Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 37 Menguping Pembicaraan


__ADS_3

" Frey, makan siang di luar yuk! udah lama banget kita gak makan di luar!" ajak Arsy saat waktu istirahat kantor tiba.


" Ehmm, mager banget lho Sy! kita pesan saja yuk." Tolak Freya yang meregangkan ototnya masih di posisi kursinya.


" Ish, ayolah kita coba di kafe baru sana! aku dengar masih ada diskon lho. Gimana kalau aku yang traktir!"bujuk Arsy tidak menyerah.


" Dasar kau ya! selalu saja memaksa kehendak mu sendiri! lalu bagaimana dengan kedua bujang tersebut?" tanya Freya dengan melirik kursi Darren dan Cakra yang sudah kosong.


" Oh, abaikan saja mereka. Tadi aku dengar mereka sedang tugas di luar ya mungkin saja mereka juga akan sekalian makan di luar." jawab Arsy.


" Kenapa aku tidak tahu?" tanya Freya


" Itu perintahnya saat kau sedang ke toilet tadi. Mereka di beri tugas secara mendadak." jelas Arsy.


" Oh begitu ya? baiklah kalau kau memaksa!" ucap Freya dengan nada yang terpaksa.


" Ish, dasar kau! siapa pula yang memaksa!" elak Arsy.


" Oh,jadi begitu? ya sudah kalau begitu.." cebik Freya.


" Ngambek neh! nanti ku batalkan lho tawaran traktirnya!" ancam Arsy.


" Yok lah! nanti keburu habis jam istirahatnya." ajak Freya beranjak dari kursi dan menyambar tasnya berjalan mendahului Arsy.


" Ckk, dasar... plinplan!" cebik Arsy melihat tingkah sahabatnya yang sok jual mahal.


" Hehehhhheheh.." cengir Freya sambil berjalan mundur.


Bruk..... tubuh Freya tidak sengaja menabrak tubuh Gio yang juga baru keluar dari ruangannya saat ia berjalan mundur.


Seketika Freya langsung membalikkan tubuhnya dan terkejut melihat tubuh yang ia tabrak, dengan spontan ia pun menundukkan kepalanya dan meminta maaf.


" Maafkan saya pak! saya tidak sengaja!" ucap Freya memohon maaf atas kecerobohannya.


" Ehm, lain kali hati - hati lah!" jawab Gio dingin melanjutkan langkahnya yang di ikuti oleh isterinya.


" Baik pak!" ucap Freya


" Kau baik - baik saja?" tanya Agni saat lewat di depan Freya.


" Iya nona!" jawab Freya dengan tersenyum.


" Baiklah! sampai jumpa nanti." balas Agni dengan membalas senyuman Freya.


" Iya nona!" tunduk Freya sampai mereka tak terlihat.


" Ah, hampir saja! beruntung sekali ya nona Agni mendapatkan pak Gio. Dia bisa menaklukkan hati pak Gio yang terlihat sangat cuek terhadap wanita." puji Arsy setelah menghampiri Freya yang masih mematung.


" Ayok jalan!" ajak Arsy yang di ikuti oleh Freya dari belakang.


Dengan mata yang membulat sempurna, degup jantung yang berdetak cepat membuat mulut Cleona terkunci rapat tidak berani menjawab atau pun menatap wajah pria yang sudah duduk di depan Cleona.


" Apa kabarmu?" tanya Akram memulai pembicaraan.

__ADS_1


" Tidak baik!" jawab Cleona pasrah.


" Ehm,, ada yang ingin kau katakan?" tanya Akram mengamati wajah Cleona yang masih tertunduk.


" Maa...f!" ucap Cleona berusaha mengatur pernafasannya agar mampu mengatakan segala uneg - uneg nya.


Akram masih menunggu Cleona untuk membuka suara dengan terus menatap wajahnya yang terlihat layu tidak secerah biasanya. Ia merasa wanita yang sudah menjadi tunangannya dan mengisi hari - harinya selama dua tahun ini terasa asing di hatinya. Entah mengapa ia meragukan perasaannya kepada wanita yang ada di hadapannya.


" Ehm, apa pun keputusanmu akan aku terima asal aku masih di beri kesempatan sekali lagi. Aku memiliki alasan telah melakukan ini kepadamu. aku yakin kau sudah tahu alasanku!" Ucap Cleona memberanikan diri untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan.


" Siapa kau sebenarnya?" tanya Akram memancing kejujuran Wanita di hadapannya.


" Kenapa kau bertanya seperti itu? kau meragukan perasaanmu padaku?" tanya balik Cleona berusaha menutupinya.


" Ah, perasaanku sekarang tergantung dari apa jawabanmu sekarang." ucap Akram.


" Selama ini, aku tidak pernah melihatmu memakai kalung liontin dari ku. Apa kau bisa menunjukkannya padaku?" sambungnya.


" Ah ituuuu. Bukankah aku sudah pernah katakan kalau kalung itu memang sengaja aku simpan karena takut hilang." ucap Cleona memberi alasan palsu yang meyakinkan.


" Oh benarkah?" selidik Akram menatap tajam mata Cleona yang ingin mencari kebenaran.


Mendapat tatapan yang baru ini ia lihat membuat hatinya menciut.


Di sisi lain, langkah Freya langsung terhenti saat melihat sepasang insan yang begitu sangat ia kenal.


" Eh, kenapa tiba - tiba berhenti?" tanya Arsy juga menghentikan langkahnya melihat Freya berhenti di ambang pintu masuk kafe.


" Ah, maaf!" ucap Freya tersentak.


