
" Selamat pagi tuan? Apakah tidur anda nyenyak?" Sapa Freya saat Akram sudah berada di dapur.
" Kau ini ya! Masih pagi sudah cerewet sekali." Cebik Akram.
" Syukurlah anda sudah sehat! Saya sangat khawatir saat saya melihat anda sakit seperti itu!" Ucap Freya mulai menyodorkan sebuah piring dan mengisinya dengan nasi beserta lauk pauknya.
" Kau khawatir?" Tanya Akram
" Tentu saja! Karena..." Henti Freya tidak melanjutkan ucapannya.
" Karena?" Tanya Akram.
" Ehm, tidak apa - apa! Setelah makan jangan lupa di minum obatnya." Ucap Freya mengingatkan.
" Aku baik - baik saja!" Tolak Akram.
" Untuk jaga - jaga saja tuan! Bukankah malam ini anda juga akan hadir dalam peluncuran produk makanan dari proyek kita tuan! Saya harap anda tetap jaga kesehatan." Ujar Freya.
" Ck...kau ini!" Cebik Akram langsung menyantap makanannya tanpa menghiraukan Freya yang masih membahas kesehatan Akram.
" Baiklah tuan! Saya berangkat dahulu!" Pamit Freya setelah membereskan sisa piring makanan mereka.
" Kenapa pagi sekali? Ini masih pukul 07.00!" Tanya Akram.
" Masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan belum lagi persiapan produk nya! Jadi sebagai tim pemasaran saya harus bertanggung jawab penuh akan produk ini." Jelas Freya.
" Satu lagi! Jika anda merasa kurang sehat jangan di paksa untuk menghadiri acara malam ini!" Sambung Freya mengingatkan.
" Cerewet! Kau pikir aku anak kecil hah, yang harus bersantai - santai!" Cebik Akram.
" Ya ya, maaf anak besar! Saya sudah mengingatkan jadi jika terjadi sesuatu tanggung saja sendiri! Saya permisi!" Pamit Freya sedikit kesal.
" Ck....dasar!" Gumam Akram memandangi punggung Freya yang sudah menghilang dari pandangannya.
" Ah, aku sangat gugup!" Ujar Freya setelah memasuki aula tempat acara peluncuran produk baru dari perusahaan HVZ Group.
" Tenanglah! Ini bukan yang terakhir dalam hidupmu?" Ucap Darren berusaha menenangkan Freya.
" Iya benar! Bukankah kau sudah sering mempresentasikan produk baru kita dengan perusahaan lainnya. Jadi anggap saja seperti biasanya." Timpal Arsy yang di anggukkan oleh Cakra.
" Benar, tapi ini pertama kalinya perusahaan kita berhasil mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan perusahaan terbesar dan nomor satu di negara ini." Ucap Freya.
__ADS_1
" Kau pasti bisa! Sebesar apapun perusahaan itu tetap yang memimpin adalah manusia juga kan!" Jelas Darren.
" Eh,,,tentu saja manusia dong!" Ceplos Freya yang langsung mendapat tatapan tajam dari ketiga rekannya.
" Ah, maksudku tentu saja CEO nya manusia, meskipun jika berhadapan langsung dengannya membuat bulu kuduk merinding." Jelas Freya.
" Ehmm....benarkah?" Tatap Arsy dengan tajam.
" Eh, tuan Pramudya telah datang!" Ucap Freya mengalihkan pembicaraan dan bergabung dengan para karyawan dari divisi lainnya untuk menyambut kedatangan rombongan tuan Pramudya yang di susul oleh Gio dan Agni.
" Selamat datang tuan!" Sapa mereka serentak sambil menundukkan sedikit kepala mereka.
"Ehmm...!" Balas tuan Pramudya hanya dengan sebuah deheman dan anggukan kepala.
Para undangan sudah mulai mengisi ruangan yang telah di sediakan. Acara peluncuran produk baru terlihat berjalan dengan lancar.
Tepat pukul 19.00, rombongan tamu dari perusahaan Akrya Group terlihat memasuki ruangan.
Pada barisan depan terlihat sang CEO berjalan dengan gagah yang di susul sang asisten dan beberapa staf lainnya.
Melihat tamu yang datang membuat Freya terkejut dan berdecak kesal.
" Dasar keras kepala!" Decak Freya
" Eh...aku bisa jalan sendiri!" Cebik Freya.
" Selamat datang tuan Akram! Suatu kehormatan bagi kami anda telah meluangkan waktu dalam menghadiri acara ini." Sapa Gio selaku ketua tim yang bertanggungjawab dalam proyek kerja sama ini.
