Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 78 Berakhirnya Pernikahan Kontrak


__ADS_3

" Bagaimana kabarnya?" Tanya nyonya Reya


" Sepertinya dia baik - baik saja ma!" Jawab Zedan


" Secepatnya kau mendekatinya agar mama bisa dapat bertemu dengannya!" Ucap nyonya Reya.


" Baik ma!" Ucap Zedan.


" Ok, mama tunggu kabar baik darimu, jika tidak mama yang akan turun tangan langsung." Ancam nyonya Reya.


" Iya ma. Mama jangan sembrono bertindak lho nanti mangsa mama akan kabur untuk selamanya." Gertak Zedan.


" Ish, dasar kau....iya baiklah!" Ucap nyonya Reya pasrah langsung mematikan panggilan begitu saja.


" Ckk, dasar mama." Cebik Zedan mulai melakukan rencananya.


" Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Akram setelah mereka makan siang di kamar rawat Akram.


Sejak semua kebenaran telah terungkap, Akram menyuruh Freya untuk tidur di kamarnya. Tentu saja mereka tidur dalam satu ranjang yang berukuran size jumbo karena mereka di rawat di kamar VVIP.


" Entahlah, mungkin ini petunjuk dari Allah untuk menyelamatkan anda tuan. Saat chek in saya tidak sengaja melihat berita di televisi yang memberitakan telah terjadi kebakaran pabrik mebel yang tidak jauh dari bandara ini. Tanpa pikir panjang saya langsung pergi meninggalkan mereka dan ingin menyelamatkan anda." Jelas Freya.


" Kenapa kau begitu yakin, bagaimana jika aku tidak ada di lokasi kejadian?"


" Ckk....maaf ya tuan, filling saya sangat kuat dan terbukti kan anda sudah terjebak dalam kobaran api." Ujar Freya percaya diri.


" Haa, kau benar! Aku sempat berfikir hidup ku akan berakhir seperti 16 tahun yang lalu sampai kau akhirnya datang menyelamatkan ku dan saat itu aku sangat menyesal jika tidak dapat bertemu denganmu lagi." Jelas Akram.


" Kenapa?"


" Aku akan sangat menyesal jika membawa perasaan ini sampai mati tanpa mengungkapkannya terlebih dahulu." Ungkap Akram dengan tulus.


" Tuan..."


" Yah, sekarang aku lega masih di beri kesempatan untuk bernafas dan tanpa ada keraguan sedikitpun bahwa aku menyukaimu dan ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu." Jelas Akram memeluk erat tubuh Freya dari belakang.


" Terima kasih tuan! Sejujurnya anda juga sudah berkali - kali menyelamatkan saya dari orang brengsek yang terus - menerus mengganggu saya. Ahh, jika mengingat itu ingin rasanya saya mengungkapkan bahwa saya sudah menikah dan memiliki seseorang yang mencintai saya." Ucap Freya


" Kenapa tidak kau bilang saja."


" Ish, gimana sih tuan! Jika saya memberitahunya sama saja saya akan melanggar kontrak dan membayar sanksinya."


Jelas Freya.


" Ehmmm, kau benar. Syukurlah kau sangat penurut." Puji Akram.


" Ck..jangan mengejek saya tuan! Sementang anda memegang kelemahan saya karena tidak...."

__ADS_1


Cupppp.....ucapan Freya terpotong akibat sikap Akram yang tiba - tiba mencium bibir Freya dari belakang.


" Cerewet banget sih!" Ucap Akram setelah melepas bibirnya dari bibir Freya.


" Kenapa selalu tiba - tiba sih! Saya kan...."


Tanpa memberikan kesempatan bagi Freya untuk melanjutkan ceritanya, Akram terus menghujami Freya dengan ciuman yang hangat.


Akram terus menyesap bibir Freya semakin dalam. Freya pun memejamkan matanya dan mengikuti permainan Akram yang semakin lama semakin panas.


" Haaaa, saya kehabisan nafas tuan!" Ucap Freya.


" Maaf! Aku tidak bisa mengendalikan diriku." Ujar Akram.


" Anda tidak perlu minta maaf tuan sebenarnya saya juga menginginkannya." Ucap Freya dengan tersipu malu menahan wajahnya agar tidak merona.


" Pufttt...hahahahaahaha.." Akram tidak dapat menahan tawanya saat melihat wajah Freya yang begitu imut di matanya.


" Kenapa anda tertawa?"


" Tidak,,, aku tidak menertawakanmu. Maaf, aku hanya tidak tahan melihat wajah imutmu." Ucap Akram dengan senyuman yang menyeringai.


" Ishhhh..... Apaan sih, anda memang aneh tuan!" cebik Freya.


" Biari, ohya aku hampir lupa bagaimana kau bisa sampai ke sana? Sedangkan pabrik tersebut tidak di lewati oleh transportasi umum?" Tanya Akram yang masih penasaran dengan kedatangan Freya yang tiba - tiba.


