
Cuit...cuit....cuit..... Terdengar samar - samar suara burung yang saling bersahutan bersenda gurau di atas pohon.
Udara di ruang kamar kos sudah terasa hangat karena sinar matahari pagi menembus masuk ke dalam dari celah - celah ventilasi jendela kamar.
Freya menggeliat tubuhnya untuk meregangkan otot - ototnya. Dengan membuka mata secara perlahan, Freya mengedarkan pandangannya mengitari sekeliling kamar.
" Ehh....kok aku uda ada di sini sih! Bukannya kemarin malam aku tidur di sofa?" Gumam Freya terkejut mendapati dirinya sudah berada di ranjang.
" Apa mungkin dia yang memindahkan ku kemari? Lalu dia pergi kemana?" Sambungnya melihat di sekitar kamar namun pandangannya tidak menemukan sosok yang ia cari.
" Ah, sudahlah! Mungkin saja dia sudah pergi saat aku masih tidur! Hari ini aku mau bersantai satu hari di sini! Kan sayang jatah menginap di kos ini tidak di ambil. Hihihihi." Oceh Freya.
" Hoooaaaaaammmm," dengan mulut yang terbuka lebar Freya menguap tanpa menutup mulutnya.
Buuuggggh sebuah handuk telah mendarat dengan sempurna di wajahnya yang sedang menguap lebar.
" Tutup tu mulut!" Cebik Akram yang telah sukses melempar handuk di wajah Freya...
" Auw....kenapa selalu menyerang secara tiba - tiba sih!" Cibir Freya kesal.
" Dasar wanita jorok!" Cebik Akram.
" Ah, maaf!"
" Sudahlah! Ayo sarapan!" Ajak Akram meninggalkan Freya
" Eh..tuan!" Panggil Freya.
" Ehm, "
" Kenapa saya bisa ada di ranjang? Apa anda yang mengangkat saya?" Tanya Freya.
" Ehmm..."
" Terima kasih!"
" Ehm..."
" Ish,,pelit sekali sih! Jawaban apa tu yang hanya ehm aja!" Cetus Freya.
" Cerewet! Jika 10 menit kau belum siap! Aku habiskan makanan ini." Ancam Akram.
" Eh...iyaa baiklah tuan!" Ucap Freya langsung beranjak berlari menuju kamar mandi.
10 menit kemudian.
" Anda yang memesan ini semua?" Tanya Freya kagum melihat beberapa makanan yang sudah tertata rapi di atas meja.
" Tidak!"
" Tidak? Ah, pasti tuan Dafi?"
" Tidak juga"
" Lalu siapa?"
" Aku yang memasaknya?"
" Anda? Memasak sendiri?"
__ADS_1
" Ehm..kau gak percaya?"
" Ah,,,itu...!"
" Sudahlah! Kau makanlah bubur ini! Maaf aku tidak tahu kalau kau sedang sakit." Ucap Akram
" Haah......!"
" Mama selalu memasakkan bubur kacang merah ini jika aku sakit! Aku harap setelah kau memakan bubur ini keadaanmu semakin membaik." Harap Akram.
" Tuaan! Hiks...hiks...hiks..." Isak Freya yang tanpa di sadari olehnya langsung memakan bubur yang telah di buatkan oleh Akram sendiri.
" Ckk....dasar cengeng!" Cebik Akram.
Freya tidak merespon ucapan Akram yang sedang asyik melahap sarapannya.
" Alhamdulillah! Terima kasih tuan atas sarapannya! Ini pertama kalinya saya mendapat perhatian dari seorang pria sampai repot - repot memasakkan bubur untuk saya!" Jelas Freya yang merasa terharu akan sikap Akram yang hangat dan perhatian.
" Eh...ngomong - ngomong anda tahu dari mana kalau saya sedang sakit?" Tanya Freya telah menyadari sesuatu.
" Instingku saja! "
" Ckkk...insting atau dari seseorang!" Goda Freya.
" Ah terserah kau saja lah!"
" Heheheheheeh, sebagai balasannya saya akan membersihkan ini semua tuan! Sekali lagi terima kasih atas makanannya!" Ucap Freya yang mulai merapikan meja makan.
Tok...tok..tok....
" Ehm...siapa sih masih pagi begini ada yang datang?" Gumam Freya.
" Baik tuan!"
Ceklek.....saat pintu terbuka, kedua orang yang saling berhadapan di depan pintu terlihat sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.
" Anda....?" Tanya sang tamu yang terlihat sangat terkejut melihat seseorang yang ia kenal.
" Ah, maaf saya salah kamar!" Ucapnya yang berbalik badan untuk meninggalkan kamar kos Freya.
Namun, saat hendak melangkah terdengar suara seorang wanita yang bertanya dari dalam dan menghampiri mereka.
" Siapa? Kenapa lama sekali?" Tanya Freya .
Sontak sang tamu terlihat terkejut mendengar suara yang tidak asing di telinganya.
" Gio...?" Ucap Freya dengan ekspresi yang sangat terkejut akan kedatangan Gio di kosnya.
" Kau...?"
Entah mengapa perasaan Freya menjadi
tidak nyaman kepada Gio yang seperti sedang terciduk berselingkuh di kamar hotel dengan pria lain.
