
Yesa tertegun melihat kamar yang di sediakan untuk bintang, kamar tersebut berada di dalam kamar nya, namun tersekat dinding yang memisahkan ranjang mereka.
Bok bayi tersebut begitu bagus dan lucu dengan beberapa hiasan bintang di atas nya. tak menyangka jika Ezi menyiapkan semua itu untuk bintang.
Rumah yang mereka tempati cukup besar, Ezi mengatakan bahwa ia membeli nya dengan uang sendiri dan kelak akan menjadi aset jika mereka kembali ke Indonesia.
"Kamu siap kan semua ini bang?"
tanya Yesa memindai wajah suaminya itu, ia menyayangi Bintang seperti anak kandungnya sendiri.
"Ya, Abang ingin kamu nyaman dan betah tinggal bersama Abang. mungkin Abang akan sibuk, tapi kalian akan tetap menjadi prioritas utama Abang." Ujar Ezi lalu memeluk Yesa dari belakang. Terlihat bintang terlelap dalam dekapan istri nya itu.
"Terimakasih bang, Yesa pasti betah lah kalau tinggal sama kamu." jawab Yesa dengan wajah merona.
Sekejap mata Ezi mengganti posisi Arka, bahkan sejak Arka mencampakkan nya begitu saja. Perlahan arka mengajarkan ia terbiasa tanpa nya, dan saat berpisah pun rasanya biasa saja karena sebelumnya juga mereka sudah terpisah. Cinta itu seakan mengikis seiring berjalannya waktu dan tergantikan oleh seseorang yang pernah singgah dalam kalbu.
Bukan hal yang sulit untuk kembali jatuh cinta pada Ezi, sebab ia lah yang lebih dulu menempati nya, meskipun Arka sempat menggeser posisi nya, namun keadaan membawa mereka untuk kembali bersama.
"kamu harus terbiasa juga dengan musim dingin di sini dek, kamu ngerti kan maksud Abang."
Yesa mengangguk paham, lama lama juga ia terbiasa tinggal di negara impian para turis itu.
***
Zidan tertegun saat Arjun mendatangi nya dan memberikan semua bukti transfernya pada Rama terkait perintahnya atas insiden waktu itu.
__ADS_1
"Sebaiknya anda mencabut tuntunan anda pada tuan kami, kalau tidak kami juga akan memastikan anda masuk penjara."
Ujar Arjun membuat Zidan bungkam. kenapa semua harus ketahuan, kalau begini ia tidak akan bisa membela Asila.
Tak sengaja asila mendengar percakapan mereka, ia sendiri tidak mengetahui hal itu dan tidak menyangka jika sang ayah bisa melakukan hal itu.
Dan akhirnya Zidan mengalah dengan kesepakatan bersama bahwa setelah ini mereka tidak ada urusan dan Zidan tidak jadi menggugat asila.
jujur saja asila kecewa karena ia ingin sekali memberikan Aldrik pelajaran dengan hukuman penjara yang lama, tapi jika seperti ini hanya gugatan dari pihak Aulia yang akan lolos.
Asila masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam, ia ingin sekali bertemu dengan arka. Ia tidak mau bercerai dengan arka, tapi.....
Asila menangis merosot di pintu, ia benar-benar menyesali perbuatannya namun arka juga tidak mau menerima nya, tapi ia juga tidak tega jika karena hal ini ia menjadi korban.
Asila merasa pusing dan mual, kemarin Dokter memeriksa kembali keadaan nya dan mengatakan bahwa ada gumpalan darah di kepala nya karena kecelakaan waktu itu, dan dokter menyarankan asila untuk kembali ke rumah sakit untuk melakukan operasi, namun rasanya ia tidak memiliki semangat.
**
Arka tertegun saat menerima surat gugatan cerai dari pengadilan terkait perceraian dengan asila, jadi mereka lebih dulu bergerak.
Arka hanya diam tak berkomentar, ia menerima surat tersebut lalu masuk kembali ke rumah. Terlihat Fitri tengah memberi makan sang ayah. Tangan serta kaki kanan nya tidak bergerak karena gejala hipertensi yang di alaminya hingga mengakibatkan nya struk. Pria itu kini duduk di kursi roda, tak berbeda Jauh dengan dirinya yang tidak bisa berjalan karena inside itu.
"makanya jangan kebanyakan mancing, pulang pagi. Kurang tidur, kurang istirahat, masuk angin. Lama lama darah tinggi dan seperti ini lah..."
Gerutu Fitri pada suami nya yang hanya bisa diam.
__ADS_1
"Untung Andin kerja, kalau enggak dapat uang dari mana karena sekarang kamu enggak kerja. uang pesangon enggak seberapa."
Cerca nya lagi membuat Arka teringat dengan pekerjaan adik nya itu, apa Fitri tahu apa yang Andin kerjakan selama ini ?
Keluarga nya Berantakan semenjak ia berpisah dengan Yesa, apa semua hukum karma karena ia sudah menyakiti Yesa ?
Arka masuk ke dalam kamar nya menggunakan tongkat, Ia lebih banyak diam dan tidak ingin ikut berkomentar. Biarkan saja sang ibu berbicara sendiri.
Arka teringat kembali dengan bayi itu, bintang kian menjauh dari nya, Mungkin Yesa sengaja pergi jauh agar mereka tidak pernah saling bertemu. Arka menghela nafas panjang mengingat kembali kejadian senja itu.
"Bawa pergi anak haram itu dan jangan pernah muncul lagi di hadapan ku !"
Cacian itu terlontar begitu saja dari bibirnya, semua terjadi karena hasutan dari Andin dan Asila. Seharusnya ia pikirkan baik-baik sebelum bertindak bahkan menyakiti istri nya, kenapa harus talak tiga arka ?
Arka memangku kepala nya dan memijat nya pelan, bagaimana jika itu memang anak nya ?
Ya tuhan kenapa semua harus berakhir seperti ini ? Aku memang berdosa telah menyakiti nya.
"Pas banyaknya duit aja minta di kawinin, Giliran sakit dan enggak menghasilkan uang menggugat cerai, dasar perempuan Lampir !" Umpat Fitri saat membaca surat gugatan cerai dari pengadilan.
"Gue sumpahin enggak laku !" gerutu nya kesal lalu membuang surat itu.
Sekarang barulah arka sadar siapa yang benar-benar tulus dan hanya ada maksud tertentu, namun apa daya saat ini ia sudah kehilangan orang yang benar-benar tulus pada nya.
bersambung....
__ADS_1
Happy reading..