Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 49 Sesuatu yang Tidak Biasa


__ADS_3

" Halo honey! Kau di mana? Aku sudah berada di depan studio!" Tanya Freya lewat telepon saat ia telah tiba di area studio.


" Bisa kau tunggu sebentar beb? 10 menit lagi aku selesai." Ucap Diandra.


" Baiklah!" Balas Freya.


" Ah pantas saja kau begitu acuh padaku ternyata semudah itu kau telah berpaling dariku hah.." tegur Gio saat melihat Freya berada di depan studio.


" Ah, selamat siang pak!" Sapa Freya tetap bergeming di posisinya.


"Ckk....bisa - bisa nya kau masih bersikap tenang seperti itu." Ujar Gio dengan menatap sinis ke arah Freya.


" Huft...." Freya menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan berusaha menghindari perdebatan yang tak guna dengan mantan kekasihnya.


Melihat Freya masih bergeming tak menghiraukan ucapannya membuat Gio semakin kesal.


" Teruslah berakting menjadi seorang wanita yang tersakiti dan suci." Cebik Gio.


Mendengar kata yang menghina harga dirinya membuat Freya tidak dapat mengontrol dirinya.


" Kamu nanya? Kamu bertanya - tanya hah... Itu bukan urusanmu tuan Geovanda Jovanka." Ucap Freya dengan penuh penekanan.


" Ka....uuu! Hhhaaah aku sangat kecewa dengan mu Frey. Aku...."


" Hai sayang! Kau sudah lama menunggu?" Potong Agni menyapa suaminya yang berada di depan studio saat dirinya keluar.


" Selamat siang nona?" Sapa Freya.


" Oh hai! Selamat siang juga Frey! Kau ada di sini?" Tanya Agni.


" Saya ada janji dengan seseorang nona!" Jawab Freya.


" Oh benarkah! Ternyata kau memiliki cukup luas kenalan ya! Baiklah kalah begitu aku dan suamiku permisi." Pamit Agni menggandeng lengan Gio


" Silahkan nona!" Jawab Freya dengan sedikit menundukkan kepalanya.


Meski wajah Gio terlihat sangat kesal, namun ia harus bisa menutupinya dengan sempurna di hadapan Agni.


Mereka berdua pergi dahulu dengan di iringi tatapan yang merendahkan dari Gio.


" Ckk... Bikin badmood saja." Cebik Freya setelah pasangan suami isteri tersebut telah hilang dari pintu gerbang studio Star Cam.


" Halo beb! Kangen!" Sapa Diandra setelah keluar dari studio dan langsung menyambut sahabatnya dengan sebuah pelukan.

__ADS_1


" Halo honey! Aku juga kangen tahu!" Balas Freya.


" Ayo makan! Aku yang traktir!" Ajak Diandra.


" Ah, kau memang yang terbaik honey!" Ucap Freya menggelayut di lengan Diandra.


" Selamat atas kerja sama ini pak Gio!" Ucap tuan Zidan setelah penandatanganan kontrak kerja sama berakhir dengan lancar.


" Terima kasih tuan Zidan! Saya berharap kerja sama ini berjalan lancar dan sukses." Timpal Gio


" Baiklah pak Gio dan nona Freya, senang bertemu dengan kalian dan saya harap kalian berkenan hadir di pesta saya malam ini." Tawar tuan Zidan mengundang rekan bisnisnya.


" Baik tuan! Dengan senang hati kami akan hadir!" Ucap Gio yang di dukung dengan anggukan kepala dan sebuah senyuman dari Freya.


" Hahahahaa, saya senang kalian dengan semangat menyambut undangan saya. Kalau begitu sampai jumpa di pesta pak Gio dan nona Freya." Pamit tuan Zidan.


" Terima kasih tuan Zida ." Ucap Gio.


" Selamat pak Gio akan keberhasilan kontrak kerja sama ini dengan perusahaan TnT Group. Kalau begitu saya pamit untuk kembali ke hotel." Pamit Freya.


" Ehm, baiklah! Jangan lupa persiapkan dirimu pukul 18.00! Jangan sampai terlambat" ucap Gio dengan tatapan dinginnya.


"Baik pak!" Balas Freya menundukkan kepalanya saat Gio keluar


" Honey! Aku butuh bantuanmu!" Ucap Freya lewat telepon.


" Baiklah, dengan senang hati beb! Datanglah ke kamar ku!" Balas Diandra langsung mengirimkan alamat hotel tempat ia menginap.


" Ok honey, segera meluncur!" Ucap Freya memutuskan panggilannya.


