Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 26 Dessert Pengobat Hati


__ADS_3

Ckiieettt...... mobil Akram berhenti di sebuah hotel yang menjulang tinggi. Hotel yang memiliki lantai sekitar 30 lantai merupakan hotel tertinggi di negara ini.


" Kita untuk apa kemari tuan?" tanya Freya tidak mengerti dengan hati yang was - was.


" Turunlah, nanti juga kau akan tahu." titah Akram langsung turun dari mobil.


" Baik tuan!" ucap Freya mengikuti perintah Akram dan mengikuti langkahnya dari belakang.


Memasuki lobi hotel yang berlantai marmer cream dengan pencahayaan yang terang membuat hotel ini terlihat megah dan mewah.


Para staf hotel menyambut Akram dengan sangat hormat, dan seorang kepala pelayan datang menghampiri mereka dengan tubuh yang membungkuk saat menyapanya.


" Selamat malam tuan! Mari silahkan tuan!" Ucap sang kepala pelayan memandu mereka menuju ke lantai atas. Dengan menggunakan lift khusus membuat hati Freya bertanya - tanya siapakah pria yang berada di sampingnya ini.


Dengan mendapat pelayanan yang begitu khusus dan menggunakan lift yang khusus, ia bebas berkeliaran di hotel yang baru pertama ia datangi.


Ting...pintu lift tertutup dan sang kepala pelayan menekan tombol up menuju lantai paling atas yaitu lantai 30.


" Apa sih maksudnya, kenapa menuju ke lantai paling atas. Apakah ia begitu marah dan ingin membalas dendam padaku? dengan mengurungku di atas tanpa makanan? atau sesampai di atas apakah aku akan di...." spontak Freya bergidik ngeri akan khayalannya yang begitu sadis..


Ia melirik ke arah Akram dengan hati - hati, wajah dingin dan datarnya membuat aura di dalam lift begitu horor. Freya semakin tidak tenang kala lift terus melaju ke atas.


Dengan menelan salivanya dan mengkondisikan degub jantungnya yang begitu kencang membuatnya berkali - kali menghirup udara. Tangannya terkepal kuat yang sudah basah akan keringatnya.


" Puft...." Akram tidak dapat menahan tawanya melihat kegelisahan yang dirasakan oleh Freya. Tanpa di ketahui oleh Freya, ia mencuri pandang kepada Freya.


" Barusan anda tertawa?" tanya Freya menyelidik yang dibalas kedikan bahu dari Akram.


" Huhh, dasar pembohong! jelas - jelas aku mendengar anda tertawa. Apakah pak Jo mendengar dia tertawa?" tanya Freya mencari dukungan kepada sang kepala pelayan dengan membaca bet namanya.


" Saya tidak tahu nyonya!" balas Kepala pelayan dingin.


" Cih,,sia - sia saja." cebik Freya kesal.


Ting.....pintu lift terbuka dan membawa mereka langsung ke sebuah kafe rooftop yang ada di hotel ini. Kafe ini mengusung konsep kebun, tidak hanya untuk dekorasi tetapi juga untuk bahan makanan dan minuman diambil dari hasil panen kebun sendiri.


Selain pemandangan kota pada malam hari yang di hiasi dengan kelap - kelip lampu dari gedung - gedung pencakar langit, pemandangan kebun hijau membuat Kafe Rooftop ini semakin menarik.


" Waaah! tempat yang sangat indah!" ucap Freya menutup mulutnya tidak percaya akan keindahan kafe rooftop ini, ia langsung di sambut dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Pemilihan dekorasi kafe dengan menggunakan material kayu membuat area kafe ini terlihat alami yang menyatu dengan alam. Ditambah hiasan lampu dan bunga hias yang begitu indah.

__ADS_1


Susunan kursi dan meja secara berpasangan, yang lebih mendominan untuk pasangan muda dalam menghabiskan waktu senggang mereka.


" Silahkan Tuan!" ucap sang kepala pelayan menuntun mereka ke sebuah meja dengan dua kursi yang terletak menghadap pemandangan kota malam hari. Di meja sudah tertata beberapa menu hidangan penutup yang serba manis.


Berbagai macam dessert dan ice Cream yang tersuguh dengan garnis dan bentuk yang sangat indah dan lucu.


" Ehm.."


" Silahkan nyonya." ujar sang kepala pelayan menarik kursi untuk mempersilahkan Freya duduk.


" Terima kasih pak Jo!" jawab Freya ramah.


" Selamat menikmati tuan dan nyonya! Saya mohon undur diri." pamit pak Jo dengan santun.


Akram hanya membalasnya dengan sebuah anggukan.


" Makanlah!"


" Haah.....maksudnya apa tuan?"


" Kau habiskan sampai mood mu membaik." ucap Akram menyeruput teh melatinya.


