Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
Bukan anak haram.


__ADS_3

"gila ya si arka langsung talak tiga ? keterlaluan, Udah biarin yes. nanti dia yang akan menyesal !" ujar Jesika memeluk Yesa yang masih menangis. Ezi langsung menghubungi Jesika agar menemani Yesa di rumah nya. Ezi khawatir jika Yesa sendirian, sedangkan ia tidak mungkin menemani Yesa di rumah nya.


"Dia bilang anak gue anak haram Jes, dia lupa kalau terakhir itu dia enggak pakai pengaman !"


"Yesa ada apa ?" tanya Erlin yang baru sampai di rumah.


Yesa menundukkan kepalanya sambil menangis.


"Maafkan Yesa Bu, ayah...!"


Yesa menceritakan semua nya pada mereka, hingga membuat Erlin menitikkan air mata.


"jadi sekarang kamu hamil, anak siapa?" tanyakan Rusli berdiri di hadapan Yesa.


"anak bang arka, demi tuhan ini anak arka. Yesa enggak pernah tidur dengan bang Ezi, demi tuhan yah !"


jawab Yesa membuat Rusli memijat keningnya.


"Arka pasti tidak akan mengakui hal itu karena kamu selingkuh, pantas kalau arka marah hingga menceraikan kamu. tidak ada yang tahu kan kalau kamu sudah berbuat Zinah!"


Yesa menganga mendengar ucapan sang ayah, luka nya semakin tersayat sayat.


"Ayah !" ujar Erlin iba melihat Yesa menghempas kan tubuh nya sambil menangis.


"Yesa tahu yah, Yesa salah. Tapi Yesa berani bersumpah kalau Yesa enggak pernah tidur dengan bang Ezi. Yesa masih waras, terserah bagaimana pemikiran ayah. Yesa siap kalau ayah mau hukum Yesa, cambuk yesa sampai mati karena percuma hidup dalam kenistaan. Mungkin lebih baik mati daripada pada membuat ayah malu!"


Di situlah Rusli menitik kan air mata nya. Jesika dan Wina juga menangis melihat keadaan Yesa yang hancur.


"Tidak apa-apa kalau ayah dan ibu tidak mau menerima Yesa di rumah ini, Yesa akan tetap lahir kan dan besar kan anak ini sendiri. Ini bukan anak haram seperti yang arka katakan, Dan Yesa tidak akan pernah mau kembali pada arka. Laki laki yang tidak pernah menghargai keberadaan Yesa. Mungkin ini lebih baik walaupun tidak di akui, tapi Yesa akan menjaga nya meskipun harus menaruh kan nyawa sekalipun. Yesa akan pergi !" Ucap Yesa namun dengan cepat Rusli menarik tubuh putri nya itu kemudian memeluk nya erat.


"Kami sangat menyayangi kamu, tidak mungkin ayah melakukan itu? Ayah akan berada di garda terdepan untuk melindungi kamu !" Ujar Rusli membuat Yesa tersedu-sedu.

__ADS_1


gegas Wina memeluk kedua nya.


"sabar ya kak ?" ujar Wina dan di anggukan oleh Yesa.


Keluarga adalah tempat pulang, persinggahan paling nyaman dan tentram.


"sudah yes, masih banyak kok yang sayang sama kamu. Jadi kamu harus kuat dan buktikan sama mereka kalau kamu baik baik saja berpisah dari arka." ujar Jesika mengusap pundak sahabat nya itu.


***


Ezi menemui sang ayah dan meminta untuk memundurkan kepergian nya ke Swiss.


"Enggak bisa Ezi, jangan macam macam kamu. Tiket sudah di pesan, dan kamu harus tetap pergi." ujar Anggito membuat Ezi mematung.


Ezi menghela nafas panjang lalu pergi keluar rumah, bagaimana bisa ia pergi jika keadaan Yesa sedang tidak baik baik saja.


lekas Ezi menghubungi Yesa di dalam mobil.


"Baik bang.." jawab Yesa yang tengah makan malam bersama keluarga nya. Rusli memperhatikan Yesa yang langsung menunduk.


"Boleh enggak Abang ke rumah ? Besok mau pergi dan rasa nya enggak tenang sebelum lihat keadaan kamu !" ujar Ezi membuat Yesa tertegun lalu membesar volume karena Rusli mengatakan ingin mendengar Ezi berbicara apa.


