Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 51 Mencari Bukti


__ADS_3

Kemarin malam.


" Ckkk, dasar merepotkan! Bisa - bisanya kau meminum minuman yang telah di beri obat. Kalau sudah begini harus di lakukan dengan cepat." Ucap Akram merasa kesal akan sikap ceroboh Freya sekaligus merasa prihatin dengan kondisi dirinya yang seperti ikan yang menggelepar di darat.


Dengan melepaskan jas dan membuangnya ke sembarang arah. Akram menggulung lengan kemejanya hingga ke siku.


Dengan sigap, Akram mendekati Freya dan mengangkat tubuh Freya ke dalam gendongannya.


" Ah, tuan aku sudah tidak tahan. Panassss....!" Racau Freya selama berada dalam gendongan Akram.


" Dasar berisik! Setelah ini kau akan merasa baikan." Cebik Akram.


Byuurrrrrrrr, Akram menjatuhkan tubuh Freya yang masih mengenakan pakaian lengkap ke dalam bath up kamar mandi yang sudah terisi dengan air dingin.


Ia terus mengguyur tubuh Freya dengan air yang sangat dingin seperti air es dengan menggunakan shower. Kemudian ia membiarkan Freya berendam di dalam selama 30 menit sampai rasa panas di tubuhnya perlahan - lahan mereda.


Setelah cukup tenang, Akram memanggil dua orang wanita pelayan hotel ke kamarnya dengan melalui via telepon.


Selang beberapa menit, kedua wanita muda pelayan hotel telah tiba di kamar Akram.


" Kalian urus wanita itu." Titahnya kepada dua pelayan hotel.


" Baik tuan!" Ucap mereka dengan menundukkan sedikit tubuh mereka dan langsung membereskan Freya hingga mengeringkan tubuh dan memakaikan piyama yang telah di sediakan. Setelah mengeringkan rambut, mereka membaringkan tubuh Freya ke ranjang dan menyelimutinya.


Dalam keadaan yang sudah tenang, Freya langsung terlelap dalam tidurnya.


" Kami sudah selesai tuan!" Ucap mereka.


" Baiklah! Terima kasih sudah membantu. Besok sediakan pakaian ganti untuknya. Kalian boleh keluar." Titah Akram.


" Baik tuan."


" Haaah,, kau benar - benar wanita komplit dasar merepotkan, ceroboh dan keras kepala. Setelah 1 jam akhirnya kau bisa tenang." Cebik Akram merasa lega setelah melihat Freya telah tertidur dengan lelap.


" Bagaimana? Sudah kau lakukan?" Tanya seorang wanita paruh baya tetapi penampilannya terlihat masih berumur 40 an.


" Sudah nyonya! Dan sesuai rencana nyonya, tuan Akram datang tepat waktu saat obat tersebut bereaksi. Meskipun saya sempat khawatir dengan adanya sedikit gangguan." Jawab seorang pria yang masih berusia 35 tahun yang sudah setia bekerja untuknya.


" Bagus! Semoga apa yang terjadi selanjutnya dapat mereka selesaikan sesuai dengan harapanku! Sekarang kita tinggal menunggu kabar dari mereka! Aku sudah tidak sabar untuk menggendong seorang cucu. Hahahahha." Ucap wanita tersebut yang tak lain adalah nyonya Aksara mamanya Akram.


" Semoga saja nyonya!" Jawab pria tersebut yang bernama Afkar.

__ADS_1


" Baiklah! Cutilah kau selama seminggu dan akan aku kirim bonus untuk mu!" Seru nyonya Aksara sedikit puas akan rencananya yang berjalan sesuai dengan kehendaknya.


" Terima kasih nyonya!" Balasnya dengan sedikit menundukkan tubuhnya.


" Ehmm..."


" Ahhh, semoga kau melakukan sesuai dengan rencana mama Akram. Dasar anak nakal!" Cebik nyonya Aksara sedikit kesal akan sikap anaknya yang tidak peka sama sekali.


Nyonya Aksara sengaja membuat sebuah rencana yang seolah - olah sebuah kecelakaan. Ia menyuruh orangnya untuk memasukkan obat perangsang ke dalam gelas minuman Freya secara diam - diam. Ia sudah mengetahui jadwal dinas perjalanan kantor Freya ke luar kota dan tentunya tanpa sepengetahuan Freya, Akram diam - diam mengikutinya sampai ke Bali.


Tentunya rencananya ini juga tanpa sepengetahuan anaknya. Ia benar - benar berharap dapat memiliki seorang cucu dari anaknya meskipun ia tahu pernikahan anaknya adalah sebuah pernikahan kontrak. Yang tidak akan mungkin memberikannya seorang cucu.


