
Prok...prok...prok...... Terdengar suara tepuk tangan yang meriah di sebuah aula pertemuan yang terdapat di salah satu hotel di Bali.
" Selamat atas presentasinya bu wakil divisi. Saya merasa puas akan materi yang anda sajikan. Saya merasa produk dari HVZ Group akan menjadi bintang di kota Bali ini." Ucap Seorang CEO dari perusahaan TnT Group yang terjun ke bidang pariwisata.
" Terima kasih tuan Zidan, saya merasa senang jika anda puas akan produk kami!" Balas Freya dengan segala kerendahan hati setelah ia berhasil dengan sukses mempresentasikan materinya tentang pemasaran produk baru dari perusahaan nya.
" Baiklah kalau begitu! Besok saya akan menandatangi kontrak kerja sama kita. Sekaligus saya ingin mengundang pak Ketua Divisi dan bu Wakil Divisi dalam acara pesta yang saya selenggarakan di hotel ini." Ucap tuan Zidan senang akan kerja sama mereka yang berjalan dengan lancar dan memuaskan.
" Terima kasih tuan Zidan akan kerja sama ini dan undangan anda. Kami akan mempersiapkan kontrak perjanjian kerja sama produk ini. Semoga ke depannya akan berjalan lancar." Ucap Gio dengan bersalaman yang di susul oleh Freya.
" Kerja yang bagus! Istirahat lah, masih banyak waktu mu untuk bersantai dan mempersiapkan kontrak perjanjian kerja samanya." Puji Gio setelah mereka sudah keluar dari ruangan dan masih berada di lobi.
" Terima kasih Pak! Ini sudah menjadi tanggung jawab saya. Anda jangan terlalu memuji." Ucap Freya.
" Bukan kah kau senang jika mendapat pujian?" Tanya Gio.
" Benar, saya sangat senang jika hasil kerja keras saya di hargai dan di puji terutama dari seseorang yang spesial bagi saya." Jelas Freya.
" Tapi kenapa ekspresi terlihat tidak senang!"
" Maaf pak Gio! Saya merasa tersanjung anda selaku atasan saya telah memuji pekerjaan saya. Itu suatu penghargaan bagi saya agar terus meningkatkan kualitas kerja saya." Ujar Freya tegas agar tidak ada celah di antara mereka.
" Kau....apa kau sudah mengosongkan hatimu untukku?" Tanya Gio
" Saya masih berusaha menata kembali hati saya, saya sudah mengikhlaskan anda meskipun masih terasa berat." Ujar Freya.
" Ku mohon Frey, beri aku kesempatan aku benar - benar mencintaimu." Mohon Gio.
" Hah....hari gini kau bicara tentang cinta! Gak salah! kau tega mengkhianati ku dengan menikahi wanita lain setelah lima tahun kita lalui bersama? Dan kau sanggup bicara masih mencintaiku? Hahahaha...sadarlah Gio! Hubungan kita benar - benar sudah putus." Berang Freya merasa muak akan rengekan Gio yang mengemis - ngemis akan cintanya.
" Aku tahu Frey, aku salah tapi aku memiliki alasan lain telah mengambil keputusan ini. Aku yakin kau juga masih mencintaiku." Ucap Gio.
__ADS_1
" Ya, aku sangat mencintaimu tapi itu dulu." Tegas Freya.
" Frey."
" Cukup Gio. Aku tidak ingin membahas masalah ini lagi. Aku harap hubungan kita hanya sebatas atasan dengan bawahan." Ucap Freya mengingatkan.
" Frey, jika kau sudah berhasil move on dariku kenapa hingga sekarang kau masih sendiri?" Seru Gio masih kekeh mengharapkan belas kasih Freya.
" Haaah....kau benar - benar sudah berubah Gio. Apa kau pikir aku masih sendiri karena masih mencintaimu? Aku masih ingin menikmati masa sendiri ku dengan tenang dan mengosongkan hati ku dari mu. Agar kelak aku dapat benar - benar menerima dan mencintai pria lain tanpa bayanganmu." Ucap Freya.
" Frey...."
Drrttt....drttt....drttt..ucapan Gio langsung terpotong akibat suara handphone Freya yang berdering menandakan adanya sebuah panggilan masuk.
Tanpa membuang kesempatan, Freya langsung berpamitan meninggalkan Gio begitu saja untuk mengangkat panggilannya.
" Saya permisi pak Gio! Sampai bertemu besok." Pamit Freya.
" Frey.....! Bisakah aku menemui mu?" Teriak Gio karena Freya sudah pergi menjauh.
