Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
termasuk Abang mu'


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Yesa menjalani kehidupan nya tanpa sosok arka yang biasa hadir menemani hari nya. Meskipun ia selalu sibuk dengan pekerjaan dan hobi nya, namun sedikit mengurangi rasa sepi yang saat ini tengah Yesa rasakan.


Jika di kantor ia bisa melupakan arka karena ada teman teman dan Ezi yang selalu menemani nya.


Tapi saat kembali ke rumah keadaan nya berubah sepi dan sunyi.


Sesekali Arka menghubungi nya jika hendak tidur. Itu pun hanya sebentar saja karena coach memberikan waktu sebentar sebelum tidur. Arka mengatakan bahwa ia harus menjaga kondisi kesehatan nya agar bisa lari di lapangan.


Dan Yesa hanya bisa pasrah dan menerima hal itu. Menuntut pun percuma karena ujung-ujungnya nya mereka akan bertengkar dan hal itu hanya akan membuat Yesa jengkel.


Saat ini Yesa hanya berusaha untuk sabar dan memahami keadaan arka yang super ketat menjelang liga yang akan datang.


Malam itu Yesa hendak mendatangi rumah sang ibu, malam ini ia ingin menginap karena di rumah sepi.


gegas Yesa keluar lalu menghampiri motornya, namun Yesa terkejut saat melihat Andin masuk ke gerbang rumah nya membawa tas dengan tergesa gesa.


Andin adalah adik perempuan arka, entah apa maksudnya tiba tiba dia datang.


"Hai kak Yesa..!"


Sapa Andin menghampiri Yesa yang berada di depan rumah.


Andin sudah menikah tapi kenapa ia sendiri.


"kamu sengaja datang ?"


Tanya Yesa menilik wajah Andin.


"Ya kak. boleh enggak aku nginep sehari dua hari di sini !?"


Tanya Andin membuat Yesa tertegun sejenak.


"Memang nya rumah kamu kenapa ?"


Tanya Yesa tidak paham karena Andin punya rumah sendiri dengan suami nya.


"bisa enggak kak cerita nya di dalam !"


Tanya Andin minta masuk ke dalam rumah.


Yesa mengangguk lalu membuka pintu rumah nya kemudian keduanya masuk.


"Sebenarnya aku kabur dari rumah kak !"


Ujar Andin menghempas kan pantat nya pada sofa.


"kabur kenapa ?"


Tanya Andin semakin tidak mengerti.


"Aku tuh kesel sama Yoga. Kerjanya mancing terus enggak ingat sama aku. Makanya aku pergi dari rumah, aku enggak ke rumah ibu karena ibu pasti malah ngomel dan bilang sama aku untuk sabar, sementara aku udah capek mengahadapi Yoga. Jadi aku pikir datang kesini karena kak Yesa kan sendiri."


Yesa menghela nafas panjang lalu duduk di hadapan Andin.

__ADS_1


Seperti sebuah karma, Adik arka pun merasakan hal yang sama dengan dirinya. dimana sang suami lebih mengutamakan hobi di banding bekerja menghidupi sang istri.


Mungkin arka lebih baik karena dalam perihal uang ia tidak pernah hitungan, tapi tidak tahu nanti.


"Ya sudah kamu tidur saja di rumah ini untuk sementara waktu, sampai kamu tenang. kebanyakan pria memang seperti itu!"


'Termasuk Abang mu '


Yesa mengurung kan niat nya untuk pergi ke rumah sang ibu. ia kembali masuk ke dalam kamar lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.


hari ini arka belum menghubungi nya, dan Yesa sendiri lebih memilih untuk mengabaikan. Sebab ia tidak ingin di sebut pengganggu.


Esoknya.


Pagi pagi sekali Yesa sudah mendengar kegaduhan di depan rumah, entah apa yang terjadi. Lekas Yesa menghampiri sebab mendengar dua orang tengah beradu mulut.


Yesa terperangah melihat Andin dan yoga tengah bertengkar, entah apa yang membuat kedua nya seperti itu.


"Astaga... stop."


Seru Yesa membuat kedua nya menghela nafas berat.


"pagi pagi kalian bikin gaduh di rumah orang, apa kalian enggak malu?"


Tanya Yesa lirih memijat keningnya yang terasa pusing.


