
Siapa pun akan terpesona melihat senyuman manis Yesa, termasuk Ezi yang tidak henti memandang foto yang Yesa unggah di story milik nya.
Kalau memang ia berniat merusak mungkin bisa saja ia melakukan sampai ke tahap ranjang, bukan hal yang sulit merayu perempuan apalagi dalam keadaan galau seperti Yesa, tapi Ezi benar benar sayang hingga ia tidak pernah berpikir untuk melakukan hal sejauh itu.
Ia juga pria normal, tapi kesungguhan cinta nya yang membuat Ezi enggan merusak ketulusan nya.
Ezi tidak tahu kenapa arka sampai menyiakan Yesa, tidak salah jika perempuan ingin di manja ? perempuan memang harus di manjakan, bukan hanya dengan uang tapi juga kasih sayang.
Ezi memberikan komentar pada story perempuan yang memiliki sedikit lesung pipi itu.
"Biarkan saja, tuhan tidak pernah tidur baby."
Lantas hal itu semakin membuat arka geram ketika ia membaca beberapa komentar yang mendukung Yesa, meski ada beberapa yang berkomentar tidak mengenakan.
Arka semakin kesal dan benci pada Yesa. dan Lagi lagi rasa mual itu kembali muncul hingga membuat Arka ingin sekali muntah.
Andik yang juga sekamar dengan Arka tertegun mendengar arka yang tengah muntah di dalam kamar mandi.
"kamu sakit Ar ? Aku dengar dari tadi sore kamu muntah terus ?"
Tanya Andik memindai wajah arka yang sedikit pucat.
"Enggak tahu, rasa nya tuh pusing sama mual !"
Andik tersenyum lalu menghampiri Arka.
"kamu tuh sakit atau Istri mu lagi ngidam, kemarin waktu istri ku hamil juga seperti itu Ar. makanya beberapa waktu aku minta cuti !" Ujar Andik membuat Arka membeku.
"Itu bukan anak gue, jadi enggak mungkin gue ngidam seperti yang Andik bilang. Gue cuma sakit aja !" batin arka lalu pergi keluar menuju ruang kesehatan. Ia harus segera memeriksa keadaan nya. Sedangkan Andik melongok melihat arka yang pergi begitu saja.
**
Berangkat malam dan pagi tiba di kota kelahiran sang ibu. Yesa membuka kaca mobil lebar lebar untuk menghirup udara segar kota Jogja.
"berhenti dulu pak Pur di Malioboro !" pinta Wina dan di anggukan oleh supir sang ayah.
Mobil melaju menuju kawasan Malioboro, terlihat keadaan ramai pengunjung dan nampak beberapa turis asing di kota pelajar itu.
Gegas Wina mengabadikan momen tersebut dengan berfoto Selvi bersama Yesa.
Tentu saja duo cantik itu menuai beberapa pujaan dari beberapa followers nya. Keduanya memang memiliki cukup banyak followers hingga ribuan.
"Udah cari makan dulu deh, ke rumah Mbah mu masih jauh." Ujar Rusli mengajak kedua putri nya untuk mencari makan.
__ADS_1
"Ayah kok bisa ketemu ibu sih, rumah Mbah kan jauh dari kota !" tanya Wina membuat Rusli terkekeh.
"Ya, ibu mu itu mutiara yang tersembunyi. Lah ayah susah payah menemukan nya !" jawab Rusli menoleh ke arah Erlin dengan tatapan penuh cinta.
Tentu Erlin merasa malu hingga wajahnya nya tersipu kemerahan.
"Romantis deh ayah. Mudah mudahan bang Akram sama seperti ayah !" jawab Wina mengingat kekasih nya yang berprofesi sebagai dokter.
"Amin, jangan sampai deh saingan sama hobi !" jawab yesa membuat mereka tertegun.
"Nanti anak ayah juga dapat yang benar benar sayang, tak ada rasa sakit tanpa penawar. Sabar saja !" Yesa mengangguk lalu mereka masuk ke salah satu restoran di seputaran Tempat Itu.
***
Di lain tempat seseorang tengah meringis memegang perutnya, usia nya memang sudah lanjut dan hendak manupase, Namun Fitri merasa aneh sebab hampir dua Minggu ini ia mengalami menstruasi.
"Bu, periksa ke dokter saja !" ajak Andin. Sementara sang ayah pergi memancing dengan teman teman nya.
"Ayah tuh gimana sih Bu? istri sakit malah pergi mancing. emang kelakuan enggak jauh beda sama yoga." umpat Andin kesal dengan kelakuan sang ayah dan suaminya.
Andin juga heran karena akhir akhir ini sikap Yoga berbeda, ia jadi jarang pulang dan berbagai alasan. yang lebih menjengkelkan lagi, dia hanya memberi sebagian gajih nya. Entah kenapa?
Andin mengemudi kan mobil yang biasa Arka gunakan, sang kakak memang menyimpan mobil milik nya di kediaman Fitri. dan rencananya rumah arka akan di kontrakan saja dari pada kosong.
