
"weekend depan Abang berangkat ke Swiss..." ujar Ezi setelah usai mentandaskan kupat sayur nya.
"Lalu ?" tanya Yesa sambil tersenyum. Jika sudah bersama Ezi rasanya hilang segala kepenatan dan rasa dongkol karena Arka.
"Kamu yakin enggak mau pisah sama arka ?" Tanya Ezi membuat Yesa tertegun sendiri.
"Abang bicara seperti ini enggak main main, kita bisa nikah dan kamu ikut Abang ke Swiss. Kita hidup di sana !" Ujar Ezi membuat Yesa termangu memandangi wajah tampan pria kelahiran Singapura itu.
*
Yesa memejamkan mata nya menatap alat kehamilan yang menunjukkan garis dua pertanda bahwa ia hamil. Yesa menitikkan air mata nya mengingat percakapan nya dengan Ezi. Entah harus bersyukur atau menyesali keadaan, nyatanya ia tidak akan bisa lepas dari arka karena janin yang kini tersemat dalam rahim nya.
"kamu pikir Abang bercanda ?" Ujar Ezi lalu menyodorkan sebuah kota berbentuk panjang.
Yesa menganga melihat isi dalam kotak tersebut, sekuntum mawar dari emas.
"Ini akan jadi mahar untuk kamu, berat nya lima puluh Gram mas murni !" Ujar Ezi membuat Yesa tidak berkata kata.
"Abang serius sayang sama kamu, dan enggak mau pergi tanpa kamu !"
*
Yesa sesegukan menangis sendiri di dalam kamar mandi, Ia bener benar tidak tahu apa maksud Tuhan dengan semua kenyataan ini ? Apa mungkin kondisi ini menyatakan bahwa ia dan Ezi memang hanya sebatas mimpi.
"Jangan buat masalah dan membuat malu keluarga, kamu itu perempuan yang sudah menikah. Apa pantas berlaku seperti itu dengan pria yang bukan suami kamu? Ayah tanya sejauh apa hubungan kalian ?" tanya Rusli langsung menegur Yesa saat ia sampai di rumah.
"Apa yang kamu lakukan itu berdosa, apa kamu tidak takut dengan karma, atau hukuman dari Tuhan karena kamu sudah selingkuh. Apa kata orang nanti Yesa ?" cakap Rusli sementara Erlin diam mematung.
"Ayah malu sama arka kalau sampai dia tahu, Ayah malu sama mertua kamu. Jauh di sana arka sedang berusaha untuk kamu, tapi kelakuan kamu seperti apa ?" tambah nya semakin menyayat hati.
Rasa nya seperti di bunuh tapi tidak mati, dan terluka tapi tidak berdarah. Seburuk itu kah keadaan nya ?
"Yesa, ayah dan ibu wajib mengingatkan, menegur jika kamu salah. Sebab suatu saat itu akan menjadi pertanggung jawaban kita sebagai orang tua. Ayah tidak mau Kamu terjerumus ke dalam lembah nista. kami sangat menyayangi kamu!" Rusli terus menimpali.
"Jauhi pria itu Yesa ayah mohon !" pinta Rusli duduk di hadapan sulung nya.
"Apapun permasalahan yang tengah kalian hadapi selesai kan baik baik, Tuhan membenci hamba nya yang bercerai. Jangan dengarkan apa kata setan yang ingin rumah tangga kalian terpecah belah." pesan Rusli mengusap kepala putri nya itu.
**
__ADS_1
Erlin tertegun di depan pintu kamar Yesa saat mendengar suara Isak tangis Yesa dari dalam kamar mandi.
Tangisan pilu menyayat hati, mendayu meresapi kepedihan yang mendera jiwa. Erlin paham apa yang putri nya rasakan, tapi kewajiban mereka mengingatkan Yesa sebelum sesuatu terjadi lebih parah.
****
Seperti permintaan Sang ayah untuk kembali ke rumah Arka, dan bersikap baik pada Fitri.
Sore itu Yesa kembali ke rumah dan tidak melihat Fitri di rumah. Lekas ia masuk ke dalam kamar kemudian duduk di tepi ranjang.
Yesa tertegun melihat kotak musik yang berada di hadapannya terletak di atas meja, entah sebelum nya kemana? Tak mungkin kan hantu yang menyembunyikan nya.
