Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 29 Operasi Ezra


__ADS_3

Freya melayangkan pandangannya yang melihat di sekitarnya. Sekitar 300 meter terlihat sebuah gedung berlantai 10 tepat berada di depan jalan pertigaan.


“ Kenapa berhenti di sini tuan? Darimana anda tahu apa yang sedang saya pikirkan?” tanya Freya beruntun dengan perasaan yang bingung.


“ Turunlah! Agar kau tidak terlambat! Sebelumnya kau gantilah gaunmu itu dengan pakaian ini.” titah Akram sambil menyerahkan sebuah paperbag coklat yang berisikan sepasang pakaian wanita.



“ Ah baiklah tuan, tapi kenapa saya harus ganti!” tanya Freya.



“ Apa kau ingin menimbulkan kecurigaan orang –orang di sekitarmu dengan melihat penampilanmu yang seperti ini?” ketus Akram.



Menyadari akan pakaian yang ia pakai membuat Freya menepuk dahinya.



“ Ah maaf tuan! Saya lupa. Ehm...lalu bagaimana saya akan berganti?” tanya Freya.



“ Gantilah di belakang, aku akan menghadap ke depan dan kaca spionnya akan aku tutup.” Ucap Akram dingin.



Tidak ingin membuang waktu, Freya bergegas beralih ke belakang dan dengan was – was ia mulai berganti pakaian yang bersifat santai. Pakaian yang biasa ia kenakan sehari – hari.



“ Ehm, pakaian ini sangat pas dengan ukuranku bagaimana ia bisa mengetahui semuanya, bahkan tipe dan modelnya sesuai banget dengan ku.” Gumam Freya pelan sambil melirik ke depan setelah ia selesai berganti pakaian.



“ Terima kasih banyak tuan, atas bantuan anda hari ini. Saya akan usahakan tidak telat pulang. Saya permisi.” Ucap Freya membuka pintu belakang mobil setelah berpamitan.



Dengan sigap, Freya langsung mengambil langkah seribu agar tiba tepat waktu di rumah sakit. Melihat wajah yang penuh semangat tanpa di sadari membuat senyum Akram terukir di wajahnya. Ia hanya dapat memandang punggung Freya dari balik kaca jendela mobil yang terlihat semakin menjauh terhalang akan lalu lalang orang – orang yang berjalan kaki.



Dengan segera ia pun menstater mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi meninggalkan tempat ia berhenti.



“ Assalamualaikum...hosh..hosh..” sapa Freya masuk ke ruangan Ezra begitu saja dengan nafas yang tersengal – sengal.



“ Walaikumsalam!” balas mereka serentak.



“ Aku belum terlambat kan?” tanya Freya melihat arloji di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan ke angka 14.20.



“ Kak Freya? Ezra pikir kakak tidak datang! Ezra jadi sedih jika kakak tidak datang. Karena kakak kan sudah janji ma Ezra.” Ucap Ezra semangat meskipun tubuhnya masih lemah.



“ Ah maaf sayang! Kakak tadi ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Nah sekarang kakak sudah datang, jadi Ezra jangan sedih ya! Harus semangat sayang!” ucap Freya.



“ Iya kak! Semuanya sudah ada di sini, Ezra juga harus semangat untuk sembuh! Ezra tidak mau membuat jadi sia – sia akan pengorbanan bunda dan kakak semuanya.” ujar Ezra.


__ADS_1


“ Semuanya ada di sini?” tanya Freya baru menyadari kehadirannya yang datang terlambat sambil melihat di sekeliling ruangan yang sudah pada kumpul. Bunda Sifa, bik Fatma, Niken, beserta beberapa anak panti, Diandra dan Darren. Mereka semua menatap Freya dengan tatapan yang begitu tajam yang penuh dengan tanda tanya.



“ Halo semuanya!” sapa Freya dengan cengiran di bibirnya.



“ Halo kak.”



“ Ehm.”



Balas mereka serentak.



Tidak ingin semakin merasa canggung, Freya mengalihkan kembali ke Ezra.



“ Bagus sayang! Insya Allah operasinya berjalan lancar dan berhasil. Ezra dari jam berapa puasa?” tanya Freya



“ Amin. Ezra puasa dari jam 10 pagi tadi kak. Kakak tahu, sebelum Ezra puasa Ezra sempat makan dessert yang sangat enak sekali.” Pamer Ezra kepada Freya.



