Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 27 Berkunjung ke Rumah Mertua


__ADS_3

Freya masih tertegun menatap Akram yang masih berusaha menahan tawanya. Baru kali pertama ia melihat Akram tertawa lepas seperti ini. Biasanya ia hanya melihat wajah yang sangat datar dan dingin.


" Ah, ternyata anda bisa tertawa juga tuan!" ucap Freya tanpa sadar dan menikmati wajah tampan dari suami kontraknya saat ia tertawa.


" Cih,,,kau sudah puas? Ayo pulang!" titah Akram dengan wajah seperti semula.


" Ah baik tuan! terima kasih atas perhatian anda. Kali ini mood saya benar - benar sudah membaik terlebih membayangkan kebahagiaan anak - anak panti saat memakan dessert ini. Itu sudah lebih dari cukup buat saya." Ujar Freya senang.


" Dasar kau ini."


" Kebahagiaan saya terletak pada anak - anak panti. Saya sudah merasakan duluan bagaimana rasanya hidup tanpa kasih sayang dari orangtua. Saya berusaha menutupi itu untuk mereka yang bernasib sama dengan saya. Karena saya dan Darren yang sudah lepas dari panti dan bisa hidup dengan layak kami berdua berusaha membantu bunda mengurus panti. Sementara teman kami yang sudah di adopsi sejak kecil gak tahu gimana kabarnya sekarang. Mungkin dia sudah hidup bahagia dengan keluarga barunya." Ucap Freya tanpa sungkan menceritakan kehidupan pribadinya kepada Akram.


Entah mengapa, Freya merasa nyaman menceritakan permasalahannya kepada orang lain selain kepada Diandra.


" Ah maaf tuan saya sudah bercerita yang tidak - tidak. Entah mengapa saya merasa begitu lepas menceritakan masalah yang selama ini saya pendam kepada anda." ucap Freya menyadari perbuatannya.


" Kapan pun kau butuh pendengar, jangan sungkan." ucap Akram dingin tetapi terdengar mengkhawatirkan Freya.


" Ah iya, terima kasih tuan."


Tanpa menghiraukan Freya yang masih mematung, Akram telah berada dalam lift.


" Sampai kapan kau akan berdiri di sana hah.." teriak Akram dari dalam lift.


" Eh...Iya tuan!" balas Freya yang berlari menuju lift.


" Huft...untung tidak tertutup." ujar Freya mengelus dadanya dengan nafas yang naik turun.


" Ckk..." cebik Akram


Suasana di dalam lift menjadi hening tanpa ada suara dari mereka berdua dengan pemikiran mereka masing - masing.


Pukul 06.30 suasana di panti sudah terlihat gaduh, banyak anak - anak panti yang berteriak - teriak kegirangan melihat sebuah truk makanan terparkir di depan halaman panti.


Mereka penasaran pagi - pagi begini telah ada truk terparkir rapi. Siapa yang memesan makanan sebanyak ini?


Bik Fatma menghampiri petugas yang menurunkan berbagai macam dessert dari truk..


" Permisi! siapa yang telah memesan ini semua pak?" tanya bik Fatma.

__ADS_1


" Ah,maaf kan kami nyonya karena tidak memberitahu terlebih dahulu. Selama seminggu ke depan setiap pagi kami akan mengantar dessert ke panti atas perintah tuan Akram nyonya." Jelas salah satu staf hotel yang memakai seragam berwarna merah maroon.


" Tuan Akram?" tanya bik Fatma.


" Benar nyonya. Ini semua mau di bawa kemana nyonya?" tanyanya yang membuyarkan lamunan bik Fatma.


" Ahh....iya pak! bawa aja ke dalam. Mari!" jawab bik Fatma memandu mereka membawa makanan pencuci mulut tersebut.


" Terima kasih pak! sampaikan rasa terima kasih kami kepada tuan Akram yang telah berbesar hati mengirim makanan ini ke panti. Pasti anak - anak sangat senang memakannya." Ucap bik Fatma dengan tulus setelah semua makanan telah di bawa ke ruang makan.


" Baik nyonya! kami permisi!" ucap staf hotel yang di anggukkan oleh bik Fatma.


Bik Fatma masih berdiri mengantarkan truk hingga keluar pintu gerbang panti.


" Itu semua dari siapa bik?" tanya Niken yang telah berdiri di sisi bik Fatma.


" Ah kau Niken, mengejutkan bibi saja." pekik bik Fatma terkejut dengan kedatangan Niken yang tiba - tiba.


" Yeaah..bibi saja yang melamun. Sampai - sampai langkah Niken tidak kedengaran."ucap Niken.


" Tuan Akram yang mengirimnya, selama seminggu ke depan para staf hotel Akraya akan mengantarkannya kemari." Jelas bik Fatma.


