Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
Meninggal kan pengaman.


__ADS_3

Malam itu Arka sampai di rumah. Teman teman nya langsung ke hotel, berbeda dengan diri nya yang langsung minta di antar ke rumah.


Yesa juga sudah pulang karena sebelumnya arka juga sudah memberi tahu kepulangan nya.


tok..tok..


Yesa menoleh ke arah pintu yang terkunci dari luar. Yesa mengernyit kan alis nya sambil menoleh ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul setengah sembilan.


"siapa ya ? Apa mungkin arka ?" tebak Yesa lalu keluar dari kamar lalu melangkah ke arah pintu.


"Assalamualaikum dek !"


Seru pria itu dan benar saja itu arka.


Yesa tertegun melihat suami nya berdiri di depan pintu. Penampilan nya masih sama seperti tiga bulan yang lalu sebelum berangkat ke malang.


"walaikumsalam... Kamu pulang bang ?"


Jawab Yesa tersenyum kaku lalu terpaku saat Arka langsung merengkuh tubuh nya.


"Abang rindu sekali sama kamu !"


Ujar nya kemudian memangku wajah Yesa lalu menciuminya berulang kali.


Yesa membeku dengan perlakuan suami nya itu, benar kah ia rindu ? Tapi kenapa jarang sekali ia memberikan kabar.


"Ayo masuk bang !"


Ajak Yesa lalu arka masuk berjalan sembari memeluk tubuh Yesa dari belakang.


"Kamu kok biasa aja ketemu Abang dek ?"


tanya nya masih mendekap erat tubuh Yesa lalu mencium pipi nya berulang ulang.


"Senang bang, Yesa cuma kaget aja. Aku kira Kamu pulang besok pagi !"


jawab Yesa lalu mengajak Arka duduk di kursi meja makan kemudian ia beranjak mengambil air minum untuk suami nya itu.


"Ya dek, Abang kangen sama kamu. besok malam ada pertandingan jadi Abang pulang sekarang karena ingin ketemu kamu. Besok siang harus latihan untuk pertandingan !" jawab arka lalu meraih pinggang Yesa untuk duduk di pangkuan nya.


"kamu enggak suka Abang pulang ?" tanya Arka memindai wajah Yesa tanpa ekspresi.


"hum, enggak bang. Yesa suka dan senang Abang pulang !"


Jawab Yesa sambil mengulas senyum.


"Oh ya, uang bulanan sudah Abang transfer tadi sore tapi cuma satu bulan. Sisanya Abang tabung untuk keperluan kita nanti !" Terang nya membuat Yesa tertegun.


Ia memang memiliki penghasilan sendiri, tapi tetap saja kebutuhan nya adalah tanggung jawab arka.

__ADS_1


Tiga bulan terakhir ini Ezi yang selalu memberikan keinginan nya.


"kenapa kamu diam ?"


tanya Arka lalu menyelipkan rambut Yesa ke telinga.


"ya sudah bang, enggak apa-apa !" jawab Yesa mengulum senyum.


"Abang minta maaf kalau selama tiga bulan terakhir ini sibuk dan sering mengabaikan kamu !"


Yesa kembali tertegun.


"hum, aku kira kamu enggak sadar, tapi kamu tidak berubah bang !" gumam Yesa dalam hati. Ia tidak bisa mengatakan nya langsung, sebab Yesa khawatir jika hal itu membuat keadaan berubah masam, padahal kan mereka baru saja bertemu.


"Ya sudah kamu bersihkan diri dulu bang !"


Arka mengangguk lalu keduanya beranjak masuk ke dalam kamar.


Seperti biasa Yesa menyiapkan semua keperluan Arka. Suaminya itu langsung ke kamar mandi.


Tak lama Arka menyembul keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Tubuh nya beraroma wangi lemon. Sejuk dan terasa segar.


Arka menghampiri Yesa yang duduk di tepi ranjang. "kamu Udah sholat ?"


tanya Arka memindai wajah cantik istri nya. Yesa hanya mengangguk kecil lalu keduanya saling bertatap.


