Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
wajib mengingatkan.


__ADS_3

"Sayang, gimana kabar kamu?"


Isi chat arka yang terkirim pukul sepuluh malam.


"maaf Abang baru sempat chat kamu, dek.!"


Tanpa alasan!


Yesa membaca pesan tersebut pada pukul setengah empat pagi, terlihat Erlin menyembul keluar dari kamar mandi. Yesa tertegun karena sikap ibu yang berbeda, beliau menjadi pendiam tidak seperti biasanya. Terlihat Jesika dan Wina masih tertidur.


"Bu, sudah bangun !"


Erlin mengangguk lalu mengulas senyum. Lekas ia mengambil mukena untuk menunaikan ibadah shalat tahajud dan witir.


Yesa terus memperhatikan Erlin hingga ia berdoa dengan khusuk, entah apa yang tengah Erlin adukan pada tuhan nya.


Usai sholat Erlin menghampiri Yesa dan duduk di tepi ranjang.


"Yesa, boleh ibu bicara sama kamu nak ?" ujar Erlin tanpa membuka mukena nya. Yesa mengangguk lalu mengusap kepala putri sulungnya itu.


"Kamu jawab dengan jujur, Sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan Ezi ?" tanya Erlin dan di dengarkan oleh Jesika dan Wina yang sudah terbangun. Rusli sendiri pulang ke rumah karena terlalu banyak yang menemani Yesa.


"Yesa, apapun alasannya kamu tetap salah jika selingkuh dari arka. Sebaik apapun pria lain, namun tidak akan sama seperti kalian yang terikat pernikahan. Jangan biarkan diri kamu tersesat karena sebuah ego. Ibu paham perasaan kamu, tapi selingkuh bukan jalan yang terbaik. Kamu berdosa karena berdekatan dengan pria yang bukan muhrim kamu, ibu minta sama kamu untuk jauhi Ezi." Ujar Erlin membuat Yesa tertegun.


"Kalau kamu ingin bersama Ezi, atau merasa dia lebih baik dari arka, maka ibu minta selesai kan masalah kamu dengan arka terlebih dahulu. Jangan seperti ini nak."


Yesa tertegun melihat Erlin menangis di hadapan nya.


"ibu wajib mengingatkan kamu, kamu anak ibu !"


Yesa tidak menjawab, ia hanya terisak merasakan kepedihan yang tak berujung.


Yesa kembali meringkuk membelakangi Erlin. Jesika dan Wina tertegun mendengar Yesa kembali menangis sesegukan.


"Kamu harus kuat menjalani kehidupan ini, semua sedang berjuang dengan ujian masing masing. Minta sama tuhan agar arka berubah. Lari lah pada sang pencipta, bukan menjadikan manusia sebagai pelarian. tanya hati kamu, bagaimana perasaan kamu pada arka !"


"Yesa cinta Bu, tapi sakit. apa Yesa harus terus bertahan? Sampai kapan Yesa mengalah ? Sampai Yesa gila atau mati?"


"Astaghfirullah Yesa...!"


Sergah Erlin memeluk putri nya itu.


"Sampai saat ini bang arka juga enggak telepon Yesa, Apa Yesa harus mengemis ?"


Jesika menghela nafas lalu menghampiri kedua perempuan yang tengah menangis.


"bang arka mungkin enggak selingkuh, tapi dia melalaikan kewajiban nya sebagai seorang suami. Yesa berhak mendapatkan kasih sayang nya, perhatian nya, tapi apa yang Yesa dapatkan? dia bilang Yesa cuma ngabisin duit nya. dia bilang yesa enggak boleh manja. Yesa tuh lagi sakit, salah kalau Yesa minta perhatian nya ?"


Cakap Yesa sambil menangis dengan tangan yang berpegang erat pada ranjang.

__ADS_1


Erlin tak menjawab, ia juga bingung jika keadaannya seperti itu.


"Sudah yes... Bu !" ujar Jesika mengusap pundak Yesa.


"Maafkan Yesa Bu !"


Mungkin semua harus di pikirkan matang-matang, Lanjut atau berhenti.


Tak mungkin keadaan nya seperti ini trus ?


"gini aja yes, untuk sementara waktu Lo sama Ezi jaga jarak dulu. Emang bener kata ibu, Lo harus selesai kan masalah Lo dulu sama arka. Dua bulan lagi dia balik kan.!"


Ujar Jesika setelah Yesa berhenti menangis.


"Lo cinta tapi sakit, hal itu enggak baik. Memaksa kan segalanya hanya akan membuat Lo hancur, tapi gue berharap ada perubahan yang berarti, maksud gue tuh arka berubah lebih baik dan peka dengan apa yang Lo mau."


