Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
kembali ke jakarta.


__ADS_3

Yesa menatap potret kebersamaan arka dengan Asila, kedua nya tampak mesra dengan kaos couple bola Juventus.


Arka mengunggah foto mereka berdua di story nya.


"bernafas lah dengan lega, semoga kamu menemukan apa yang kamu cari...!" Batin Yesa lalu menscrol foto tersebut ke atas.


Usia kandungan nya kini sudah mencapai tujuh bulan, baby boy semakin aktif bergerak.


Yesa sudah tidak sabar ingin melihat bayi nya, dua bulan lagi ia akan lahir di dunia. Dan kemarin Ezi mengirim beberapa perlengkapan bayi yang ia beli dari Swiss.


Yesa tidak pernah merasa sepi atau mengeluh kan keadaan nya, Hanum yang selalu mencurahkan kasih sayang serta perhatian nya. Ezi juga tak henti memberikan perhatian meskipun jauh.


Weekend ini Wina akan menggelar acara pertunangan dengan kekasih nya dan Yesa memutus kan untuk pulang terlebih dahulu bersama Hawa.


Awalnya Yesa berpikir untuk tidak menghadiri acara tersebut, namun Wina memohon agar kakaknya itu hadir.


"lusa berangkat, kamu beneran mau pulang dulu yes ?" tanya Hanum memindai wajah cucunya itu.


"Ya, eyang. kasihan Wina dia mau Yesa hadir di acara pertunangan nya."


jawab Yesa mengulas senyum.


"Ya sudah nanti eyang bantu siapkan keperluan kamu ya!" ujar Hanum, ia tidak bisa menemani cucu nya pulang.


"Naik pesawat kan dengan hawa !" tanya Hanum di anggukan oleh Yesa.


Yesa menoleh ke arah Ponselnya yang berdering, terlihat Ezi melakukan panggilan telepon.


"Halo baby Kamu lagi ngapain ?" tanya Ezi membuat Yesa mengulas senyum.


"Yesa mau pulang ke jakarta bang, weekend ini Wina akan bertunangan dengan Akram."


"Oh ya, besok juga Abang mau pulang ke jakarta.!" jawab Ezi membuat binar senang terpancar pada netra indah milik Yesa.


"Abang kok pulang sih ?" Tanya Yesa.


"Ya, Abang ada keperluan pekerjaan mendadak. Enggak lama sih cuma satu minggu nanti Abang balik lagi ke Swiss !" jawab Ezi. Ia ingin sekali bertemu dengan Yesa, rasa rindu itu sudah membuncah dan rasa nya ingin segera menghalalkan hubungan mereka.


"Kalau Abang sampai duluan, nanti Abang jemput kamu di bandara ya dek. Abang ingin sekali bertemu dengan kamu !"


Yesa langsung senyum mendengar penuturan Ezi.


"Kenapa diam ? kamu enggak mau kita ketemu !" Tanya Ezi menuggu jawaban dari Yesa.


"Ya bang, nanti kita ketemu deh !"


"Gimana kandungan kamu dek ?" tanya Ezi, Ia selalu memikirkan Yesa yang tengah mengandung. Ezi yakin bahwa semua itu tidak mudah, seharusnya ada suami yang siaga mendampingi nya di usia kandungannya yang semakin besar.


"Baik, tidak ada masalah bang !" jawab Yesa membuat Ezi sedikit lega.


"Ya sudah kalau kamu perlu apa apa, bilang sama Abang ya!"


"Ya terimakasih bang, kamu begitu baik sama aku !"


"Ya dek, Abang sayang sama kamu..." jawab Ezi membuat Yesa terenyuh. selama ini ia berusaha membuktikan kesungguhan nya, Entah lah jika tidak ada Ezi. Mungkin ia tidak akan sekuat ini.

__ADS_1


***


Arka tengah membereskan barang barang nya sendiri, Mereka berencana akan kembali ke Jakarta karena satu musim telah berakhir. Sebelum bertandang ke Bali, Rizal meminta mereka untuk kembali ke Jakarta terlebih dahulu.


"Yes, kamu enggak bantu Abang berkemas ?" Tanya arka memperhatikan Asila yang sejak tadi asyik main game di ponsel nya.


"Enggak ah bang, aku lagi nanggung main !" jawab Asila tanpa menoleh.


"ATM mana sini ?" tanya arka menyodorkan tangan nya.


"Buat apa bang ?" tanya asila mendongak menatap wajah tampan pesepakbola berusia dua puluh empat tahun itu.


"Aku mau ambil uang, Ayah kamu belum transfer ke ATM Abang !"


"Ya sekarang kan emang transfer nya ke ATM aku !" jawab Asila membuat Arka terperangah.


"kok bisa sih, kenapa ?"


tanya Arka, ia tidak mengetahui apa apa.


"Kamu tuh pelit ya bang, padahal uang kamu tuh banyak tapi kamu kasih aku sedikit. Emang kamu pikir uang yang kamu kasih cukup buat kebutuhan aku, aku istri kamu. Berhak pegang semua uang kamu!" Ujar Asila membuat Arka mengepal kan tangan nya.


"Seharusnya kamu ngomong dulu sama aku Asila...!" Sergah arka mencekal lengan asila.


