Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 35 Dari Dara ke Cleona


__ADS_3

" Nah, Dara mulai sekarang rumah ini menjadi tempat tinggalmu yang baru. Dan kami adalah orangtua barumu. Kau bisa panggil kami mama dan papa ya." ucap seorang wanita yang berusia sekitar 30 tahunan yang ditinggal pergi oleh anak perempuannya yang berusia tiga tahun karena sakit.


" Iya nyonya....eh Ma." ucap gadis kecil berusia 11 tahun yang bernama Dara.


" Kau harus membiasakan diri mulai sekarang ya sayang." ucap nyonya Farah dengan lembut.


" Iya Ma." ucap Dara


" Bagus, kalau begitu ayo kita ke kamarmu ya, mama akan tunjukkan kamarmu yang sudah mama siapkan untukmu." Ajak nyonya Farah.


" Iya Ma." Ujar Dara mengikuti langkah mama angkatnya di belakang.


Ya setelah kejadian kebakaran panti asuhan seminggu yang lalu, Dara yang merupakan gadis kecil berusia 11 tahun salah satu anak asuh bunda Sifa telah mendapatkan orangtua angkat oleh keluarga tuan William.


Setelah menyelesaikan seluruh prosedur pengadopsian anak panti asuhan, keluarga tuan William langsung membawa Dara anak angkatnya ke luar negeri.


Ceklek,,, setelah pintu kamar di buka terlihat jelas isi kamar dengan dekorasi yang penuh dengan boneka, gambar animasi dan warna merah muda yang mendominasi ruangan.


Melihat kamar yang begitu besar dan indah membuat Dara begitu terpana.


" Wah...cantik sekali kamarnya?" ujar Dara dengan mata yang berbinar.


" Kau menyukainya? syukurlah, karena mama belum tahu selera mu." ucap nyonya Farah.


" Sangat suka Ma. Terima kasih banyak ma!" ucap Dara memeluk mama angkatnya.


" Nah, masuklah dan istirahatlah? sebentar lagi papa akan pulang." Titah Nyonya Farah.


" Baik Ma! memangnya tuan.... eh papa kemana Ma?" tanya Dara.


" Tadi sewaktu kita sampai, tiba - tiba papa dapat telepon kemudian langsung pergi karena ada urusan. Mungkin nanti saat makan malam kita akan kumpul dengan papa." Jelas mama Freya.


" O...." ucap Dara dengan mulut yang membentuk huruf O. Kemudian ia pun menarik koper bawaannya ke dalam kamar.

__ADS_1


Setelah pintu tertutup, Dara mengitari seluruh ruangan kamar pribadinya, kamar yang luasnya tiga kali lipat jika di banding dengan kamar di panti membuatnya merasa bersyukur memiliki orangtua adopsi. Meskipun hatinya juga terasa sepi dan kehilangan dengan dua sosok sahabatnya yang sampai sekarang belum juga memiliki orangtua adopsi.


Kamar yang berisi sampai lima orang dengan tempat tidur tingkat 2, membuat Dara merasakan kelengangan dengan kamar barunya sekarang ini.


" Fiuhhh.....kamar nya begitu besar jika dibanding dengan kamar saat di panti jauh sekali. Tapi terasa hampa tanpa mereka." ujar Dara sedih harus mulai beradaptasi dengan lingkungan dan keluarga barunya.


" Kau pasti bisa Dara, aku kan bisa komunikasi lewat handphone." Ucap Dara menyemangati dirinya.


Untuk mengisi waktunya, Dara pun membereskan barang - barang pribadinya. Dua buah figura foto dirinya dengan kedua sahabatnya ia letakkan di nakas sebelah ranjangnya.


Foto yang satu merupakan foto dirinya yang baru ia ambil sebelum ia berangkat ke luar negeri dengan meminjam sebuah kalung liontin bermatakan permata biru sapphire milik Freya yang sudah tersemat di lehernya.


Setelah selesai beres - beres, Dara mengitari seluruh ruangan, ia melihat kamar mandi, dan ruang ganti lanjutkan ke balkon kamar yang langsung menampakkan panorama gedung - gedung tinggi.


" Nah, kau senang dengan rumah dan kamar barumu?" tanya tuan William setelah makan malam mereka selesai.


" Senang banget Pa, kamarnya cantik banget dan luas." jawab Dara senang.


" Nah, besok kau akan papa antar ke sekolah baru mu. Semua l sekarang namamu Cleona Hans William. Meskipun papa merubah nama mu tetapi masih papa sematkan nama lamamu. Bagaimana kau menyukainya?" tanya Tuan William.


