
Maksudnya mengerti agama itu, Arka yakin kalau Andin tahu apa yang ia lakukan itu salah, dan berdosa. Namun ia belum juga memahami dirinya sendiri. ia belum benar benar sadar bahwa selama ini dia juga salah karena sudah menyakiti Yesa.
Padahal selama ini Yesa hanya meminta kepedulian nya saja, tidak lebih dari itu. Namun arka berpikir kalau Yesa seorang istri yang tidak bersyukur.
Arka masuk ke dalam kamar dan melihat ranjang berantakan, rasanya ia jijik dan enggan memakai ranjang itu untuk tidur.
mungkin lebih baik ia segera mengemas barang barang nya dan pindah ke mes sampai waktu nya ia pulang, dan untuk asila biarkan saja ia di rumah sakit sampai kondisi nya benar benar pulih.
***
Asila tertegun saat melihat arka membawa koper milik nya, Zidan saat itu tengah pergi ke supermarket.
"Kamu ngusir aku dari apartemen bang ?"
Tanya asila lalu menggigit bibirnya sendiri sembari menatap wajah arka.
"Aku sudah keluar dari apartemen, kamu di sini saja sampai kita balik ke Jakarta. Aldrik juga sudah kembali ke Jakarta, nanti kita urus di sana. Aku enggan memakai ranjang bekas kamu dan aldrik. Rasa nya tuh jijik jika membayangkan hal itu. Selama ini aku berusaha sabar menghadapi sikap kamu, tapi untuk yang satu ini aku tidak bisa memberikan toleransi.!" cakap Arka lalu pergi meninggalkan ruangan.
Asila memejamkan mata nya lalu bulir bening menetes di pipi nya.
Apakah tidak bisa sampai ia benar benar pulih, saat ini asila sangat membutuhkan Arka. Apalagi kondisi nya yang belum stabil, untuk berjalan saja kaki nya masih sakit. Tapi arka tega meninggalkan nya begitu saja.
"Asila, kamu kenapa ?" tanya Zidan menghampiri Asila yang terisak dengan bibir bergetar.
Asila menceritakan sikap arka pada Zidan sambil menangis, dan hal itu membuat Zidan geram. Apa tidak bisa arka memberikan Asila kesempatan ? Selama ini ia sudah membantu arka, jika bukan karena dirinya arka tidak akan besar seperti sekarang.
__ADS_1
"Sudah asila, kamu tidak usah mengharapkan arka lagi. setelah pulang dari jakarta kita urus persoalan mu dengan aldrik, dan perceraian mu dengan Arka. Mungkin kalian memang tidak seharusnya bersama, kita tidak bisa memaksa seseorang yang sebenarnya tidak pernah mencintai kamu. Ayah akan memberikan nya pelajaran nanti. Lihat saja !" ancam Zidan merasa sakit'hati karena sikap arka yang bagi nya terlalu angkuh. padahal semua terjadi juga karena dirinya, Asila memang salah, tapi dia juga belum tentu sepenuhnya benar.
***
Yesa memperhatikan Bintang yang sudah terlelap, terlihat Ezi menyembul masuk ke dalam kamar lalu menghampiri Yesa.
"Sudah pulang ?" Tanya Yesa tersenyum membiarkan Ezi meraih pinggang nya. Suami nya itu baru kembali dari masjid bersama sang ayah, kedua nya pergi sholat isya berjamaah.
"Sudah, Abang lapar !" Jawab Ezi lalu mengecup kening Yesa.
"Ayo kita makan, Yesa sama ibu udah siapin kok." jawab Yesa sambil tersipu malu saat Ezi menyelipkan rambutnya pada telinga.
Ezi berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai keluarga berencana, Ezi meminta dokter memberikan obat penunda kehamilan yang paling bagus dan tidak memiliki efek samping pada kesehatan.
Kedua nya berencana menunda nya satu tahun ini, Ezi rasa cukup lah bintang memiliki adik di usianya yang mungkin nanti berumur dua atau tiga tahun. Namun tetep Allah SWT lah yang menetap kan, Dia lah sang Khaliq yang tahu kapan waktu yang terbaik dan tepat nya. kita sebagai manusia hanya bisa berencana, namun tuhan lah yang menentukan segala Nya.
Rusli tidak keberatan karena sekarang kan mereka sudah menikah, dan kini Ezi berhak penuh atas Yesa, pria itulah yang kini bertanggung jawab atas putri nya.
"Ya, ayah izin kan. Dan ayah hanya pesan sama kamu, tolong kalian bersabar dalam keadaan apapun. pernikahan itu bukan hanya untuk bersenang-senang, kita akan di uji berbagai masalah, dari berbagai sudut entah apapun itu, Ayah hanya pesan. Sabar dan Sadar. Jadilah dingin saat keadaan memanas, jadilah hangat saat keadaan dingin. Kamu seorang imam, dan tentunya makmum akan meniru apa yang dilakukan oleh imam nya, maka belajar lah menjadi imam yang baik. Ayah juga belajar kok, sampai saat ini ayah masih terus belajar, sebab Kita manusia yang banyak kekurangan."
Ezi mengangguk mendengar nasihat dari ayah mertua nya.
Usai itu kedua nya masuk ke dalam kamar masing-masing setelah berbincang banyak hal tentang kehidupan.
Ezi masuk ke dalam kamar dan terlihat Yesa tengah merapikan ranjang mereka.
__ADS_1
Yesa menoleh ke arah Ezi hingga pandangan kedua nya bertemu, bagi nya bukan hal yang pertama berada dalam satu kamar bersama seorang pria. Mungkin tepat nya ia lebih berpengalaman dari suaminya itu. dan Yesa ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk suami nya.
"Bintang sudah tidur ?" tanya Ezi melangkah menghampiri Istrinya itu.
Ezi tak berkedip melihat Yesa yang sudah cantik dengan gaun malam nya, tidak terlalu seksi namun bagi nya begitu menggoda.
"Sudah, bintang sudah tidur !" jawab Yesa mengulas senyum menyelip kan rambut nya pada telinga.
Ezi menghampirimu lalu meraih tubuh istri nya itu. Cantik dan membuat nya berhasrat.
Ezi terus menatap wajah yesa yang Merona, kini tangan nya mendekap erat pinggang perempuan itu.
"Sudah siap ?" desis Ezi dan di anggukan oleh Yesa dengan jantung berdegup kencang.
Ezi langsung mengangkat tubuh Yesa dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
perlahan tapi pasti Ezi mulai mencumbu perempuan itu seperti ingin nya kala itu, kini ia tidak perlu menahan nya lagi seperti dulu. Ezi tak menampik jika hasrat nya selalu muncul jika tengah berdua dengan yesa, namun saat itu juga ia memilih untuk pergi.
Cinta nya bukan hanya sekedar obsesi, atau hasrat yang ingin terpuaskan. Namun apa yang ia rasakan pada perempuan ini tulus adanya.
Ezi melakukan nya dengan hati hati, mengingat Yesa yang habis melahirkan. ia khawatir jika Yesa kesakitan. Namun lepas dari itu keduanya mencoba rileks dan tidak terburu buru.
Dan malam itu menjadi malam yang indah untuk kedua nya.
bersambung....
__ADS_1
Happy reading 😍😍😍