Arka mengusap rambut Yesa yang tergerai bebas, Perlahan ia mendekati lalu memeluk Yesa dari belakang.


Ujar nya membuat Yesa tertegun sejenak lalu memejamkan mata nya saat Arka mulai menciumi leher jenjangnya. Menciptakan gigitan kecil hingga membuat tubuh yesa menegang seketika.


Jujur saja Yesa juga rindu, namun tak jarang arka mengabaikan nya.


Arka membalikkan tubuhnya lalu menatap wajah Yesa penuh hasrat.


Yesa membiarkan arka meraup bibir nya dengan penuh semangat.


Sudah lama sekali arka memendam hasrat nya, dan kali ini ia ingin menuntaskannya bersama sang istri.


Arka mulai menyentuh apa yang ingin ia gapai, merebah kan tubuh Yesa lalu mencumbu nya penuh sensasi hingga membuat Yesa sekuat tenaga menahan desahannya.


"bang....!"


Desah Yesa saat suami nya itu terus mencumbu dan bermain di dada nya.


Arka memang penuh sensasi jika main di ranjang, dan kali ini ia meninggal kan pengaman yang biasa nya selalu ia pakai.


***


Yesa membuka mata nya dan melihat arka masih terlelap. Tubuh nya terasa lelah karena ulah Arka semalam. Cukup lama tidak bermain dan semalam Arka tidak menjeda permainan nya usai pelepasan, ia kembali memacu hingga Yesa kehabisan tenaga.

__ADS_1


Yesa tertegun mengingat alat yang biasa arka pakai, malam tadi ia tidak menggunakan nya. Entah lupa atau sengaja Yesa sendiri tidak tahu.


"bang... sudah subuh. Ayo kita mandi."


Ajak Yesa menggoyangkan tubuh arka pelan.


"hum...." desah arka lalu membuka mata nya perlahan. Arka mengulas senyum lalu menatap wajah cantik istri nya yang baru bangun tidur.


"Makasih semalam ya sayang."


Ujar nya lirih lalu memeluk Yesa yang langsung membeku.


"dua bulan lagi Abang di Malang, dan rencana nya langsung pindah ke Bali. Jadi nanti kamu berhenti kerja dan ikut sama Abang ya."


Ujar nya dan di anggukan oleh Yesa.


Mungkin ini jawaban untuk kelanjutan rumah tangga nya, sebelumnya ia bimbang karena sikap Arka yang seperti tidak peduli dengan nya, namun sekarang Yesa yakin untuk memperbaiki nya.


"Ya sudah sekarang kita mandi..."


Ajak arka lalu mengangkat tubuh Yesa ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Lepas mandi kedua nya sholat subuh berjamaah. Usai itu Yesa melangkah ke dapur untuk membuat sarapan.


Mumpung arka ada di rumah, Yesa membuatkan makanan kesukaan nya. Nasi liwet dengan ayam goreng krispi.


Karena bukan weekend maka ia tetap berangkat kerja, Nanti ia akan menyisihkan makanan untuk Ezi.


"Masak apa dek ?"


Tanya arka memeluk Yesa dari belakang.


"Nasi liwet kesukaan kamu bang !" jawab yesa lalu membalikkan tubuhnya menghadap arka.


pria itu tersenyum lalu kembali mencium bibir Yesa penuh ingin.


"Sebenarnya ingin lagi dek, tapi takut nya Abang kekurangan tenaga untuk latihan dan pertandingan nanti malam."


Jawab nya sembari mengusap bibir Yesa yang basah. Yesa hanya diam tak bersuara.


"apa nanti Abang langsung pulang ke malang setelah pertandingan !"


tanya Yesa. ingin sekali menahan arka agar ia tidak pergi, tapi nihil seperti nya itu tidak mungkin.


"Enggak, nanti Abang pulang dulu ke rumah lalu besok nya Abang pulang ke malang !"


Yesa mengangguk lalu melanjutkan memasak.


"Nanti kita pergi sama sama, Abang udah pesan taksi untuk kita. Nanti Abang antar kamu ke kantor !"

__ADS_1


Ujar Arka dan di anggukan oleh Yesa.


bersambung...


__ADS_2