
Seminggu berlalu...
Keadaan Yesa sudah semakin membaik, Ia tidak memposting wajah Bintang di sosmed dan memblokir nomor arka serta sosmed yang berhubungan langsung dengan mantan suaminya itu.
Yesa ingin fokus pada kehidupan nya tanpa terusik oleh arka. Ia juga sudah tidak ingin mengetahui apa apa tentang arka.
Arka sendiri sudah berada di Bali bersama asila, saat ini ia juga memfokuskan perhatian nya pada pekerjaan, meskipun ia sangat penasaran dengan wajah anak Yesa, namun berulang kali ia menepis keinginan untuk mengetahui tentang mantan istrinya itu.
Di kediaman Ezi..
"yah, Ezi mau balik ke Swiss. Tapi sebelumnya ingin melamar seseorang terlebih dahulu." ujar Ezi duduk di hadapan Anggito.
keadaan nya sudah membaik, dan Anggito meminta Ezi untuk kembali ke Swiss melanjutkan pendidikan nya.
"Nanti saja kalau sudah selesai kuliah." tolak Anggito membuat Ezi menghela nafas panjang.
"Ezi enggak mau yah, kalau ayah enggak mau antar Ezi melamar perempuan itu, Ezi akan minta Om Joko temani." jawab Ezi membuat Anggito termangu.
Seperti itulah anak keduanya, selalu bersikukuh dengan keinginan nya.
"Ayo lah yah, Ezi akan kembali ke Swiss setelah melamar Yesa, dan liburan musim yang akan datang Ezi akan menikahi nya." tambah Ezi membuat Anggito menghela nafas panjang.
"Ya, sudah lah terserah kamu saja. tapi ayah belum pernah bertemu dengan pacar mu itu, bagaimana kalau ayah tidak cocok dengan pilihan mu ?"
"Yang mau menikah kan Ezi, bukan ayah. Dan Ezi pastikan perempuan itu perempuan baik." jawab Ezi lalu beranjak dari duduknya.
"malam ini yah, besok pagi kan Ezi sudah kembali ke Swiss !" tambah nya lalu pergi meninggalkan Anggito sendiri. Anggito termenung sendiri penasaran dan ingin tahu seperti apa pilihan Ezi. Tidak apalah mereka baru bertunangan, kemungkinan lain bisa terjadi jika ia tidak cocok dengan calon mantu nya itu.
Anggito pun beranjak dari duduknya hendak pergi ke kantor. beberapa hari ini ia selalu mampir ke kedai penjual ayam geprek. Sesekali ia ngobrol dengan wanita itu, ternyata usianya sebaya dengan almarhum istrinya.
*
Pagi itu Ezi mendatangi kediaman Yesa, terlihat Yesa baru saja selesai menjemur bintang. Seminggu berlalu bayi tampan itu naik 7 ons hingga kini berat nya 3.2 kg. Yesa terkekeh kecil melihat bintang menggeliat sambil menguap. Seperti nya baby boy itu mengantuk dan meminta susu.
"assalamualaikum..."
Yesa menoleh ke arah Ezi yang datang dengan beberapa bungkusan di tangan nya. setiap pagi pria tampan itu rutin membawakan nya sarapan.
"walaikumsalam......" jawab Yesa sambil menggendong Bintang. Erlin tengah ke pasar bersama sang ayah dan Wina sudah berangkat ke kampus.
sedangkan Hawa sudah kembali ke Jogja karena ia juga punya tugas di sana.
__ADS_1
"Masuk, Yesa mau bikin susu dulu untuk bintang. Dari tadi nguap, seperti nya ngantuk." Ujar yesa lalu Ezi langsung memangku bayi tersebut.
"Biar bintang sama Abang..."
Yesa mengangguk lalu masuk ke dalam.
"ibu kemana dek ?" tanya Ezi menggendong bayi tersebut keluar rumah.
"Ke pasar !" jawab yesa lalu kembali dengan membawa sebotol susu untuk bintang.
Tak lama sang ibu dan ayahnya datang dengan kendaraan roda dua nya.
"Assalamualaikum, Ada nak Ezi."
sapa Erlin mengulas senyum.
"Ya, Bu. Ezi mau bicara sama ayah !" Ujar Ezi membuat Yesa tertegun.
