Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
Mengemis cinta.


__ADS_3

"Abang berangkat dulu ya, pak Reza udah telpon. Abang juga udah transfer uang untuk pembayaran rumah sakit. kamu cepat sembuh ya, Istri Abang tuh enggak boleh manja." Ujar Arka pamit untuk pergi. Yesa terdiam mendengar penuturan Arka yang begitu menohok.


Bukan manja, tapi apa salah jika ia meminta sedikit perhatian nya. Bahkan Yesa bukan lagi meminta, namun ia mengemis cinta pada arka.


Yesa tidak menjawab dan hanya bulir bening yang menjadi saksi betapa pedih hati nya akan sikap arka.


Arka pergi meninggalkan nya begitu saja, saat itu lah tangis itu pecah membuat Wina membeku seketika.


Ia benar benar iba dengan kondisi sang kakak yang harus mengemis perhatian dari suami nya sendiri.


"Sabar ya kak..." ujar Wina memeluk Yesa yang masih menangis tergugu.


Tak selang lama suster datang untuk memindahkan Yesa ke ruang inap kelas tiga sesuai permintaan dari arka, dan saat itu pula berpapasan dengan Ezi dan Luna yang baru saja tiba di rumah sakit.


Yesa menyeka air matanya saat Ezi dan Luna masuk ke dalam ruangan itu.


"loh mau di bawa kemana ?" tanya Ezi pada suster yang langsung menoleh ke arah Yesa.


"pindah ke ruang kelas tiga bang !" jawab Yesa menunduk menyembunyikan wajahnya yang sembab.


"Kenapa pindah ? Tunggu dulu suster. Tolong Anda keluar sebentar !" pinta Ezi dan di anggukan oleh suster itu.


"Ada apa sih Ca ?" tanya Ezi duduk di tepi ranjang memperhatikan Yesa yang masih menunduk.


"Bang arka bilang biaya nya mahal kalo Yesa di ruang VVIP, bang !" jawab Yesa membuat Ezi menghela nafas panjang. Untuk istri nya aja dia masih itungan? Suami macam apa?


"Mana arka ? mau Abang tonjok mukanya !" jawab Ezi dengan geram.


Yesa mendongak melihat Ezi yang kesal pada arka.


"Bilang sama dia, Abang yang akan bayar semua biaya perawatan kamu sampai sembuh. Dia enggak usah keluarkan uang kalau merasa rugi !"


Cakap Ezi membuat mereka tertegun.


Andin tersenyum licik mendengar semua perkataan Ezi, ia sudah merekam nya dan semua akan menjadi bukti kalau istri kakak nya itu selingkuh.


Awalnya Andin berniat menjenguk Yesa saat Arka memberi tahu nya bahwa Yesa masuk rumah sakit karena tipus, namun justru ia melihat keadaan yang tidak terduga.


jadi benar mereka ada hubungan spesial.


Andin mengurungkan niatnya untuk menjenguk Yesa, nanti saja kalau tidak ada selingkuhan kakak nya itu.


Andin sudah mengantongi beberapa bukti untuk menjatuhkan Yesa, namun ia tidak akan memberi tahu Arka sekarang. dua bulan lagi arka selesai kontrak dan akan pulang ke Jakarta, saat itulah ia akan membeberkan semua nya pada Arka.


"Senang senang saja dulu, sebentar lagi mampus !" gumam Andin lalu pergi meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


*


Ezi menghapus air mata yang menetes pada pipi Yesa yang pucat.


suami macam apa yang tega meninggalkan istri nya yang tengah sakit demi karir nya. Apa tidak ada kebijakan sama sekali dari pelatih nya.


jika melihat kebaikan serta perhatian Ezi, tentu Wina mendukung kakak nya itu dengan Ezi.


Seperti nya pria itu benar benar tulus menyayangi Yesa.


"Abang belikan bubur halus tadi di jalan. rasanya enak enggak seperti bubur di rumah sakit. kamu makan ya."


Yesa menggelengkan kepalanya merasa kan ulu hati nya yang semakin perih.


"Mau Abang suapin?" tanya Ezi membuat Yesa kembali menangis. Ia mengingat ucapan arka yang mengatakan bahwa ia tidak boleh manja.


Manja ? Astaga kenapa arka seperti itu ?


"Biar Wina yang suapi kak !" seru Wina menghampiri Yesa.


