi - pagi sudah di banguni dengan cara yang absurd. Memangnya ada apa sih sampai dia semarah itu?" Gumam Freya langsung membuka artikel kiriman dari sahabatnya Diandra.


Spontan matanya membelalak sempurna melihat artikel dan sebuah foto pendukung dari rumor yang telah beredar.

__ADS_1


__ADS_2