Sambung Jesika membuat Yesa tertegun.


"Jodoh enggak ada yang tahu, tapi gue pikir Lo harus dengerin apa kata ibu. Coba selesai kan dulu semua nya, Lo harus bicara dan bilang semua uneg-uneg Lo. lebih baik ada pertengkaran kalau ujung nya baik, tapi kalau kalian trus diam, gue rasa ujungnya malah jadi Boomerang."


Tambah Jesika.


"gue harap Lo bisa tegas sama arka, ya,,,gue juga enggak mudah mengambil keputusan, tapi bertahan dalam kesakitan bukan pilihan. Kita berhak bebas dari sekomplotan rasa yang bikin mental kita down !"


Yesa mengangguk lalu membiarkan Erlin memeluk nya lagi.


Jesika menoleh ke arah ponsel Yesa yang berdering, terlihat arka melakukan panggilan telepon.


Ujar Jesika membuat Yesa tertegun.


"biarin aja...!"


Dari siang kemarin hingga malam, dan baru sekarang arka menelpon nya. padahal dia selalu online, tapi Arka tidak menghubungi nya, kemana aja? Chat sama siapa?


Erlin beranjak lalu pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


"Ibu mau pulang dulu sama Wina kalau Jesika masih mau di sini, Nanti siang ibu kemari lagi !"


"ya sudah Bu enggak apa-apa, biar Jesika yang temani Yesa."


"Terimakasih ya Jes ?"


Jesika mengangguk, Ia memang kerja siang jadi bisa santai menemani sahabat nya itu.


"masih pusing?" tanya Jesika memperhatikan Yesa memijat keningnya.


"Ya, lah Lo nangis terus. Udah yes, Lo harus kuat dan selesai kan permasalahan ini. Sabar lah dua bulan lagi arka pulang !"


Tambah Jesika dan di anggukan oleh Yesa.

__ADS_1


Erlin dan Wina sudah beranjak dari ruangan itu.


Keduanya menoleh ke arah pintu yang terbuka lalu Ezi menyembul masuk sambil mengulas senyum.


"kalian berdua aja ?!"


tanya Ezi memperhatikan keduanya seperti heran melihat kedatangan nya.


"Kamu kenapa dek ?" tanya Ezi memindai mata Yesa yang bengkak.


Jesika beranjak dari ranjang lalu duduk di sofa.


"Ibu tahu soal kedekatan kita !"


Ujar Yesa membuat Ezi tertegun sejenak.


"Ibu marah dan minta kita untuk jauh bang, Aku.....!"


Astaga kenapa harus menangis lagi...


"Kamu mau bertahan sama arka ?" tanya Ezi, ia sungguh tidak rela jika keadaan nya Yesa terus menderita.


"Aku enggak tahu bang, tapi aku mau selesai kan masalah ku dengan bang arka !"


"jadi keputusan nya kamu tetap pilih arka ?" tanya Ezi menatap wajah Yesa yang sembab.


"Aku Enggak tahu karena aku belum bicara sama dia, dan tentu nya enggak mungkin aku bicara lewat hp."


"Kamu akan menunggu sampai dia pulang ?" tanya Ezi dan di anggukan oleh Yesa.


"baiklah kalau begitu, Abang tunggu dua bulan."


"Enggak, Yesa takut bikin Abang kecewa!"


sergah Yesa menatap wajah Ezi. Sungguh Yesa berharap Arka seperti Ezi, tapi berharap pada manusia hanya akan berujung kecewa. saat ini Yesa bingung, ia pasrah saja dan tidak tahu harus berbuat apa.


"Yes, Abang sayang sama kamu. Abang tahu kita salah, tidak seharusnya Abang mencintai perempuan yang menjadi istri orang, dan jujur Abang menyesal karena dulu sudah meninggal kan kamu begitu saja. Abang rela asal kamu bahagia dengan arka, tapi Abang tidak akan tinggal diam kalau dia membuat kamu menderita, Abang akan lakukan segala cara untuk merebut kamu dari nya !"


Cakap Ezi panjang lebar lalu pergi meninggalkan Yesa yang tergugu.


"Ya tuhan aku harus bagaimana ?"


**


Bersambung....


Semua ada proses jadi Jangan protes, ikuti terus kelanjutan nya dan jangan kabur ya 😅😅😅👍🤭🤭😍


Olga dulu biar sehat 😅😅👍🤭😍

__ADS_1


Lanjut siang ya 😍


__ADS_2