
Usai makan Ezi langsung mengajak Yesa pulang, sebab waktu juga sudah malam. Kedua nya Asyik ngobrol hingga tidak terasa waktu berjalan begitu cepat.
"Seperti nya suami kamu sudah pulang dek!"
Ujar Ezi melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah.
"Seperti nya begitu bang, Ya udah aku turun ya!"
Ezi mengangguk namun menahan tangan Yesa hingga ia menghentikan gerak nya.
"Ada apa bang ?"
"Kalau ada apa apa kamu hubungi Abang ya!"
Yesa mengangguk lalu keluar dari mobil meninggalkan Ezi yang terus memperhatikan nya.
Gegas Yesa masuk ke dalam rumah dan melihat Arka keluar dari kamar.
"Dari mana sih kamu ? jam berapa sekarang ?"
Tanya Arka langsung memindai penampilan Yesa yang berbeda.
"dari mana ? kenapa diam ?"
Tanya Arka lagi saat Yesa tidak juga bersuara.
"kamu pergi sama siapa ? Kamu tadi pulang dulu?"
Arka ingat jelas bahwa tadi pagi Yesa menggunakan dress kotak-kotak.
Dan saat pulang ia menggunakan Dress cantik berwarna pink muda bercorak Awan.
Mungkin Yesa sebelumnya pulang dulu ke rumah, padahal yang terjadi tidak lah seperti itu.
Mungkin ia akan marah jika tahu Yesa pergi dengan siapa ?
"ya tadi aku pulang dulu !"
Jawab Yesa berbohong pada arka.
Yesa pikir Arka akan pulang larut seperti biasa nya, tak menyangka kalau ia sudah lebih dulu di rumah.
"Kamu kemana sih? aku nunggu kamu dari tadi, Aku kan udah bilang kalau sore ini kita mau ke rumah ibu !"
Cakap Arka namun Yesa tidak menjawab.
Ia masuk ke dalam ke kamar melewati arka begitu saja.
"Yesa ?"
Seru Arka mengikuti langkah Yesa masuk ke kamar.
"Aku juga ingat kita mau pergi ke rumah ibu, tapi kamu juga malah pergi sama teman teman kamu. Ya sudah aku juga pergi sama teman teman aku !"
Jawab Yesa menyimpan tas nya di lemari.
"kenapa sih mesti matiin ponsel segala sa ?"
Tanya Arka menutup pintu lemari saat Yesa hendak mengambil handuk.
"Hp aku lowbat bang, bukan sengaja dimatiin seperti kamu kalau lagi sama teman teman kamu !"
Jawab Yesa lalu masuk ke dalam kamar mandi membawa jubah mandi.
Tak biasa nya Yesa menjawab penuturan Arka dan berani membalikkan keadaan.
__ADS_1
Yesa menghela nafas panjang lalu bersandar pada pintu kamar mandi.
Untuk pertama kalinya ia melawan Arka, sebelumnya ia selalu diam karena tidak berani dan memilih untuk mengalah, tapi saat ini ia seperti memiliki kekuatan untuk melawan Arka.
"Maafkan Yesa, bang !"
Hati kecil Yesa merintih perih, sebenarnya ia juga tidak mau seperti itu, tapi selama ini arka selalu menyepelekan perasaan nya.
Lekas Yesa membersihkan diri lalu cepat keluar setelah menggunakan piyama tidur.
Terlihat arka duduk di sofa dekat ranjang sambil melipat kedua tangannya.
"Besok saja ke rumah ibu nya, Aku capek bang !"
Ujar Yesa naik ke ranjang.
Arka tak menjawab dan tidak menoleh ke arah Yesa sedikit pun.
Ia pergi begitu saja meninggalkan Yesa yang meringkuk sendiri di ranjang.
Sudah biasa menghadapi keadaan seperti itu, saat marah arka selalu pergi meninggalkan nya, dan ia akan kembali setelah suasana hati nya membaik. Namun bukan itu yang Yesa inginkan.
Yesa ingin Arka menghampiri nya kemudian memeluk nya sayang, bukan nya pergi membiarkan ia menangis sendiri.
Salah kah jika ia menerima Ezi masuk kembali dalam hidup nya?
Yesa begitu haus akan kasih dan perhatian Arka, namun arka tidak pernah peduli.
Yesa memejamkan mata nya mengingat kebersamaan nya dengan Ezi.
Ia sadar bahwa ia salah, tapi Yesa butuh.
Sedangkan Arka selalu bersikap acuh dan tidak mau tahu bagaimana perasaan nya.