" Yesa baik baik saja bang!"


"Gimana dong Abang harus pergi dan enggak bisa menundanya lagi. Kamu mau kan menuggu Abang pulang. Satu tahun....!" ujar Ezi dan di dengar oleh mereka.


Yesa tidak menjawab karena ada Rusli, dan sang ayah melipat tangan nya sambil bersandar.


"kalian memang sebaiknya menjaga jarak untuk waktu yang tidak di tentukan, masalah belum reda dan tentang jodoh minta yang terbaik saja pada tuhan. Jadikan semua ini pelajaran untuk kita semua, termasuk kamu yang tidak seharusnya mencintai perempuan yang sudah menikah, tapi ya sudahlah semua terlanjur. biarkan keadaan tenang dan pergilah." jawab Rusli membuat Ezi tertegun karena Rusli lah yang menjawab pertanyaan nya.


"saya tahu saya salah, tapi saya benar benar mencintai putri anda. bukan karena obsesi semata, kalau Yesa tidak hamil mungkin saya bisa menunggu sampai masa Iddah nya berakhir, tapi tuhan menetapkan keadaan seperti ini, saya benar benar minta maaf pada anda. saya minta maaf kalau Saya menginginkan putri anda." jawab ezi membuat Yesa kembali terisak.

__ADS_1


"buktikan saja, saya tidak menerima janji tapi saya pegang ucapan kamu. Selamat malam !" ujar Rusli lalu mematikan panggilan telepon tersebut.


"Sebaik nya sekarang memikirkan penyelesaian perkara ini, biarkan Ezi pergi. ayah rasa itu lebih baik." ujar Rusli lalu beranjak dari duduknya. Pria itu melangkah masuk ke dalam kamar nya, sementara yang lain nya terpaku di kursi makan.


"kamu sabar ya Yesa !" ujar Erlin mengusap kepala putri nya.


"Ya kamu jangan sedih lagi, Aku janji akan selalu ada kalau kamu butuh." ujar Jesika. Alhasil keduanya kini sama sama menjadi janda. Namun berbeda dengan Yesa, ia kini berbadan dua.


**


"Tidak bisa kalau Yesa dalam keadaan hamil, Ar !" Ujar Yofie saat arka bercerita bahwa ia akan menceraikan Yesa.


"Arka akan tetap mengugat cerai dan mengatakan bahwa Yesa selingkuh dan bukan mengandung anak arka. Apapun yang terjadi arka sudah mentalak tiga Yesa."


"kamu yakin itu bukan anak kamu ?" sergah Yofie membuat Arka tertegun.


"Ya lah, selama ini arka selalu pakai pengaman dan mungkin itu anak pria itu !" Jawab arka sedikit ragu. Namun ia tidak ingin memikirkan hal itu lagi. Rasa sakit itu melingkupi ruang hati nya. Arka masih tak menduga kalau Yesa bisa melakukan hal itu pada nya. Kalau anak itu anak nya kenapa Yesa mengajak pria lain untuk memeriksa kandungan nya ? Arka masih tak habis pikir jika Yesa bisa segila itu.


Arka tertegun mengingat kepulangan nya kemarin, Yesa seperti tidak senang ia pulang. dan sekarang arka tahu penyebab nya apa?


Arka Juga tidak melihat barang berharga milik Yesa di rumah, seperti nya ia memang sudah merencanakan perpisahan mereka. Lagi lagi arka merasa kan kepedihan. Dia yang selalu cemburu pada asila, malah dia sendiri yang berselingkuh.


Gegas arka pergi ke ATM untuk mengecek uang yang berada di ATM, ATM tersebut biasa Yesa pakai untuk keperluan nya.


Arka melihat saldo rekening milik Yesa masih utuh, sama seperti saat ia mengirim kan uang untuk pembayaran rumah sakit. Yesa memang tidak membawa ATM pemberian arka, ia simpan di dalam lemari.


Arka tertegun apakah Yesa membayar rumah sakit menggunakan uang nya sendiri ? Andin bilang waktu itu kalau Yesa masih di ruang VVIP.


Arka yakin biaya nya tidak sedikit ? apa mungkin Yesa meminta bantuan ayah nya untuk membayar rumah sakit ?


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih yang masih setia 👍👍👍🙏😍


__ADS_2