Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 68 Jebakan Wanita Ular


__ADS_3

Beberapa menit sebelumnya.


" Permisi mas!" Sapa seorang wanita muda dengan memakai gaun model Sparkle Evening Dress berwarna hitam. Gaun ini memiliki potongan belah di bagian depan dan potongan tersebut hingga menyentuh paha. Dengan demikian, paha akan terlihat yang membuat penampilan wanita tersebut begitu seksi dan mewah.


" Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya sang pelayan pria yang sedang membawa sebuah nampan berisikan segelas minuman.


" Saya hanya ingin tahu, minuman ini akan di bawa kemana?" Tanya wanita tersebut.


" Ke arah meja sana nona!" Jawabnya.


" Oh begitu ya! Baiklah silahkan lanjutkan, sebenarnya saya ingin mengambil minuman ini tapi karena melihat meja di sana merupakan tamu yang terhormat rela menunggu minuman lainnya." Ucap wanita tersebut.


" Maaf nona! Saya permisi!" Pamit pelayan tersebut.


" Silahkan!" Ucapnya dengan sebuah senyuman yang terukir di bibir tipisnya menunjukkan kepuasan karena telah berhasil melakukan sesuatu. Secara diam - diam wanita tersebut memasukkan sesuatu ke dalam gelas tersebut.


" Ah, tinggal melihat hasilnya saja!" Ucapnya dengan terus memantau pelayan tersebut membawa nampan minuman menuju ke arah meja yang di isi oleh Akram.


Melihat Akram menyambar gelas yang di bawa oleh pelayan tersebut dan langsung menegak habis membuat wanita tersebut sangat senang.


" Sesuai rencana!" Gumamnya dan mengikuti Akram yang keluar meninggalkan mejanya.


" Ah, kenapa tiba - tiba kepala ku jadi pusing begini?" Keluh Akram sambil memegangi kepalanya dan berusaha tetap menyeimbangkan langkahnya yang terlihat sempoyongan.


" Ughhhhh, panas!" Racaunya dengan keringat yang membasahi dahinya terus mengalir ke wajah tampannya yang memerah.


" Sial....!" Rutuk Akram.


Dengan berusaha menahan tubuhnya, Akram terus berjalan menuju toilet untuk mendinginkan tubuhnya yang panas. Semakin lama nafasnya semakin terasa panas menjalar ke seluruh tubuh Akram. Akram terus berusaha menjaga akal sehatnya agar tetap terjaga.


Bugh.....tubuh Akram limbung dan nyaris terjatuh ke lantai jika sepasang tangan tidak menahannya.


" Anda baik - baik saja tuan Akram?" Tanya seorang wanita muda dengan rambut yang terurai indah.


" Ehm...." Tolak Akram berusaha melepaskan pegangan wanita tersebut dari tubuhnya.


" Sepertinya anda kurang sehat? Apa saya bisa membantu anda?" Ucapnya dengan sebuah senyuman yang mengandung penuh makna terus mengikuti langkah Akram.

__ADS_1


Namun entah mengapa saat ia bersentuhan dengan wanita yang menolongnya dari tubuh Akram mengisyaratkan sebuah dorongan lebih untuk sentuhan yang lebih dalam.


" Hosh....hosh.... pergi lah! Aku tidak butuh bantuanmu?" Tepis Akram berusaha menyeimbangkan tubuhnya.


" Tapi, kondisi anda tidak memungkinkan untuk berjalan sendiri tuan! Saya akan memapah anda ke suatu tempat agar anda dapat beristirahat." Ucap wanita tersebut kekeh memapah tubuh Akram meskipun selalu mendapat penolakan.


" Pergi....ughhh...." Pekik Akram dengan nafas yang memburu dan keringat dingin membasahi wajahnya menepis tangan wanita tersebut dengan kuat.


" Anda jangan menolak tuan! Saya yakin saat ini anda sangat membutuhkan bantuan! Jadi biarkan saya yang membantu anda." Serunya bersikeras.


Grebbbbbb... Sebuah tangan langsung menyambut tubuh Akram dari genggaman wanita tersebut.


" Maaf nona! Tapi sayangnya tuan Akram tidak butuh bantuan anda! Saya akan mengurusnya jadi anda tidak perlu repot - repot membuang tenaga anda." Ucap seorang wanita muda yang mengenakan gaun pesta model long sleeve yang menonjolkan di bagian kerah. Model baju ini akan menampakkan salah satu bagian pundak. Sehingga, sebagian pundak akan terlihat yang menampilkan kesan seksi dan elegan yang dapat mencuri perhatian.


" Siapa kau?" Tanya berang tidak percaya akan perbuatan wanita yang ada di hadapannya yang langsung merampas mangsa yang sudah ia dapat dari genggamannya.


