
Acara berjalan hingga sore hari, Erlin tidak ingin acara berlangsung hingga malam karena itu akan sangat melelahkan. Tamu undangan juga tidak henti datang, apalagi dari kolega bisnis Anggito dan Ezi.
Anggito melihat antusias kolega bisnis nya yang hadir di acara tersebut, meskipun beberapa tamu dari luar kota tidak sempat hadir. Namun mereka mengirim beberapa hadiah untuk kedua pengantin itu.
Ezi mengajak Yesa masuk ke dalam rumah saat acara usai, walaupun masih ada beberapa yang menyusul. Namun Erlin menyuruh mereka untuk berehat sejenak.
"aku ambilkan makan untuk kamu ya bang !"
Ujar Yesa beranjak masih menggunakan kebaya pengantin nya.
"Ya, Abang sholat duluan yah !"
Yesa mengangguk lalu pergi mengambil makanan untuk mereka. Sedangkan bintang kini bersama Arum dan Jesika.
Yesa masuk ke dalam kamar bertepatan dengan Ezi yang menyembul keluar dari kamar mandi, wajah nya terlihat segar karena air wudhu. Suami nya itu begitu tampan dan sedap di pandang. Yesa tersenyum lalu memalingkan wajahnya yang merona merah.
"kamu kenapa dek ?" sadar jika istri nya itu tengah tersipu-sipu.
Yesa menggeleng kan kepalanya lalu kembali menatap Ezi.
"hum... Yesa ke kamar Wina dulu yah !"
"untuk apa ?" tanya Ezi sambil memakai kopiah nya.
"hum, mau minta bantu buka riasan bang !"
"Tunggu saja di sini, nanti Abang yang bantu !" jawab Ezi membuat Yesa tertegun.
Yesa pun menurut dan duduk di ranjang memperhatikan Ezi yang tengah beribadah.
Usai sholat setelah berdoa, Ezi menghampiri Yesa yang duduk di ranjang.
Pandangan kedua nya bertemu hingga membuat kedua nya terpaku, Yesa merasa kan jantung nya berdegup kencang kala pria itu tak berkedip melihat nya.
sejenak berlalu, Ezi melangkah menghampiri perempuan yang sudah sah menjadi istri nya, ia tidak perlu lagi sungkan untuk memeluk nya.
__ADS_1
Ezi duduk di samping Yesa lalu menyentuh dagu istrinya itu untuk menghadap nya, Netra Yesa menoleh ke arah Ezi yang mengulas senyum.
"kamu deg degan ya dek ?" desis Ezi di telinga Yesa lalu terkekeh kecil.
Yesa menghela nafas panjang lalu Ezi merengkuh tubuhnya yang ramping itu.
"Alhamdulillah, rasa rindu ini terbayar !" ucap nya lalu mencium pucuk kepala Yesa.
Yesa hanya diam membiarkan Ezi merengkuh nya, tak ada rasa takut atau resah seperti dulu. Kini rasa nya tenang dan nyaman. Ezi mencium pipi nya saat Yesa tak segan mendekap nya.
"ya sudah, ayo Abang bantu buka riasan nya, setelah itu kita makan. Abang lapar banget, tamu undangan banyak jadi kita stay trus di pelaminan !" Ujar Ezi lalu membuka riasan pada hijab istri nya itu.
Usai itu Yesa masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian nya, Ezi sendiri tidak mempermasalahkan hal itu. tak lama Yesa keluar dari kamar mandi Dengan dress berwarna salem. Wajah nya sudah bersih dari makeup.
"Ayo makan...!" ajak Ezi, Yesa mengangguk lalu duduk di samping Ezi.
*
"Astaga pengantin, jam segini udah masuk kamar." Celetuk Jesika membuat mereka tertawa.
"emang dasar ngeres otak Lo.." sergah Yesa yang keluar dari kamar bersama Ezi yang membawa piring yang sudah tandas.
"Hah bilang aja Lo juga mau kawin lagi." balas Ezi membuat mereka terkekeh, dan Jesika malah memanyunkan bibirnya.
"sialan Lo...!" jawab Jessika membuat Ezi terkekeh lagi.
Rusli sendiri masih berada di depan, beberapa tamu masih datang sementara pengantin nya malah asyik bersenda gurau dengan yang lain nya.
"Zi, ada tamu dari Sukabumi tuh." ujar Devin assiten sang ayah di kantor.
"Sebentar sayang, Abang keluar dulu !"
Yesa mengangguk lalu meminta bintang pada Arum.
"dia tuh anteng loh, enggak nangis !"
__ADS_1
ujar Arum.
"Ya, nanti malam juga harus anteng ya bintang. Kasihan Daddy Lo !"
Sergah Jesika membuat Yesa terkekeh.
"emang dasar sialan Lo !" balas Yesa menggeleng kan kepala nya.
Rasa pilu yang dulu menerpa rasanya hilang begitu saja, semua itu berkat kehadiran sahabat dan keluarga yang terus memberikan dukungan dan kekuatan. semua terlewati dengan mudah karena perhatian dan kasih sayang yang melimpah dari mereka.
Tak sedikit pun Yesa merasa kehilangan, Sebab sejak awal juga arka sudah melatih nya untuk hidup tanpa nya, lantas apa yang harus di ratapi ? Kebahagiaan tersaji di depan mata.
***
Arka menatap lekat lekat wajah tampan putra Yesa, untuk pertama kalinya anak itu muncul di sosmed. terlihat Ezi dan Yesa berfoto sambil menggendong Anak itu.
Rasa pedih tiba tiba menghantam luka nya yang masih perih.
Seperti ucapan Andin kalau bayi itu begitu mirip dengan nya, Bahkan arka melihat semua yang ada pada nya ada pada bayi tampan itu.
"Demi tuhan ini anak kamu, aku berani bersumpah kalau aku tidak pernah melakukan apa-apa dengan bang Ezi. janin ini anak kamu ?"
Arka membeku mengingat ungkapan Yesa kala itu, namun karena pengaruh Andin dan Asila. Ia tidak mempercayai Yesa. namun semua sudah terlambat, kalau pun memang itu anak nya, ia tidak pantas mengakui karena sebelumnya ia pun sudah membuang nya.
Arka memberikan ponsel Andin lalu beranjak meninggalkan Andin sendiri, Andin juga merasa bersalah karena sudah membuat semua nya berantakan.
Andin iba melihat keadaan arka perihal asila. Andin tahu kalau asila ada affair dengan bos team sepakbola Arka, Ia pernah melihat asila bersama aldrik masuk ke hotel.
Saat ingin mengungkapkan hal itu, Fitri mengajak nya pulang. Dan Andin merasa kalau kecelakaan ini ada yang janggal, pasti ada sesuatu di balik kecelakaan itu.
bersambung...
happy reading.
Terimakasih yang masih setia, mohon maaf untuk komentar yang belum sempat terbalas. Nanti author cek ya, terima kasih 😍😍😍😍😘
__ADS_1