Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
tertawan hati.


__ADS_3

Andin mengerutkan kening nya melihat yoga yang sudah bersiap pergi memancing.


"bang, kamu mau pergi mancing lagi?" tanya Andin menghampiri suaminya itu.


"Biasanya juga gitu, enggak usah nanya lagi. Bawel !" Jawab Yoga membuat Andin menganga seketika.


"Oke, tapi bagi duitnya sini !" Ujar Andin dengan geram.


"Enggak ada, kamu tahu kan besok baru gajian din." balas yoga lalu masuk ke dalam mobil.


"ya tapi masa kemarin udah habis !?" tanya Andin membuka pintu mobil yoga.


"habis, aku udah pakai buat beli ikan salmon untuk bikin umpan ikan. Udah ah sana !" Ujar Yoga lalu menutup pintu mobil sementara Andin menganga sendiri mendengar penuturan yoga.


Untuk membuat umpan ikan dia enggak segan segan keluarin uang, beli salmon segala. sementara istri nya? Kasih uang sedikit sedikit.


"Yoga.......! Dasar gila !" teriak Andin dengan geram mengepal kan tangan nya kesal.


"lama lama bisa gila...!" ujar Andin kesal menendang tempat sampah hingga ke gerbang rumah.


"Hobi terus... bikin stress..!" umpat Andin lalu masuk ke dalam rumah dengan membanting pintu.


***


Seminggu berlalu keadaan Yesa sudah membaik hingga dokter mengizinkan nya untuk pulang.


Sepekan ini juga Ezi tidak menemui nya, namun tetap mengirim pesan pada Yesa.


pria itu tidak henti memberikan nya semangat untuk sembuh, semua biaya rumah sakit sudah Ezi lunasi.


"pulang ke rumah ibu Atau ke rumah kamu yes?" tanya Erlin sambil mengemasi barang barang mereka.


"ke rumah ibu saja Bu, nanti kalau sudah benar benar sehat Yesa pulang ke rumah !"


Erlin mengangguk lalu menghubungi Rusli untuk menjemput mereka.


Yesa juga memutuskan untuk Risen dari kantor. bukan hanya tentang hubungan nya dengan Ezi, tapi juga kondisi tubuh nya yang memerlukan istirahat.


Beberapa kali Arka menghubungi nya dan memberikan perhatian kecil, namun Yesa bersikap dingin.


Ia sudah memutuskan untuk tidak memintanya lagi, apa lagi mengemis seperti sebelumnya.


Rasa nya hambar dan mati rasa, Ia lalui semuanya sendiri. Arka akan pergi dan berhenti ketika Yesa memintanya, namun berbeda dengan Ezi. Beberapa kali Yesa meminta nya untuk menjauh, tapi pria itu selalu melakukan berbagai cara untuk memberikan perhatian.


Dia memang tidak datang ke rumah sakit, tapi setiap hari ia menyuruh orang mengantar makanan.


Ia juga tetap memberikan perhatian lewat chat, meskipun terkadang Yesa abaikan.


**


"Bu, tolong ibu temani Yesa di rumah. Hum... sebenarnya Arka curiga sama Yesa Bu, bisa enggak ibu awasi Yesa di rumah ?!"


Ujar arka di telpon membuat Fitri mengulas senyum.


Arka merasa sikap Yesa beda, ia bahkan bersikap dingin saat ia menelpon. Yesa juga tidak seperti biasa nya merengek meminta agar ia cepat pulang. ia hanya berbicara saat ia bertanya. Yesa tak bawel seperti biasanya. Apa mungkin ada seseorang yang mengisi kekosongan itu ?


"Ya sudah, nanti ibu lihat istri kamu. Ibu sih cuma mau ingatkan kamu untuk tidak terlalu percaya sama Yesa, tangis nya juga air mata buaya!"


jawab Fitri yang sudah tidak sabar ingin sekali membeberkan nya pada arka, namun ia menahan nya karena enggan arka kepikiran hingga tidak fokus latihan.


"maksud nya apa Bu ?" tanya arka semakin penasaran.


"udah kamu jangan mikirin Yesa, nanti ibu awasi !" jawab Fitri lalu mematikan panggilan telepon nya.


Arka terhenyak saat tiba tiba seorang menubruk nya dari belakang lalu memeluk pinggang nya.


"Halo bang arka ?" ujar Asila tersenyum manis membuat Arka sumringah.


"kapan datang ? Kamu sama siapa ?" tanya arka membalikkan tubuhnya lalu mengacak acak rambut asila.


"Sama ayah lah... kangen !" Ujar Asila dengan manja membuat arka terkekeh.


"Minggu lalu kan kita ketemu!" jawab arka merengkuh pundak asila lalu menghampiri Zidan yang baru sampai di gedung itu.

__ADS_1


"gimana kabar kamu ?" tanya Zidan menepuk pundak arka.


"Alhamdulillah, gimana selanjutnya Om ?"


tanya arka pada Zidan yang merupakan manager nya.


"lepas dari sini, Persebaya ingin beli kamu. Jadi nanti kamu pindah ke Surabaya Ar. Gimana kamu mau enggak ?"


Tanya Zidan keduanya duduk berhadapan.


