Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
Karma.


__ADS_3

Arka tertegun saat mendengar kabar tentang kecelakaan yang menimpa aldrik hingga menewaskan calon istri nya, selain itu beberapa orang terluka parah karena kelalaiannya.


Orang tua Aulia juga tidak terima dengan kejadian itu, sore itu juga mereka langsung mengurus pemakaman Aulia di jakarta.


Mereka juga berencana akan melaporkan aldrik atas tuduhan kelalaian berkendara hingga menyebabkan kematian seseorang dan beberapa orang mengalami luka.


Arka tertegun menatap lapangan hijau, semua diam mendengar kabar itu, dan hanya arka lah yang mengetahui akar permasalahannya, mungkinkah itu sebuah karma.


"Ar, Lo kenapa ?" tanya Rio memperhatikan ekspresi arka tampak berpikir.


Ya, arka memang tengah berpikir, ia harus mengetahui informasi selanjutnya. Arka berpikir untuk memberikan aldrik pelajaran. Untuk kedepannya ia bisa berpisah dengan asila setelah urusan nya selesai dengan aldrik.


***


Ezi menatap wajah perempuan yang terlelap dalam dekapan nya, semalam kedua nya tidur larut karena bintang rewel dan terus menangis. Erlin bahkan tidak bisa menenangkan seperti biasanya.


pukul satu barulah Bintang terlelap setelah lelah menangis.


Yesa membuka mata nya lalu melihat Ezi tengah menatapnya. kedua pandangan mereka beradu lalu Ezi mengulas senyum.


"Kamu masih ngantuk ya dek ?" tanya Ezi lirih lalu membawa Yesa ke dalam pelukannya.


Nyaman dan begitu tenang...


"Maaf ya bang, semalam aku langsung tidur. Bintang tuh rewel banget, enggak tahu kenapa ?" jawab Yesa mendongak menatap wajah Ezi.


"Ya, enggak apa apa. Abang ngerti kok. Coba kamu cek dulu dek, takut nya demam !" Yesa mengangguk lalu bangkit dari ranjang mendekati bok bayi milik bintang.


Yesa menyentuh tubuh bintang yang memang sedikit hangat, apa acara kemarin berimbas pada kesehatan nya, mungkin bintang lelah dengan keramaian kemarin.


"Ya, bang. Bintang sedikit hangat tubuh nya !" cetus Yesa lalu cepat Ezi menghampiri.


Lekas Yesa menggendong nya, dan saat itu juga bintang langsung menangis. Gegas Ezi membuat kan susu untuk nya.


"ini susu nya dek !" Ezi dengan sigap memberikan nya pada Yesa.


"Kasihan sekali anak mommy !"

__ADS_1


"nanti siang kita bawa berobat saja, Abang sholat dulu yah !"


Yesa mengangguk lalu mencoba menenangkan bintang.


Usai itu Yesa membawa bintang keluar dari kamar, terlihat Erlin tengah sibuk di dapur.


"bintang kenapa ?" tanya Erlin langsung menghampiri dan membiarkan Wina mengambil alih pekerjaan nya.


"Badan nya sedikit hangat Bu !"


jawab Yesa mencium buah hati nya.


"Ya sudah sama ibu dulu, kamu pergi mandi biar bintang sama ibu, Nanti siang ajak berobat !"


Yesa mengangguk lalu pergi ke kamar untuk mandi.


Usai itu Erlin menyuruh Yesa menyiapkan sarapan untuk Ezi, bintang juga sudah tenang dan kembali terlelap.


"Setelah sarapan kita bawa Bintang ke rumah sakit !"


Yesa mengangguk lalu menyodorkan satu mangkuk soto ayam buatan sang ibu.


***


"Bang....." seru asila membuat arka menoleh sekilas.


Setelah liga yang akan datang maka ia akan kembali ke Jakarta, kontrak nya sudah selesai di Bali united.


"Jika ada kesempatan menjebloskan Aldrik ke penjara, apa kamu mau melaporkan apa yang sudah ia lakukan terhadap mu?" tanya Arka membuat asila tertegun.


"Aku ingin menyelesaikan masalah kita dengan aldrik, barulah setelah itu kita urus perceraian kita asila !"


jawab arka membuat asila membeku seketika.


"Cerai ?" cetus asila lirih dengan bibir bergetar menahan air matanya.


"Apa kamu tidak bisa memaafkan aku bang ?"

__ADS_1


Tanya nya menelan Saliva pahit.


"Aku bisa memaafkan tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita, rasa percaya ku hancur. Apa yang kamu lakukan sama halnya dengan apa yang Yesa lakukan. Aku tak bisa menerima alasan apapun, selingkuh tetaplah perbuatan yang tidak bermoral."


"Ya, tapi Aldrik tuh mengancam akan menghentikan kamu dari team, ia juga bilang akan membuat karir kamu hancur kalau aku...!" sangkal Asila sambil menyeka air matanya.


"Apapun alasannya, seharusnya kamu menolak. tapi yang terjadi kamu justru menikmati dan parahnya kamu sampai Hamil. lalu setelah hamil dia mencampakkan kamu begitu saja hingga terjadi insiden kecelakaan itu !"


Lekas Zidan masuk saat mendengar perdebatan di antara keduanya dan dia sudah mendengar semuanya.


"Apa benar semua yang aku dengar itu ?"


Tanya Zidan membuat kedua nya menoleh seketika.


"Asila ?" seru Zidan membuat asila langsung menunduk.


"kenapa kamu enggak cerita dari awal, seharusnya kamu jujur arka !" sergah Zidan tak pahami jalan pikiran arka.


"Saya serba salah karena aldrik terus mengancam dan saya juga tersakiti karena asila main gila !"


Cetus arka dengan nafas tersengal.


Entah lah apa yang akan terjadi dengan karier nya setelah ini, Zidan juga pasti tidak terima dengan keputusan nya menceraikan asila.


"lalu sekarang apa langkah kalian !" Tanya Zidan, jujur ia kecewa pada kedua nya.


Namun ia bisa apa jika keadaan nya sudah retak seperti sekarang.


Arka menceritakan apa yang terjadi dengan aldrik, sebagai solidaritas arka siap membantu dan menjadi saksi atas kecelakaan itu. "Bawa saja permasalahan yang ada agar menguatkan tuntutan."


Ucap arka.


"Tapi aku enggak mau pisah sama kamu bang !" sergah Asila mengusap air mata nya.


"Untuk saat ini kita lebih baik berpisah, aku juga butuh waktu untuk sendiri !" jawab arka lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


"Bang, aku mohon jangan pergi...!" rintih Asila sambil menggapai pada Arka yang sudah menjauh. Lekas Zidan memeluk putri nya itu karena iba, pernikahan nya baru menginjak beberapa bulan, namun hancur karena penghianatan. Zidan sendiri tidak bisa membelah asila, sebab anak nya memang salah. padahal asila tahu kalau arka pernah terluka karena penghianatan, dan lagi lagi itu terjadi.

__ADS_1


Bersambung....


happy reading...


__ADS_2