"ya, sudah. ayo kita bicara di dalam!" Jawab Rusli lalu mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
Erlin duduk sambil memangku Bintang yang sudah mulai mengantuk.
"Ezi datang untuk melamar Yesa !" Ujar Ezi tanpa basa basi, ia tidak mau menunda waktu lagi.
Ezi langsung mengangguk.
"Apa orang tua kamu mau menerima Yesa ? Dia kan seorang janda dengan anak satu, sementara kamu masih bujang !" cakap Rusli membuat Yesa tertegun.
"Saya tidak mau Yesa tersakiti lagi, sudah cukup arka membuat duri dalam qalbu."
Sambung Rusli menoleh ke arah Yesa yang tidak bergeming.
"Saya sudah berbicara dengan orang tua saya, hum.. hanya ayah karena ibu sudah meninggal. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Yesa !"
"Hobi kamu apa ?" tanya Rusli memindai wajah Ezi.
"Saya suka badminton, tapi hanya sesekali karena saya juga sebenarnya cukup sibuk. Namun saya akan meluangkan waktu untuk orang yang saya sayangi."
Jawab Ezi dengan kesungguhan.
"Saya sebenarnya masih takut karena kejadian lalu, tapi saya serahkan pada Yesa saja."
__ADS_1
Cakap Rusli menoleh lagi ke arah Yesa.
"kalau ayahnya Abang enggak setuju gimana ?" tanya Yesa mengamati wajah Ezi.
"Insyaallah setuju. nanti sore rencana nya Abang dan ayah akan kemari. Besok Abang akan kembali ke Swiss, dan sebelum itu Abang ingin memastikan hubungan kita. kalau semua nya clear, liburan musim yang akan datang Abang akan pulang untuk menikahi kamu!"
Cakap Ezi membuat Yesa terpaku.
Entah apa yang harus ia katakan, sementara Yesa takut jika orang tua Ezi tidak menyetujui hubungan mereka.
"Kamu ragu sama Abang dek ? Abang tuh sayang kamu, ingin menjaga kamu dan bintang !" Tambah Ezi membuat manik indah nya berkaca-kaca.
"Enggak, tapi Yesa hanya khawatir dengan orang tua Abang. Sebelum nya kita tidak pernah bertemu, dan apa nanti tanggapan beliau tentang Yesa bang. Mungkin saja dia dengar tentang Arka...!" jawab Yesa menundukkan kepalanya.
"Yesa tuh manja, banyak mau nya. Selalu ingin di prioritaskan, dan Yesa enggak mau bersaing dengan Hobi, seperti sebelumnya.
Yesa bicara seperti ini, agar bang Ezi tahu seperti apa Yesa. bukan seorang yang sempurna, justru Yesa banyak kurang nya. Sebelum melangkah ke arah yang lebih serius, mungkin itu bisa menjadi pertimbangan."
"Abang udah tahu kok, kamu enggak usah khawatir. Abang enggak akan janji, tapi Abang akan buktikan sama kamu kalau kamu berharga dan berarti untuk Abang. Jadi apapun yang kamu mau, yang kamu harapkan insya Allah Abang akan penuhi jika itu memang untuk kebaikan." jawab Ezi di hadapan Rusli dan Erlin. ia ingin meyakinkan Yesa bahwa ia benar benar tulus mencintai nya. Dengan kesungguhan hati ingin meminangnya.
"ya sudah kalau begitu, nanti malam kita tunggu kamu dengan orang tua kamu di sini !"
jawab Rusli dan di anggukan oleh Ezi.
Bersambung..
****
Beberapa hari ini terasa kacau, aku terus terseret arus perih. mencoba untuk tidak meminta, namun aku tak dapat menyembunyikan rasa kecewa yang berujung dengan airmata.
Wkwk wkk...
Apa arti merdeka untuk kalian ?
Adakah yang masih merasa di jajah? di jajah perasaan nya gitu mungkin seperti otor ? Wkkđ đ
Percayalah bahwa kau akan bahagia bersama orang yang Mencintai mu ?
Terima kasih yang masih setia. Untuk lanjut itu butuh merangkak hingga tertatih, lelah boleh tapi jangan menyerah.
Apa sih ya author gaje banget...đ đ đ
__ADS_1
happy reading semoga terhibur đ đ
Weekend lagi.... happy happy..đ¤đ¤đđđđđđ