Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
pelukan hangat.


__ADS_3

Yesa duduk di kursi depan kantor seorang diri. Semua teman teman nya sudah pulang dan tinggal ia sendirian.


Ezi menepikan mobilnya di halaman kantor, ponsel nya tertinggal di dalam hingga ia kembali.


Ezi tertegun melihat Yesa yang duduk mematung sendiri. Terlihat beberapa kali menyeka air matanya, entah apa yang terjadi dengan nya ?


Gegas Ezi keluar dari mobil lalu menghampiri Yesa.


"Eca....?"


Seru Ezi membuat Yesa mematung melihat Ezi berada di hadapannya.


Kenapa pria ini kembali ? bukan kah Ezi sudah pulang sejak tadi siang.


"Kamu Kenapa ?"


Tanya Ezi memindai wajah Yesa yang sembab.


"Enggak apa apa bang. hum...maaf pak Ezi ?!"


Ezi tersenyum simpul mendengar perkataan Yesa.


"kenapa kamu belum pulang ? Sudah mendung dan sebentar lagi seperti nya akan turun hujan !"


Sambung Ezi memperhatikan Yesa yang tidak berani menatap nya.


"Lagi nunggu ojol ini juga bang !"


Jawab Yesa mengalihkan pandangan nya.


"Kamu enggak di jemput ?"


Pedih rasanya mendengar pertanyaan itu, Lagi lagi Yesa menghela nafas berat.


"Kamu tunggu sebentar. Nanti Abang anterin kamu pulang dek !"


Ujar Ezi lalu masuk ke dalam kantor mengambil ponsel nya.


"Ayo kita pulang !"


Ajak Ezi menarik tangan Yesa melangkah menghampiri mobil nya.


"Ayo masuk dek !"


Titah Ezi gerimis sudah mulai turun lekas Ezi masuk ke dalam mobil.


"Suami kamu belum pulang kerja ?"


Tanya Ezi menoleh ke arah Yesa yang tidak bersuara.


"Maaf ya kalau Abang kepo sama urusan kamu. Abang cuma heran aja sering ngeliat kamu sedih. Sebenarnya kamu bahagia enggak sih hidup sama suami kamu ?"


"Kalau enggak bahagia, Abang mau apa ?"


Sergah Yesa menghapus air mata nya dengan kasar.


Ezi menarik nafas dalam-dalam lalu menoleh ke arah Yesa yang menangis.


lekas Ezi merengkuh tubuh Yesa, namun Yesa meronta menolak perlakuan itu.


"Kamu enggak tahu seperti apa aku menjalani hari hari ku tanpa kepastian, kamu pergi begitu saja dan sekarang kamu datang bertanya apakah aku bahagia hidup dengan nya ?"


Ucap Yesa sambil menangis.


"Awal nya memang bahagia tapi sekarang....!"


Apa ia harus bercerita bahwa Arka lebih memilih hobi dan karir nya ketimbang istri nya.


Gegas Yesa keluar dari mobil saat hujan turun dengan deras. Lekas Ezi juga turun lalu mengejar Yesa.


"Tunggu ca?"

__ADS_1


langkah Yesa terhenti saat Ezi berhasil mencekal lengan nya.


"lepas bang! biarkan aku pulang sendiri !"


Ezi menatap lekat wajah Yesa yang sembab, keduanya berdiri di bawah guyuran hujan dan Ezi tidak melepas kan cekalan nya.


"lepas bang !"


Ezi menarik tubuh Yesa lalu memeluk nya erat. Yesa berusaha untuk melepaskan namun pelukan Itu justru membuat nya tenang.


Yesa tidak menampik bahwa dalam hati nya masih tersisa rasa untuk Ezi.


Ezi melepaskan pelukannya lalu menggenggam tangan Yesa masuk ke dalam mobil nya.


Ezi duduk bersandar pada mobil lalu menghela nafas panjang. Kini keadaan mereka sama-sama basah kuyup.


"Abang tahu Ca, kalau Abang salah. Abang juga nyesel banget, tapi Abang enggak ada pilihan lain. Berharap kamu bisa menemukan seseorang yang lebih baik dari Abang, tapi kalau seperti ini Abang enggak rela !"


Ujar Ezi menoleh ke arah Yesa.


"Dia tuh sibuk sama hobi nya, Dia selalu mementingkan teman teman nya...... !"


Cakap Yesa menunduk sambil menangis.


Ezi kembali mendekap nya dan kali ini Yesa menerima pelukan hangat itu.


