Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
Cedera.


__ADS_3

Hari hari berlalu, Komunikasi berjalan dengan baik. Yesa dan Ezi semakin memantapkan hati untuk bersama.


Anggito malah sudah menyiapkan semua keperluan pernikahan mereka, dari Weeding organizer, Catering serta gaun pengantin untuk mereka berdua. Tentu itu bukanlah hal yang mudah untuk Anggito dan Rusli. Uang yang memudahkan segalanya.


*


Berbeda dengan Asila dan Arka, sejak kejadian itu asila tidak pernah datang ke stadion. Arka sendiri merasa heran sebab kini asila lebih senang di apartemen. Padahal ada yang tengah ia hindari.


"Kamu yakin mau di apartemen dek, hari ini kan Abang ada pertandingan. biasanya kamu selalu ikut untuk kasih support." Ujar arka, sementara asila masih memikirkan tentang aldrik. Ia tidak mau jika arka mengetahui masa lalu nya, sedangkan sebelumnya asila sudah mengatakan bahwa mantan pacar nya sudah meninggal. tapi bagaimana sekarang ? Sedang arka meminta suport nya.


"Ya, hum... nanti asila nyusul ke stadion bang. kamu duluan aja !" Jawab Yesa tersenyum kaku. Ia sungguh ingin menghindar dari aldrik.


"Ya sudah kalau begitu, Abang pergi dulu ya !"


Asila mengangguk lalu mengantar arka ke depan pintu.


"Cepat susul Abang ya dek !"


Lagi lagi asila hanya mengangguk lalu menutup pintu setelah Arka beranjak pergi.


Seseorang dari dalam mobil memperhatikan Arka yang baru keluar dari gedung apartemen, beberapa hari ini ia terus mencari tahu tempat tinggal arka dan Asila, tentu ia tidak akan melepaskan Asila begitu saja.


Usai arka pergi menggunakan taksi, barulah ia keluar untuk naik ke atas gedung tersebut.


Tok..


tok.


Asila menoleh ke arah pintu sambil berdecak kesal, Ia baru saja mengunci pintu dan menyangka arka kembali entah untuk apa.


"Apa lagi bang ?" Asila membelalak saat melihat Aldrik berada di hadapannya.


gegas Aldrik mendorong pintu saat asila hendak menutup nya kembali.


"Mau apa kamu ?" tanya asila dengan nafas tersengal.

__ADS_1


Aldrik tersenyum sambil memicingkan matanya, terkekeh melihat raut wajah asila tampak takut. Lekas ia mengunci pintu lalu berjalan menghampiri Asila dengan tatapan mengintimidasi.


"pergi dari apartemen ini, kau...!"


Ucap asila terkesiap saat langkah nya berhenti pada dinding. Sementara Aldrik semakin mendekat tanpa jeda lalu menghimpit tubuh Asila hingga tidak ada jarak antara mereka.


"hum....!" Rintih Asila saat tubuh aldrik menempel pada nya.


"Lepas, kau jangan gila !" seru Asila menepis tangan Aldrik yang hendak meraih dadanya.


"kau tahu kan aku memang gila, kau harus memuaskan ku asila !"


"Aku tidak mau...!"


Sergah Asila membuat Aldrik terkekeh lalu mendekap pinggang asila hingga dada nya menyembul.


"Kalau kau tidak mau, maka aku akan memecat arka...." ancam Aldrik membuat asila menganga lalu dengan cepat Aldrik menyergap bibir asila.


"lepas, aku... hum...." Asila terhenyak saat Aldrik menyentuh area sensitifnya.


Sementara Arka fokus bermain, dan ia sudah berhasil mencetak satu gol. Tentu hal itu membuat lawan main nya panas.


Arka membawa bola ke arah Gawang, namun tiba tiba seseorang mendorong tubuh nya hingga terhuyung. Arka kaget dan melebarkan matanya saat seseorang tiba-tiba menginjak kakinya dengan keras.


"Ah....." ringis arka seketika tumbang di lapangan, waktu itu juga pertandingan berhenti dan beberapa orang mengerubungi arka.


petugas medis pun berlarian ke lapangan, sedangkan arka sudah terjengkang karena menahan kesakitan pada kaki nya.


"Eh, Lo gimana sih mainnya. Teman gue jadi cedera !" ujar salah teman arka yang kesal dengan insiden itu.


"gue enggak sengaja, mau apa Lo ?"


Jawab pria yang menginjak kaki arka. Seseorang datang untuk melerai lalu meminta pertandingan tetap berjalan, sementara arka langsung di tangani pihak medis.


"Ah,, sakit banget !" rintih arka merasa tulang kaki nya remuk karena injakan pria itu cukup keras menghantam kakinya.

__ADS_1


"Lo sabar Ar, kita tangani segera. Seperti nya Lo harus off dulu beberapa waktu kalau lihat cedera kaki Lo cukup parah !"


Arka hanya tertegun mendengar penuturan pengurus nya.


Sedangkan di apartemen, justru lenguhan nikmat mengalun merdu. Asila ingin sekali menolak dan berontak, tapi tubuh nya justru mendambakan sentuhan Aldrik yang begitu memabukkan, bahkan ia lebih hebat dari arka.


Hingga tiba pada masa pelepasan, kedua nya mendesah panjang bersama.


tubuh aldrik pun tumbang pada tubuh asila yang polos tanpa sehelai benang pun.


"jangan menolak lagi jika aku datang, kalau tidak aku akan membuat karir arka berantakan !" Ancam Aldrik lalu bangkit dengan tersenyum miring ke arah lain.


padahal Aldrik tak peduli dengan arka, justru ia akan membuat keduanya berpisah. Apa ia menginginkan asila ? Tidak!


banyak perempuan di luar sana yang lebih dari asila, Aldrik hanya dendam karena Asila sudah mengugurkan kandungan nya, padahal ia kembali ke Indonesia saat mengetahui asila hamil, namun asila justru membunuh darah daging nya.


lekas Aldrik menggunakan pakaian nya kemudian pergi meninggalkan asila yang tidak bergeming di ranjang.


Drrrt...drrt..


Asila menoleh ke arah ponselnya yang berdering, terlihat arka menghubungi nya.


"Halo...!" jawab asila ragu.


"Dek, ada insiden di lapangan, Abang cedera...!"


Ujar arka memberi tahu keadaan nya pada asila. Sedangkan ia baru saja selesai bercinta dengan aldrik.


"hum, ya...asila masih di apartemen bang, enggak jadi pergi karena sakit perut !" ujar asila berbohong.


"Ya sudah Abang pulang sekarang...!" jawab arka lalu mematikan telepon nya. Lekas Asila bangkit ke kamar mandi untuk membersihkan diri, jangan sampai arka curiga, ia sudah mencederai rumah tangga mereka yang baru seumur jagung, entah apa yang akan terjadi ke depan nya sebab Ia tahu bagaimana aldrik. Asila cemaskan ancaman aldrik, tapi untuk berterus terang pun rasanya bukan hal yang mudah. Arka akan tahu kebohongan nya selama ini.


Bersambung..


Terimakasih sudah setia 😍😍😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2