Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 77 Kedatangan Mama Mertua


__ADS_3

" Tuaaannn!" Pekik Freya spontan mengangkat kepalanya saat mendengar suara.


" Ah, syukurlah anda membuka mata anda! Kalau begitu akan saya panggilkan dokter untuk memeriksa anda tuan!" Ucap Freya senang melihat Akram siuman.


" Tidak perlu!" Cegah Akram dengan menarik tangan Freya.


" Lalu bagaimana keadaan anda?"


" Aku baik - baik saja. Maaf sudah membuatmu khawatir." Ucap Akram sambil tersenyum.


" Benarkah? Ah syukurlah!" Ucap Freya lega.


" Kau sendiri apa kau terluka?" Tanya Akram


" Tidak tuan! Saya baik - baik saja." Jelas Freya.


" Syukurlah, terima kasih sudah menyelematkan ku untuk yang kedua kalinya. Maaf sudah membuatmu kecewa, aku terlihat lemah di depanmu. Aku gagal menjadi pria yang kuat." Ujar Akram


" Tidak tuan! Saya.....eh..anda mendengar semuanya?" Tanya Freya.


Grep....Akram langsung meraih tangan Freya dan menggenggamnya dengan erat.


" Terima kasih! Sudah bersedia berada di sisiku." Ucap Akram menyandarkan kepalanya ke bahu Freya.


Deg..deg..deg...jantung Freya berdebar sangat kencang, dengan jarak yang begitu dekat membuat tubuhnya terasa kaku.


" Syukurlah. Ah...liburanku hikss...hiksss...!" Gumam Freya merasa sedih jika teringat akan liburan 2 hari nya ke pulau cinta yang kandas begitu saja.


" Pufttt ...hahahahahahaha."


" Kenapa anda tertawa?" Tanya Freya bingung dengan sikap Akram.


" Dasar bodoh! Kau masih sama kalau bertindak tidak berpikir panjang dulu." Ucap Akram


" Maaf tuan! Sepertinya saya sudah mengambil tindakan yang tepat dengan berusaha menolong seseorang yang sedang membutuhkan alih - alih liburan saya lebih senang bisa menjadi berguna bagi seseorang yang berarti bagi saya." Jelas Freya.


Cupppp...sebuah kecupan telah mendarat di pipi Freya yang sontak membuat Freya merasa terguncang dengan serangan mendadak yang di lakukan oleh Akram.


" Kau juga sangat berarti bagi ku." Ucap Akram dengan memegang kedua pipi Freya.


Blushhhh....seketika wajah Freya langsung berubah warna menjadi merah merona.


' Apakah dia menyatakan perasaannya padaku?' Gumam Freya dalam hati.


" Terima kasih! Kau sudah lahir ke dunia ini." Ucap Akram yang mendekatkan wajahnya ke wajah Freya.


" Tuannnnn!" Bisik Freya.

__ADS_1


Freya memberanikan menatap wajah Akram yang tanpa jarak di antara mereka. Ia melihat pancaran mata Akram yang benar - benar tulus dalam pengucapannya.


Dengan menekan akal sehatnya, ia berharap Akram melakukan tindakan lebih terhadap dirinya.


Melihat tidak ada penolakan dari Freya, Akram memberanikan dirinya agar mendekatkan wajahnya ke wajah Freya, dengan perlahan ia mengecup bibir Freya.


" Maaf!" Gumam Akram yang sudah lancang mencium bibir Freya tanpa persetujuan Freya.


Freya hanya menggelengkan kepalanya.


" Saya sangat senang tuan! Akhirnya saya tahu perasaan anda kepada saya." Ucap Freya.


" Jadi, kau tidak marah?"


" Ehmm, saya senang rasa takut saya akhirnya hilang begitu saja."


" Kenapa?"


" Entah sejak kapan, saya merasa bersalah jika saya berani menyimpan perasaan ini." Jelas Freya.


" Benarkah? Kalau begitu aku akan menghilangkan rasa bersalah itu dari hatimu." Ucap Akram.


" Tuan...." Gumam Freya merasa terharu saat melihat kehangatan Akram.


" Terima kasih." Ucap Akram seraya mendekatkan wajahnya kembali ke wajah Freya yang berhasil mengikis jarak di antara mereka.


Deg...deg...deg....


" Freyaaaa....." Teriak suara seseorang yang di iringi dengan dobrakan pintu kamar rawat Akram langsung nyelonong begitu saja.


Sontak tubuh Akram dan Freya terpental saling menjauh ke belakang dengan wajah yang merona. Mereka tidak menyangka seseorang masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Mereka merasa seakan - akan sudah terciduk karena melakukan sesuatu.


Saat berada di ambang pintu, wanita paruh baya tersebut menghentikan langkahnya saat melihat di depannya sikap canggung yang di ciptakan dari sepasang suami isteri tersebut.


" Kalian baik - baik saja? Apa mama melewatkan sesuatu?" Tanya nyonya Aksara mamanya Akram.


