
Freya terus memutar otaknya agar ia dapat memberi alasan yang tepat.
" Ah, kenapa malah jadi begini sih? Kenapa aku termakan dengan ucapanku sendiri. Gimana Neh! Jika aku keceplosan bagaimana lagi aku harus membayar uang penaltinya....huft.." gumam Freya dalam hati dengan wajah yang masih terlihat pucat.
" Kau baik - baik saja beb? Kenapa wajahmu pucat begitu?" Tanya Diandra.
" Ah, iya aku baik - baik saja honey! Masalah kontrak ya! Tentu saja tidak ada hubungannya." Ucap Freya hati - hati.
" Iya, bukankah waktu itu kau pernah menceritakan masalah kau terikat kontrak dengannya selama 2 tahun?" Jelas Diandra.
" Ah iya, kontrak itu karena aku tidak bisa membayar kerusakan mobilnya. Karena pada saat yang bersamaan semua tabunganku dan hasil gadaian apartemenku untuk membantu biaya operasi Ezra, jadi tidak ada jalan lain aku membayarnya dengan tenaga ku. Masalah pengantin pengganti itu aku tidak tahu dan bukan urusanku kan?" Jelas Freya.
" Kau yakin?" Tanya Diandra merasa kurang puas.
" Honey, sejak kapan aku merahasiakan masalahku darimu hah.. masalah sekecil apa pun aku pasti cerita padamu. Apa kau sekarang meragukan ku?" Ucap Freya memasang wajah sedih.
" Haaahhhhh, maaf beb! Aku sudah keterlaluan. Aku hanya mengkhawatirkan mu jika kau sampai terlalu jauh berurusan dengannya." Sesal Diandra.
" Terima kasih honey! Kau benar - benar sahabat yang sangat berarti bagiku." Ucap Freya lega masih berhasil menutupi pernikahan kontraknya dengan tuan Akram.
" Haaishhh,,, jadi benar itu bukan kau?" Tanya Diandra mulai melemah, karena selama ini semua rahasia Freya juga di pegang olehnya.
" Iya. Kenapa kau berpikir itu aku?" Tanya Freya.
" Ya habis, wanita yang di sebut - sebut sebagai calon tunangan tuan Akram merupakan seorang gadis kecil yang ia kenal saat di panti asuhan terlebih ia merasa memiliki hutang nyawa kepada gadis kecil tersebut. Lalu wanita yang wajahnya mirip denganmu merupakan wanita pengganti dari tunangan tuan Akram yang kabur. Bukankah itu hampir sama dengan kisah masa kecil mu saat kau tinggal di panti?" Jelas Diandra.
" Iya sih! Ceritanya hampir sama denganku. Tapi kenapa rumor ini bisa muncul di media sosial? Apakah ada pihak tertentu yang ingin menjatuhkan tuan Akram tersebut?" Tanya Freya mulai memahami rumor yang sedang viral tersebut.
" Beb, coba kau perhatikan wajah model tersebut? Bukankah dia mirip dengan seseorang?" Ucap Diandra memperbesar foto yang ia ambil sebelum rumor tersebut hilang.
Freya pun memperhatikan wajah wanita yang bersanding di sisi Akram sambil menggandeng tangannya.
" Dara? Bukankah dia Dara! Kabar yang aku dengar dia telah sukses menjadi seorang model internasional. Namun setelah ia mendapat orangtua adopsi, namanya pun di ganti menjadi Cleona Keshwari William." Ucap Freya seketika otaknya langsung bekerja dan telah berhasil menyusun susunan puzzle menjadi satu. Kini kemunculan Dara sebagai tunangan Akram yang kabur terjawab sudah.
" Benar kan? Aku juga yakin bahwa wanita yang di samping tuan Akram adalah Dara sahabat kecil mu saat di panti. Jika ia mengaku seperti itu kisah masa kecilnya bukankah dia telah membohongi publik dan tuan Akram sendiri? Sudah jelas gadis kecil yang di maksud itu adalah kau bukan dia." Jelas Diandra menggebu - gebu.
" Honey! Jika itu benar, mengapa ia melakukan itu? Kau tahu beberapa bulan yang lalu dia sudah kembali ke Indonesia dan tanpa sengaja aku bertemu dengannya. Ah, kini aku mengerti mengapa ia memohon padaku untuk meminjam kalung liontin tersebut." Jelas Freya jujur kepada Diandra.
" Benarkah? Kenapa kau baru cerita sekarang hah.... Ah ini benar - benar suatu kejahatan yang tak bisa di maafkan." Rutuk Diandra.
" Lalu, apakah kau memberikan kalung tersebut?" Sambungnya.
__ADS_1
" Tentu saja tidak, dia sudah berubah tidak lagi Dara kecil yang bersikap lemah lembut pada orang lain. Dia sekarang menjadi kasar dan egois." Jelas Freya
" Huftttt.....jadi siapa sekarang wanita yang di anggap sebagai pengantin pengganti tuan Akram? Dia atau kau? Dia Benar - benar lihai dalam berakting. Dia memanfaatkan kisah masa kecil kalian dan merebut peranmu beb! Ahhh,,,,,aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi tuan Akram yang selama ini telah di bohongi olehnya, sementara gadis kecil penyelamat hidupnya yang selama ini ia cari ada di depanku ini." Seru Diandra.