"Ya sudah, Abang urus administrasi kamu dulu. Pokoknya jangan pikir kan apapun selain kesembuhan kamu. Abang akan bayar semua dan minta dokter kasih kamu obat yang paling bagus !"


Cakap Ezi membuat bulir bening itu kembali terjun bebas.


"Sudah jangan menangis, Abang langsung ke kantor sama Luna. Mungkin nanti malam Abang kemari lagi. Abang mau pergi ke Bandung untuk urusan pekerjaan !"


"Bang, terima kasih !"


Ezi mengangguk lalu pergi setelah mengusap pucuk kepala Yesa.


"Astaga, bang Ezi baik banget kak !"


ucap Wina setelah Ezi pergi meninggalkan ruangan itu.


"enggak tahu deh dek, kakak bingung harus bagaimana?!"


jawab Yesa menyapu air mata nya.


"Enak kak bubur nya ?"


Yesa mengangguk. Ezi memang paling bisa membuat nya tenang.


Tak selang lama Erlin datang untuk mengganti Wina, bungsu nya itu harus pergi ke kampus.


Yesa meminta Wina untuk tidak menceritakan kejadian tadi pada sang ibu. Yesa tidak ingin Erlin sedih jika mengetahui sikap menantu kesayangan nya itu ?

__ADS_1


"Kamu sudah makan ?" tanya Erlin duduk memindai wajah Yesa tampak sembab.


Yesa mengangguk lalu meminta obat pada Wina.


"Arka ada kemari ?"


Yesa mengangguk lagi.


"sekarang mana ?"


"Udah berangkat Bu, dia bilang harus pulang karena besok di malang ada acara jumpa fans. Jadi tadi cuma sebentar !" jawab Yesa lalu menunduk.


"ya sudah tidak apa-apa, ada kita di sini yang menemani kamu !" jawab Erlin mencoba memahami keadaan Arka. padahal batin anak nya menangis sedih karena perlakuan arka hingga ia harus mengemisnya cinta.


Usai itu Wina pulang dan Erlin yang menemani Yesa di rumah sakit.


**


Andin datang ke rumah dan langsung mengadukan hal itu pada Fitri. Tentu saja Fitri langsung marah dan tidak terima jika arka di selingkuhi oleh istri nya.


"benar benar enggak tahu diri tuh si Yesa, kurang apa coba arka !?"


Ujar nya dengan kesal.


"pantesan enggak mau LDR, dia takut Arka selingkuh dan tahu nya malah dia yang main gila. kasih tahu Abang mu !" Sambung nya dengan nada geram.


"jangan sekarang Bu, bang arka kan dua bulan lagi di malang. kalau dia tahu sekarang, otomatis akan merusak konsentrasi bang arka di lapangan. Jadi tunggu bang arka pulang dari Malang dan kita beberkan semua nya nanti. Andin yakin kalau Yesa pasti langsung di ceraikan." tutur Andin mengulas senyum dengan semua rencana nya itu.


*


Seharian ini Yesa hanya tidur dan jika bangun hanya ada chat dari Ezi. pria itu terus menanyakan kabar nya.


Arka sendiri baru sampai di Malang, dan rasa lelah membuat nya langsung merebah di ranjang.


Arka terdiam sambil memikirkan kotak musik yang berada di dalam lemari pakaian Yesa, kenapa Yesa menyimpan nya dengan tersembunyi? ia sengaja menyembunyikan nya? Tapi kenapa? Apa benda itu pemberian seseorang.


Arka juga melihat sebuah tas keluaran terbaru berada di lemari nya, arka yakin tas itu pasti harganya mahal. dari mana Yesa mendapatkan nya? Sedangkan beberapa bulan ini arka tidak mentransfer uang bulanan. Sengaja arka melakukan itu dan menyimpan uang nya di tabungan. Arka berpikir kalau yesa pasti akan menghabiskan uang nya jika semua ia kirim kan, Arka tahu kalau Yesa itu cukup royal jika pegang uang.


Lalu dari mana ia mendapatkan barang barang itu? Arka yakin kalau gajih Yesa di kantor itu tidak seberapa.


Bersambung...


Adakah suami di sana yang selalu bertanya,,Uang habis pakai apa??


Hehe. Memang durjana 😅😅😅👍🙏

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mendukung author 😍😍😍


__ADS_2