Akan ku bangun istana yang mewah jika kau menjadi ratu ku...
Ezi..
Yesa memejamkan mata nya mendengarkan musik instrumen yang menenangkan pikiran. Saat seperti ini ia hanya ingin tidur dan melupakan segala kegundahannya.
Jika memang ia harus terus bersama arka, maka yesa berharap tuhan menjadi kan nya pribadi yang kuat. Apalagi nanti akan hadir buah hati, mungkin kah hal itu sengaja tuhan hadir kan untuk memperbaiki semua nya?
***
Pagi...
Usai sholat subuh Yesa berlari ke kamar mandi saat rasa mual kembali menyerang nya.
Yesa berpikir apakah ia harus memberi tahu arka kalau dia hamil, Tapi dari semalam arka tidak menghubungi nya.
Apa itu ia jadikan kejutan untuk arka saat ia pulang nanti ? Yesa mencoba meyakinkan hati nya untuk memperbaiki semua nya, Ezi juga akan pergi.
Yesa menghela nafas panjang lalu mengambil ponselnya. Ia mencoba menghubungi arka tapi tidak di angkat.
Yesa letakan ponsel nya di nakas lalu beranjak dari duduknya, Tak lama ponsel nya bergetar lalu terlihat Arka mengirimkan pesan pada nya.
lekas Yesa membuka pesan tersebut.
"Aku sibuk, Jangan ganggu. Sebaiknya lakukan hal yang bermanfaat !"
__ADS_1
Yesa tertegun membaca pesan dari arka. Entah kenapa arka berkata seperti itu, apa arka memperpanjang masalah kemarin ?
Yesa menghela nafas panjang lalu meninggalkan ponsel nya di ranjang.
Yesa keluar dari kamar dan tidak melihat Fitri yang biasa nya sudah duduk di kursi meja makan.
Ia tidak tahu kalau Fitri sudah kembali ke rumah nya sesuai perintah dari arka.
Dan Yesa tidak mengetahui hal itu, Arka juga kembali bersikap acuh pada nya.
lekas Yesa membersihkan rumah seperti biasa nya, Sesekali merasa mual namun tidak muntah. Yesa menghentikan aktivitas nya saat merasa tubuh nya lemas dan lapar.
Yesa membuka lemari es dan tidak menemukan apapun di dalam nya. Padahal lusa kemarin Yesa membeli kebutuhan rumah, namun tak ada satupun yang tersisa di lemari es.
Apa mungkin Fitri membawa semua makanan ? Yesa berpikir seperti nya mertua nya sudah kembali ke rumah nya, dan sayang nya ia tidak bisa menanyakan hal itu pada Arka.
Terpaksa Yesa keluar dari rumah untuk mencari sarapan pagi, tubuh nya benar benar lemas dan butuh asupan.
Yesa melajukan motornya menghampiri pedagang bubur yang mangkal di depan gang rumah nya, bubur ayam yang biasa arka beli untuk nya.
Yesa mengerut kan kening nya saat melihat yoga berboncengan dengan seorang wanita tapi bukan Andin.
Apa mungkin itu adik nya ? Tapi mereka begitu mesra.
"sayang, nanti kamu temani Abang mancing lagi ya. Kamu jangan bersikap seperti Andin yang bawel dan nyebelin. Apa apa enggak boleh, bikin bete kan !" ujar yoga dan di anggukan oleh perempuan itu.
Jadi Yoga selingkuh karena Andin selalu mengomentari hobi nya ?
Apa arka juga akan berlaku sama karena ia selalu mengeluh kan hobinya itu ? Mungkinkah arka juga akan mencari seseorang yang mau menerima dirinya.
Yesa tertegun sendiri mengingat apa yang terjadi dalam rumah tangga nya, semua bermasalah karena sebuah hobi.
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya jika arka mengetahui ia hamil. Sedangkan Yesa tahu kalau untuk saat ini arka tidak menginginkan seorang anak hadir di dalam rumah mereka. lalu bagaimana dengan janin yang berada dalam rahim nya ?
Bersambung...
Besok arka pulang tunggu ya 🤭🤭🤭👍👍😍
Jangan lupa like dan berkomentar 😍
__ADS_1
Terimakasih.😍😍