"Ya, nanti saya bicarakan dengan istri saya dulu Om ?"


Zidan mengangguk lalu keduanya berbincang hal lain.


"Pergi yuk bang, jalan jalan !" ajak Asila membuat Arka tertegun.


"Ya sudah, pergilah. Nanti biar Saya yang bilang sama Reza !" sahut Zidan mengulas senyum ke arah Asila yang begitu antusias ingin pergi dengan arka.


Kedua nya beranjak pergi menggunakan mobil milik Zidan berkeliling kota.


***


Yesa tertegun sendiri duduk di ranjang, ia sudah sampai di rumah. tiba tiba Fitri menghubungi nya dan menanyakan kapan ia kembali ke rumah. Entah ada maksud apa tiba-tiba saja ia bertanya seperti itu.


Yesa pasti memilih untuk tinggal di rumah sang ibu karena di rumah nya ia sendiri, apa lagi kondisi kesehatan nya belum benar benar pulih.


"yes, sepi banget kantor enggak ada Kamu ..pak Ezi juga udah seminggu enggak ke kantor, Bu Ajeng bilang pak Ezi stay di kantor utama. Mungkin karena sekarang enggak ada kamu..." pesan Wida di watsap membuat Yesa tertegun lalu menghela nafas panjang.


Yesa terdiam lalu memijat keningnya yang terasa pusing. Entah lah rasanya ingin tenggelam.


"Yesa...." seru Erlin dari luar lalu membuka pintu.


"Ayo makan dulu, jangan telat makan. Nanti kamu sakit lagi." ucap Erlin lalu duduk di hadapan Yesa.


" ya Bu..." jawab Yesa lalu beranjak dari duduknya.


...----------------...


Tertawan Hati


Hu


Sudah kucoba sepenuh hati


Untuk menjadi malaikat


Menepikan perasaan runtuhkan egoku


Namun sayapku remuk


Bila kutanya pada diriku


Mengapa aku bertahan


Menerima keadaan yang tak baik saja


Memaksakan segalanya


Sakit tak sanggup


Sadarkah kita terlalu hancur


Hilang habis tak bersisa


Tapi tak mampu ku menyerah


Tertawan hati


Ho


Tak mau kehilangan


Tapi lelah berjuang

__ADS_1


Bukankah rumah tempatku bersandar


Sendiri ku tak bisa


Bersama ku tersiksa


Ini kenyataannya kita tak baik saja


Sakit tak sanggup


Sadarkah kita terlalu hancur


Hilang habis tak bersisa


Tapi tak mampu ku menyerah


Tertawan hati ho


Oh kita terlalu hancur


Hilang habis tak bersisa


Tapi tak mampu ku menyerah ho


Tak mampu ku menyerah


Tertawan hati.


...----------------...


Tak ada yang bisa Yesa lakukan selain menunggu sampai arka kembali ke jakarta.


Berharap arka sadar mengapa sikap nya berubah menjadi dingin.


***


Anggito menghampiri Ezi yang tengah berkutat dengan pekerjaan nya.


"Ada apa yah?"


tanya Ezi mendongak menatap wajah sang ayah.


"bagaimana dengan keputusan kamu, zi ?" tanya Anggito membuat Ezi tertegun.


"kalau kamu enggak mau nikah, ya udah lanjut S2 dengan Alma di Swiss, jangan membuang waktu percuma Ezi. Kamu tahu kan kalau kakak Kamu juga menyelesaikan S2 nya ?" Cakap Anggito namun Ezi tak Juga memberikan jawaban.


"kalau kamu setuju ayah akan segera urus pendaftaran nya, kamu dan alma pergi ke Swiss."


"Baiklah jika itu keinginan ayah !"


jawab Ezi lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Sebenarnya Ezi masih menunggu Yesa, kalau saja semua jelas ia tidak akan ragu ragu seperti sekarang ini. Tapi lagi lagi semua mengambang tanpa kejelasan.


Apa yang harus ia lakukan saat keadaan terus mendesak, Sedangkan ia cemas jika sesuatu terjadi pada Yesa.


Ezi beranjak dari kantor lalu melajukan mobilnya menuju rumah Yesa.


Lepas makan Yesa pergi keluar rumah untuk mencari angin segar, rasa nya bosan karena tidak ada kegiatan.


Yesa duduk di ayunan yang berada di halaman rumah, angin berhembus mesra menerpa kerudung segitiga nya. Pohon mangga yang berada di atas ayunan membuat tempat itu menjadi teduh meskipun panas menyengat.


Yesa tertegun melihat sebuah mobil berhenti di depan rumah, karena pagar nya tidak terlalu tinggi hingga Yesa dapat melihat siapa yang berhenti di depan gerbang.


Yesa terpaku saat melihat siapa orang yang berada di dalam mobil mewah Itu.


"Abang rindu dek !"


Yesa tertegun melihat pesan dari Ezi. Pria itu berada tidak jauh dari nya, namun ada penghalang yang tidak terlihat hingga keduanya sama-sama diam dalam jarak yang tidak tertentu.


**


Bersambung...

__ADS_1


Terimakasih yang masih setia.


Lesu, tapi masih tetap mencoba.😔😅🤭🙏😍👍


__ADS_2