
Seperti yang di katakan oleh Endru, berita tentang Zidan pun santer terdengar di dunia Maya. Sosmed pun ramai memberitakan tentang dugaan korupsi yang di layangkan pada Zidan. Arka sendiri tidak heran karena uang nya pun sebagian raib oleh mantan mertuanya itu.
Sementara Asila hanya bisa menangis mengetahui permasalahan yang menimpa sang ayah.
"Kamu sabar ya Asila..."
Ujar Heni sang Tante yang datang untuk menemani nya di rumah sakit.
Asila merasa hilang semangat karena hal itu, jika sang ayah sampai di penjara. Maka ia akan sendiri, untuk apa hidup jika sendirian ?
Asila tak menjawab penuturan Heni, ia hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang kini sendirian tanpa suami dan sang ayah.
"Sore ini jadwal kamu operasi, kamu siapkan asila ?" Tanya Heni membuat Asila tertegun.
"Tante boleh enggak asila ketemu arka untuk yang terakhir kalinya, hum...."
Heni tertegun mendengar kata terakhir, entah apa maksud asila mengatakan hal itu.
"Jangan bicara tentang terakhir, kamu ini asila..." jawab Heni menggeleng kan kepalanya.
"Asila ingin bertemu dengan arka Tante, sebentar saja !"
Pinta asila sembari memohon.
__ADS_1
"Tante tidak yakin arka mau bertemu dengan kamu, dia juga kan sakit. Tante tidak yakin kalau ibunya mengizinkan, bukan nya kalian sudah bercerai !" Sambung Heni membuat asila tertegun sendiri, hal itu memang benar tapi ia ingin sekali bertemu dengan Arka sebelum operasi.
"Ya, sudah Tante asila nyerah saja, boleh asila meminta kertas dan pulpen." pinta asila semakin membuat Heni heran, namun kali ini Heni tidak menolak, lekas ia pergi keluar meminta kertas dan pulpen pada suster.
Tak lama Heni kembali lalu memberikan dua buah kertas dan pulpen pada Asila.
Ia memperhatikan wajah asila yang pucat, dengan cepat Asila mencatat apa yang ada dalam benak nya.
Sepuluh menit berlalu, Asila melipat kertas itu lalu memberikan nya pada Heni.
"Nanti berikan untuk arka ya Tante, dan satu lagi untuk Ayah."
Heni tertegun menerima dua kertas yang sudah Asila lipat.
"Tidak apa-apa Tante, berikan saja pada mereka. Asila ingin istirahat dulu..." Jawab asila lalu menyandarkan tubuhnya pada ranjang kemudian memejamkan mata nya.
*
Zidan tidak menyangka jika seseorang berhasil membongkar rahasia nya, Awal nya ia pulang untuk mengambil pakaian ganti untuk asila. Namun setelah kembali dari kantor ia langsung di Sergap beberapa orang polisi.
Zidan tak berkutik dan tidak bisa mengelak karena ia terbukti korupsi dan mengambil uang anak anak pemain sepak bola, Zidan pikir setelah di pecat ia tidak akan di buru polisi, namun ternyata mereka membawa masalah ini ke hukum.
Zidan bingung karena sore ini jadwal Asila operasi, Ia kasihan jika semua terlewati tanpa nya. Memang ada Heni yang menemani, tapi Zidan yakin kalau Asila pasti sedih.
__ADS_1
Namun saat ini ia tidak bisa berbuat banyak karena ia kedapatan mengambil uang mereka, dan tak ada yang bisa ia jadikan pembelaan karena semua teman menyerang nya, namun Zidan tidak akan diam saja. Tentunya Ia Akan memberi tahu siapa saja orang yang ikut terlibat dalam kasus itu.
Selama ini bukan cuma dia yang kedapatan mencuri uang itu, ada beberapa teman yang ikut merasakan uang itu dan mereka juga harus merasa kan apa yang Ia rasakan.
***
"Untung udah pisah, jadi kita enggak ada urusan. kalau bisa kita bilang tuh kalau uang Kamu juga di ambil sama si Zidan itu arka..." Ujar Fitri saat mengetahui kasus tersebut.
Namun Arka tak ikut berkomentar, Ia lebih memilih diam. benak nya malah teringat dengan obrolan nya bersama Endru.
"Dari awal gue emang udah rasa kalau Asila suka sama Lo, dan gue kaget Ar waktu denger Lo cerai sama Yesa, gue enggak nyangka Lo lepaskan Yesa. Jauh lah dari Asila, bukan lihat cantik nya, tapi Yesa tuh dewasa dan baik banget. tahu gitu buat gue aja..." Ujar Endru terkekeh kecil membuat Arka melebarkan pupil nya.
Apa yang Endru katakan membuat Arka semakin pilu, sedangkan kini tak ada kesempatan untuk nya meraih kembali Yesa karena perempuan itu juga sudah menikah lagi, bahkan untuk sekedar bertemu saja sulit.
Yesa kini ikut dengan suami baru nya di Swiss, entah berapa kilometer jarak antara mereka. Untuk melihat dari kejauhan saja ia tidak akan mampu. Selain mengikuti aktivitas nya di sosmed. tapi Yesa juga jarang mengunggah kehidupan nya di sana.
Ya, itu memang benar. Yesa lebih memilih untuk menyimpan kebahagiaan nya sendiri, orang lain tak perlu tahu tentang dirinya yang kini hidup tenang dan bahagia bersama Ezi.
Setiap hari Ezi pergi kuliah hingga Siang, Usai itu Ezi pergi bekerja hingga pukul Lima. Selebihnya Ia menghabiskan waktu nya bersama keluarga. Apalagi weekend, ia habis kan bersama istri dan anaknya.
Kerja keras memang perlu namun kebutuhan istri juga harus di perhatikan, Uang memang penting, Namun kasih sayang yang membuat keadaan kian hidup.
Bersambung..
__ADS_1
Happy Reading.😍