
Asila kembali ke rumah sakit seperti perintah dokter, ia tidak bisa berkata apa-apa saat Zidan mengatakan bahwa ia hanya ingin memberikan arka pelajaran.
Namun hal itu yang membuat Asila tidak bisa menuntut aldrik, sebab ia memegang kartu merah Zidan. Jika ia tetap melayangkan gugatan maka Zidan lah yang akan masuk penjara.
Dan jika Zidan masuk penjara maka ia akan sendiri dan bisa saja kan aldrik mencelakakan nya, Asila hapal betul seperti apa Aldrik.
Asila termenung memikirkan arka, rasanya ingin sekali bertemu dengan Arka tapi Zidan sudah melayang kan surat gugatan perceraian mereka, ingin sekali meminta pada Zidan untuk kembali pada arka.
"Asila, jangan melamun terus. Apa kamu memikirkan Arka ? Sudah lah asila...!" Cetus Zidan menghela nafas panjang.
"Kita tidak perlu memikirkan Arka lagi, toh sebagian uang nya sudah masuk ke ATM kita. Kita sudah mendapatkan keuntungan, kamu fokus pada kesehatan kamu saja !"
Sambung Zidan lalu pergi meninggalkan Asila sendiri, Asila terdiam mengingat kebersamaan nya dengan Arka. Ia tahu arka memang tidak pernah mencintai nya, hingga kemarin pun asila tahu kalau Arka masih mencintai Yesa, dan sekarang Yesa sudah menikah.
Ia bahagia dengan suaminya yang baru, serta anak itu. Dan seperti nya itu anak arka, mereka berdua begitu mirip.
Arka pasti memikirkan anak itu, Mungkin saja sekarang ia tengah menyesal karena sudah menceraikan Yesa.
Jika benar anak itu adalah anak arka, maka tak ada jalan untuk nya kembali dengan arka, dia pasti menganggap semua perpisahan nya dengan Yesa terjadi karena hasutan nya.
Ya, ia memang menghasut arka agar berpisah dengan Yesa, dan saat berhasil Asila pikir mudah membuat arka jatuh cinta pada nya, untuk menikah pun harus ada dorongan dari Fitri, dan yang mereka jalani hanya sebatas teman dalam ikatan pernikahan.
Asila merebahkan tubuh nya di ranjang lalu memejamkan mata nya yang basah, kepalanya kembali terasa nyeri dan dokter mengatakan bahwa ia harus segera menjalani operasi.
***
Arka tengah berjemur di bawah sinar matahari pagi, Ia duduk sendirian menatap kolam ikan yang keruh. Entah apakah masih ada ikan nya atau tidak. Terakhir ia membersihkan nya bersama Yesa, mantan istri nya itu tidak segan turun ke kolam untuk menangkap ikan.
Dan arka hanya bisa terkekeh melihat tingkah Yesa yang kotor kotoran sendiri, usai itu ia juga yang memasak ikan nya.
Arka rindu masakan perempuan itu, Udang krispi yang menjadi favorit nya, Yesa tidak pernah lupa untuk menyetok makanan itu di lemari es, Karena kapan saja ia bisa langsung memintanya.
__ADS_1
"Dek, laper... sebentar lagi Abang sampai rumah. Bikinin udang krispi sama sambal goreng nya ya." Minta nya dulu saat mereka masih baik baik saja.
Namun semua itu sudah berlalu dan yang tersisa kini tinggal lah kenangan.
Arka memindai kaki nya yang terpasang gips, mungkin setelah ini kemampuan nya tidak akan sama seperti dulu, mana ada team yang mau membeli nya dengan kondisi nya yang tak lagi sama seperti dulu. Mungkin ferpoma nya juga akan menurun, dan jika masih ada Yesa mungkin ia tidak akan terpuruk seperti ini.
Arka? Kenapa kamu begitu bodoh ?
Perempuan yang menemani mu daripada nol, berbeda dengan perempuan yang datang saat masa kejayaan mu, Asila tidak akan bisa seperti Yesa.
Dan kenyataan nya Yesa lah yang paling sabar menghadapi nya, bahkan Fitri saja mengeluhkan keadaan nya.
Tapi kenapa yes ? Kenapa kamu bersama pria itu ? Seharusnya kamu bicara sama aku tentang ketidak sukaan mu terhadap hobi ku, kenapa kamu malah mencari pelarian ?
Untuk pertama kalinya arka menitikkan air mata merasakan kepedihan atas penyesalan nya melepaskan Yesa.
kenapa tuhan membuat ku terlambat menyadari bahwa kamu lah yang terbaik yang aku miliki ? Aku lalai ? Aku...
Ampuni aku ya tuhan.....aku sudah menyakiti nya..."
Arka mengucap istighfar dalam hati lalu menyeka air matanya, tubuh nya terasa panas karena sinar matahari yang mulai menyengat. Waktu menunjuk kan pukul setengah sepuluh pagi, terdengar Fitri tengah ngomel di dalam karena Sang ayah kembali menumpahkan sesuatu.
Arka menoleh ke arah pintu gerbang yang terbuka, terlihat Andin baru pulang dari kemarin malam.
"Dari mana kamu ?" tanya arka memindai penampilan Andin yang seksi.
"enggak usah gue jawab juga Lo tahu jawabannya." cetus Andin lalu masuk ke dalam rumah.
Arka membuang nafas lalu beranjak dari duduknya dengan bantuan tongkat, terlihat sebuah mobil berhenti di depan gerbang rumah nya.
"Assalamualaikum.. hai arka !"
__ADS_1
Seru Endru dan teman teman yang lain nya menghampiri arka, mereka langsung memeluk sahabatnya itu.
"walaikumsalam...." Ajak Arka lalu melangkah dengan hati hati.
"Gimana keadaan Lo, Ar...?" Tanya Endru membantu arka berjalan.
"Seperti inilah.... Ayo masuk" jawab Arka tersenyum pahit.
Fitri langsung menghampiri mereka yang masuk ke dalam rumah.
"Eh ada teman arka...!"
Mereka Tersenyum lalu bersalaman dengan Fitri. Usai itu lekas Fitri menyiapkan minuman dan makanan untuk mereka.
"Lo sabar ya Ar, gue yakin Lo bisa pulih lagi !" Ujar Sandi menyemangati teman bermain nya itu.
"Ya, gue juga berharap cepat !"
Jawab Arka tersenyum getir, Padahal ia tahu bahwa semua tidak akan kembali seperti dulu lagi sebelum ia cedera.
"Gue juga prihatin sama hubungan Lo dan asila, gue denger asila masuk rumah sakit lagi." Ujar sandi.
"Ya, gue juga denger. terus pak Zidan juga di pecat dari team karena terbukti korupsi uang pemain, tunggu aja sebentar lagi masuk jeruji. Seratus juta loh Ar ..." Ujar Endru membuat arka tertegun mendengar hal itu.
Hal itu memang benar, dan baru terungkap tadi siang. Lihat lah nanti kedepannya Zidan akan berurusan dengan hukum karena pihak pengurus baru saja melaporkan nya ke pihak berwenang.
Bersambung...
Happy reading.
Kenapa weekend justru lebih sibuk ya 🤔😅😅😅🤭🤭🙏😍
__ADS_1