Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
Anugrah terindah.


__ADS_3

Ezi memeluk Yesa dari belakang, Ia tersenyum bahagia melihat dua garis tercetak pada alat tes kehamilan itu.


Hangat nya mentari pagi menjadi saksi betapa bahagianya mereka akan anugrah terindah yang Tuhan berikan.


"Alhamdulillah... Nanti kita cek ke dokter ya !"


Ujar nya sambil mengeratkan pelukannya.


Yesa hanya menganggukkan kepala nya sembari menatap lekat alat itu, untuk kedua kalinya kehidupan tumbuh dalam rahim nya.


Dan rasanya terenyuh mengingat masa lampau saat pertama ia hamil. Ia juga dulu berharap seperti sekarang, dan tuhan mewujudkan keinginan nya. Dimana suami nya bahagia mengetahui kehamilan nya.


Ezi membalikkan tubuh Yesa untuk menghadap nya, terlihat mata nya berkaca-kaca.


"Kamu kenapa sayang ?" Tanya Ezi menghapus air mata yang ternyata tumpah.


"Enggak, cuma terharu aja karena tuhan kembali memberikan aku kepercayaan. Hum... maksud nya kita !"


Jawab Yesa menatap manik indah suami nya, dimana tersirat cinta dan kasih sayang nya yang begitu besar untuk nya.


'terima kasih tuhan...'


Selama dua tahun bersama Ezi memperlakukan nya dengan lembut, ia juga sangat baik terhadap Bintang. Ezi menyayangi anak nya seperti anak sendiri. Dan hal itu membuat Yesa bersyukur karena memiliki suami seperti Ezi.


Dia yang selalu sabar dan tidak pernah menuntut apapun dari nya, Ia yang selalu menjadi kan nya prioritas utama. padahal Ezi sibuk dengan kuliah dan pekerjaan nya, namun tak pernah sekalipun ia mengabaikan mereka.


Alma juga begitu baik pada yesa, dia selalu membantu Yesa menjaga bintang. Karena semua pekerjaan rumah ada pembantu yang mengurus.

__ADS_1


Ezi tidak membebankan pekerjaan rumah pada kedua perempuan itu, Ezi bahkan tidak segan mencari baby sitter. Hal itu ia lakukan agar pekerjaan istri nya ringan dan tidak terlalu lelah.


"Ya sayang, Abang janji untuk kehamilan kali ini kamu akan jadi ibu hamil yang bahagia karena ada aku yang akan selalu siaga !" Jawab Ezi lalu mendekap erat tubuh Yesa.


Ezi paham apa yang istrinya rasakan, semua yang sudah terlewati namun tidak akan mudah untuk di lupakan, bagi Ezi istri nya itu cukup kuat. Tak mudah menjadi ibu hamil tanpa seorang suami. Sedangkan ibu hamil itu butuh perhatian lebih dari suaminya.


"Ayo sayang, kita sarapan dulu. setelah itu kita berangkat ke airport."


Ajak Ezi menggenggam tangan Yesa melangkah keluar dari kamar.


Sebelum nya Ezi tidak mengajak Alma pergi karena Ezi pikir untuk mereka saja, namun Yesa ingin Alma ikut berlibur dengan mereka.


"Wah, baru keluar nih. Apa ada kabar gembira ?" Tanya Alma yang sudah berada di meja makan.


kemarin Alma sempat melihat Yesa yang mual mual depan westapel. Alma juga berpikir seperti nya Yesa hamil. Karena tak biasa nya Yesa seperti itu. beberapa waktu juga ia minta Ezi mencari kan mangga untuk nya.


"Gue udah tahu, pasti gue mau punya keponakan lagi kan ?" Tanya Alma sambil terkekeh kecil.


"Tahu aja Lo..." jawab Ezi senyum lalu menoleh ke arah Yesa yang mengulum senyum.


kedua kakak adik itu memang begitu kalau ketemu atau ngobrol, udah kayak sohib aja gitu. Gue elo udah biasa, dan Yesa hanya tersenyum melihat keakraban adik kakak itu.


"Jadi berangkat kan kak ?" tanya alma menatap wajah kedua nya.


"Jadi lah, makanya sekarang sarapan dulu.. setelah itu kita berangkat !"


jawab Ezi lalu menyuapi istri nya makan, sedangkan bintang tengah bermain dengan baby sitter nya di halaman rumah.

__ADS_1


Anggito menanyakan ke pulangan mereka, dan Ezi mengatakan bahwa mereka akan pulang setelah pulang berlibur dari Jerman.


*


Sedangkan Arka kini berkerja di salah satu perusahaan di kota itu, ia kini tak lagi mempokus kan diri nya di dunia sepakbola. Sebab keadaan kakinya tak memungkinkan untuk menendang seperti dulu lagi. bisa berjalan dengan baik saja arka sudah bersyukur.


Hingga saat ini ia masih sendiri, membiarkan semua berjalan apa adanya. dan kini keadaan sang ayah semakin menurun, kemarin masuk ke rumah sakit karena tiba tiba pingsan. Dan sampai sekarang belum sadar, dokter mengatakan bahwa sang ayah mengalami koma karena komplikasi penyakit yang di deritanya.


Arka hanya bisa bersabar dengan keadaan nya yang sekarang, mencoba untuk terus memperbaiki diri. namun yang ia sesalkan adalah kenapa Yesa tidak pernah mengunggah bintang di sosmed nya, padahal arka ingin tahu perkembangan anak itu. pernah beberapa kali melewati rumah Yesa, Namun rumah selalu sepi, dan tidak pernah terlihat mantan mertua nya itu.


yah, memang benar seperti itu ada nya. Karena keluarga Rusli sudah pindah rumah setelah Wina menikah dengan Akram. Sekarang mereka tinggal di daerah perumahan xx. Tentu nya sekarang rumah mereka lebih besar dari rumah sebelum nya, dan arka tidak tahu akan hal itu.


Arka juga sempat bertanya pada Jesika tentang Yesa, dan ia hanya menjawab. bahwa Yesa menetap di Swiss bersama Ezi.


Arka yakin jika bintang sekarang sudah besar, Arka ingin sekali melihat nya, tapi entah bagaimana caranya? apa ia harus pergi ke negara itu untuk menemui anak itu ? Anak nya ?


*


Aldrik kini mendekam di penjara Bersama Zidan, Aldrik di hukum Lima belas tahun penjara atas beberapa kasus. Begitu juga dengan Zidan, ia juga di hukum Lima belas tahun atas kasus korupsi dan rencana nya mencelakakan Arka di lapangan.


Semua terbayar tuntas, dan kini arka hanya ingin bertemu dengan bintang, tapi kapan anak itu akan kembali ke tanah air ?


Bersambung...


Happy reading 😍


Terima kasih yang masih setia sama aku 🤭🤭🤭😍👍👍🙏

__ADS_1


__ADS_2