"Ya seharusnya kamu juga ngerti dong, jangan suka perhitungan. di Balik Rezeki yang kamu dapatkan ada hak aku. Udah ahh aku mau tidur !" Sanggah Asila membuat arka geram.


"Mana pernah Yesa seperti itu ? Dia enggak pernah protes seperti asila, yesa juga pintar mengatur keuangan hingga berapa pun yang ia kasih selalu ia syukuri..." gumam Arka kesal dengan sikap asila.


"sial..." umpat Arka menghempas kan tubuh nya di sofa.


"kamu harus disiplin jika ingin sukses, management juga membayar kamu mahal, seharusnya kamu bisa konsisten dan profesional. Kami ingin kamu memberikan yang terbaik arka !" ujar Indra kala itu. Dan semua akan kacau jika Asila ikut dengan nya.


Arka mengusap wajah nya sendiri lalu merogoh ponselnya di meja, beberapa waktu ini ia tidak pernah melihat story Yesa, apa mungkin ia sudah memblokir nya. Tapi Arka melihat tidak, keduanya masih saling mengikuti.


Arkan terhenyak sendiri saat sadar bahwa ia masih memikirkan Yesa. Sebenarnya ia juga belum siap menikah lagi, namun sang ibu terus saja mendesak nya. Arka pikir Asila akan memahami nya, Namun kenyataannya ia malah lebih berani dari yesa.


"Apa keputusan gue menikah dengan Asila salah !? Seharusnya gue sendiri dulu. Toh kehadiran nya tidak membuat gue melupakan Yesa !" batin Arka meringis perih mengingat sikap asila yang menyebalkan.


***


Pagi ini Yesa sudah bersiap untuk pergi bersama Hawa..


Ezi sendiri sudah berada di jakarta, semalam ia sampai di kota metropolitan itu. dan siang ini ia berencana untuk menjemput Yesa di bandara.


Yesa tertegun saat merasa sedikit mulas, namun saat ke kamar mandi rasa itu hilang.


"berangkat sekarang yes ?" tanya Hawa memindai wajah Yesa seperti tampak berpikir.


"Ya, wa. Kita berangkat sekarang !" Jawab Yesa meyakinkan diri nya bahwa ia akan baik baik saja.


"kalian hati hati ya, lekas hubungi eyang kalau sudah sampai di jakarta !" pesan Hanum dan di anggukan oleh keduanya.


Yesa juga sudah berbicara pada Erlin, bahwa Ezi lah yang akan menjemput nya nanti di Soekarno Hatta.


Erlin tidak mempermasalahkan hal itu, sebab ia juga tengah sibuk mempersiapkan keperluan untuk pertunangan Wina.

__ADS_1


**


Bukan hanya Yesa yang sudah bersiap pergi, Arka dan asila juga sudah berada di bandara hendak kembali ke Jakarta.


Arka lebih memilih untuk diam dan mencoba sabar menghadapi asila.


......


Beberapa waktu berlalu...


Yesa sudah memberi tahu Ezi kalau sebentar lagi ia akan sampai di bandara. Ezi sendiri sudah berada di jalan menuju bandara, ia tidak ingin Yesa menunggu. Maka ia harus sampai lebih dulu di bandara.


Yesa tertegun saat merasa pinggang nya sakit dan tiba-tiba mules.


"kamu kenapa Yes ?" Tanya hawa melihat Yesa mengambil nafas. Sebentar lagi pesawat akan landing.


"mules Wa, dari pagi sih. Dan sekarang tuh kerasa lagi !" jawab Yesa membuat Hawa tertegun.


"apa mungkin Yesa mengalami kontraksi ?" gumam Jawa.


Alhamdulillah pesawat mendarat dengan sempurna.


"Ya sudah ayo keluar. Ezi udah nyampe di bandara kan !" tanya hawa membantu Yesa beranjak.


Yesa mengangguk lalu mencoba menghubungi kembali Ezi.


"Bang, perut aku sakit !" ujar Yesa saat Ezi mengangkat telponnya.


"Ya sudah cepat keluar Abang udah di dalam menunggu kamu !" jawab Ezi lalu beranjak dari duduknya untuk menunggu Yesa di pintu.


"Astaga, sakit sekali...!" rintih Yesa sambil berjalan di bantu oleh Hawa.


"Ayo yes, kamu harus kuat."


ujar Hawa.


Saat itu Arka juga sudah sampai di bandara, ia baru saja keluar dari toilet dan melihat Yesa tengah berjalan sambil merintih.


Spontan Arka menghampiri Yesa membuat asila menganga.


"Yesa, kamu kenapa ?" tanya arka tiba tiba muncul di hadapannya dan rasa sakit itu kian bertambah mengingat senja mencekam di rumah mereka.


"Ca....!" Ezi berjalan cepat membuat arka menoleh.


"bang, kayak nya Yesa mau lahiran deh !" ujar Hawa membuat Arka terperangah.


"bang...!" rintih Yesa meraih tangan Ezi di hadapan Arka. Tak menunggu lama Ezi langsung mengangkat tubuh Yesa lalu membawa cepat ke dalam mobil.


Sementara arka berdiri mematung merasakan perih kembali menyayat nyayat hati.


Bersambung...


Happy reading.


Terimakasih yang sudah mendukung author ya. Jangan lupa like dan komen nya ya 😍😍😍😘😘👍🤭🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2