" Aku kekasihnya? Jadi jangan coba - coba anda untuk merayunya." Teriak wanita tersebut yang tak lain adalah Freya dengan sigap ia memapah Akram.


" Kau....!" Pekik wanita tersebut dengan wajah yang memerah.


" Awas kau!" Ancamnya dengan penuh amarah menghentakkan kakinya.


" Ah, anda berat sekali tuan!" Gumam Freya terus memapah tubuh Akram keluar dari hotel menuju basment lantai bawah.


" Sebaiknya aku telepon saja tuan Dafi, pasti dia bisa menyelesaikan masalah yang sedang di hadapi oleh tuan Akram." Lanjutnya langsung mengeluarkan handphone dari tasnya.


" Ughhhh panas..." Racau Akram yang berusaha menjaga kesadarannya.


" Tahan sebentar tuan! Tuan Dafi akan segera tiba kemari." Ucap Freya khawatir dengan keadaan Akram yang terlihat kesakitan.


" Maaf nona! Apa yang terjadi dengan tuan?" Tanya Dafi dengan nafas yang masih kejar - kejaran.


" Saya tidak tahu tuan! Dari tadi ia mengigau tubuhnya kepanasan, dan keringatnya terus mengalir dari dahinya. Padahal sudah saya ingatkan kalau tubuhnya belum pulih total jangan datang dalam acara ini?" Jelas Freya yang masih belum mengerti dengan kondisi Akram.


" Ehmmm....begitu ya! Sebaiknya kita langsung pulang saja nona!" Ucap Dafi yang langsung mengerti dengan keadaan tuannya.


" Baiklah! Ayo tuan bantu saya untuk memapahnya." Ucap Freya.

__ADS_1


" Apa tuan Akram baik - baik saja?" Tanya Freya


" Saya tidak tahu nona! Tapi jika dibiarkan terus tubuhnya akan merasa tersiksa akan rasa panas yang ada di dalam dirinya jika tidak di lepaskan." Jelas Dafi dengan melajukan kecepatan mobilnya.


" Maksud anda rasa panas karena demamnya kambuh lagi?"


" Ini bukan masalah demam nona tapi masalah lain. Tuan Akram sepertinya telah meminum minuman yang telah di campur obat." Jelas Dafi.


" Haaah, maksudnya obat perangsang?" Pekik Freya tidak percaya. Ia masih ingat betul kejadian yang sama beberapa bulan yang lalu juga pernah ia alami seperti berada di posisi Akram.


" Benar nona!" Jawab Dafi.


" Ya Allah! Apa yang harus kita lakukan tuan?" Tanya Freya khawatir akan rasa yang berhasil menyiksa jiwa dan raganya jika tidak di lampiaskan.


Byurrrrr........Dafi langsung meletakkan tubuh Akram ke dalam bath up setelah mereka tiba di apartemen.


Dafi terus mengguyur tubuh Akram dengan air dingin sampai panas di tubuhnya mereda.


" Anda yakin tuan Akram baik - baik saja? Saya khawatir tuan Akram akan demam lagi secara ini sudah pukul 01.00 dini hari. Apa kita tidak terlihat kejam tuan?" Tanya Freya mengkhawatirkan Akram melihat dirinya berendam secara paksa di dalam air yang sangat dingin seperti air es. Di tambah Dafi juga mengguyur tubuh Akram dari atas kepala dengan air.


" Ehm, hanya ini cara kedua yang dapat meredakan panasnya nona, apa anda mau membantu tuan Akram dengan cara pertama? Kalau memakai cara pertama efeknya akan cepat dan sangat ampuh." Ucap Dafi.


" Kenapa anda tidak bilang kalau cara pertama ada?" Tanya Freya.


" Ehmmmm.. maaf nona! Apa anda yakin ingin tahu cara pertama?" Tanya Dafi balik.


" Tentu saja, jika aku dapat membantunya kenapa tidak?" Ujar Freya.


" Anda yakin? Justru anda pasti akan langsung menolaknya." Jelas Dafi.


" Memangnya apa sih tuan?" Tanya Freya penasaran.


" Baiklah jika anda memaksa nona!" Ucap Dafi sambil mendekati Freya dan membisikkan sesuatu di telinganya.


" Kyaaaaaaa........maaf tuan saya tidak bisa!" Ucap Freya langsung berlari meninggalkan kamar mandi Akram setelah Dafi memberi tahunya.


" Hahahahahahhaa, dasar keras kepala!" Seru Dafi tidak dapat menahan tawanya saat melihat ekspresi Freya yang terlihat menghibur baginya. Dafi pun terus melanjutkan aktivitasnya mengguyur tubuh Akram dengan air yang sangat dingin melebihi dinginnya es.

__ADS_1


__ADS_2