" Ah,,, ini suatu kenyataan yang mengerikan, jadi selama ini dia benar - benar mencariku?" Ucap Freya.
" Dengan begitu, seharusnya kau lah yang menjadi tunangan dari tuan Akram." Timpal Diandra.
" Apaaaa? Tunangannya?" Teriak Freya baru menyadarinya.
" Ah, pantas saja beberapa minggu yang lalu dia meminjam kalung liontin itu, ternyata begitu!" Ucap Freya dalam hati mengingat pertemuannya yang secara tiba - tiba.
Sudahlah honey! Itu tidak penting siapa yang merebut peran utama dalam rumor tersebut. Aku yakin suatu saat kebohongan Dara akan terbongkar." Jelas Freya berusaha menahan emosi di hatinya.
" Kau benar beb! Baiklah maafkan aku yang sudah memaksa mu menjelaskan situasi ini. Siapapun wanita pengganti tunangan tuan Akram, aku harap ia baik - baik saja." Harap Diandra.
" Kenapa kau mengkhawatirkan nya?" Tanya Freya.
" Jelas dong! Siapa pun orang yang telah menyinggung nya pasti hidupnya tidak akan tenang, apalagi wanita tersebut hanya sebagai tumbal untuk menyelamatkan nama baiknya." Jelas Diandra.
" Itu tidak benar! Dia tidak seperti itu?" Ketus Freya membantah ucapan Diandra.
" Ah, pokoknya selama aku menjadi ART nya dia tidak pernah berkata kasar padaku." Kilah Freya
" Benarkah? Kenapa bisa seperti itu?"
" Ya bisa dong! Karena kami tidak pernah bertemu sama sekali, saat aku membersihkan apartemennya dia tidak ada di rumah. Dia selalu lembur." Ucap Freya.
" Oooo, begitu ya! Benar juga buat apa kalian bertemu."
" Benar! Jika pun aku bertemu dengannya ya aku harus tahu batasan diriku. Yang penting bagiku cepat menyelesaikan tanggungjawab ku dan setelah itu langsung pulang." Jelas Freya.
" Iya ya...haaah. Semoga kau baik - baik saja beb selama bekerja dengannya. Ohya, apa kau tidak pernah bertemu dengan istrinya?" Tanya Diandra kepo.
" Tidak, dan itu juga bukan urusanku bukan?" Ucap Freya.
" Ah benar! Sudahlah. Aku sudah lega mendengar langsung darimu. Ayo ku antarkan pulang." Ajak Diandra.
" Terima kasih honey! Aku mau mampir ke panti."
" Begitu ya! Baiklah titip salam dengan bunda ya!"
__ADS_1
" Iya. Hati - hati honey." Ucap Freya
" Kau juga beb, aku pergi duluan ya! Dadah..." Pamit Diandra melambaikan tangannya dan di balas oleh Freya.
" Huft....syukurlah!" Hela Freya merasa sedikit lega.
" Dara! Kenapa kau melakukan ini semua hah! Jadi sekarang siapa yang menjadi peran pengganti di sini. Apa aku harus bertanya langsung? Arghhhhh kenapa rumit begini sih!" Teriak Freya merasa frustasi dengan takdir yang ada di depannya.
" Kau baik - baik saja?" Tanya seorang pria yang datang menghampiri Freya di mejanya.
" Anda?" Pekik Freya terkejut saat mengetahui pria yang sangat ia kenal.
" Jadi, ini alasan kau terlambat pulang? Apa kau sedang menunggu seseorang?" Tanya nya dengan memicingkan matanya.
" Tidak ada yang benar! Saya tidak menunggu seseorang dan ini masih pukul 17.00." bantah Freya.
" Ah, jadi begitu! Lalu apakah kau habis bertemu dengan seseorang?"
" Iya. Benar tuan!" Ucap Freya.
" Kau." Tekan pria tersebut yang tak lain adalah Akram yang tak sengaja melihat Freya sedang duduk sendirian di meja sebuah restoran yang terletak di ujung barat ruangan.
" Anda jangan salah paham, saya masih memegang kontrak dan tidak melanggarnya!" Ucap Freya.
" Baguslah!" Seru Akram menarik kursi yang ada di depan Freya dan menduduki.
" Kau sudah makan?" Tanya Akram
" Belum tuan! Tadi hanya makan cake saja."
" Ckkkk, pesan lah" tawar Akram.
" Eh, terima kasih tuan." Ucap Freya meski ragu tapi ia memilih menu.
" Ehmm...."
" Oh, ternyata benar ya rumor tersebut." Ucap seorang pria muda saat melihat mereka dalam satu meja.
Mendengar suara yang tak asing bagi Freya membuatnya terkejut bercampur kesal.
" Kau..." Pekik Freya.
__ADS_1