Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
kembali hancur.


__ADS_3

Arka memperhatikan Asila yang termenung sendiri, Beberapa waktu ini ia menjadi pendiam. Entah karena kehamilan nya atau apa, arka juga tidak tahu.


Kemarin ia mengatakan ingin pulang ke jakarta saja, Arka sendiri tidak bisa memaksa karena ia juga sibuk menghadapi liga yang akan datang.


"jadi rencana mau pulang nya kapan ?" tanya Arka membuat Asila menoleh seketika.


"hum, besok saja. Sila udah hubungi ayah untuk jemput kalau Abang enggak bisa antar !" jawab asila dan di angguk kan oleh Arka.


"Ya sudah kalau gitu, Abang tinggal ke lapangan ya. hari ini masih latihan seperti biasa, besok ada pertandingan uji coba untuk liga yang akan datang !"


Asila mengangguk lalu kembali menyantap makanan nya masih tersisa.


Usai itu arka bangkit dari duduk nya dan pergi ke kamar. Asila menoleh ke arah arka, ia merasa bersalah karena sudah mengkhianati nya, padahal arka begitu baik pada nya. Sedangkan Aldrik datang hanya untuk mempermainkan nya saja, kenapa ia sampai sebodoh itu ?


"Abang berangkat ya, kamu baik baik di rumah ya dek !"


Asila mengangguk lesu.


Kalau saja keadaan nya seperti dulu, ia tidak akan segan-segan menggugurkan kandungan nya, ia tahu betul obat yang ampuh untuk mengugurkan kandungan tanpa harus datang ke mal praktek segala.


lekas Asila beranjak lalu melangkah ke luar apartemen, rasanya mual dan ingin sekali membeli buah yang masam. Ingin meminta tolong pada arka, tapi rasanya enggan karena anak ini bukan anak nya.


Asila keluar dari gedung lalu berjalan di trotoar jalan, ia ingat kalau di belokan sana ada tukang buah buahan.


Sebuah mobil mengikuti langkah Asila yang berjalan santai, Ia merasa sakit hati atas perlakuan aldrik, rasanya ingin kembali membuang anak nya seperti dulu.


Asila menoleh ke arah mobil yang berhenti di samping nya, seorang membuka pintu lalu menyembul keluar.


Asila membuang nafas saat melihat Aldrik kembali menemui nya, bukankah kemarin ia bilang hendak pulang.


"Mau kemana kamu ?" tanya aldrik.


Dari jauh arka memperhatikan mereka, ia kembali karena dompet nya tertinggal dan saat hendak masuk ke apartemen ia melihat asila keluar dan menyusur trotoar. Karena penasaran Arka pun mengikuti asila.


"Itu bukan urusan kamu, mau apa lagi ?" tanya asila melipat kedua tangannya dengan tatapan menantang.


"kamu berani sama aku ?" tanya aldrik tak terima dengan tatapan asila yang terkesan meremehkan nya.

__ADS_1


"kamu memang orang kaya, tapi dari dulu sampai sekarang kamu enggak punya hati. Kalau mau aku akan membuang nya seperti dulu, aku tidak butuh darah daging mu !"


"Awas kalau sampai kamu berani !"


ancam Aldrik mencengkram dagu asila dengan keras. Lekas arka menghampiri mereka.


"Ada apa ini ?"


Aldrik terkejut lalu melepaskan asila, Arka sendiri tidak mendengar jelas percakapan mereka berdua.


"Pak, apa yang anda lakukan pada istri saya ?" tanya arka saat Asila langsung memeluk nya.


"Istri kamu itu mantan pacar saya, dan sekarang dia sedang hamil anak saya !"


bak petir menyambar di panas terik membuat arka terperangah lalu menganga tidak percaya.


"Anda pasti sedang bercanda !" sergah Arka lalu melepaskan pelukan asila.


"kamu menghianati Abang dek ?" Tanya arka memegang kedua tangan Asila.


"Ya, itu karena dia yang memaksa dan mengancam akan mengeluarkan kamu dari team!"


Ahhh....brug.


"Asila............!"


teriak keduanya saat asila terhantam mobil hingga terpental ke tengah.


****


_ _ _


Di kediaman Rusli...


Beberapa kerabat sudah berdatangan untuk membantu acara tersebut, tinggal menunggu satu hari lagi. pihak Wo juga sudah mulai memasang tenda dan pelaminan.


beberapa teman Yesa juga datang untuk membantu, terlihat Jesika tengah memangku bintang di teras rumah.

__ADS_1


"Pengantin mah luluran, biar bintang gue yang urus !" jawab Jesika membuat Yesa terkekeh kecil.


"dia malah ketawa...!" ujar Luna menimpali.


"enggak tahu geli aja denger nya..!"


"Ya, yalah mau menghadap malam pertama kan ?" balas Wida membuat Yesa menganga.


"dasar gila punya temen kagak ada yang bener, dari kemarin ngomongin malam pertama trus....!" jawab Yesa membuat mereka tertawa kecil.


"Ayo dong bang....tarikkkk!" Sambung Wida berbicara menggoda membuat mereka terbahak-bahak.


Yesa menghentikan tawanya saat melihat berita di televisi yang menayangkan tentang kecelakaan yang menimpa istri pesepakbola Arka Wira Atmaja. Tepat nya mantan suami nya.


"Istri dari pesepakbola tampan arka, Asila Yuna mengalami kecelakaan tadi pagi. Belum di ketahui penyebab nya, namun kini kondisi nya kritis. kembali kabar siang, kami sampai kan !"


"kenapa tuh bocil...?" ujar Jesika.


"lagi kena musibah, masih nanya. Udah lewat yes, fokus... fokus !"


Yesa mengangguk lalu kembali fokus pada dunia nya, dan melupakan berita singkat tersebut.


*


Arka dan aldrik langsung membawa asila ke rumah sakit, Zidan juga langsung terbang saat mengetahui kabar itu.


"Kalau Lo cerita yang sebenarnya, gue pastikan karir Lo hancur dan Lo enggak bakal di terima di team manapun. Lo hanya perlu bilang semua terjadi karena Asila menyebrang sembarangan." Ancam aldrik membuat arka bingung dan sakit.


Saat ini asila sudah dalam penanganan, dan kejadian itu kembali merenggut janin nya. Aldrik sendiri tidak menghiraukan hal itu, yang terpenting asila selamat.


"kenapa Anda sejahat itu pada Asila dan saya, Saya rasa tidak punya masalah dengan Anda." Ujar arka kembali menemui Aldrik di lapangan.


"Asila yang punya masalah dengan ku, begini saja arka. Aku akan mendukung karir mu asalkan kau melupakan kejadian ini dan anggaplah aku tidak pernah ada main dengan asila."


Rasa nya kembali hancur, semua harus tergadai kan karena karier, ia harus menerima kenyataan bahwa asila ada main dengan aldrik, dan pria itu mengatakan untuk melupakan nya begitu saja, mengapa begitu mudah bicara sedangkan luka itu kembali tersayat lagi.


Bersambung.

__ADS_1


Happy reading 🥰😘😘


__ADS_2