Semua pikiran buruknya, buyar seketika saat ia dihadapkan oleh makanan penutup di depannya.


" Cerewet sekali sih kau ini." ketus Akram.


" Ah, maaf tuan! ehm baiklah kalau begitu saya tidak akan sungkan. Mari makan!" ucap Freya senang sambil berdoa sebelum menyantap makanannya.


Tanpa sungkan lagi, Freya langsung menyantap menu dessert seperti puding coklat, crepes strawberry, ice cream vanilla, dan biskuit beraneka rasa.


" Ehmmmm,, ini makanan terenak yang pernah masuk ke mulutku selama 24 tahun ini." Ucap Freya merasa takjub akan cita rasa yang di sajikan oleh menu di hadapannya.


" Ckkk, dasar norak!" cebik Akram tetapi dengan seutas senyuman yang tentunya hanya ia yang dapat rasakan. Diam - diam Akram merasa iba dan kagum akan kepribadian isteri kontraknya dalam menjalani hidupnya yang begitu keras.


" Ehm ,mungkin bagi anda ini adalah hal - hal yang biasa tapi bagi saya dan anak - anak panti lainnya ini sangat mustahil bagi kami." ucap Freya terharu dan sedih saat teringat akan adik - adiknya jika ia dapat menikmati makanan yang enak.


" Kenapa kau malah menangis."


" Ah, maaf tuan saya jadi sedih karena teringat adik - adik saya di panti, hanya saya yang bisa menikmati makanan seenak ini." ujar Freya tanpa sadar mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


" Begitukah!"


" Benar tuan! seandainya makanan ini bisa saya bungkus, malam ini juga akan saya antar ke panti."


" Ah dasar kau ini ya! aku sudah berusaha menghiburmu dengan semua makanan ini. Bisa - bisanya kau masih memikirkan orang lain! Fokuslah pada dirimu sendiri." teriak Akram yang membuat nyali Freya ciut untuk melanjutkan makanannya..


" Ah, kau benar - benar tidak bisa di tebak! bisa - bisanya makanan yang sudah kau makan akan kau berikan kepada orang lain." sambungnya.


" Maaf kan saya tuan! saya tidak akan mengulanginya lagi!" ucap Freya menunduk.


" Aahh." Hempas Akram merasa frustasi melihat sikap Freya yang masih sempat memikirkan orang lain meskipun ia sendiri dalam keadaan tidak baik - baik saja.


Akram menekan nomor seseorang dan memulai panggilan.


" Besok pagi kau antarkan berbagai macam dessert ke panti. Pastikan mereka semua makan dengan puas jangan sampai ada yang tertinggal. Berikan mereka selama seminggu." Titah Akram pada seseorang di seberang sana.


" Haaaahh, anda serius tuan?" tanya Freya tidak percaya Akram melakukannya dengan semudah itu.


" Apa aku terlihat seperti bercanda?" ketus Akram.


" Ehmm. tidak tuan! terima kasih banyak tuan. Saya akan selalu mengingat kebaikan tuan meskipun kontrak kita telah selesai. Jika tuan membutuhkan pertolongan saya, saya siap membantu anda tuan." ucap Freya senang.


" Ah, pasti anak - anak sangat senang bisa makan dessert yang lezat selama seminggu." sambungnya sambil tersenyum lebar membayangkan kebahagiaan anak - anak panti saat memakannya.


Tapi senyum itu hanya sejenak, tiba - tiba Freya teringat akan sesuatu yang menyebabkan senyumnya buyar. Dan melihat di sekitar Kafe. Semua meja terlihat kosong, hanya meja mereka yang terisi. Ia menyadari pengunjung gila yang masih datang di kafe rooftop ini pada tengah malam hanya lah mereka berdua.


Tiba - tiba ia bergidik ngeri bayangan yang tadi sempat hilang langsung muncul kembali.


Ia menatap penuh waspada ke arah Akram.


" Kenapa ekspresimu tiba - tiba berubah seperti itu?" tanya Akram saat mata Freya menatapnya sangat tajam.


" A..aanu tuaaan, setelah ini anda tidak akan melakukan sesuatu terhadap saya kan?" tanya Freya penuh hati - hati.


" Buahahahahahahaa...ckckck dasar kau ini. Sebenarnya apa sih yang kau pikirkan dari tadi?" ucap Akram tertawa lepas melihat kepolosan wajah Freya yang terlihat menggemaskan di matanya sambil menyentil dahinya.


" Auw....sakit tuan!" keluh Freya mengusap dahinya.


" Pufttt.....hahahahahha."

__ADS_1


" Haah!" Freya begitu tertegun mematung melihat Akram dapat tertawa lepas seperti itu. Ia benar - benar tidak dapat menebak isi pikiran Akram.


__ADS_2