“ Benarkah? Siapa yang membawanya?” tanya Freya



“ Bik Fatma dan teman – teman kak!” cerita Ezra memandang ke arah bik Fatma yang dibalas sebuah senyuman.




“ Ah, kakak tahu tidak! Pagi tadi merupaka awal rezeki yang sangat baik. Para pekerja hotel Akraya secara langsung mengirimkan macam – macam dessert ke panti. Bahkan selama satu minggu ke depan kak. Semua anak panti sangat senang bisa menikmati dessert ala hotel bintang 5 tersebut.” Jelas Niken dengan wajah yang bahagia.



“ Hotel Akraya? Bukankah hotel tersebut merupakan hotel paling bergengsi di negara ini?” tanya Freya mengingat bahwa kemarin malam ia baru saja di bawa oleh suami kontraknya makan dessert di hotel tersebut.



“ Benar kak! Dan yang lebih mengejutkan itu atas perintah langsung dari pemiliknya yaitu tuan Akram yang merupakan donatur tetap panti kita.” Sambung Niken tanpa memberi kesempatan bik Fatma untuk menjelaskan.



“ Tuan Akram? Jadi dia tidak bercanda? Siapa kau sebenarnya?” ujar Freya tidak percaya yang membuat satu ruangan menjadi curiga padanya.



“ Maksudmu apa beb?” tanya Diandra dengan tatapan elangnya.



“ Ah..anu tidak ...”



“ Permisi! Pasien Ezra Wardaya harus segera masuk ke ruangan operasi.” Ucap salah satu perawat yang bertugas melayani Ezra selama operasi berlangsung maupun setelah operasi yang telah memotong ucapan Freya.



“ Fiuh,,,,selamat! Meski sesaat!” gumam Freya memegang dadanya dan berpikir keras mencari alasan yang tidak mencurigakan.

__ADS_1


“ Silahkan suster!” jawab bunda Sifa.


“ Semangat sayang!”


“ Semangat Ezra!”



Ucap mereka serentak untuk menyemangati Ezra agar tidak tegang dan takut selama operasi nanti.


“ Baik!” balas Ezra semangat.



Dua orang perawat tersebut pun mendorong brankar Ezra menuju ruang operasi dan di ikuti oleh yang lain. Mereka sengaja datang untuk menemani dan memberikan semangat pada Ezra selama menjalani operasi transplantasi jantung yang membutuhkan waktu sekitar 6 jam.



“ Maaf bu! Keluarga pasien harap menunggu di ruang tunggu!” ucap perawat lain kepada bunda Sifa dan yang lain. Perawat yang sudah menunggu di ruang operasi saat menyambut sang pasien memberi arahan untuk menunggu di lobi depan ruang operasi.



“ Baik suster!” ucap bunda Sifa mewakili yang lain.



Dengan di iringi do’a dari mereka masing – masing mereka pun menunggu proses operasi Ezra dengan penuh harapan. Melihat Freya duduk sedikit menjauh dari bunda Sifa, membuka kesempatan bagi Diandra untuk menginterogasinya.



“ Ikut aku?” titah Diandra dengan memasang wajah yang serius.



Melihat hal tersebut membuat Freya tidak berani membantah. Ia hanya bisa pasrah jika Diandra memasang wajah seperti itu.



Begitu juga dengan Darren yang merasa ada kejanggalan dari diri Freya selama seminggu ini.



“ Jelaskan!” titah Diandra dengan tatapan yang tajam.



“ Ehm baiklah! Percuma saja aku menutupinya!” ujar Freya.



“ Tapi kau harus janji honey tidak menceritakannya kepada siapapun?” sambungnya.



“ Kau membuatku merinding beb! Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Diandra semakin penasaran.



Dengan menarik nafas yang dalam, Freya memulai menceritakan apa yang telah terjadi padanya.



“ Aku terikat suatu kontrak dengan seseorang selama dua tahun. Selama masa kontrak aku tidak boleh memberitahu pada siapapun jika itu terjadi aku harus membayar uang penalti sebesar dua kali lipat dari upah yang telah ku dapat.” Cerita Freya membuka suara.



“ Kauuuu.....apa yang telah kau lakukan hah....?” teriak seorang pria dengan wajah yang memerah dari jarak 100 meter yang langsung menghampiri mereka.



Mendengar suara teriakan dari seseorang membuat mereka berdua sangat terkejut dan seketika tubuh mereka mengeras seperti patung manekin.

__ADS_1


__ADS_2