Andin berencana untuk melabrak Yoga, namun urung karena melihat sang ibu yang meringis kesakitan. Akhirnya Andin melajukan mobilnya dan menunda permasalahan nya dengan Yoga.
"Awas aja nanti pulang ke rumah !" ancam Andin lalu membawa sang ibu menemui dokter.
Kemarahan arka di pacu oleh Andin yang melebih-lebihkan keadaan Yesa dengan Ezi, Andin bahkan bilang kalau ia pernah melihat Yesa dan Ezi masuk ke dalam hotel. Padahal tidak pernah, mereka hanya dekat saat di kantor saja.
Bagaimana arka tidak marah, dan menyangka kalau anak yang Yesa kandung adalah anak Ezi. Semua terjadi karena hasutan dari mereka yang menginginkan Arka berpisah dengan Yesa agar bisa dekat dengan Asila.
Asila sendiri sengaja mendekati keluarga arka agar mendapatkan simpati, Namun sampai saat ini arka belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia menginginkan nya. Arka bahkan masih meratapi pengkhianatan Yesa, lalu dirinya ? Asila sangat berharap Arka lari pada nya, Tapi nyatanya ia masih di anggap adik oleh arka.
*
Dua jam berlalu Yesa dan keluarga sampai di kediaman orang tua sang ibu, jauh dari kota dekat dengan gunung nglanggeran, dimana terdapat tempat wisata. Dan kediaman orang tua Erlin tidak jauh dari gunung itu.
Mereka menghabiskan waktu bersama dengan bercocok tanam dan berternak hewan. Seperti ayam, dan bebek. Ikan juga ada di kolam.
Mereka makan dari hasil perkebunan dan peternakan sendiri.
Hidup tenang jauh dari hiruk-pikuk kota.
__ADS_1
Sebelum nya Erlin sudah menceritakan tentang Yesa sedikit pada mereka. Mendengar hal itu membuat mereka iba dan menyuruh Erlin untuk membawa cucunya nya segera.
"Assalamualaikum...!" Sapa Erlin menghampiri rumah yang terbuat dari kayu semua, dua tingkat dengan halaman yang cukup besar.
"walaikumsalam....mana cucu ku ?" ujar Ibu Hanum, lalu merentangkan kedua tangannya pada kedua cucunya.
"Alhamdulillah, kalian sehat ?" tanya Hanum, lalu Ridho sang Kakek menghampiri.
"Alhamdulillah eyang !"
jawab Yesa tertegun saat sang nenek memeluk nya tidak biasa.
"kamu sabar ya ndo ?!" Ucap nya dan di anggukan oleh yesa.
Kemudian semua masuk ke dalam rumah, Hanum langsung terisak saat Erlin menceritakan apa yang terjadi.
"Sekarang kandungan nya berapa bulan ?" tanya Hanum merengkuh pundak Yesa.
"hum, udah jalan tiga eyang !"
"Kamu kok tegar ? kamu baik baik aja nak ?" tanya nya memindai kembali wajah Yesa tampak biasa.
"Ya, Yesa baik baik saja !" jawab Yesa lalu mendekap erat tubuh sang nenek.
terakhir berkunjung saat hari raya kemarin dan saat itu keadaan nya dengan Arka masih baik-baik saja. Dan Hanum tidak menyangka jika badai praha menghancurkan rumah tangga keduanya. padahal mereka terlihat serasi, saat bersama juga mereka selalu mesra.
"Ya sudah ayo ke kamar dengan Wina, kalian istirahat dulu !" titah Hanum lalu kedua nya beranjak.
"Eyang sedih sepertinya lihat kakak !" ujar Wina membuat Yesa tertegun.
"Sudah win, kakak baik baik saja !" tentu hal itu ia lakukan demi bayi dalam kandungan nya, Percuma meratapi karena Ia dan Arka juga sudah resmi bercerai. Talak tiga menjadi jembatan pemisah antara Ia dan arka, hingga tak ada celah sedikitpun untuk mereka kembali bersatu. Toh keduanya sudah sama-sama benci dan cinta itu sudah hilang menguap bersama kecewa.
Yesa tertegun menatap gunung yang tinggi, sedikit heran karena beberapa hari ini ia tidak merasa mual atau pun muntah seperti biasa nya. ia bahkan makan dengan lahap bersama teman teman nya kemarin.
Apa mungkin pengaruh vitamin dan obat dari bidan, lalu jika di sini kemana ia memeriksa kehamilan nya.
Erlina bersyukur karena Hanum mengatakan bahwa anak kakak nya bidan di desa itu hingga nanti Yesa tidak perlu jauh-jauh memeriksa kehamilan nya.
bersambung....
terimakasih sekali yang sudah mendukung. Jangan lupa like dan komentar ya biar aku semangat.
Terima kasih 😍😍😍😍💪🙏
__ADS_1
Pasrah saja,, Sesungguhnya hidup dalam kendali tuhan 💪💪💪😍