
Saat ini aldrik tengah mengendarai mobil bersama calon isteri nya, tentu aldrik begitu mendambakan sosok Aulia yang cantik dan juga baik, meskipun mungkin ia tidak pantas bersanding dengan perempuan berhijab itu.
Jika menyadari dirinya yang sudah bermain gila dengan asila.
Ingatan nya memutar mengingat sosok asila yang kini belum sadar kan diri, perempuan itu kembali mengalami keguguran. Untuk kedua kalinya darah dagingnya lenyap karena kesalahan yang seperti di sengaja.
"kamu enggak suka ya nyetir sendiri ?" Ujar Aulia membuat Aldrik menoleh, bahwasannya ia tengah memikirkan keadaan asila.
"enggak kok dek, kamu santai aja. Kita mau ke pantai kan ? Besok kita udah balik ke Jakarta!"
Jawab aldrik dan di angguk kan oleh Aulia.
setahun pertunangan nya dengan gadis berlesung pipi itu, namun saat mendekati hari pernikahan aldrik justru bermain gila dengan mantan pacarnya.
Aldrik tidak fokus mengemudi karena benak nya trus di bayang bayangi keadaan Asila yang bersimbah darah karena kecelakaan itu.
Aulia terkesiap saat mobil mereka Oleng ke tengah.
"Bang, awas hati hati...!" Ujar Aulia membuat Aldrik terkejut lalu membanting stir hingga mobil menabrak pembatas jalan.
"bang....."
Mobil langsung oleng ke pinggir dan kembali menghantam trotoar hingga mobil terpelanting jauh lalu menabrak sebuah mobil kol bak yang membawa sayuran.
"Ah.........!"
teriak Aulia saat mobil kembali menghantam tiang reklame yang berada di pinggir jalan.
***
Fitri memperhatikan Arka yang sejak tadi melamun, Terlihat ia memandangi ponselnya berulang kali.
Asila baru saja sadar dan menanyakan keberadaan Arka, lekas Fitri mencari putranya yang berada di taman rumah sakit.
"Arka.....!" seru Fitri membuat arka menoleh seketika.
"Asila sudah sadar, ayo temui. dia mencari kamu !" Ujar Fitri membuat arka tertegun.
"Ayo arka, kasihan asila menanyakan kamu."
__ADS_1
Tambah Fitri lalu arka mengangguk kemudian mengikuti langkah Fitri.
syukurlah keadaan nya sudah stabil, ia tidak perlu lama-lama tidak sadarkan diri. Mungkin dengan itu semua permasalahan cepat terselesaikan dan tidak berlarut-larut seperti sekarang ini.
Arka masuk ke dalam lalu menoleh ke arah asila, kedua pandangan mereka bertemu. Terlihat netra nya berkaca kaca menatap arka tanpa Ekspresi.
"Bang...!" Asila yakin kalau arka tidak mengungkapkan kejadian sebenarnya pada sang ayah, sebab Zidan tidak berbicara soal aldrik.
Namun asila bisa merasakan dingin nya sikap arka, ia hanya mengulas senyum lalu memeluk nya sekilas.
"Sudah panggil dokter ?" tanya arka menoleh pada ayah mertuanya.
"Sudah, sebentar lagi datang !" jawab Zidan.
Seminggu berlalu setelah kecelakaan itu dan asila baru sadar pasca kecelakaan itu.
Zidan tak tahu permasalahan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka, Arka terlihat dingin pada putri nya. Mungkin ada hal yang kedua sembunyikan dari nya.
Tak lama dokter datang lalu memeriksa keadaan Asila.
**
Aldrik menangis mendapati calon istrinya terluka parah karena kecelakaan Itu, bahkan saat ini keadaan nya kritis. Dokter sendiri tidak bisa memastikan apakah Aulia mampu bertahan dengan luka yang cukup parah.
"Maaf pak, Calon istri anda tidak mampu bertahan." ungkap dokter membuat aldrik menganga.
"jangan bohong dokter....!"
Dokter tak bergeming saat aldrik menarik paksa jas berwarna putih nya.
"Aulia......"
Seru aldrik masuk ke dalam ruang penanganan, dan terlihat wanita itu sudah kaku dengan luka lukanya.
"Aulia kenapa kamu pergi, kita kan mau menikah ?" ringis Aldrik dengan wajah memerah menahan air mata nya.
segera anak buahnya mengurus kepulangan mereka ke jakarta. Orang tua Aulia pun kaget dan hancur saat mendengar bahwa putri nya meninggal dalam kecelakaan bersama aldrik.
"Aulia, ayo lah bangun. Kenapa kamu tidak bertahan ?" desis Aldrik, ia masih belum percaya. Sekejap tuhan langsung merubah hidup nya menjadi duka, seseorang yang ia ingini pergi untuk selamanya.
__ADS_1
***
"Aku minta maaf bang...!" ujar asila lirih saat arka hendak menyuapinya.
Saat ini mereka hanya berdua, sebab yang lainnya tengah keluar untuk makan.
"Aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membahas masalah itu, nanti setelah kamu benar benar pulih kita akan selesai kan!" jawab arka membuat asila tertegun.
"Aku hanya ingin mengingatkan mu untuk tidak menganggap enteng masalah ini, kau harus memberikan aldrik pelajaran. Dan setelah itu barulah kita pikirkan kelanjutan hubungan ini, kau tahu kan karena apa aku melepaskan Yesa, dan kau kembali membuat hati ku remuk redam!"
Ujar arka lirih.
"apa kamu tidak mau memaafkan aku ?"
Tanya asila dan arka hanya bungkam.
Selang beberapa menit Fitri dan Andin masuk di susul oleh Zidan.
"Ayo makan asila, biar kamu cepat sembuh !"Ujar Andin dengan nada meremehkan.
ternyata asila enggak jauh beda dari Yesa, sama sama pengkhianat.
"Sudah sana Andin, pergi keluar !"
Balas Fitri duduk di hadapan mereka. lekas Andin keluar setelah mengambil tasnya.
Zidan memperhatikan wajah sendu putri nya, entah kenapa, Zidan ingin sekali bertanya, dan Arka juga lebih memilih diam.
"Siang ini Arka ada latihan, nanti ibu tunggu Asila ya!" Ujar arka lalu menghadap sang ibu.
"Ya sudah enggak apa-apa, ada pak Zidan juga kan !"
Arka mengangguk lalu beranjak dari tepi ranjang.
**
Arka melangkah meninggalkan ruangan itu, Ia menyisir koridor sambil memikirkan wajah bintang, mungkin kah itu memang anak nya ?
Arka mengusap kepalanya lalu tertegun melihat aldrik menangis duduk di pojokan koridor, entah apa yang tengah menimpa tuan muda itu ? Bukan kah kemarin ia berkaca pinggang lalu sekarang menangis tersedu di lantai.
__ADS_1
Bersambung....
Happy reading 😍