Sementara yang lain termasuk Freya juga menyambut dengan sebuah anggukan saat melewati barisan mereka.
" Ehm,, saya juga tidak sabar ingin mengetahui hasil peluncuran produk tersebut. Saya harap tidak mengecewakan." Ucap Akram dingin.
" Baik tuan! Semoga anda tidak kecewa! Mari silahkan!" Ucap Gio.
Akram beserta rombongan melanjutkan langkah mereka menuju meja yang telah disediakan. Saat melewati barisan tim pemasaran, Akram menyempatkan melirik ke arah Freya yang juga melihat ke arahnya. Sontak membuat pandangan mereka bertemu meski hanya beberapa detik.
" Cih, kenapa dia menatapku seperti itu!" Gumam Freya setelah pandangan mereka lepas.
" Kenapa dia memakai gaun yang seperti itu sih! Apa dia ingin memamerkan tubuhnya. Ck!" Gumam Akram merasa kesal dengan gaun yang di kenakan oleh Freya.
" Selamat datang tuan Akram! Saya senang sekali dapat kesempatan dalam bekerja sama untuk menyelesaikan proyek besar ini." Ucap tuan Pramudya sembari menyambut kehadiran Akram.
__ADS_1
" Anda terlalu berlebihan tuan Pramudya! Saya merasa tertarik berkat kerja keras anggota anda terutama dari divisi pemasaran. Saya akui kecakapan mereka dalam bekerja." Puji Akram yang mengisyaratkan memuji Freya.
" Terima kasih tuan Akram atas pujian anda. Mari silahkan!" Ucap tuan Pramudya.
Dengan penuh rasa percaya diri, giliran Freya mempresentasikan hasil produk baru yang telah berhasil dikembangkan dari perusahaan HVZ Group. Jauh - jauh hari Freya sudah merancang dan menyusun bahan materi untuk presentasinya.
Plok...plok.....terdengar suara tepuk tangan yang sangat meriah menggema di seluruh ruangan usai Freya mempresentasikan materi sinopsis produk.
" Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini." Ucap Freya mengakhiri pidatonya.
" Kau benar - benar hebat Frey! Selamat ya presentasimu benar - benar sangat memuaskan." Sambut Arsy dengan sebuah pelukan saat Freya tiba di meja mereka.
" Selamat ya Frey? Selepas ini kita harus mengadakan acara makan - makan untuk merayakannya!" Teriak Cakra dengan senang.
" Ckkk, dasar kau ini makan saja yang ada dalam pikiranmu!" Cebik Arsy.
" Tentu saja, ini sebagai mewujudkan rasa syukur dalam suksesnya proyek ini." Timpal Cakra tak mau kalah.
" Ehm,,,,baiklah itu bisa kita atur. Ini juga tidak terlepas dari dukungan dan bantuan kalian semua." Ucap Freya.
" Ehmmmm, benar! Meskipun kami berada di balik layar yang membantu suksesnya pelaksanaan acara ini." Ujar Darren.
" Nah! Kali ini aku yang akan traktir!" Sambungnya.
"Yeahhh, janji ya!" Ucap Arsy senang.
" Tidak usah, aku tidak mau merepotkan mu!" Tolak Freya merasa canggung pada Darren.
" Tidak ada bantahan." Tegas Darren.
" Ck ...terserah kau saja lah! Yang penting aku sudah memperingatkan mu jadi jangan menyesal." Cebik Freya yang hanya di sambut senyuman oleh Darren.
" Ckkk, kenapa dia malah tersenyum pada pria lain sih! Awas saja kau jika tiba di rumah!" Cebik Seorang pria yang tidak jauh dari meja bagian Freya dan teman - temannya.
" Anda baik - baik saja tuan?" Tanya asistennya yang tak lain adalah Dafi.
" Ehm..." Decak Akram menghentikan seorang pelayan yang membawa segelas minuman. Dengan cepat ia menyambar gelas tersebut dan meneguknya hingga habis.
Mata elangnya terus mengawasi gerak - gerik Freya yang berbaur dengan para tamu lainnya. Selang beberapa menit, ia merasakan suatu keanehan yang menjalar di dalam tubuhnya.
Akram merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya setelah meminum segelas wine yang baru ia teguk.
__ADS_1
" Sial!" Rutuknya dalam hati.
" Aaahhhh... Aku ke toilet sebentar!" Pamit Akram pada Dafi yang disambut dengan sebuah anggukkan.