Ia sadar bahwa ini gila dan mungkin ia sudah hilang kewarasan, tapi dalam hati begitu mendambakan seorang yang memahami keadaan hati nya.


"Sudah jangan menangis lagi, Abang janji akan selalu ada untuk kamu !"


Ujar Ezi menghapus air mata Yesa.


"Kita jalan sekarang ya!"


Yesa mengangguk.


Ezi melajukan mobilnya menuju sebuah butik. Ia harus segera mengganti pakaian mereka.


Ujar Ezi mengusap kepala Yesa.


"Mau apa bang ?"


Tanya Yesa saat mereka sampai di sebuah butik.


"Ganti pakaian lah dek, masa kita kayak gini. Setelah ini kita pergi makan ya ?"


jawab Ezi lalu mengajak Yesa masuk ke dalam butik tersebut.


"Silahkan masuk pak, ibu !"


Ucap pramuniaga butik tersebut.


"Ca, kamu pilih baju untuk Abang. Nanti Abang pilih kan untuk Kamu !"


Cakap Ezi membuat Yesa terperangah.


"Enggak ah bang !"


tolak Yesa merasa malu pada Ezi.


"Udah cepat !"


sergah Ezi menyuruh Yesa memilih pakaian untuk nya.


Yesa tersenyum sendiri lalu memilih pakaian untuk Ezi, seketika itu ia melupakan kesedihannya karena Arka.


"Nih bang !"


Ucap Yesa menyodorkan sebuah kaos santai berwarna putih dan celana pendek Levis berwarna Navy.


"Ini untuk kamu, Abang enggak beli dalam nya soal nya enggak tahu ukuran nya !"

__ADS_1


"Ih....!"


Sergah Yesa memukul pundak Ezi pelan membuat Ezi terkekeh kecil.


"Udah sana cepat ya dek. Abang laper !"


Cetus Ezi lalu masuk ke ruang ganti.


lekas Yesa juga masuk untuk mengganti pakaian nya yang basah.


Tak lama keduanya keluar dengan pakaian yang tadi mereka pilih.


Ezi langsung membayar nya, dan menolak saat Yesa hendak membayar dengan uang sendiri.


"Udah biarkan Abang tanggung jawab !"


Cakap Ezi membuat Yesa terkekeh kecil, entah apa maksud pria itu.


"Ayo kita pergi makan !"


Ajak Ezi menggenggam tangan Yesa masuk ke dalam mobil.


Hal yang begitu Yesa harapkan dari Arka, namun selama ini Arka tidak pernah menggenggam tangan nya jika mereka jalan bersama.


"Mau makan dimana ?"


Tanya Ezi menoleh ke arah Yesa.


"Dimana aja bang ?!"


Jawab Yesa membiarkan Ezi memilih tempat makan untuk mereka.


Ezi melajukan mobilnya menuju tempat makan yang selalu mereka datangi dulu.


Setengah jam kemudian mereka sampai dan Yesa tertegun melihat rumah makan tersebut.


"Saung kabogoh..."


Di rumah makan tersebut terkenal dengan ayam bakar nya yang enak dan lezat.


Dulu mereka selalu datang tiap kali weekend, dan sekarang Ezi kembali mengajak nya ke tempat itu.


"Ayo !"


Ajak Ezi menuntun tangan nya masuk ke dalam rumah makan itu. hampir Lima tahun ia tidak mendatangi rumah makan itu dan keadaannya masih sama.


Tempat itu selalu ramai pengunjung karena memang tempat nya sangat nyaman.


"Kenapa kemari bang ?"


Tanya Yesa sambil berjalan masuk mencari tempat kosong.


"Aku enggak pernah melupakan kita, meskipun jauh tapi Abang selalu ingat kamu.!"


Ujar Ezi membuat Yesa menghela nafas panjang.


"Kamu yang ninggalin aku!"


"Maaf !"


Jawab Ezi menggenggam tangan Yesa.


"Ayo duduk dan pesan semua makanan yang kamu suka !"


cakap Ezi tersenyum tulus ke arah Yesa hingga kini keduanya saling bertatap.


Tatapan mata penuh cinta itu masih tetap sama seperti dulu, tapi bagaimana dengan keadaan ku saat ini ? Rasa nya nyaman dan tenang bersama Ezi, seperti hal yang pernah aku rasakan dulu, Namun kini keadaan nya lain karena ia terikat oleh pernikahan.


Apa yang terjadi saat ini adalah sebuah kesalahan dan dosa, tapi Ego begitu keras dan tidak peduli karena jiwa haus akan kasih sayang.


Bersambung....

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2