Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
itungan.


__ADS_3

Wina langsung mengirim pesan pada arka, memberi tahu kalau Yesa masuk rumah sakit.


Saat itu arka sudah kembali ke hotel dan langsung terlelap karena lelah hingga ia tidak membaca pesan dari adik ipar nya itu.


"belum terbaca kak. Mungkin masih sibuk." Ujar Wina duduk di tepi ranjang. Yesa hanya diam karena ponsel nya tertinggal di rumah. Ezi pasti terburu buru hingga lupa membawa ponselnya.


"ya sudah kamu tidur saja Yes, biar kondisi kamu membaik." Sergah Erlin dan di anggukan oleh Yesa.


Namun beberapa kali mencoba memejamkan mata, Ia tidak bisa tertidur karena merasakan perut nya yang terasa perih.


lekas Rusli meminta dokter untuk memberikan obat agar Yesa bisa tidur.


*


Waktu menunjuk kan pukul lima pagi, Arka terbangun dari tidur nya dan melihat ponselnya terus berdering. Beberapa pesan dari asila dan juga Wina.


Arka mengerutkan kening nya saat membaca pesan dari Wina yang mengatakan kalau Yesa masuk rumah sakit. lekas arka beranjak dari ranjang lalu melihat beberapa panggilan telepon dari yesa semalam. Karena lelah arka tidak mengecek ponselnya sama sekali.


Gegas arka beranjak dari ranjang lalu masuk ke kamar mandi.


**


"Win bilang ke bang arka, kalau mau ke rumah dulu tolong nanti bawa ponsel kakak sama baju ganti ke sini." Pinta Yesa dan Wina langsung mengirim pesan pada arka. Sedangkan kedua orang tua nya pulang dulu karena Rusli harus kerja.


"kak, apa ada sesuatu sama cowok yang semalam ada di sini?" tanya Wina dengan ragu membuat Yesa tertegun.


"enggak, dia cuma teman kakak dek." jawab Yesa sambil menunduk.


"tapi kok foto kalian mesra banget?"


Ujar Wina menunjuk kan foto yang ia simpan.


"Kamu dapat dari mana win?" Tanya Yesa mengamati foto itu.


"Dari foto Wa yang kemarin kak Yesa hubungi Wina. Dia pajang foto kalian berdua." jawab Wina memindai wajah Yesa.


"Ya sebenarnya kita dekat......" jawab Yesa menceritakan semuanya pada Wina dan meminta adik nya itu menjaga rahasia.


"jadi kakak selingkuh?" tanya Wina lalu menutup tangannya dengan telapak tangan sendiri.


"Entah lah.." jawab Yesa dengan tatapan sendu mengingat sikap Arka.

__ADS_1


"sabar ya kak." balas Wina lalu memeluk kakaknya itu.


***


Arka meminta izin pada pak Reza untuk pulang ke rumah terlebih dahulu, ia juga meminta waktu sebentar karena Yesa masuk rumah sakit.


Reza memberikan nya izin dan menunda kepulangan mereka dua jam menunggu arka kembali dari rumah sakit.


Arka pulang ke rumah terlebih dahulu untuk mengambil pakaian ganti Yesa dan ponselnya sesuai dengan pesan dari Wina.


Arka menyambar ponsel Yesa yang tergeletak di meja setelah mengambil beberapa pakaian dan kebutuhan lainnya.


Arka tertegun saat tidak bisa membuka ponsel Yesa, tak biasanya terkunci menggunakan kode pengaman, tentu hal itu membuat nya tak bisa membuka ponsel Yesa.


Gegas Arka pergi ke rumah sakit, waktu nya tidak banyak karena Reza hanya memberikan nya waktu dua jam saja.


***


Anggito memperhatikan Ezi yang tengah sarapan sambil memainkan ponselnya, entah dari mana semalam ia sampai pulang larut sekali.


"gimana kantor? Tak ada kendala kan?" Tanya Anggito membuat Ezi menoleh seketika.


"Enggak ada masalah yah, kenapa?" tanya Ezi memindai wajah sang ayah. Pria berusia lima puluh lima tahun itu masih saja bugar. Berbeda dengan sang ibu yang sudah pergi lima tahun yang lalu.