" Ah, iya tuan! Pesawat kami mengalami keterlambatan selama 20 menit. Setelah saya bergegas keluar dari ruangan chek in, saya langsung mencari taksi tapi sayangnya tidak ada satupun yang terlihat. Dan untungnya saya melihat seorang pemuda dengan sepeda motornya sedang berhenti di pinggir jalan, tanpa pikir panjang saya langsung meminta nya untuk mengantarkan saya." Jelas Freya sedikit merasa bersalah telah merebut paksa motor pemuda tersebut.


" Ah...berbicara tentang pemuda tersebut saya belum sempat berterima kasih padanya..ah kenapa ceroboh banget sih!" Ucap Freya dengan menepuk dahinya sendiri.


" Ehm sudahlah, anggap saja dia adalah malaikat penolong mu. Jika suatu saat kau bertemu dengannya lagi apa yang akan kau lakukan?" Tanya Akram.


" Tentu saja aku akan mengucapkan terima kasih dan mentraktirnya minum." Jawab Freya


" Jika ia memintamu menjadi pacarnya?"


" Ah, tentu saja aku akan menolaknya."


" Kenapa? Apa dia tidak setampan diriku?"


" Ck...percaya diri sekali. Kalau tidak salah wajahnya cukup tampan dan usianya juga masih beberapa tahun di bawah saya." Jelas Freya


" Kau..."


" Ah, mungkin mencoba mengikuti anak - anak muda sekarang yang memiliki pacar brondong pasti seru." Goda Freya.


" Silahkan jika kau masih ingin melihat wajah brondongnya?" Ucap Akram dengan mengetatkan rahangnya.

__ADS_1


" Puft...hahahahahaaaha...." Tawa Freya pecah tidak tahan melihat wajah jutek Akram yang terlihat cemburu pada pemuda tersebut.


" Maaf tuan! Meskipun ia tampan bagai pangeran tapi itu tak sebanding dengan ketampanan suamiku." Jelas Freya


" Apa kau bilang?" Tanya Akram ingin mendengar ucapan Freya lagi.


" Ehmm, suamiku yang lebih tampan dari pria mana pun." Ucap Freya menyandarkan kepalanya pada dada bidang Akram.


" Ucapkan sekali lagi?"


" Ehmmmmm, suamiku yang...."


Brukkkk,,,


" Eh...."


Akram menjatuhkan tubuh Freya di ranjang dan mengkungkung tubuh Freya di bawahnya. Dengan wajah yang merona, Akram memandangi wajah Freya yang juga tak kalah meronanya.


" Kau memanggil ku dengan sebutan suamiku?" Tanya Akram yang di anggukkan oleh Freya.


" Apa kau mengakui keberadaanku?" Tanyanya lagi dan tetap di anggukkan oleh Freya.


" Apa kau mengizinkan ku untuk mengakuimu sebagai isteriku?" Tanya nya terus dan masih tetap mendapat anggukan dari Freya.


" Kalau begitu, bisa kah mulai sekarang kita menjalankan kehidupan suami isteri yang sesungguhnya?" Tanya Akram sekali lagi.


" Suami isteri yang sesungguhnya? Termasuk melakukan itu?" Tanya Freya balik tidak menyangka Akram benar - benar mengakui pernikahan kontrak mereka menjadi pernikahan yang sesungguhnya.


" Ehm...." Angguk Akram.


" Kyaaaaaa ......." Teriak Freya berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona seperti kepiting yang di rebus.


" Aku tidak akan melakukannya jika kau tidak mengizinkannya." Ucap Akram mengerti akan ke khawatiran Freya.


" Ehmmm, terima kasih tuan." Ucap Freya lega karena tidak langsung di lahap oleh Akram.


" Tapi kalau untuk uang mukanya bolehkan?" Tanya Akram.


" Maksudnya?" Tanya Freya yang langsung mendapat jawaban langsung dengan tindakan Akram yang menyerang bibir Freya.


Akram benar - benar sudah menghapus pernikahan kontrak mereka dan ingin menjadikan Freya isterinya yang mendampingi hidupnya sampai akhir hayat nya.


Kini hidupnya benar - benar sudah sempurna karena telah di beri kesempatan untuk bertemu kembali dengan gadis kecil yang pernah menyelamatkan hidupnya dari kematian. Dan berhasil menjadikannya sebagai sang penyelamat yang selalu berada di sisinya selama sisa hidupnya.


Kebahagiaan sudah terpancar dari wajah mereka yang sudah menemukan seseorang yang begitu sangat berharga dalam hidup mereka. Freya tidak menyangka, ia akan mendapat sebuah balasan hidup yang begitu sangat indah setelah di beri sebuah badai dalam hidupnya.


" Terima kasih ya Allah atas karunia Mu yang begitu indah." Ucap Freya dalam hati dengan sebuah senyuman yang siap menerima kehidupan selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2