
Rio memperhatikan arka yang tengah mengemasi barang-barangnya ke dalam loker, Arka juga memindahkan pakaiannya ke dalam lemari milik nya. Entah apa yang terjadi dengan teman nya itu. lekas Rio menghampiri Arka.
"Ar, Lo pindah ke sini ?" Tanya Rio duduk sendiri dekat arka.
"Ya." jawab arka singkat lalu duduk di samping Rio.
"Sebentar lagi gue juga balik kan ke Jakarta, jadi gue putus kan untuk keluar dari apartemen." jawab arka tak berkata hal yang sesungguhnya pada Rio. bagi arka itu adalah aib yang harus ia tutupi. Perselingkuhan asila dan aldrik adalah hal yang memalukan.
"Terus, istri Lo gimana ?"
Tanya Rio memindai wajah arka seperti banyak pikiran.
"Di rumah sakit, hum....gue istirahat dulu yah. besok kan kita ada pertandingan !" Ujar arka lalu pergi meninggalkan Rio sendiri dengan beberapa tanya.
Sepertinya ada yang arka sembunyikan, Arka juga tidak biasa nya menghindari nya, sebelumnya ia selalu banyak bercerita. Namun setelah kecelakaan yang menimpa Asila, Arka lebih banyak diam. Apa ia sedih karena asila mengalami keguguran ?
Rio menghela nafas lalu bangkit dari duduk nya lalu melangkah ke kamar nya.
Arka merebah kan tubuh nya di ranjang, Ia membuka ponselnya dan kembali melihat foto anak Yesa, entah kenapa rasanya ingin sekali bertemu dengan anak itu. Rasa rindu itu tiba tiba saja hadir membuat nya resah dan gelisah, Apa mungkin itu memang anak nya ? Arka pun mengingat ingat terakhir kali berhubungan dengan Yesa, benarkah saat itu ia lupa menggunakan pengaman ?
Arka memijat kepalanya yang terasa pening, semua terasa begitu pelik. lalu bagaimana jika benar itu adalah anak nya. Sedangkan selama ini ia tidak mengakui bahkan menganggap nya anak haram ? Tapi kenapa Yesa pergi memeriksa kandungan nya bersama pria itu ? Dan sekarang mereka sudah menikah ? Mungkin sejak lama Yesa menginginkan perpisahan agar bisa bersama dengan pria itu. Benar kah selama ini ia selalu mengutamakan hobi nya ? lagi lagi ia menghela nafas berat, Arka pun berusaha memejamkan mata nya yang ngantuk, lelah berpikir dan lelah dengan aktivitas nya.
**
Pagi...
Yesa sudah menyiapkan teh hangat sesuai pesanan Ezi sebelum berangkat ke masjid bersama sang ayah.
Terlihat Wina tengah memangku bintang yang sudah terbangun, semalam bintang tertidur dengan lelapnya. Mungkin karena pengaruh obat juga hingga bayi mungil itu tertidur pulas. Dan ia bangun saat adzan subuh berkumandang.
"Assalamualaikum..."
__ADS_1
Yesa menoleh ke arah sang ayah dan Ezi yang berjalan di belakang nya. Pria itu mengulas senyum lalu menghampiri nya.
"Assalamualaikum cinta..." desis nya di telinga Yesa dengan lirih.
"walaikumsalam....." jawab Yesa sambil menyelipkan rambutnya yang sudah kering karena hair dryer. Yesa mengulas senyum ke arah suaminya itu.
"Ini teh nya bang, ayo minum dulu sama ayah."
"Terima kasih..." jawab Ezi menerima teh manis hangat itu.
"Kamu udah sholat dek ?"
Yesa mengangguk lalu meraih bintang dari Wina, adiknya itu langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Dek, nanti siang ke rumah ayah yuk. Ada yang ingin ayah bicarakan dengan kita !"
"Baiklah, bintang juga sudah baik kan kok !" jawab Yesa sambil menatap wajah tampan putra nya itu. Tercetak jelas wajah mantan suaminya itu, namun hal itu tak membuat Yesa benci, justru ia begitu sayang pada bintang.
"jangan lupa Pemirsa nanti sore ada pertandingan antara Bali united dan Persebaya vs. Kita saksikan kembali kehadiran Arkana radian dari Bali united top skor terbaik kita..." ucap salah satu presenter dari acara salam olahraga.
"Mau sarapan apa bang, ibun tadi bikin bubur ayam organik. Mau enggak ?" tanya Yesa menatap wajah suami nya itu. ia tidak menghiraukan kabar berita tadi. Saat ini bagi nya arka adalah orang asing yang tak perlu ia hiraukan keberadaan nya.
"Boleh, apa aja Abang mau. Apalagi kamu dek !" Ujar Ezi memeluk Yesa dari belakang.
"Terima kasih untuk yang semalam...!" bisik nya di telinga perempuan itu. Yesa mengulum senyum lalu menoleh ke arah Ezi.
Sudah seharusnya ia memberikan pelayanan yang terbaik untuk suami nya itu, dulu juga ia selalu seperti itu pada arka. Namun semua itu tidak pernah arka hargai.
Ezi kembali merengkuh Yesa bersama Bintang, terlihat bayi itu menggeliat kan tubuh nya.
"Ya, sudah kita sarapan di depan yuk !" ajak Yesa dan di anggukan oleh Ezi. Lekas pria itu mengajak Yesa keluar setelah mengganti pakaian nya.
__ADS_1
"katanya mau ke rumah Ezi siang ini !?" Tanya Erlin saat Yesa dan Ezi keluar dari kamar.
"Ya, Bu.. Nanti siangan !"
"ya sudah bintang sama ibu saja enggak usah di ajak, dia juga kan baru sembuh. Kalian juga butuh waktu berdua. Biarkan Bintang ibu yang jaga !" Ujar Erlin menyodorkan mangkuk pada Yesa.
"Ya sudah kalau gitu Bu." jawab Yesa tanpa membantah. Kemudian Yesa menuangkan bubur untuk Ezi, sedangkan bintang kini bersama sang kakek di depan rumah mereka.
Beberapa waktu berlalu..
Sebelum pergi Yesa menidurkan bintang terlebih dahulu, Bayi tampan itu terlelap sambil memegang dot bayi nya. Di usia nya yang hendak menginjak Empat bulan, bintang sudah bisa memegang dot nya sendiri, putra nya itu memang pintar.
"bagaimana kalau suatu saat arka peka tentang bintang dan meminta untuk bertemu ?" tanya Ezi di samping Yesa yang berdiri di depan bok bayi.
"Aku enggak akan mengizinkan bang, sebelumnya juga ia tidak mengakui kan. Jadi Yesa rasa ia tidak akan peka karena harga dirinya terlalu tinggi untuk mengakui kenyataan itu. Yesa sendiri sudah tidak berharap, Yesa enggak akan pernah membiarkan arka melihat bintang langsung."
Jawab Yesa dengan wajah sendu, tiba tiba saja kejadian senja itu kembali memutar membuat sesak. Lekas Ezi merengkuh tubuh nya.
"Abang akan menjaga dan melindungi kalian berdua."
*
*
*
Bersambung..
Happy reading..
Weekend ini tuh acara arisan keluarga, otomatis fokus sama muka mereka dulu lah.
__ADS_1
😅😅😅👍🤭👍🙏
Nanti author lanjut lagi, terimakasih 👍😍🙏