" Mama...!" Panggil mereka berdua serentak.


" Kenapa wajah kalian terkejut begitu?" Tanya nyonya Aksara.


" Tidak ada apa - apa ma!" Ucap Akram


" Freya baik - baik saja." Timpal Freya


" Ah syukurlah! Mama sangat khawatir mendengar kalian berdua terjebak dalam suatu kebakaran di pabrik mebel. Untunglah kalian baik - baik saja." Ucap nyonya Aksara.


" Lebih tepatnya, Freya yang menyelamatkanku lagi ma!" Jelas Akram.

__ADS_1


" Lagi?" Tanya nyonya Aksara pura - pura tidak tahu apa - apa.


" Benar ma, Freya selalu menyelamatkan ku saat aku butuh pertolongan tapi kali ini Freya benar - benar nekat menolongku tanpa memikirkan keselamatannya." Terang Akram.


" Ah begitu ya, mama beruntung bisa kenal dengan mu Frey, kejadian ini mengingatkan mama saat Akram berusia 15 tahun yang terjebak di dalam ruangan yang penuh dengan kobaran api. Saat itu ada seorang gadis kecil yang sangat berani menerobos api demi menyelamatkan Akram. Ah, kau dan gadis kecil tersebut terlihat sama. Mama melihat sosok gadis kecil tersebut ada di dalam dirimu." Ujar nyonya Aksara mengenang masa lalu.


" Syukurlah ma. Semoga gadis kecil tersebut dapat bertemu dengan mas Akram...."


" Dan menjadi suaminya." Potong Akram yang membuat Freya dan nyonya Aksara memasang wajah bengong tidak mengerti.


" Kau berencana untuk memiliki dua isteri?" Tanya nyonya Aksara dengan mata yang tajam menatap lekat wajah Akram.


" Tidakkk ma, jangan salah paham. Sebenarnya aku sudah bertemu dengan gadis kecil tersebut." Jelas Akram cepat agar terhindar dari tatapan mamanya.


" Benarkah! Di mana dia sekarang?" Tanya nyonya Aksara


" Dia...sekarang ada di depan mama!" Ucap Akram.


" Astaga, benarkah! Kau tidak bercanda Akram?" Tanya nyonya Aksara memasang akting terkejut di balik wajahnya yang sangat senang dan lega.


" Ehmmm." Angguk Akram.


" Ya Allah! Ini adalah takdir Mu yang sangat indah. Kau mengirimkan kembali malaikat pelindung anak hamba dari marabahaya." Seru nyonya Aksara tak henti - hentinya mengucap rasa syukur. Untuk meluapkan rasa senangnya nyonya Aksara langsung memeluk Freya yang masih memasang wajah terkejut.


Ia tidak menyangka, Akram akan langsung memberitahu mamanya kejadian yang sebenarnya selain pernikahan kontrak mereka.


" Terima kasih Freya! Sudah hadir dalam kehidupan keluarga mama. Mama sangat senang dan berterima kasih padamu." Ujar nyonya Aksara.


" Justru Freya yang sangat berterima kasih Ma, karena sudah menerima Freya apa adanya menjadi bagian keluarga Ghazalan tanpa memandang latar belakang Freya." Haru Freya tidak menyangka mendapat reaksi dari mama mertuanya yang di luar dugaannya.


" Baiklah! Untuk merayakan hari bahagia ini, mama akan memberikan kalian paket wisata bulan madu selama seminggu ke pulau romantis." Ucap nyonya Aksara senang.


" Tidak ma, jika selama seminggu kami pergi lalu bagaimana pekerjaan ku dan Freya?" Tanya Akram.


" Ck...dasar bodoh! Serahkan semuanya pada mama, mama yang menawarkan pastinya sudah penuh dengan persiapan dong! Kalau masalah pekerjaan jangan kalian khawatirkan. Besok persiapkan diri kalian untuk berangkat, agar mama segera mendapat cucu yang lucu - lucu." Jelas nyonya Aksara Girang.


" Baiklah! Sekarang kalian istirahatlah dengan nyaman! Mama akan mempersiapkannya semua. Sampai bertemu besok sayang!" Pamit nyonya Aksara setelah memeluk Freya dan keluar dari kamar rawat Akram.


" Selamat siang nyonya!" Sapa Dafi saat nyonya Aksara keluar dari kamar rawat Akram.


" Ehmm.... Kau istirahatlah Dafi, biarkan mereka berdua menghabiskan waktu bersama." Titah nyonya Aksara.


" Baik nyonya!" Jawab Dafi dengan senang hati memiliki waktu libur meski hanya beberapa jam.


" Dan Kau urus semuanya!" Titah nyonya Aksara kepada asistennya yang bernama Afkar setelah keluar dai kamar rawat Akram.


" Baik nyonya!" Jawab Afkar dengan hormat dan mengikuti langkah tuannya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2