"Dia tuh enggak mau aku ajak pulang kak !"


Ujar Yoga membuat Yesa membuang nafas.


Jawab Yesa menepuk keningnya sendiri.


"Ya, tapi enggak harus pergi dari rumah juga!"


Sergah nya tidak mau kalah persis arka. Dasar menyebalkan!


"Andin, sekarang lebih baik kamu pulang dan selesai kan masalah Kalian di rumah !"


Cetus Yesa lalu masuk ke dalam kamar. lebih baik mandi dan bersiap untuk pergi kerja. Berhubung ia tengah libur ibadah jadi Yesa sedikit santai bangun.


Yesa tak memperdulikan permasalahan Andin dan Yoga. Ia tidak mau ikut campur dan memilih mengurus hidup nya yang juga rentan seperti mereka.


Mancing mania dan gila bola !


Tidak ada yang salah dengan hobi, tapi apa mereka tidak bisa mengatur waktu yang tepat untuk dirinya dan keluarga ?


Andin bahkan nekat kabur dari rumah karena kesal pada Yoga, sedangkan diri nya ?


Yesa masih berkutat dengan bawang merah dan Cili pedas untuk membuat nasi goreng. Ezi mengatakan hendak menjemput nya satu jam yang akan datang.


Yesa membuat nasi goreng pedas untuk ia dan Ezi.


Beberapa waktu ini pria itu lah yang kerap menikmati masakan nya.


Andin dan Yoga sudah pergi sejak tadi dari rumah, dan Yesa tidak menghiraukan mereka berdua dengan urusan nya.

__ADS_1


Biarkan saja mereka selesaikan sendiri!


Satu jam berlalu.....


Mobil Ezi sudah terparkir di halaman rumah. lekas Yesa keluar saat Ezi membunyikan klakson mobil nya.


Beberapa ibu-ibu tengah memilih sayuran dekat rumah Yesa, mereka memperhatikan Yesa yang selalu di jemput oleh Ezi.


"Eh tahu kan kalau suami nya Mbak Yesa pergi ke Malang, dan saya selalu lihat mbak Yesa di antar jemput cowok yang di mobil itu. mungkin enggak sih mbak Yesa ada main saat suaminya pergi merantau?!"


Ujar Salah satu ibu membuat yang lain nya tertegun.


"Hm, biarin lah ngapain ngurusin urusan orang lain. Mungkin mereka cuma teman kerja, kalau pria itu menginap di rumah mbak Yesa barulah kita bicara sama pak RT. Orang ini cuma antar jemput kok!"


Jawaban Bu RT tidak ingin gegabah dan nanti nya hanya membuat malu saja.


"gitu ya Bu RT ?"


"Ya lah, kita jangan suka suudzon sama orang. jangan suka kepo sama urusan orang !"


Jawab Bu RT lalu pergi meninggalkan tukang sayur.


*


"Kamu kenapa dek ?"


Tanya Ezi memperhatikan wajah Yesa tampak murung.


"enggak apa-apa bang, cuma sedikit penat aja !"


Jawab Yesa tanpa menoleh ke arah Ezi.


hingga pagi hari Arka tidak juga menghubungi nya. Ia hanya mengirim pesan singkat yang mengatakan kalau ia sibuk tengah latihan.


Yesa tidak tahu harus bagaimana sedangkan ia berharap arka sedikit saja memberikan nya perhatian.


Salah kah jika ia menerima perhatian dari Ezi, sebab Ia terabaikan oleh suaminya sendiri.


Sedikit saja, tapi Arka tidak pernah memberikan nya. Dekat saja dia selalu sibuk sendiri apalagi jauh.


Yesa berpikir apakah Arka tidak khawatir kalau ia selingkuh? Mengingat jarak dan sikap nya yang acuh?


"Jika dia mencintai kamu, maka sesibuk apapun kamu akan menjadi prioritas utama. kalau dia mencintai kamu, maka ia akan berubah seperti keinginan kamu. Tapi jika tidak sebaik nya kalian sama sama berpikir !"


Ujar Ezi sambil menyetir. Ezi tahu kalau sejak tadi Yesa memikirkan Arka. Sementara itu mungkin arka tidak mengingat nya sama sekali.


*


*


**


Bersambung..


terimakasih sudah mampir 😇

__ADS_1


__ADS_2