Entah harus bagaimana menyikapi suami nya itu ?
Sementara Arka pergi ke rumah orang tua nya, seperti rencana sebelum nya ia hendak pamit dan meminta ridho mereka akan keberangkatan nya ke malang.
"Kamu kok sendiri Ar ?"
Ucap ibu Arka duduk di hadapan arka menyodorkan susu hangat pada putra nya itu.
"Yesa ada di rumah Bu, dia baru pulang kerja."
Jawab Arka.
"Kerja dimana?"
Tanya Fitri sang ibu.
Arka bercerita kalau sekarang Yesa kerja di salah satu kantor perusahaan property.
"kenapa sih istri kamu belum hamil juga, dia malah kerja?"
Tanya Fitri merapat duduk dekat Yopi.
"Sengaja Arka yang mau menunda nya Bu, punya anak tuh repot. Arka enggak bisa Fokus sama karir, jadi tolong jangan menuntut hal itu dari Arka. Yesa kerja karena dia bosan di rumah."
Jawab Arka dan di anggukan oleh Yopi. Sang Ayah mendukung perencanaan putranya itu, soal anak itu gampang.
"ya sudah kapan kamu berangkat ? Yesa setuju kamu pergi ?"
Tanya Yopi duduk bersandar pada sofa.
"Harus setuju lah yah, kalau Arka sukses juga dia ikut menikmati hasil nya !"
__ADS_1
Jawab Arka, sebenarnya ia mengambil keputusan sendiri. Arka tahu kalau sebenarnya Yesa tidak mau ia pergi, namun kapan lagi kesempatan ini datang karena kelak akan ada banyak pesaing.
"Ya Ar istri kamu kan manja. Ibu kira dia merengek minta kamu untuk tetap di sini !"
Merengek pun arka akan tetap pergi karena kesempatan tidak akan datang dua kali, dan ia tidak akan menyia-nyiakan nya.
Mereka ngobrol hingga larut malam dan tak terasa waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
"Arka pulang dulu Bu, Besok mau ke rumah orang tua nya Yesa, Arka juga harus pamit sama mereka !"
"Ya sudah kamu hati hati arka !"
Arka mengangguk lalu pamit pada keduanya.
Sedangkan Yesa terjaga saat Ezi mengirim pesan pada nya, keduanya chat cukup lama hingga Yesa tertidur.
Keadaan nya lebih tenang setelah berbicara dan mengeluarkan uneg-uneg nya pada Ezi dan sebentar saja pria itu bisa membuat nya tenang kemudian tertidur pulas.
Setengah jam kemudian Arka sampai di rumah dan langsung masuk ke kamar. Terlihat Yesa sudah tertidur dengan pulas.
biasanya ia akan terjaga sampai ia kembali namun saat ini Yesa tertidur dengan nyenyak nya.
*
pagi...
Yesa membuka mata nya dan menoleh ke arah Arka yang tengah sholat subuh sendiri.
Waktu menunjukkan pukul setengah enam pagi, sepertinya arka kesiangan karena biasanya ia sholat subuh di masjid dekat rumah mereka.
"kamu udah bangun ?"
Tanya arka saat menoleh ke arah Yesa yang tidak bergeming.
"Masih datang bulan enggak ? Abang kesiangan."
Cakap Arka lalu merapikan sajadah yang tergelar.
Yesa tak menjawab ia beranjak lalu melangkah ke kamar mandi.
gegas ia membersihkan diri lalu mengambil wudhu meskipun sudah kesiangan.
"Kamu masih kerja ?"
Tanya arka saat Yesa keluar dari kamar sudah rapih dengan dress cantik berwarna navy.
"Ya, besok libur ?!"
Jawab Yesa sambil menggunakan sepatu nya.
"Kita beli sarapan di luar aja. Aku enggak sempat masak !"
"Ya itulah kenapa aku enggak mau kamu kerja !"
Sergah Arka membuat Yesa mematung.
"Aku hari ini setengah hari kok !"
Sanggah Yesa tanpa berani menatap wajah Arka.
"Ya sudah nanti sore kita ke rumah ibu, Abang mau pamit sama ayah Kamu. setelah itu nanti malam kita pergi ke rumah Alisa. Ayahnya bikin acara makan bersama untuk Abang dan yang lainnya."
Cakap Arka membuat Yesa tertegun mengingat Ezi mengajak nya pergi makan malam. Yesa pikir Arka tidak akan mengajak nya ke acara itu.
Bersambung....
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir 😍😍😍