Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 69 Berbagi Ranjang


__ADS_3

Dafi mendekat ke arah Freya dan memberitahukan kepada Freya satu cara yang sangat ampuh untuk melepaskan rasa panas yang menyiksa tubuh Akram.


Dengan seksama Freya mendengarkan ucapan Dafi dan berusaha ingin membantu Akram karena ia juga pernah di selamatkan oleh Akram saat dirinya juga pernah tersiksa akibat pengaruh obat perangsang.


" Satu cara yang sangat ampuh untuk melepaskan rasa panas pada tuan Akram adalah membantunya mengeluarkan hasrat yang tinggi yaitu anda dan tuan Akram harus melakukan tidur bersama."


" Kyaaaa.......saya tidak bisa tuan!" Teriak Freya dengan mata yang melebar langsung berlari keluar dari kamar mandi Akram.


" Hahahahaahhaaa, dasar keras kepala!" Ucap Dafi dengan tawa yang pecah saat melihat ekspresi Freya sambil melanjutkan aktivitasnya mengguyur Akram dengan air es.


" Haah dasar! Apaan sih tuan Dafi kenapa dia bilang seperti itu sih! Bikin jantungan saja." Gumam Freya setelah tiba di kamarnya dengan memegangi dadanya yang berdegub kencang.


Setelah berhasil menenangkan dirinya selama 30 menit mengurung di kamar, Freya pun memberanikan diri kembali ke kamar Akram untuk melihat keadaan Akram.


Tok...tok...tok....dengan perlahan Freya mengetuk pintu kamar Akram, tidak lama Dafi sudah berada di ambang pintu untuk keluar.


" Bagaimana keadaannya tuan?" Tanya Freya.


" Tuan Akram sudah tenang nona, sekarang beliau sedang beristirahat. Kalau begitu saya permisi nona. Jika anda butuh bantuan jangan sungkan hubungi saya." Ucap Dafi.


" Ah, syukurlah! Baik tuan, terima kasih anda sudah membantu saya." Seru Freya.


" Tidak masalah nona, ini sudah menjadi tanggung jawab saya jika berhubungan dengan tuan Akram. Anda sudah melakukan hal yang tepat jika tidak mungkin tuan Akram sudah terkena jebakan dari orang yang tidak bertanggung jawab." Jelas Dafi.


" Maksud anda apa tuan?" Tanya Freya.


" Ada yang sengaja menaruh obat di minuman tuan Akram. Dan bisa saja wanita yang bersama tuan sebelum anda datang adalah pelakunya." Ucap Dafi memberikan argumennya.


" Benarkah! Siapa wanita itu? Kenapa dia nekat sekali melakukan hal kotor seperti itu?" Tanya Freya.


" Saya akan memeriksanya nona jadi anda jangan khawatir." Ucap Dafi.


" Ehm baiklah! Ah...apa anda tahu tentang masalah saya beberapa bulan yang lalu? Saya juga tidak tahu kenapa setelah minum jus jeruk di gelas yang selalu saya pegang kok bisa merasakan keanehan setelah meminumnya? Apakah kasus saya juga di sengaja di lakukan oleh orang lain?" Tanya Freya teringat akan masalah yang pernah ia alami.


" Iya nona! Ada seseorang yang juga sengaja menaruh obat di minuman anda." Jelas Dafi.


" Siapa?" Tanya Freya penasaran padahal ia selalu mengingat - ingat tidak pernah menyinggung orang lain.

__ADS_1


" Maaf nona! Saya tidak dapat mencari info tersebut padahal saya juga sudah menyelidikinya. Sepertinya pelaku ini sangat lihai dan tidak sembarangan." Jawab Dafi.


" Ehm begitu ya! Baiklah saya mengerti. Lagipula masalah itu sudah lewat dan sekarang saya baik - baik saja." Ucap Freya.


" Kalau begitu saya permisi nona!" Pamit Dafi yang di antar Freya sampai pintu depan.


" Hati - hati tuan!" Ucap Freya mengingatkan.


" Ah, syukurlah tuan Akram bisa terlepas dari rasa yang tidak mengenakkan." Ucap Freya


Untuk memastikan keadaan tuannya, Freya memberanikan diri masuk ke kamar Akram. Dengan mengendap - endap Freya berjalan menuju ranjang Akram.


" Sepertinya tuan sudah tidur! Syukurlah anda baik - baik saja." Ucap Freya membenarkan selimut yang hampir terjatuh ke bawah.


" Semoga tidur anda nyenyak tuan!" Gumam Freya membalikkan tubuhnya hendak keluar dari kamar Akram. Namun baru saja melangkah, sebuah tangan menggenggam tangan Freya dan langsung menariknya hingga tubuh Freya terjatuh ke ranjang.


" Eh...." Brukkkkkk


" Tuan!" Pekik Freya terkejut.