Merasa di bohongi oleh anaknya sendiri, nyonya Aksara pun membuat sebuah rencana untuk membuat mereka saling mencintai dan dengan cara yang sedikit kejam ia membuat Freya meminum obat perangsang agar dapat melakukannya dengan Akram. Tetapi hal itu di buat seolah - olah adalah kejadian yang tidak di sengaja.


" Huft...semoga rencana ini berhasil." Harap nyonya Aksara menyesap habis teh melatinya.


Kembali ke waktu sekarang.


" Kau sudah selesai? Kenapa makanan mu tidak habis?" Tanya Akram melihat wajah Freya yang murung.


" Ah..saya bisa gila tuan! Bagaimana saya dapat menampakkan wajah saya di hadapan anda setelah kejadian kemarin malam. Saya benar - benar telah menjadi seorang wanita murahan." Seru Freya benar - benar merutuk dirinya.


" Kau masih memikirkan kejadian kemarin?" Tanya Akram dengan menahan tawanya merasa lucu sekaligus iba melihat wajah Freya yang memerah.


" Dan apa?"


" Dan...saya merasa semakin tidak tahu malu telah melakukannya dengan anda." Seru Freya sedih.


" Kenapa kalau dengan ku? Apa kau ingin melakukannya dengan pria itu?" Tanya Akram.


" Tidak....apa anda berpikir saya wanita yang seperti itu?" Tanya Freya tidak terima.


" Kenapa?"


" Ya saya juga harus mempertahankan harga diri saya meskipun tubuh saya tersiksa untuk menolaknya. Saya merasa wanita paling rendah jika melakukannya dengan pria yang sudah beristri. Lebih baik saya mati tersiksa dari pada melakukannya." Jelas Freya.


" Lalu?" Tanya Akram


" Lalu?" Tanya Freya balik


" Kenapa kau seperti tidak ingin melakukannya denganku? Aku pikir aku mendapatkan ucapan terima kasih karena telah menyelamatkan mu?" Ucap Akram dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Freya.

__ADS_1


" Itu....aaahhhh. Meskipun anda telah menyelamatkan saya, apa saya pantas melakukannya?"


" Kenapa?"


" Ya tentu saja, karena saya hanya lah seorang isteri kontrak anda. Meskipun sah - sah saja sih kalau itu sudah terjadi. Dan saya merasa bersyukur dapat melakukannya dengan anda daripada dengan suami orang. Bisa - bisa saya akan mendapat status baru sebagai pelakor." Jelas Freya.


" Puft...hahahahaahaha..."


" Kenapa anda malah tertawa hah?" Dengus Freya kesal.


" Kau benar - benar gadis plin plan. Di sisi lain kau merasa tidak pantas tapi di sisi lain juga kau malah merasa senang." Cebik Akram.


" Eh....itu...ah sudah lah kenapa anda malah meledek saya sih! Apa hal ini sebuah lelucon bagi anda?" Kesal Freya.


" Ehmmmm...tidak! Ini juga yang pertama buatku!"


" Apa?" Teriak Freya tidak percaya.


" Kenapa kau tidak percaya? Percuma saja aku menjelaskan kalau kah tetap tidak mengingatnya." Ucap Akram dengan nada yang dibuat seperti kecewa.


" Arrrggghhhhhhh..anda benar - benar sulit di tebak. Sudahlah! Saya permisi untuk kembali ke kamar saya." Pamit Freya untuk pergi dari kamar Akram.


" Ckkk....percuma saja kau kembali. Kau sudah chek out dari hotelmu!" Jelas Akram saat Freya hendak membuka pintu dan langsung membatalkannya.


" Lalu bagaimana dengan barang - barang saya tuan?" Tanya Freya khawatir.


" Sudah aman, kau jangan khawatir!"


" Lalu bagaimana dengan jadwal penerbanganku?"


" Juga sudah ku batalkan!"


" Ahh, anda benar - benar sudah kelewatan. Lalu bagaimana saya akan pulang tuan?" Teriak Freya merasa frustasi.


" Aku akan memberikan mu tumpangan. Jadi bersantailah sejenak. Kita masih ada waktu hingga jam lima sore nanti." Jelas Akram santai dengan menyesap habis tehnya.


" Arghhhhh...." Freya sudah kehabisan kata - kata jika sudah menghadapi tuannya yang berkehendak sesuka hatinya..


Dengan kaki yang di hentakkan , Freya pergi ke kamar untuk menenangkan dirinya.


Sesampai di kamar, ia menghempaskan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang.

__ADS_1


" Aaahhh, aku benar - benar sudah gila. Kenapa aku bisa melakukan hal seperti itu dengannya sih. Tapi kalau telah terjadi sesuatu pasti akan meninggalkan bekas. Kata orang untuk pertama kalinya pasti masih terasa sakit dan perih, dan di sprei....Ahh itu dia..." ucap Freya senang bisa menemukan jawabannya.


__ADS_2