
Suara yang begitu lantang terdengar sangat nyaring yang di iringi dengan langkah kaki menuju tempat berdirinya Freya dan Diandra. Dengan tatapan mata yang sulit di artikan membuat Freya tidak dapat berkutik dari posisinya.
" Jelaskan padaku, apa maksud dari perkataanmu tadi hah?" teriak Darren dengan berang.
" Hei, kau tenanglah! jika kau meninggikan suaramu seperti itu bagaimana bisa my baby menjelaskan situasinya." ucap Diandra menenangkan Darren agar suasananya tidak tegang.
" Ck....." cebik Darren meluapkan kekesalannya.
" Sebelumnya aku minta maaf telah menyembunyikannya dari kalian. Tepat Gio memutuskan hubungan kami secara sepihak, rasanya dunia ku hancur begitu saja. Meskipun aku dapat menutupi di depannya tapi setelah kepergiannya meluapkan semua rasa sakit di hatiku. Tanpa ku sadari aku melukai body mobil seseorang yang berhenti di pinggir jalan. Ternyata pemilik dari mobil tersebut adalah tuan Akram. Dan kau tahu berapa harga mobil tersebut? aku bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Biaya perbaikannya saja sama dengan gajiku selama 10 tahun. Ia meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya. Tentu saja aku terus meminta belas kasihan darinya, aku benar - benar tidak mempunyai uang sebanyak itu. Untung saj pria tersebut masih memiliki hati nurani. Dan dia meminta aku..."
" Kau menjadi budak pelampiasan nafsunya?" potong Diandra dengan menggebu.
" Tentu saja tidak! melihatku yang seperti ini aku bukanlah tipe nya meskipun hanya sebagai budaknya. Untuk melunasi hutangku selama dua tahun aku menjadi pembantu di apartemennya untuk bersih - bersih. Dan jika kerja ku bagus di matanya aku juga di akan di beri gaji olehnya." jelas Freya dengan wajah yang menunduk.
" Ah! maafkan aku teman - teman harus membohongi kalian tanpa melanggar kontrak ku dengan tuan Akram. Mudah - mudahan mereka percaya dengan alasanku ini. Aku juga tidak tahu siapa tuan Akram itu. Tapi jika di ingat mobilnya waktu itu pasti dia bukan orang sembarangan di tambah dia juga sebagai donatur tetap pada panti asuhan." sambung Freya dalam hati.
" Kau yakin seperti itu?" tanya Darren menelisik seakan - akan dapat menembus isi hati Freya.
Deg....Freya merasa terjepit akan tatapan Darren yang mendiskriminasi. " Ayo berpikir cepat Frey, jangan sampai mereka mencurigaimu." Batin Freya sambil memikirkan kebohongan selanjutnya.
" Tentu saja, memangnya aku terlihat seperti bercanda hah...dan kau tahu masa berlakunya kontrak tersebut di mulai akhir pekan kemarin. Setiap sabtu dan minggu aku harus membersihkan apartemennya dan di hari biasa jika ia membutuhkan tenaga ku, aku harus siap menjalani tugasnya." ucap Freya dengan memasang wajah yang meyakinkan.
" Ah keterlaluan sekali sih, kau sampai menjadi budaknya selama dua minggu." Cebik Diandra kesal.
" Jika dia melakukan pelecehan kepada mu, segera beri tahu aku." ucap Darren.
Fiuhhh ...dengan perasaan yang lega membuat Freya dapat melanjutkan kebohongannya dengan lancar.
__ADS_1
" Iya, aku janji tapi kalian juga harus merahasiakan ini darinya jika orang lain tahu aku akan mencari kalian berdua untuk membantu ku membayar uang penaltinya. Termasuk rahasiakan ini dari bunda Sifa. Aku tidak mau membuatnya khawatir agar bunda fokus dalam merawat Ezra pasca operasi." pinta Freya bersungguh - sungguh.
" Ehm baiklah! ohya bukankah perusahaan kita bekerja sama dengan perusahaan tuan Akram. Kau dan Gio lah yang bertanggungjawab akan proyek tersebut. Berarti kalian juga akan terus bertemu dalam pekerjaan." Ucap Darren.
" Iya ,awalnya aku sangat terkejut ternyata CEO dari perusahaan Akraya Group adalah Tuan Akram tersebut." Jelas Freya membenarkan ucapan Darren.
" Lalu bagaimana dengan dia?" tanya Diandra.
" Dia benar - benar bersikap secara profesional. Dia tidak mencampur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan." Jelas Freya.
" Ah! lalu sikapnya kemarin malam yang tiba - tiba menarikmu dari dekapanku apa maksudnya?" tanya Darren langsung teringat akan kejadian saat di resepsi pernikahan Gio.
