
" Halo Frey! Ternyata kau bisa sakit juga ya!" Sapa Arsy yang langsung memeluk sahabatnya setelah mereka menemukan kamar Freya.
" Ck...kau pikir aku robot apa! Yang gak bisa sakit." Cebik Freya.
" Ya bisa aja kali. Secara selama aku sekantor dengan mu baru ini aku melihat mu sampai izin tidak masuk selama dua hari." Terang Arsy.
" Ishhh,,, memangnya kalau aku sakit harus melapor padamu gitu." Cetus Freya.
" Ya gak juga sih, kau pikir aku ketua RT apa yang setiap saat harus melapor." Imbuh Arsy
" Hei, kau kemari mau menjenguk atau berdebat sih! Bukannya di tanya keadaannya malah ngajak debat." Potong Darren menengahi kedua wanita yang ada di depannya..
" Eh..iya..maaf! Habisnya selama ini kau selalu menampakkan dirimu yang selalu baik - baik saja. Kau tidak pernah menceritakan masalahmu. Aku juga ingin merasakan sebagai sahabat yang bisa di andalkan." Jelas Arsy merasa sedih tidak bisa melakukan apa - apa untuk sahabatnya saat terkena musibah.
" Hei, kenapa kau jadi melow begini sih! Aku bersyukur memiliki sahabat seperti mu yang selalu menghibur dengan candaanmu itu jadi aku merasa tidak pernah menghadapi kesulitan." Jelas Freya agar tidak menyinggung sahabatnya.
" Ya elah, kalian malah curhat pula! Sudah ah! Kami boleh masuk gak Freya?" Potong Cakra yang kesal melihat drama dari kedua wanita tersebut.
" Ah iya, hampir lupa maaf ya! Ayo silahkan masuk." Ucap Freya mempersilahkan sahabatnya masuk ke dalam.
" Ok, terima kasih!" Ucap Cakra langsung masuk setelah mendapat izin dari Freya.
" Hahahahahahahha...." Tawa mereka berempat pecah menggema di dalam kamar kos Freya.
" Ah terserah kalian saja lah!" Ucap Cakra pasrah saat dirinya di jadikan bahan pembullyan.
" Sudah,, sudah! Perutku sakit karena dari tadi tertawa terus." Ucap Arsy tak tahan menahan tawanya sambil memegangi perutnya.
Drttt.....tawa mereka pun terhenti ketika handphone Arsy berdering menandakan panggilan masuk.
" Ya halo!"
"........"
" Yah, kenapa harus malam ini sih! Tadi kan aku sudah bilang. Kalau mau menginap di rumah temanku yang sedang sakit."
"........."
" Iya baiklah! Aku akan pulang!" Pasrah Arsy saat seseorang meneleponnya.
" Kenapa?" Tanya Freya.
" Maaf Frey! Aku gak jadi menginap. Adikku menelepon kalau dia gak jadi pergi." Jelas Arsy.
" Ya sudah! Lain kali aja kau tidur di sini." Ucap Freya.
" Ehm, baiklah! Karena ini sudah malam ayo kita pulang!" Ucap Darren mengajak pamit setelah melihat arloji di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 23.05 malam.
" Ehm, baiklah! Kita pulang ya, semoga kau cepat sembuh!" Pamit Arsy sambil memeluk Freya sebelum pergi.
" Istirahatlah dengan baik! Gunakan waktu akhir pekan mu untuk istirahat!" Titah Darren mengelus kepala Freya.
__ADS_1
" Iya baiklah! Terima kasih sudah menjenguk ku!" Ucap Freya mengantarkan ketiga sahabatnya sampai depan pintu.
" Daaaaah!" Pamit mereka melambaikan tangannya dan di balas oleh Freya.
" Huftt, untung saja masalah ini bisa di selesaikan." Ucap Freya menjatuhkan tubuhnya di ranjang single nya.
" Sebenarnya mereka itu orang yang seperti apa sih, kurang dari 30 menit dengan mudahnya mendapatkan kos - kosan yang mewah ini. Fasilitas yang lengkap begini di anggap tidak layak oleh mereka, hah dasar! Membuat jiwa miskin ku meronta saja." Cebik Freya menatap langit - langit kamarnya. Tanpa ia sadari ia telah jatuh ke alam mimpinya tanpa mengganti pakaiannya.
Tok....tok....tok.....
Freya langsung terperanjat saat indera pendengarannya menangkap sebuah ketukan pintu kamarnya.
Dengan mata yang belum terbuka sempurna, Freya bangkit dari tidurnya dan masih terduduk di ranjang.
Tok....tok...tok....
Ia memastikan lebih dalam bahwa pendengarannya tidak lah salah, sudah 5 menit pintu kamarnya di ketuk dari luar.
" Hemm, siapa sih tengah malam begini ngetok - ketok pintu kamar orang. Katanya pengawasan kos - kosan ini ketat, lah ini tengah malam kok masih ada tamu yang datang." Gumam Freya mengernyitkan dahinya dan was - wasa berjalan mendekati pintu.