" Ada perlu apa anda kemari?" Tanya Akram dengan suara yang berat.
" Apa yang anda lakukan di kamar kos seorang wanita pagi - pagi begini?" Tanya Gio dengan rahang yang sedikit mengeras.
" Itu bukan urusan anda tuan Gio? Apa pun yang kami lakukan itu tidak ada hubungannya dengan anda kan?" Jelas Akram yang memprovokasi Gio.
__ADS_1
" Itu, tidak seperti yang kau pikirkan! Kami...."
" Anda pasti sudah tahu kan, seorang pria dan wanita yang sudah dewasa sedang berada di dalam satu kamar? Apa anda perlu penjelasan lagi." Potong Akram merasa muak akan pria yang ada di hadapannya masih saja mengganggu kehidupan Freya.
" Ah, jadi begini sifat asli mu? Ternyata enam tahun kita bersama tidak lah cukup untuk mengenal dirimu yang sebenarnya. Atau selama kita menjalin hubungan kau diam - diam juga jalan dengan pria lain hah.." hardik Gio.
" Cukup Gio! Kau sudah sangat keterlaluan, ku mohon pergilah dan jangan pernah lagi menemui ku secara pribadi." Tegas Freya
" Ckk.... Aku sudah salah menilaimu Frey! Pantas saja selama ini kau sengaja menutupi hubungan kita. Ckkk..." Cebik Gio beranjak dari depan kamar kos Freya dan membuang sebuah paperbag hitam yang ia bawa ke tong sampah yang tidak jauh dari kamar kosnya.
Freya hanya tertegun melihat apa yang baru saja terjadi di hadapannya.
" Huft....." Hela Freya dengan nafas yang panjang.
" Maaf tuan! Anda malah melihat hal yang memalukan." Ucap Freya.
" Baguslah! Dia memergoki kita seperti ini!" Ucap Akram santai tetapi entah mengapa ada sedikit rasa tidak nyaman di hatinya.
" Ah, seharusnya ku bilang sekalian saja kalau kita juga tinggal bersama." Sambungnya.
" Kenapa anda berkata seperti itu? Bukankah orang lain akan curiga dan bukannya tidak mungkin pernikahan ini bisa terbongkar!" Tanya Freya khawatir.
" Ckk...kau ini kenapa masih saja memikirkan orang lain sih!" Cebik Akram.
" Sudahlah! Bersiaplah! Ayo kita keluar? Pikirkan lah dirimu sendiri." Ajak Akram ingin berencana membawa Freya jalan - jalan ke suatu tempat.
" Eh...mau kemana tuan!" Tanya Freya bingung.
" Untuk menenangkan dirimu!" Ucap Akram langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya.
" Haaaah...!" Bengong Freya masih mematung di posisinya dengan wajah mulut yang menganga.
" Kyaaaaaaaa.......lauuuuutttt!" Teriak Freya telah berdiri di pantai yang memiliki pasir putih dan hamparan laut biru yang terbentang luas.
Hanya membutuhkan waktu 2 jam perjalanan, Akram membawa Freya ke sebuah pantai yang memiliki pemandangan lautnya yang sangat indah.
Hari sudah beranjak siang! Angin laut berhembus cukup kencang. Membuat suasana hati Freya sedikit merasa lega.
" Bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Akram yang sudah mensejajarkan dirinya di sisi Freya yang menatap jauh ke hamparan laut biru.
" Sudah sedikit membaik tuan! Huft....padahal aku ingin marah pada tuan tapi..." Tahan Freya menghirup udara lebih dalam lagi.
" Tapi apa?" Tanya Akram
" Karena anda sudah berusaha membuat hati saya senang jadi rasa marah itu perlahan - lahan sirna. Ahhh...bodoh sekali saya sampai percaya pada ucapan anda sebulan yang lalu hingga tidak dapat menilai diri saya sendiri." Ucap Freya.
" Kenapa?"
" Aaaaaahhj, dasar anda! Kenapa anda sampai membohongi saya sih! Sejak hari itu sampai sekarang saya selalu memikirkannya. Bagaimana kalau kejadian malam itu dapat menyebabkan saya hamil. Saya sampai frustasi memikirkannya." Teriak Freya meluapkan kekesalannya selama sebulan ini.
" Kau saja yang tidak peka! Kalau saja aku pria brengsek yang memanfaatkan kesempatan dan mengambil keuntungan pada wanita yang lemah kau sudah hancur ku buat tapi aku tidak seperti pacarmu yang brengsek itu yang memaksa mu untuk ikut dengannya!" Jelas Akram.
" Ah....hiks....hiks ...hiks.....hiks......" Seketika air mata Freya luruh dari pelupuk matanya membasahi kedua pipinya. Ia sampai menangis tersedu - sedu meratapi kebodohan dirinya.
Seketika bayangan - bayangan pada malam sebulan yang lalu terus menari - nari di benaknya. Sampai Akram datang membawa dan menyelamatkannya dari genggaman Gio.
Di tambah dengan penjelasan sang dokter yang terus terngiang - ngiang di telinganya membuat isi kepala Freya terasa penuh ingin meledak.
" Aaaaaaaaaahhhhhhhhhh......." Teriak Freya sekencang - kencangnya meluapkan uneg - unegnya.
__ADS_1