Seiring berjalannya waktu, Cleona tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik bertubuh tinggi dan memiliki postur tubuh yang indah. Meskipun usianya masih beranjak 20 tahun, ia sudah sukses dalam karirnya di dunia permodelan.


Ia berhasil masuk ke pasar internasional berkat kemampuannya dan kecantikannya yang tidak di ragukan lagi.


Banyak agensi yang ingin merekrutnya namun ia hanya bertahan di satu agensi yang cukup bergengsi di dunia hiburan yang berada di bawah naungan seorang CEO yang berkompeten.


Selama 5 tahun perusahaan agensi tersebut telah membesarkan namanya di dunia hiburan. Namun semakin cemerlang karirnya akan semakin besar juga angin yang menerpa. Begitu juga karir yang di alami Cleona juga tak luput dari angin yang bertiup.


Karir yang sedang berada di atas kejayaannya juga tak lepas dari angin yang lewat, Cleona yang tak luput dari berbagai skandal - skandal yang menyapanya juga datang silih berganti. Termasuk skandal yang telah menariknya ke dalamnya hingga menyebabkan karirnya mulai meredup.


" Papa gak mau tahu pokoknya kau harus bisa mendekati Tuan Akram Mazhar Ghazalan seorang CEO dari perusahaan induk Akraya Group yang juga salah satu memiliki cabang anak perusahaan agensi tempat kau di besarkan. Dengan begitu kau bisa menyelamatkan perusahaan papa dan dapat menyelamatkan hidup mama mu." Ancam Tuan William tegas pada suatu malam yang mana Cleona juga sedang mengalami suatu masalah dalam karirnya


Dan kini, ia di tambah dengan suatu masalah baru dengan di hadapkan masalah kebangkrutan perusahaan papanya sekaligus keselamatan hidul mamanya yang sedang berjuang melawan penyakit kanker otak yang sedang ia derita.

__ADS_1


" Nah, untuk memulai pendekatan kau dengan tuan Akram! kau bisa menggunakan foto ini." sambung papa William sambil menyerahkan sebuah foto yang tidak asing baginya.


" Inikan foto..."


" Kau pasti akan mengerti guna foto itu kelak. Sekarang bersiap - siaplah kau kembali ke Indonesia. Jika kau berhasil maka mama mu juga kemungkinan besar masih dapat di selamatkan." sambungnya memotong ucapan Cleona.


" Fiuh....ah....dasar menyebalkan, kenapa masalah ini terjadi dalam hidupku sih, bikin kesal saja! jika bukan karena mereka orangtua angkat ku yang juga telah berjasa, untuk apa aku repot - repot melakukan ini. Seperti wanita murahan saja sih harus mendekati seorang pria." Oceh Cleona yang terngiang - ngiang ucapan papanya di kepalanya.


Dengan langkah yang berat Cleona menarik kopernya menuju jalan keluar dan mencari targetnya saat telah landing dari pesawat.


Dengan rasa malas matanya menyelusuri setiap sudut bandara internasional mencari target yang sudah di rencanakan oleh tuan William.


Setelah berjalan selama 10 menit dari kejauhan ia melihat sosok pria yang bertubuh tinggi sedang berjalan menuju pintu keluar bandara yang di ikuti oleh seorang pria yang juga tak kalah tinggi dengannya mengikuti di belakang.


Tidak ingin kehilangan mangsanya, Cleona dengan sigap melajukan langkahnya untuk mengejar sang target.


Setelah mendekat dan hampir berjalan saling berhadapan, ia pun bersiap - siap untuk memulai aksinya yang sengaja menabrakkan dirinya ke tubuh Akram.


" Dug...." dengan sukses Cleona pun berhasil menabrakkan bahunya ke bahu sang target.


" Auwhhh,..." akting Cleona dengan memasang wajah yang memelas dan kesakitan agar mendapat simpati dari Akram.


" Kau...." teriak Akram merasa ke


" Ah,,maafkan aku tuan. aku benar - benar tidak sengaja." ucap Cleona menundukkan kepalanya berkali - kali sambil menjatuhkan sebuah foto.


" Ck..." tatap Akram melihat ke arah Cleona yang masih menundukkan kepalanya.


" Saya minta maaf tuan!" Ucap Cleona berlalu dari hadapan mereka berdua setelah melihat sebuah anggukan dari pria yang ada di belakang pria yang ia tabrak.


Setelah Cleona tak terlihat, pria tersebut yang tak lain adalah Akram dan asistennya pun bergegas melanjutkan langkah mereka.


Namun, langkahnya terhenti saat ia melihat sebuah foto yang tidak asing baginya. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung memungut foto tersebut.

__ADS_1


" Foto ini.....?" ucap Akram terkejut setelah melihat dengan jelas sosok yang ada di dalam foto tersebut.


__ADS_2