Dengan sedikit mengintip dari celah lobang kunci, ia sangat terkejut telah berdiri sesosok tubuh yang tegap di depan pintu kamarnya.
Huft....Freya menghirup nafas yang dalam sebelum membuka pintunya, dengan memegang sapu di tangan kanannya, Freya perlahan - lahan membuka pintu.
Kriekkk.....Freya sangat terkejut melihat sosok pria tersebut. Dengan mulut yang terbuka lebar, Freya tidak percaya apa yang ia lihat.
" Kenapa kau sangat terkejut begitu?" Ucapnya membuyarkan lamunan Freya.
" Anda...? Kenapa anda kemari?" Tanya Freya yang sudah menetralkan dirinya.
" Kenapa? Kau keberatan?" Tanya Akram dengan menaikkan alisnya dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Freya.
" Anuuu, bukannya ini kos - kosan khusus putri tuan? Dan waktu berkunjung juga di batasi?terutama tamu seorang pria?" Tanya Freya beruntun.
" Lalu?"
" Ya.. lalu kenapa anda bisa dengan mudah masuk kemari?"
" Haissshhh, kau lupa dengan statusmu hah... Sudahlah aku ngantuk!" Ucap Akram tanpa mengabaikan keberadaan Freya yang masih mematung di depan pintu melewati Freya untuk masuk ke dalam.
" Ehh...tuan!" Teriak Freya langsung menutup pintu dan mengejar Akram ke dalam.
" Tuan!"
" Ehm."
" Bagaimana anda bisa masuk kemari?" Tanya Freya dengan wajah yang serius.
" Ya tentu saja karena aku suamimu!" Jawab Akram langsung dan beranjak dari duduknya menuju ke kamar mandi.
" Haaa..." Bengong Freya melihat sikap Akram yang tidak bisa di tebak.
__ADS_1
" Eh...anda mau ngapai tuan?"
" Tentu saja mandi!"
" Haah,,lalu ganti anda bagaimana?" Teriak Freya.
" Tuh" tunjuk Akram ke lemari pakaian.
" Haaah? Apaan sih ini? Kenapa jadi begini?" Gumam Freya merasa penasaran mendekati lemari pakaian. Dengan segera ia pun membuka pintu lemari dan terlihat lah dua setel pakaian pria telah tergantung di dalam.
" Eh....sejak kapan ada di sini? Untung saja mereka tadi tidak sampai membuka lemari ku, jika terciduk bisa habis lah aku di interogasi massal selama seminggu. Haisssh" gumam Freya tidak percaya akan situasi yang sedang di hadapinya.
Kriekkkk, mata Freya langsung tertuju ke arah asal suara pintu yang terbuka. Tanpa memperdulikan perintah dari otaknya, sang mata terus menatap ke arah kamar mandi yang sesosok bayangan keluar dari dalam.
Dengan masih mengenakan handuk hingga sepinggang dan terlihat jelas pemandangan yang sangat indah tanpa tertutup sehelai benang.
Dada yang membentuk otot - otot yang kekar dan kencang tanpa terlihat adanya lemak sedikitpun membuat mata Freya membelalak sempurna dalam menikmati pemandangan yang ada di depannya.
" Hei, awas jatuh tuh air liur mu!" Tegur Akram melihat pandangan Freya menuju ke tubuhnya dengan mulut yang sedikit terbuka.
" Eh...." Sentak Freya tanpa sadar mengusap mulutnya.
" Puft... Hahahahahahaaa,"
" Eh...kenapa anda tertawa?"
" Dasar mesum!" Sentil Akram ke dahi mulus Freya.
" Auw...kenapa anda suka sekali menyentil dahi saya sih! Kan sakit?" Keluh Freya kesakitan.
" Aku hanya membersihkan pikiran mesum mu saja."
" Apa? Memangnya saya memikirkan apa hah?"
" Ckkk, pandangan mu tak berkedip saat aku keluar dari kamar mandi. Kau pasti berpikiran jauh kan saat melihat tubuhku!" Jelas Akram memajukan wajahnya.
" Kyaaaaaaa....." Teriak Freya terkejut dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat
" Puft hahahaaaaaaa, mau sampai kapan kau menghalangi pintu lemari itu hah?"
" Eh....ah....maaf tuan!" Ucap Freya malu dan beranjak dari posisinya.
Setelah Akram memakai piyamanya, iapun langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah penuh oleh dirinya sendiri.
Melihat kelakuan Akram yang kekanak - kanakan membuat Freya mendengus kesal.
" Ckk,, baiklah! Aku yang akan tidur di sofa. Selamat tidur." Cebik Freya membaringkan tubuhnya di sofa.
Bukan mendapat balasan malah terdengar suara dengkuran halus yang berasal dari Akram. Entah mengapa, Akram dengan mudah dapat tertidur dengan sendirinya.
" Ckk, pantes aja sudah sunyi, dia udah tertidur rupanya." Cebik Freya yang juga memejamkan matanya menyusul Akram ke alam mimpi.
__ADS_1