"Cih....dasar tidak tahu malu. Seenaknya berkata tentang cinta dengan ku. Hahahahaa lucu sekali." Omel Freya kesal tanpa berhasil mengangkat panggilan masuk dari Diandra.
Merasa bersalah akan sikapnya, ia pun segera menelepon balik Diandra yang sudah duduk di bangku sebuah taman hotel yang berhadapan langsung dengan hamparan laut biru yang mengagumkan.
" Hufthhh...gara - gara si brengsek Gio waktuku jadi terbuang sia - sia. Ckkk...."cebik Freya kesal dan menghirup udara sedalam - dalamnya.
" Halo honey! Maaf sayang, tadi panggilan mu tidak terangkat!" Ucap Freya merasa beruntung seseorang yang ia harapkan untuk mengeluarkan uneg - uneg nya tiba - tiba muncul meneleponnya.
" Ah, kau kemana saja sih! Kau di mana beb?" Tanya Diandra sahabat kentalnya.
" Maaf honey, kebetulan kau menelepon. Aku sedang kesal neh, kau tahu! Aku sedang berdebat dengan Gio. Setelah dia berkhianat seenaknya saja dia berbicara tentang aku masih mencintaimu Frey! Beri kesempatan sekali lagi. Cih.... dasar pembual!" Omel Freya langsung mengeluarkan semua uneg - uneg nya tanpa ragu kepada sahabat sekaligus tempat curhatannya yang dapat ia andalkan.
__ADS_1
" Benarkah! Ah aku benar - benar tidak habis pikir ya, ternyata kedok dia akhirnya terbongkar setelah berhasil di tutupinya selama 5 tahun kalian bersama.
" Tapi itu tidak benar honey! Gio itu benar - benar pria yang hebat dan hangat. Mungkin ada suatu alasan makanya ia tega berbuat seperti itu." Bela Freya.
" Ck...dasar kau ya! Tadi kau menggebu - gebu saat menceritakan kekesalan mu lah sekarang kau malah membelanya. Dasar plin plan!" Cebik Diandra.
" Honey! Tenanglah! Aku tidak membelanya tapi ya memang begitu lah kenyataannya. Ah sudah lah! Sekarang aku sudah merasa lega telah mengeluarkan uneg - uneg." Ucap Freya.
" Dasar kau ya! Kau anggap aku tempat sampah hah..! Seenaknya saja kau membuang uneg - uneg mu begitu." Cebik Diandra.
" Tapi, aku benar - benar beruntung mendapatkan tempat sampah seperti dirimu! Jika tidak ada kau mungkin aku tidak sanggup menghadapi masalah hidupku. Bisa - bisa aku malah stroke di usia muda. Huuhhh!" Keluh Freya.
" Terima kasih! Sudah menganggap ku sangat berarti bagimu. Ohya, kau sedang apa? Apa kau sudah makan?" Tanya Diandra.
" Aku yang malah berterima kasih honey! Ini aku sedang jalan - jalan untuk menguapkan kekesalan ku agar terbang terbawa angin bersama luapan air laut." Ucap Freya.
" Memangnya kau lagi di mana?" Tanya Diandra.
" Sedang menikmati udara laut di pantai Bali." Ucap Freya.
" Bali? Kau serius sedang ada di Bali?" Tanya Diandra tidak percaya.
" Benar honey? Sudah dari kemarin aku di sini karena perjalanan dinas yang rutin di adakan setiap tiga bulan sekali." Jelas Freya.
" Ah, kenapa kau tidak ke tempat ku saja kebetulan aku juga sedang di Bali beb! Satu jam lagi pekerjaan ku selesai. Akan ku share ya alamatku." Ucap Diandra.
" Benarkah! Ah, kau benar - benar seperti malaikat ku yang selalu ada saat aku membutuhkan." Teriak Freya senang.
" Baiklah! Sampai jumpa satu jam lagi beb! Akan segera ku share ya! Dadah beb." Seru Diandra memutuskan panggilan setelah mendapat balasan Freya.
Setelah mendapat kiriman alamat dari Diandra lewat aplikasi hijau membuat Freya dengan segera pergi ke alamat tujuan dengan bersenandung ria.
__ADS_1
" Ternyata secepat itu kau telah mengganti posisiku di hatimu Frey! Pantas saja kau begitu acuh padaku." Geram seorang pria dengan rahang yang mengeras dan tangan yang terkepal kuat. Tanpa sengaja ia mendengar pembicaraan Freya dengan seseorang di telepon.
Dengan membuang nafas yang kasar, pria tersebut juga meninggalkan tempat yang sama dengan Freya untuk menjemput seseorang.