" Ah, baiklah! kau duluan saja. Aku akan memesan makanan." ucap Arsy yang menuju ke meja kasirm


" Baiklah!" jawab Freya dan melangkah menuju meja sasarannya.


" Ehm,,sudah ku duga mereka saling kenal. Jangan - jangan Dara adalah tunangannya? ah benar - benar tidak bisa di percaya." gumam Freya terus mengawasi mereka yang tak lain adalah Akram dan Cleona.


Freya semakin menajamkan pendengarannya agar bisa menguping pembicaraan di antara mereka.


" Baiklah jika kau masih menyimpannya, aku ingin mengambilnya kembali!" pinta Akram.


" Apa? bukankah kalung itu sudah kau berikan padaku? kenapa baru sekarang kau memintanya kembali?" ucap Cleona berusaha membela diri.


" Aku lupa memberi tahu satu hal padamu! saat tida sadarkanndiri setelah kau menyelamatkan nyawaku, aku langsung memakaikan kalungku ke lehermu dan berjanji suatu saat aku akan mengambilnya kembali. Namun saat pertama kali aku menemukan mu, aku langsung lupa akan janjiku itu." jelas Akram.


" Jadi, kembalikan kalung itu kepada pemilik yang sesungguhnya!" titah Akram tegas.


Deg...detak jantung Cleona berpacu dengan sangat cepat, wajahnya langsung berubah pucat dengan keringat yang membasahi dahinya99hbl.0


" Apa Akram sudah mengetahui bahwa Freya lah yang telah menyelamatkan nyawanya dari peristiwa kebakaran itu? dan aku telah mencuri posisinya tanpa sepengetahuan Freya?" tanya Cleona dalam hati.


Lidahnya terasa kaku yang seolah bergerak sendiri untuk tertutup rapat. Tatapan tajam dari mata Akram terus mengawasi dirinya.


" Baiklah! Kalau kau menginginkan kembali kalung liontin tersebut, aku akan mengembalikannya padamu!" ucap Cleona.

__ADS_1


" Besok! aku tunggu di sini di jam yang sama!" ujar Akram dingin.


" Baiklah!"


" Hei! serius amat sih melihat orang yang sedang kencan?" tegur Arsy meletakkan pesanan mereka di atas meja dan mengikuti arah pandangan Freya yang ada di depan meja mereka.


" Ah, siapa juga yang melihati mereka. Aku hanya menatap keluar saja kok!" kilah Freya agar tidak ketahuan sedang menguping pembicaraan dua orang yang ia kenal.


" Ayo makan! nanti keburu jam istirahat selesai." Ajak Arsy.


" Ehm..." balas Freya langsung menyendokkan makanannya tetapi pandangannya masih terus menatap ke depan.


" Ah, kenapa mereka sudah pergi sih! aku kan belum jelas apa yang mereka bicarakan..ck!" cebik Freya kesal melihat Cleona dan Akram pergi meninggalkan meja mereka.


" Kau baik - baik saja Frey? kenapa kau terlihat emosi begitu saat mereka pergi?" tanya Arsy bingung akan tingkah Freya yang terlihat kesal.


" Ah gak kok! kesal saja makanannya sedikit hambar di lidahku!" kilah Freya mencari alasan.


" Memang dasar lidahmu lagi bermasalah ya! makanan enak begini di bilang hambar." bantah Arsy langsung menghabiskan makanannya.


" Benarkah? ya mungkin karena tadi pagi aku merasa hidungku tersumbat." jelas Freya


" Sudah cepat habiskan makananmu? sebenarnya siapa sih dua orang tersebut sampai kau penasaran begitu?" tanya Arsy.


" Bukan siapa - siapa? aku merasa mereka terlihat sedang ada masalah makanya aku hanya ingi tahu pembicaraan mereka. Dan itu mengingatkan ku dengan masalahku sendiri." bohong Freya meyakinkan Arsy.


" Oh, sudahlah! jangan suka kepo dengan urusan orang lain. Yok kita balik!" Ajak Arsy bersiap - siap untuk balik ke kantor.


" Ehm baiklah! aku juga sudah selesai!" jawab Freya.


Drtttt.....drttt...saat hendak keluar dari kafe, handphone Arsy bergetar tanda sebuah panggilan masuk. Dan setelah mengetahui nama yang tertera di layar langsung Arsy mengangkatnya.


" Hem, ada apa?" tanya Arsy.


" Kau dimana? bisa jemput kami? mobil kami lagi mogok!"ucap Cakra


" Ish, dasar merepotkan! kirim saja alamat kalian dimana! aku akan segera ke sana." cebik Arsy kesal tetapi tidak tega melihat temannya sedang mengalami kesulitan.


" Baiklah! terima kasih! akan aku kirimkan." ucap Cakra langsung mematikan panggilannya.


" ck dasar! main matikan saja." cebik Arsy.


" Pergilah? aku akan naik ojol!" ucap Freya meninggalkan Arsy yang sudah ada di depan mobilnya.


" Kau tidak apa - apa kan? maaf ya Freya! aku akan menjemput mereka!" ucap Arsy.


" Iya pergilah! hush hush!" usir Freya.


" Iya ya...dah! sampai jumpa di kantor!" pamit Arsy yang sudah melajukan mobilnya perlahan melewati Freya.


" Daahhh." balas Freya dengan lambaian tangannya.


" Kau sudah selesai?" tanya seorang pria yang sontak mengejutkan Freya yang berjalan tetapi tidak fokus.

__ADS_1


" Eh....Anda...?" ucap Freya terkejut dengan jari telunjuk menunjuk ke arah wajah pria tersebut.


__ADS_2