
Untuk Arka...
**** Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba ingin menulis surat untuk mu, semoga saat ini aku masih hidup dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
Aku minta maaf atas segala kesalahan ku, aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk mu, padahal aku begitu menginginkan mu bang.
Aku terlena oleh kesenangan sesaat hingga meretakkan mahligai rumah tangga kita, bukan cinta yang aku tumbuh kan, tapi rasa pahit empedu yang justru aku suguhkan.
Aku tidak tahu apakah cinta atau sekedar obsesi semata, tapi aku iri saat melihat mu memanjakan Yesa. Dan aku berpikir untuk merenggut mu dari nya, namun saat tiba waktu nya aku justru menyia-nyiakan peluang itu.
Aku minta maaf bang, jika aku sudah membuat mu kecewa. tapi aku benar benar menyesal dan ingin sekali kembali padamu. Aku janji akan berubah dan menjadi istri yang baik, walaupun kamu bukan seorang pesepakbola lagi. Kita perbaiki semua nya bang, aku butuh kamu bang, aku ingin kamu memberikan aku kesempatan kedua ***
***
Arka menghela nafas panjang membaca surat yang di berikan oleh Lia.
Waktu menunjukkan pukul setengah satu dini hari, pemakaman sudah selesai dan arka langsung pulang setelah pengajian usai.
"Mungkin asila udah punya firasat tentang kepergian nya, makanya waktu sebelum operasi dia minta sama Mama untuk ketemu kamu, tapi enggak bisa karena waktu nya juga mepet kan. Akhir nya Asila hanya bisa menulis surat untuk kamu dan Ayah nya." Ujar Lia terngiang di telinga nya.
Arka juga tidak menyangka jika asila akan pergi secepat itu, Ia pikir akan bertemu dengan asila di persidangan perceraian nya nanti. Namun ternyata tuhan berkehendak lain.
"HM.. ibu enggak nyangka kalau Asila pergi secepat itu..."
"Sudah takdir nya seperti itu mungkin Bu." jawab Arka lalu masuk ke dalam kamar nya.
Arka bangkit dari kursi roda lalu naik ke ranjangnya.
Semua telah usai, dan yang tersisa hanya kenangan.
__ADS_1
"Aku janji akan urus kasus Aldrik.."
Gumam nya lalu memejamkan mata nya.
*
"Ayah........"
Seorang anak laki-laki terkekeh kecil berlarian sendiri lalu menendang bola.
"Ayah......"
Seru nya lagi lalu menghilang di balik kegelapan.
Arka terkesiap lalu terbangun dengan nafas memburu, seorang anak menyerukan ayah berulang kali.
Arka menghempas kan tubuh nya di ranjang, rasanya sesak mengingat mimpi itu. Rasa rindu itu mendelesak membuat nyeri relung hati nya.
"Maaf kan ayah nak, demi tuhan ayah menyesal karena sudah mengabaikan kamu !" cetus arka dengan mata berkaca-kaca.
"Semoga ada kesempatan untuk kita bertemu, ayah ingin sekali memeluk kamu !" gumam arka dalam hati lalu mencoba kembali memejamkan mata nya.
***
Untuk ayah...
*** Ayah maafkan Asila yang sudah banyak membuat susah ayah..Asila sedih dengan apa yang menimpa ayah, rasanya seperti tertusuk duri. Pedih dan sakit saat Asila harus menjalani semua nya sendiri. Asila merasa kehilangan semangat, entah bagaimana hari hari asila nanti tanpa ayah. Asila rindu pada ibu, Asila tidak mau sendiri.
Ayah harus berkata jujur pada Arka jika ayah yang sudah mencelakakan nya, kita sudah banyak dosa ayah. Semoga masih ada kesempatan untuk bertobat. Asila ingin memperbaiki diri. Ayah tolong doakan asila agar asila bisa bertahan. Dan bolehkah jika asila ingin kembali pada arka ?***
__ADS_1
Zidan tergugu membaca surat itu dan surat tersebut akan menjadi surat terakhir dari asila.
Zidan menyesali semuanya, tapi sekarang ia bisa apa ? Nasi sudah menjadi bubur dan ia tidak akan bisa kembali pada keadaan semula.
Saat ini ia hanya bisa meratapi nasibnya di penjara, Anak kesayangan nya telah pergi untuk selamanya.
Seharusnya ia tidak menguggat lebih dulu, mungkin saja arka berubah pikiran. Namun ia juga bersalah karena sudah membuat arka cedera seperti sekarang.
Dan saat ini yang tersisa hanya penyesalan yang tidak berujung.
"Maaf kan ayah asila....." batin nya menangis pedih.
****
Jesika mendengar kabar tentang kepergian Asila dari Endru, saat ini keduanya tengah menjalin kedekatan. Namun Jesika tidak terlalu menanggapi Endru karena ia kan teman Arka, Jesika takut jika pemain sepakbola seperti Arka, tentu ia tidak mau mengalami hal yang sama dengan Yesa.
Namun Endru terus mendekati nya tanpa bosan, dan kemarin Endru meyakinkan Jesika bahwa ia tidak akan berlaku sama seperti Arka pada Yesa.
Inti nya pria itu ingin berniat serius pada nya, namun Jesika belum memberikan jawaban.
"Semua pesepakbola itu enggak sama, ya sebenarnya waktu itu juga masih bisa di perbaiki kalau saja arka tidak terpengaruh oleh omongan asila dan Andin, tapi mungkin memang harus seperti itu alur cerita nya Jes." ujar Erlin saat Jesika curhat tentang Endru.
Erlin dan Rusli juga tahu tentang insiden yang menimpa arka, namun mereka tidak terlalu perduli. Sebab arka bukan siapa siapa lagi dan sekarang Yesa juga sudah bahagia dengan Ezi di Swiss. Dan bagi Erlin arka hanya masa lalu.
Tuhan menunjuk kan bahwa kehidupan itu berputar, kita tidak akan selamanya di atas atau pun di bawah. Musim saja berubah ubah, tak jauh beda dengan kehidupan seseorang. Yakin lah bahwa ada manis setelah rasa pahit.
Bersambung....
Happy reading...
__ADS_1