" Apa? kenapa kau memeluk Freya hah.." ucap Diandra.
" Hei tenanglah itu tidak seperti yang kau pikirkan, Darren hanya membantu ku dari Gio."
" Setelah kau menelepon ku, tiba - tiba Gio menarik tanganku dan membawaku ke ruang tangga darurat. Dia terlihat frustasi dalam pernikahannya, dia terus meracau dan meminta maaf padaku. Ia meminta kesempatan dariku. Saat Gio menarik tanganku di situlah Darren datang membantu ku. Ia meminjamkan dadanya untuk menutupi tangisan ku." Jelas Freya.
Grab..." Beb, maafkan aku! kau harus mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan dan aku tidak berada di sisimu." ucap Diandra dengan nada menyesal dan langsung memeluk Freya.
" Sudahlah honey, aku baik - baik saja kok!" ucap Freya.
" Kau bilang pria itu juga memergoki kau sedang berada dalam dekapan Darren? kenapa dia melakukan itu? bukankah hubunganmu hanya sebatas pekerjaan saja." tanya Diandra semakin tidak mengerti permasalahan yang di hadapi sahabatnya.
" Aku juga tidak tahu apa maksudnya!" ucap Freya menaikkan kedua bahunya.
" Setelah itu tidak terjadi apa - apa kan!bkau di bawa kemana oleh pria itu?" tanya Diandra.
__ADS_1
" Tidak ada. Dia mengantarku pulang." jawab Freya.
" Syukurlah, benar juga katamu wanita sebaik dirimu tidak pantas untuk mainannya. Mungkin sisi baik dalam pria tersebut adalah masih memiliki hati nurani tidak merusak wanita baik - baik." ucap Diandra.
" Kau tahu siapa tuan Akram itu? kenapa kau bisa terlibat dengannya sih?" kesal Darren merutuki kecerobohan Freya.
" Entahlah aku tidak tahu siapa dia sebenarnya, aku hanya tahu dia adalah CEO dari Akraya Group itu dari pertemuan penandatangan kontrak kerja sama tempo hari. Dan itu membuatku frustasi akan sikapnya yang tidak menghargai kerja keras orang lain. Aku Freya yang selama bekerja di Divisi Pemasaran HVZ Group selalu dapat memuaskan klien dengan presentasiku yang hebat langsung dipatahkan olehnya. Dia menilai presentasiku buruk." jelas Freya saat mengingat pertemuan kedua perusahaan tersebut.
" Sudahlah! kau buktikan kemampuanmu di pertemuan berikutnya. Dia harus mendapatkan kesempurnaan dalam pekerjaan, dia tipe orang yang gila kerja makanya dia berhasil menempatkan posisi perusahaanya nomor satu yang bergengsi baik dalam negeri maupun luar negeri. " ucap Darren.
" Benarkah? dia sehebat itu? ah...pantas saja untuk perbaikan mobilnya saja tidak tanggung - tanggung. Apalagi dengan harga mobilnya, jual organ saja tidak cukup membelinya." Ujar Freya merasa lemas mengetahui kebenaran identitas suami kontraknya.
" Dasar kau payah! gitu saja kau tidak tahu." cebik Darren
" Aku kan hanya mendengar namanya saja itu pun tidak jelas karena kehidupan pribadinya tidak pernah mencuat ke permukaan. Dia kan orangnya tertutup sekali." ujar Freya.
" Ehm kalau begitu, kau bagus - bagus lah jika masih berurusan dengannya. Mudah - mudahan dia berubah pikiran untuk mengurangi masa kontrakmu." Ucap Diandra menasehati Freya.
" Iya ,terima kasih kalian sudah mengerti aku dan tetap memberi support. Karena kalian sudah tahu permasalahanku, jika kalian ingin bertemu kita buat janjian terlebih dahulu." ujar Freya.
" Baiklah, ah beb, begitu berat hidupmu. Mau bertemu saja sudah semakin sulit sekarang." keluh Diandra merangkul pundak Freya.
" Sudah honey! selama ada kalian di sisiku, itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi kekuatanku dalam menjalani hidup ini."Jelas Freya meyakinkan sahabatnya agar tidak mengkhawatirkan dirinya.
" Ah, sudahlah! mau sampai kapan kalian akan saling tangis - tangisan di sini. Apa kalian ingin membuat yang lain khawatir saat melihat mata sembab kalian." ucap Darren mengingatkan kedua wanita yang ada di depannya.
" Ah iya, kau benar! ayo kita pergi agar bunda dan yang lain tidak mencari kita." Ajak Freya yang dianggukkan oleh Diandra dan Darren.
__ADS_1