
Beberapa waktu berlalu....
keadaan arka sudah lebih baik, ia juga sudah kembali latihan. Dan benar saja dugaan Asila bahwa ia hamil, namun Aldrik tidak peduli dan pria itu pergi begitu saja saat Asila mengatakan bahwa ia hamil. Ia tidak ingin menjadi kan arka kambing hitam dan berharap kalau aldrik mau mengakui anak nya, Asila ingin kalau aldrik mengajak nya menikah, namun aldrik malah mengatakan bahwa itu bukanlah tanggung jawab nya. Sebab keduanya juga melakukan dengan sama sama suka, biarkan saja Arka yang menjadi ayah nya tanpa harus tahu siapa ayah biologisnya.
Asila sangat kecewa karena hal itu, namun Aldrik juga tidak memberikan pilihan yang baik. Jika asila tetap memaksa maka ia akan membongkar perselingkuhan nya pada arka, selain itu aldrik juga mengancam akan membuat karir arka berantakan. Anggap saja apa yang ia berikan pada arka adalah imbalan untuk menggantikan nya sebagai ayah anak itu. Aldrik sendiri sudah memiliki calon istri, yang pasti jauh lebih baik dari asila. Selama ini ia hanya menjadi kan Asila sebagai pemuas semata.
***
Berbeda dengan Yesa, Esok Ezi akan pulang, dan Hari pernikahan mereka tinggal menunggu hari.
Yesa tersenyum memperhatikan bintang yang semakin lucu. Semua kepedihan terlupakan karena kehadiran bintang dan keluarga yang terus mendukung nya.
Anggito juga bersikap baik pada nya dan Bintang. Siapa sangka jika ayah mertuanya itu sering mendatangi ibu nya Jesika.
seperti nya Ia dan Jesika akan menjadi ipar, sebab Ibu nya Jesika mengatakan bahwa Pak Anggito ingin mengajak nya berumah tangga. Namun pak Anggito ingin Ezi menikah terlebih dulu, mungkin setelah itu baru lah ia memantapkan hati.
"Yang udah enggak sabar nunggu calon suami pulang...!" ujar Jesika terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Yesa yang tersenyum melihat ponselnya.
"Ya dong...!" jawab Yesa terkekeh lalu memeluk sahabatnya itu dari belakang.
"WO udah siap, catering juga udah siap. Enak banget jadi pengantin kayak Lo. Enggak mikirin apa apa !" cetus Jesika kembali membuat Yesa terkekeh.
"Alhamdulillah jes, kali kali lah gue bahagia...!"
"jangan kali kali, semoga Ezi bisa selalu membuat Lo bahagia. Gue enggak rela lah kalau Lo sedih lagi..!" jawab Jesika lalu keduanya merebahkan tubuh di ranjang. Bintang juga sudah terlelap di bok nya.
Hampir setiap hari Jesika datang ke rumah, apalagi semakin mendekati hari H. Erlin juga sibuk membuat kue kering untuk acara pernikahan Yesa dan Ezi. Tak tanggung tanggung Anggito yang membiayai semua keperluan anak nya itu.
"Gue tidur dulu ah ngantuk...!"
__ADS_1
ujar Jesika, sementara Yesa beranjak saat melihat mobil milik Anggito masuk ke halaman rumah.
"Jesika ada calon bapak Lo tuh datang !"
"calon bapak gue kan calon mertua Lo...!" jawab Jesika membuat Yesa terkekeh. Jika menelaah apa yang terjadi dunia berasa sempit. enggak nyangka kan kalau Pak Anggito tergaed ibu nya Jesika.
"sana samperin, biar bintang gue yang jaga !" ujar Jessika menyuruh Yesa keluar. Terlihat Anggito juga membawa banyak belanjaan, Supir yang membawa nya masuk ke dalam.
"Yesa, ada pak Anggito di depan !" ujar Erlin dari luar, lekas Yesa keluar dari kamar kemudian menghampiri nya.
"yah...!" seru Yesa tersenyum kecil lalu mencium tangan Anggito sebagai rasa hormat.
"Besok mau jemput Ezi di bandara, kamu mau ikut ?" tanya Anggito membuat Yesa termangu lalu menoleh ke arah sang ayah.
"Aku rasa tidak perlu, mereka langsung di pingit saja. Jadi nanti ketemu pas udah selesai akad.!" jawab Rusli membuat Yesa tertegun.
Usai itu Yesa kembali masuk dan menceritakan hal itu pada Jesika.
dan Jesika tertawa kecil menanggapi hal itu.
"kasihan banget si Ezi. Gue yakini dia pasti melongok denger ayah nya bicara soal itu. Pas balik masih belum bisa ketemu juga...!" Cakap Jesika terkekeh kecil.
"Ya enggak apa-apa lah, sekarang kan ada video call..!"
"Tiap hari juga video call...!" sergah Jesika kembali terkekeh kecil.
***
Esok...
__ADS_1
Anggito dan supir sudah bersiap untuk menjemput Ezi dan alma di bandara. Sesuai keinginan Rusli ia tidak mengajak yesa, padahal Ezi sebelumnya meminta Anggito untuk mengajak Yesa. Namun semua sudah menjadi keputusan para orang tua untuk mempertemukan mereka setelah halal nanti. Satu Minggu tidak lama..
*
Satu jam berlalu...
Anggito sudah sampai di bandara, terlihat Ezi menarik kopernya bersama alma.
"Daddy...!" seru alma menghampiri Anggito kemudian memeluk nya.
berbeda dengan Ezi yang mencari keberadaan calon istri nya.
"Yesa mana yah ?" tanya Ezi sambil mencium tangan Anggito.
"Ada di rumah nya."
jawab Anggito merangkul pundak alma.
"emang enggak di ajak yah, Ezi kan minta ayah ajak Yesa."
Ujar Ezi membuat Anggito membalikkan tubuhnya. Lalu Anggito berbisik tentang pingitan tersebut.
"Astaga ayah, tega banget sama Ezi. Seminggu masih lama...!" balas Ezi meringis, sementara Anggito hanya mengedikkan pundaknya kemudian kembali merangkul bungsu nya menuju mobil mereka.
Bersambung...
Tunggu satu Minggu lagi ya😅😅😅😍
Happy reading 😍
__ADS_1