Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
membagi rasa.


__ADS_3

Andin menghampiri yoga yang tengah membuat umpan pancing, tiga hari tidak pulang dan saat pulang suaminya itu bersikap acuh.


"Dari mana saja kamu bang ?" tanya Andin sambil menggebrak meja makan membuat Yoga terkejut.


"Apa sih bikin kaget aja ?" jawab yoga dengan tatapan nanar.


"Sama siapa kamu waktu lusa kemarin ? Main gila Kamu di belakang aku ?" sergah Andin dengan geram menatap yoga dengan jengah.


"Suka suka gue dong mau sana siapa, gue mau mancing kek. Lo mau apa hah ?" tanya Yoga berdiri menghadap Andin yang langsung melebarkan mata nya.


"sampai kapan kamu kayak gini, mancing, hobi terus yang kamu jabani. kamu anggap aku apa?" tanya Andin dengan mata nyalang.


"Terserah gue, Lo mau apa ?"


Sergah Yoga, ia seakan tidak perduli dengan istri nya itu.


"Sekarang Lo pilih gue, apa hobi Lo ?" tanya Andin mulai naik pitam.


Ia benar benar kesal dengan kelakuan yoga, suaminya itu benar benar semau hati nya.


"Ya gue pilih hobi lah, Lo pikir gue enggak bisa cari perempuan lain. gue juga malas lama lama ngadepin Lo yang cerewet dan enggak ngerti kemauan gue. Kalau Lo mau pisah sama gue, silahkan. gue juga berharap seperti itu. Angkat kaki Lo dari rumah gue !" balas Yoga membuat Andin menganga tidak percaya dengan apa yang Yoga katakan.


seperti hal nya Yesa, Andin juga mengalami hal yang sama yaitu dia usir oleh suami nya sendiri.


brug..


Yoga melempar semua pakaian Andin keluar kamar, sementara Andin hanya mematung mendapat kan perlakuan tidak menyenangkan dari suaminya itu.


"gue juga udah bosen sama Lo, bawel dan banyak menuntut !" cakap Yoga membuat Andin mengigit bibirnya. rasa sakit ia rasakan di relung hati nya, Andin tidak menyangka kalau Yoga bisa Setega itu pada nya.


"Kita cerai, Lo balik sana !" Tambah yoga membuat Andin semakin nyeri, lekas ia memungut pakaian nya lalu memasukan nya ke dalam tas besar.


"gue enggak akan pernah lupa sama penghinaan Lo, demi tuhan gue nyesel karena pernah menjadi kan Lo bagian dari hidup gue !" balas Andin lalu pergi meninggalkan rumah itu.


Apa yang terjadi dalam kehidupan kita tak lain ada hasil dari upaya sendiri, apa yang Andin alami juga Yesa rasakan. Bukan kah karma di bayar tunai.


*


Arka memberanikan diri menatap potret cantik milik mantannya istri nya Itu. Dulu banyak yang mengatakan bahwa mereka adalah pasangan serasi, namun nyatanya tidak serasa. Arka masih tidak percaya bahwa Yesa menghianati nya. Sosok manja yang ia yakini tulus menyayangi nya justru membagi rasa.


Arka tidak tahu, mengapa semakin ia mencoba melupakan Yesa justru bayangan nya semakin jelas diingatan.


Arka juga merasa heran dengan keadaan nya sendiri. dokter mengatakan bahwa ia baik baik saja, tensi nya juga bagus. Ia tidak memiliki masalah lambung. Tapi kenapa ia sering sekali merasa pusing dan mual, hingga kemarin ia tidak ikut pertandingan karena ia merasa pusing dan lemas. Beruntung coach Indra memaklumi kondisi kesehatan nya.

__ADS_1


"kamu punya potensi yang bagus, jangan sampai permasalahan tersebut membuat mu tumbang !"


pesan indra kala itu.


Arka menghapus satu persatu foto Yesa dari galeri ponsel nya. Banyak kenangan yang tersimpan dalam memori dan hal itu semakin menambah kepedihan hati.


Arka menatap lekat foto pernikahan ia dan Yesa. Semakin tersekat lah tenggorokan nya hingga membuat sesak.


Arka termangu saat mual itu kembali menyerang nya, gegas Arka masuk ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan isi dalam perut nya.


"Astaga...!" keluh arka lalu menghubungi sang ibu dan bercerita tentang apa yang ia rasakan.


"Ya sudah Ar, kamu tunggu ya. Ibu akan ke Surabaya bersama adik mu." Jawab Fitri. Kondisi nya sudah lebih baik setelah Fitri mengajak nya berobat ke dokter.


Namun Fitri merasa sedih karena keadaan Andin sama halnya dengan Arka. Rumah tangga kedua anak nya berantakan.


Baru saja kemarin Ia mengurus perceraian Arka dengan Yesa, sekarang berganti Andin.