Tanpa membuang waktu, Freya langsung menuju alamat hotel Diandra.


" Haahh! Kau yakin ingin di make over oleh ku!" Tanya Diandra tidak percaya akan keinginan sahabatnya untuk meriaskan wajahnya.


" Tentu saja! Aku hanya ingin tampil sempurna pada acara partner bisnis perusahaanku." Jelas Freya.


" Ck..kau ingin menunjukkan pada partner bisnis atau mantan mu!" Tebak Diandra.


" Keduanya! Siapa tahu aja tuan Zidan tertarik padaku secara dia terlihat masih muda dan tidak buruk juga sebagai pengganti si brengsek Gio. Ah sudahlah! Kalau ingat dia aku jadi badmood." Kesal Freya.


" Ok beb, serahkan padaku semuanya. Akan ku buat mantan mu menyesal untuk yang kedua kalinya." Sigap Diandra langsung make over wajah Freya.


Tepat pukul 17.00 Freya telah tiba di lobi hotel tempat di adakannya pesta tuan Zidan.

__ADS_1


Dengan langkah yang anggun Freya melangkahkan kaki jenjangnya menuju ballroom. Dengan balutan gaun one shoulder dress berwarna hitam. Dress yang tidak memiliki lengan di salah satu sisi ini membuat penampilan Freya terlihat begitu glamor dan seksi.


Dengan sepatu high hell dan tas genggam yang senada membuat penampilan Freya sangat memukau. Dengan di sambut oleh pelayan hotel dengan ramah dan mengantarkannya sampai ke dalam.


" Terima kasih." Ucap Freya ramah yang di anggukkan oleh sang pelayan.


" Selamat datang nona Freya! Anda terlihat begitu sangat cantik dan seksi malam ini!" Sapa tuan Zidan menyambut hangat kedatangan Freya.


" Terima kasih tuan Zidan! Semoga anda selalu di beri kesehatan." Ucap Freya.


" Terima kasih nona Freya! Silahkan nikmati pesta ini." Pamit tuan Zidan untuk menyapa tamu yang lain.


Saat Freya menikmati makanannya bola matanya menangkap sosok yang sangat ia kenal berjalan mendekatinya dengan seorang wanita di sisinya dengan balutan yang terlihat lebih effortless, dengan sentuhan long dress model crepe berwarna pink muda dengan model V-neck. Dress pesta simpel elegan ini juga terlihat semakin cantik dengan sentuhan pita di bagian pinggang.


Meski merasa tidak nyaman, ia harus menghadapi kenyataan yang tidak dapat ia elakkan.


" Selamat malam nona Freya! Anda terlihat cantik dengan balutan gaun yang sesuai dengan tubuh anda." Sapa Agni tanpa sengaja melihat Freya yang sudah hadir terlebih dahulu.


" Terima kasih nona Agni! Anda juga terlihat cantik malam ini." Balas Freya.


" Baiklah! Selamat menikmati acaranya nona Freya." Ucap Agni.


" Terima kasih!"


Sementara pandangan Gio tak terlepas dari sosok Freya yang benar - benar terlihat sangat berbeda dari biasanya. Ini yang kedua kalinya ia melihat Freya begitu cantik dan seksi dengan gaun yang berani ia kenakan.


Freya mengalihkan pandangannya ke arah lain meskipun ia merasa risih dengan tatapan Gio. Dengan sekali teguk, ia menghabiskan minuman yang ia ambil dari meja hidangan.


Namun, selang beberapa menit ia merasakan suatu keanehan pada dirinya yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


" Uughhh kenapa dengan diriku? Jantungku berdegub dengan cepat. Tubuhku kenapa jadi panas begini?" Gumam Freya.


" Aaahhhh ada yang tidak beres. Sebaiknya aku pergi dari sini." Ucapnya.


Tanpa menghiraukan suasana pesta yang masih berlangsung dengan bergegas Freya meninggalkan ruangan dengan tergopoh - gopoh.


Semakin lama, tubuh Freya semakin terasa panas seakan ada suatu hasrat yang ingin ia lampiaskan tapi ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.


" Ahhhh, sebenarnya apa yang terjadi sih! Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Freya dengan nafas yang semakin memburu.


Dengan nafas yang tersengal - sengal dan jalan yang sedikit sempoyongan Freya berusaha menahan hasrat dirinya hingga tiba di kamar hotelnya.


Grab...sebuah tangan kekar langsung mencekal lengan Freya saat ia melewati lobi hotel. Dengan mata yang membelalak Freya merasa semakin berang akan sikap pria tersebut yang tidak sopan.

__ADS_1


__ADS_2