"Apa sih yang kamu tunggu zi?" tanya nya lagi.


"di jodohkan tidak mau, lanjut kuliah nanti nanti terus ?" sambung nya, namun Ezi tak juga menjawab.


"Alma ingin lanjut kuliah di Swiss, namun ketentuan di sana tidak boleh sendiri dan harus ada keluarga yang menemani. Waktu nya tinggal sebulan lagi. Ayah harap kamu persiapkan semuanya jika kamu belum siap menikah." ujar Anggito dan di anggukan oleh Ezi.


Alma sang adik tertegun menatap Ezi yang tidak bergeming. Anggito sendiri langsung pergi meninggalkan rumah karena ada urusan penting di luar.


"Kakak udah punya pacar ya makanya enggak mau di jodohkan sama ayah ?"


Tanya Alma membuat Ezi mendongak.


"Seperti itu kira kira. Ya sudah kakak akan pikirkan nanti ya. Sekarang kakak berangkat kerja dulu !"


jawab Ezi lalu beranjak.


Apa sebaiknya ke rumah sakit dulu ya lihat keadaan Yesa, sejak semalam Ezi tidak bisa tidur karena trus memikirkan Yesa.

__ADS_1


Gegas Ezi melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


**


Arka masuk ke dalam ruang perawatan dengan santai lalu menatap wajah Yesa tampak pucat.a


"Kamu sakit dek ?" tanya arka dengan ekspresi biasa melihat istri nya berbaring di ranjang rumah sakit.


Arka menyodorkan paper bag yang berisi pakaian ganti untuk yesa dan ponsel nya.


"Kenapa di kunci ponsel nya ?" tanya arka duduk di hadapan Yesa.


Yesa tertegun menatap wajah arka, kenapa ia tidak merasa khawatir sama sekali pada nya? Ia datang seakan tidak terjadi apa-apa dengan istri nya.


"Biasa nya juga di kunci kok ?!" jawab Yesa lalu menyimpan ponsel nya di meja.


"kenapa harus ngambil VVIP sih, biayanya kan mahal, aku kan belum sempat urus asuransi yes. otomatis bayar di muka dong. Bisa habis tabungan kita !" ujar arka membuat Yesa terpaku merasakan sakit itu kian meradang. Kenapa arka seakan itungan pada nya?


Bukan nya menyenangkan hati justru kedatangan nya malah membuat Yesa semakin sakit.


Wina juga tertegun mendengar penuturan arka yang mengatakan bahwa uang tabungan mereka akan habis karena harus membayar biaya rumah sakit.


Tak lama dokter datang dan mengatakan bahwa Yesa terserang tipus hingga ia harus di rawat beberapa hari ke depan.


"tuh kan, udah pindah ke kelas tiga aja. Biar biayanya enggak terlalu mahal. lagian Abang juga harus balik ke malang !"


"Aku lagi sakit bang, dan kamu bilang mau balik ke malang ?"


sanggah Yesa menganga sambil menitikkan air mata nya.


"ya gimana dong yes, Abang kan udah terikat kontrak. Jadi enggak bisa semau nya. Sekarang pak Reza udah nunggu Abang. Nanti Abang urus kepindahan kamu ke ruang kelas tiga. Setelah itu Abang berangkat !"


"Tapi saat ini aku butuh kamu, aku sakit...!" ujar Yesa merasakan suhu tubuh nya mulai meningkat.


"ya enggak bisa kayak gitu. Itulah kenapa aku enggak kasih izin kamu kerja. Jadi nya kan kamu kecapean !"


Sergah Arka membuat Yesa menangis tergugu.


Arka beranjak dari tempat nya saat seseorang menelpon nya, Ia pergi keluar meninggalkan Yesa yang menangis. gegas Wina menghampiri lalu memeluk kakaknya itu.


"Sabar ya kak. Wina enggak nyangka kak Arka malah bersikap seperti itu!"

__ADS_1


ujar Wina, barulah ia paham mengapa Yesa sampai berpaling.


Bersambung...


__ADS_2