Fitri akan mengajak Andin ke Surabaya sambil liburan, semoga dengan hal itu bisa menghibur hati nya. Fitri juga mengajak Asila, semoga rencana nya berjalan dengan lancar.


***


Di lain tempat...


Yesa tengah duduk di saung gazebo yang berada di kebun sang kakek.


Seperti biasa nya mereka mengolah sayur mayur yang berada di kebun.


Kali ini sang kakek menangkap ikan untuk Yesa.


"lihat nih ikan nya besar..." ujar Sang Kakek membuat Yesa senang.


"Di bakar saja eyang, seperti nya enak." ujar Yesa dan di anggukan oleh Hanum.


Yesa merasa betah tinggal bersama Kakek dan nenek nya. Yesa menatap lekat kedua nya, entah apa yang membuat keduanya bertahan hingga renta. Sementara ia yang baru setahun saja sudah hancur berkeping keping.


"Kamu kenapa nak ?" tanya Hanum melihat manik sendu cucu nya.


"Eyang sama Mbah, awet sampai tua. Hum...kata orang menua bersama, apa rahasia nya ?"


tanya Yesa tersenyum kaku membuat Hanum mengulas senyum, lalu duduk di samping yesa.


"respek satu sama lainnya, mengesampingkan Ego yang terpenting. dan harus saling mengerti, saling memahami, menerima kekurangan masing masing. berdoa kepada tuhan agar cinta itu tetap terjaga. Kamu jangan sedih ya, eyang yakin kalau kelak kamu akan menemukan seseorang yang memahami, mengerti kamu. Semua rumah tangga di uji kok, termasuk eyang. Hadapi bersama setiap permasalahan yang melanda, komunikasi yang baik juga penting."

__ADS_1


Sementara komunikasi nya dengan arka memang buruk, Arka yang menganggap semua baik-baik saja, sedangkan ada seseorang yang mengharapkan perhatian nya.


"Sudah ayo kita masak dulu, eyang senang lihat kamu makan banyak." Ujar Hanum dan di anggukan oleh Yesa.


"Yes, kamu lagi ngapain ?" ujar perempuan cantik bernama hawa. Ia merupakan sepupu Yesa yang berprofesi sebagai bidan.


"Biasalah...!" jawab Yesa sambil mengulum senyum.


"Nanti pergi jalan jalan yuk, mumpung aku lagi libur !" Ajak Hawa dan di anggukan oleh Yesa.


Bersyukur memiliki saudara yang mau memahami nya, Yesa tidak pernah merasa kesepian karena berada dekat dengan sanak saudara. Ezi juga rajin menghubungi nya.


**


Arka tertegun saat sang ibu meminta nya untuk menikah dengan asila.


"biar kamu ada yang ngurusin Ar, nanti Asila bisa ikut tinggal di Surabaya. Apa kurang nya asila? dia baik juga cantik. Enggak kalah sama Yesa. sampai kapan kamu meratap, sedang-kan Yesa baik baik saja tuh tanpa kamu. Mungkin kamu sakit juga karena terlalu memikirkan masalah itu, kalian kan sudah bercerai lalu apa lagi yang kamu harapkan ?" Cakap Fitri merasa geram karena putra nya itu tak henti meratap.


"Ya sudah nanti arka pikirkan !" jawab arka lalu menoleh ke arah Asila yang tengah berbincang dengan ayah nya. Rizal juga ikut karena ingin melihat kondisi arka.


"kamu kenapa bang, masih sakit ?" tanya Asila memindai wajah arka sedikit pucat.


"enggak apa apa dek, nanti Abang mau bicara sama kamu yah !"


Asila mengangguk dengan antusias.


Ia sangat berharap bisa bersama dengan arka, siapa yang tidak mau dengan pesepakbola bola tampan itu. Arka juga punya banyak fans, tentunya Asila akan merasa beruntung jika bisa menikah dengan arka, selama ini juga mereka dekat.


"Gimana kondisi kamu Ar ?" tanya Rizal merangkul pundak keduanya. Bukan hanya Fitri yang berharap mereka bisa bersama, Rizal juga menginginkan Arka menjadi menantu nya.


"Alhamdulillah sudah membaik, kita pergi makan siang di luar saja Om !"


Ajak Arka lalu mereka pergi keluar dari mes tersebut.


mungkin benar apa kata sang ibu, sudah waktunya ia membuka lembaran baru, untuk apa terus meratapi seseorang yang sudah menghianati.


Siang itu juga arka menyampaikan maksud nya pada Rizal untuk meminang Asila. Tentu saja Asila langsung menerima nya, Kabar gembira itu pun langsung di unggah di story milik Arka juga Asila.


Tak menunggu lama, kedua nya berencana akan menikah bulan depan.


Bersambung...


Terimakasih yang sudah setia😍😍😍

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar ya para reader yang baik hati. Semoga sehat selalu...


terimakasih... semoga terhibur.😍😍😍


__ADS_2