" Kau benar! ohya ayo bantu bibi menyiapkan sarapan. Dan nanti sore kita semua datang menjenguk Ezra untuk memberikan support baginya. Dan jangan lupa sisihkan untuk Ezra. " Ajak bik Fatma masuk ke dalam.


" Okay bik! ayo kita sarapan. Ah..hari ini merupakan hari yang menyenangkan." ucap Niken yang merangkul lengan bik Fatma menggiringnya ke dalam.


***


" Kau sudah siap?" tanya Akram melihat Freya baru keluar dari kamarnya sudah dengan mengenakan dress selutut berwarna biru langit.


" Sudah tuan!" ucap Freya.


" Ingat! jangan buat kesalahan yang dapat mereka mencurigai kita." Ucap Akram


" Baik tuan!" ucap Freya dengan tegas.


Akram dan Freya berjalan menuruni tangga secara beriringan.


Setelah menempuh waktu selama satu jam, mobil Akram memasuki halaman rumah utama yang memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi menjadikan rumah mewah ini memiliki halaman dan taman yang sangat luas.

__ADS_1


Ornamen rumah yang mendominasi warna putih dan silver dengan material batu dan kaca. Dengan berbagai ukiran - ukiran yang bergaya klasik menjadikan rumah utama Keluarga Ghazalan terlihat seperti istana.


" Selamat datang tuan muda dan nyonya muda!" Sapa para pelayan yang sudah berbaris rapi dalam menyambut tuan mereka.


" Silahkan masuk tuan muda, tuan dan nyonya besar telah menunggu anda di dalam." ucap kepala pelayan rumah utama yang sudah mengabdikan hidupnya bagi keluarga Ghazalan selama 25 tahun.


" Terima kasih Pak Jim!" ucap Akram datar saat melewatinya dan para pelayan lainnya


Freya tak henti - hentinya mengagumi dekorasi pada interior maupun eksterior rumah utama ini.


Rumah yang bahkan luasnya lebih tiga kali lipat daripada panti asuhan tempat ia di besarkan membutuhkan 30 pekerja dalam mengurus rumah ini.


Saat memasuki ruang utama, Akram mengulurkan lengannya ke arah Freya, mengerti akan maksudnya, Freya pun menggandeng lengan Akram untuk memulai sandiwara mereka.


" Tenanglah! jangan gugup!" ucap Akram.


" Baik tuan...eh sa..yang!" ucap Freya terbata.


" Halo sayang! selamat datang di rumah ini! dasar suami mu ya, setelah menikah sombong sekali tidak mau mengunjungi mama ini." ucap nyonya Aksara mamanya Akram menyambut Freya dengan sebuah pelukan yang hangat.


Deg....sebuah perasaan yang hangat mengalir di seluruh ruang hatinya. Selama hidupnya ini pertama kalinya ia merasakan sebuah pelukan dari seorang ibu.


Freya merasakan ketulusan dari nyonya Aksara yang merupakan mertua kontraknya meskipun beliau tidak mengetahui pernikahan kontrak anaknya.


Dengan menggenang air mata di ujung pelupuk mata Freya, dengan sigap ia mengusapnya. Tanpa ragu Freya membalas pelukan sang mertua.


" Eh..." sentak nyonya Aksara akan balasan pelukan dari Freya yang tiba - tiba mengerat. Ia merasakan sebuah kerinduan dan kesedihan yang mendalam dari pelukan menantunya. Namun ia membiarkan sejenak rasa tersebut menguap dari hatinya. Tidak ingin Freya menyadarinya, nyonya Aksara perlahan melepas pelukannya.


" Ayo sayang! mari kita makan." Ajak nyonya Aksara menuju meja makan.


" Iya Ma. Maafkan kami Ma, Mas Akram masih sibuk mengerjakan proyeknya yang harus deadline sampai - sampai masa bulan madu kami pun jadi tertunda. Benarkan Mas!" ucap Freya mengerlingkan sebelah matanya ke arah Akram.


" Aah...iya Ma! karena proyek ini sangat berpengaruh pada kelangsungan perusahaan ku makanya aku meminta Freya mengerti akan hal itu." Ucap Akram mengiyakan perkataan Freya dengan sedikit terkejut. Namun ia dapat mengontrol dirinya.


Ia benar - benar seperti bunglon yang pandai berkamuflase sesuai tempat ia berada.


" Ah,dasar wanita bunglon! Dia benar - benar di luar dugaan." ucap Akram dalam hati merasa takjub melihat sifat Freya yang terlihat natural dalam bersandiwara.


Dan saat ini? tentu saja ia dapat menguasai suasana dan mampu beradaptasi dengan mamanya yang terlihat membalas senda gurau dari sang mama.

__ADS_1


__ADS_2