" Tetaplah begini." Ujar Akram dengan memeluk tubuh Freya dari belakang.


" Jangan bahas masalah itu." Ujar Akram dengan mata terpejam.


Tubuh Freya tidak bisa di gerakkan akibat cengkeraman tangan Akram yang kuat. Dengan menghirup aroma tubuh Freya membuat perasaan nyaman dan tenang dalam diri Akram. Akram semakin mengeratkan pelukannya seolah - olah tidak ingin melepaskannya.


" Tuan, anda terlalu kencang memeluk saya!" Ucap Freya dengan degub jantung yang kencang membuat perasaannya semakin kacau.


" Terima kasih." Ucap Akram tanpa menghiraukan ucapan Freya.


" Untuk apa tuan?" Tanya Freya pasrah dengan sikap Akram yang seperti anak kecil yang sedang bermanja dengan ibunya.


" Karena sudah menyelamatkan ku dari jebakan wanita ular tersebut!" Jelas Akram.


" Oh itu, saya tidak suka saja dengan sikapnya yang keganjenan begitu. Bisa - bisanya dia memaksa anda yang sudah menolaknya mentah - mentah. Cih jadi wanita kok gak bisa jaga harga dirinya." Cebik Freya kesal jika mengingat perdebatannya dengan wanita ular yang telah mencoba menggoda Akram.


" Syukurlah!" Hembus Akram lega.

__ADS_1


" Ehmm..apakah anda tidak bisa melepaskan tangan anda?" Tanya Freya khawatir.


" Kenapa? Kau takut?"


" Tentu saja, bukan kah anda masih dalam pengaruh obat?" Ucap Freya hati - hati.


" Kau tenang saja, aku tidak selemah yang kau bayangkan." Ujar Akram.


" Benarkah?" Tanya Freya ragu.


" Kau meragukanku?" Tanya Akram balik.


" Anda jangan salah paham." Ucap Freya.


" Ehm ...tidurlah! Aku hanya ingin kau menemaniku di sini!" Titah Akram mengeratkan dekapannya dengan sebuah senyuman yang terukir tipis di bibirnya.


" Hufttt......awas saja kalau anda macam - macam!" Gumam Freya.


" Berisik." Seru Akram


" Dasar." Cebik Freya yang ia rasa tidak ada pergerakan dari belakang tubuhnya. Freya merasakan hembusan nafas Akram yang terdengar sebuah dengkuran halus di balik telinganya.


" Cih...dasar curang! Bisa - bisanya ia terlelap dengan keadaan seperti ini. Ahh, bagaimana dengan nasib jantungku yang sedari tadi berdebar - debar terus harus semalaman harus satu ranjang dengannya dengan jarak yang sedekat ini." Gumam Freya yang sangat sulit untuk memejamkan matanya.


Tik...tok...tik..tok....sudah satu jam Freya masih bergeming dengan posisinya. Hanya detak jarum jam yang menemaninya tetap terjaga.


" Hufttt...bisa - bisa terjaga terus mataku ini. Ayolah mata, terpejamlah." Gumam Freya mengsugesti dirinya sendiri.


" Ah, capek miring terus." Keluh Freya dan dengan pergerakan yang sangat pelan ia merubah posisi tubuhnya jadi menghadap ke arah Akram.


" Ah, dengan jarak sedekat ini bisa membuat jantungku meledak. Hembusan nafasnya begitu hangat menerpa kulit wajahku. Tidak ku sangka anda telah tumbuh menjadi seorang pria yang sangat tampan dan gagah. Jika mengingat anak lelaki yang berusia 15 tahun dengan memasang tampang sedih dan keputusasaan yang terjebak di tengah - tengah kepungan api. Ah sangat berbanding 180 derajat." Gumam Freya yang memutar ulang memori nya kembali kepada saat peristiwa kebakaran panti 16 tahun yang lalu.


" Syukurlah kau masih bertahan hidup dengan tumbuh menjadi seorang pria yang di kagumi oleh kau hawa di seluruh pelosok negara ini." Racaunya dengan terus menikmati pemandangan wajah tampan yang tepat berada di depan matanya.


" Hihihi,,, beruntung sekali kau Freya bisa menjadi satu - satunya wanita yang tidur seranjang dengan pria idola semua kaum hawa. Jika mereka mengetahui rahasia ini, pasti mereka akan patah hati secara berjamaah dan tentunya akan memboikot diriku secara massal." Kekeh Freya jika mengingat bagaimana ekspresi para fans wanita Akram.


Tanpa di sadari oleh Freya yang terus berbicara sendiri, akhirnya matanya terpejam juga akibat tidak dapat melawan rasa kantuk yang juga menyerangnya.

__ADS_1


Dengan suara dengkuran yang halus dari Freya, ia pun langsung terlelap menyusul Akram ke alam mimpi.


__ADS_2